Umum
B A B IV
PERENCANAAN, PEMANFAATAN, DAN PENGENDALIAN Bagian Pertama
Umum
PASAL 7 PASAL 7
(1) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan meliputi kawasan lindung dan kawasan budi daya.
(2) Penataan ruang berdasarkan aspek administratif meliputi ruang wilayah Nasional, wilayah Propinsi Daerah Tingkat I, dan wilayah Kabupaten/Kota-madya Daerah Tingkat II.
(3) Penataan ruang berdasarkan fungsi kawasan dan aspek kegiatan meliputi kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu.
(1) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan meliputi kawasan lindung dan kawasan budi daya.
(2) Penataan ruang berdasarkan aspek administratif meliputi ruang wilayah Nasional, wilayah Provinsi dan wilayah Kabupaten/Kota.
(3) Penataan ruang berdasarkan fungsi kawasan dan aspek kegiatan meliputi kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu.
PENJELASAN PASAL 7 PENJELASAN PASAL 7
Ayat (1)
Termasuk dalam kawasan lindung adalah kawasan hutan lindung, kawasan bergambut, kawasan resapan air, sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau/waduk, kawasan sekitar mata air, kawasan suaka alam, kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya, kawasan pantai berhutan bakau, taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan, dan kawasan rawan bencana alam.
Ayat (1)
Termasuk dalam kawasan lindung adalah :
a) kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya yang meliputi kawasan hutan lindung, kawasan bergambut dan kawasan resapan air;
b) kawasan perlindungan setempat yang meliputi sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau/waduk dan kawasan sekitar mata air; kawasan suaka alam yang meliputi cagar alam dan suaka margasatwa; kawasan pelestarian alam yang meliputi taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam; kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan;
c) kawasan rawan bencana alam meliputi antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, serta gelombang pasang dan banjir; serta
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
Termasuk dalam kawasan budi daya adalah kawasan hutan produksi, kawasan pertanian, kawasan permukiman, kawasan industri, kawasan berikat, kawasan pariwisata, kawasan tempat beribadah, kawasan pendidikan, kawasan pertahanan keamanan.
Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3)
Susunan fungsi kawasan yang berwujud kawasan perdesaan meliputi tempat permukiman perdesaan, tempat kegiatan pertanian, kegiatan pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Susunan fungsi kawasan yang berwujud kawasan perkotaan meliputi tempat permukiman perkotaan, tempat pemusatan dan pendistribusian kegiatan bukan pertanian seperti kegiatan pelayanan jasa pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Fungsi kawasan yang berwujud kawasan tertentu meliputi tempat pengembangan kegiatan yang strategis yang ditentukan dengan kriteria antara lain:
a. kegiatan di bidang yang bersangkutan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama mempunyai pengaruh besar terhadap upaya pengembangan tata ruang di wilayah sekitarnya;
b. kegiatan di bidang yang mempunyai dampak baik terhadap kegiatan lain di bidang yang sejenis maupun terhadap kegiatan di bidang lainnya;
c. kegiatan di bidang yang bersangkutan yang merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
perlindungan plasma nuftah, kawasan pengungsian satwa dan kawasan pantai berhutan bakau.
Termasuk dalam kawasan budi daya adalah kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan hutan rakyat, kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan pertambangan, kawasan peruntukan permukiman, kawasan peruntukan industri, kawasan peruntukan pariwisata, kawasan tempat beribadah, kawasan pendidikan, kawasan pertahanan keamanan.
Ayat ( 2) Cukup jelas Ayat (3)
Susunan fungsi kawasan yang berwujud kawasan perdesaan meliputi tempat permukiman perdesaan, tempat kegiatan pertanian, kegiatan pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Susunan fungsi kawasan yang berwujud kawasan perkotaan meliputi tempat permukiman perkotaan, tempat pemusatan dan pendistribusian kegiatan bukan pertanian seperti kegiatan pelayanan jasa pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Fungsi kawasan yang berwujud kawasan tertentu meliputi tempat pengembangan kegiatan yang strategis yang ditentukan dengan kriteria antara lain:
a. kegiatan di bidang yang bersangkutan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama mempunyai pengaruh besar terhadap upaya pengembangan tata ruang di wilayah sekitarnya;
b. kegiatan di bidang yang mempunyai dampak baik terhadap kegiatan lain di bidang yang sejenis maupun terhadap kegiatan di bidang lainnya;
c. kegiatan di bidang yang bersangkutan yang merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
Kegiatan dalam kawasan tertentu dapat berupa misalnya kegiatan pembangunan skala besar untuk kegiatan industri beserta sarana dan prasarananya, kegiatan pertahanan keamanan beserta sarana dan prasarananya, kegiatan pariwisata beserta sarana dan prasarananya, dan sebagainya.
Kegiatan dalam kawasan tertentu dapat berupa misalnya kegiatan pembangunan skala besar untuk kegiatan industri beserta sarana dan prasarananya, kegiatan pertahanan keamanan beserta sarana dan prasarananya, kegiatan pariwisata beserta sarana dan prasarananya, dan sebagainya.
PASAL 8 PASAL 8
(1) Penataan ruang wilayah Nasional, wilayah Provinsi Daerah Tingkat I, dan wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II dilakukan secara terpadu dan tidak dipisah-pisahkan.
(2) Penataan ruang untuk kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah Provinsi Daerah Tingkat I dikoordinasikan penyusunannya oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) untuk kemudian dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang wilayah Provinsi Daerah Tingkat I yang bersangkutan.
(3) Penataan ruang untuk kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah Kabupaten/ Kotamadya Daerah Tingkat II dikoordinasikan penyusunannya oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I untuk kemudian dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten/ Kotamadya Daerah Tingkat II yang bersangkutan.
(1) Penataan ruang wilayah nasional, wilayah provinsi, dan wilayah kabupaten/kota dilakukan secara terpadu dan tidak dipisah-pisahkan untuk mencapai tujuan penataan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. (2) Penataan ruang untuk kawasan yang berada di wilayah lebih dari satu
provinsi diselenggarakan melalui kerjasama antar Daerah Provinsi.
(3) Penataan ruang untuk kawasan yang berada di wilayah lebih dari satu Daerah Kabupaten/Kota diselenggarakan melalui kerjasama antar Daerah Kabupaten/Kota.
(4) Penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana dimaksud ayat (2) dan (3) dapat difasilitasi oleh Gubernur atau Menteri.
PENJELASAN PASAL 8 PENJELASAN PASAL 8
Ayat (1)
Cukup jelas. Ayat (1) Untuk penataan ruang wilayah yang bersifat lintas Daerah diterapkan
mekanisme kerjasama antara Daerah yang bersangkutan untuk mencapai tujuan penataan ruang.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
Ayat (2)
Kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah administratif Daerah Tingkat I dapat berupa kawasan lindung dan kawasan budi daya seperti wilayah aliran sungai, kawasan resapan air, wilayah perbatasan, kawasan hutan lindung, taman nasional, serta kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu.
Dalam hal kawasan tersebut di atas mencakup dua atau lebih wilayah administrasi Daerah Tingkat I, maka koordinasi penyusunan rencana tata ruang diselenggarakan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1). Bagian dari masing-masing kawasan dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I yang bersangkutan untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Ayat (3)
Kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah administratif Daerah Tingkat II dapat berupa kawasan lindung dan kawasan budi daya seperti wilayah aliran sungai, kawasan resapan air, wilayah perbatasan, kawasan hutan lindung, taman nasional, serta kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu. Kecuali kawasan tertentu, maka dalam hal kawasan tersebut di atas mencakup dua atau lebih wilayah administrasi Daerah Tingkat II, koordinasi penyusunan rencana tata ruang diselenggarakan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.
Bagian dari masing-masing kawasan dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II yang bersangkutan untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Ayat (2)
Kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah administratif daerah provinsi dapat berupa kawasan lindung dan kawasan budi daya seperti wilayah aliran sungai, kawasan resapan air, wilayah perbatasan, kawasan hutan lindung, taman nasional, serta kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu.
Dalam hal kawasan tersebut di atas mencakup dua atau lebih wilayah administrasi daerah provinsi, maka koordinasi penyusunan rencana tata ruang dapat diselenggarakan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1). Bagian dari masing-masing kawasan dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi yang bersangkutan untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Ayat (3)
Kawasan yang meliputi lebih dari satu wilayah administratif daerah kabupaten/kota dapat berupa kawasan lindung dan kawasan budi daya seperti wilayah aliran sungai, kawasan resapan air, wilayah perbatasan, kawasan hutan lindung, taman nasional, serta kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu. Kecuali kawasan tertentu, maka dalam hal kawasan tersebut di atas mencakup dua atau lebih wilayah administrasi daerah kabupaten, penyusunan rencana tata ruangnya difasilitasi oleh Gubernur.
Bagian dari masing-masing kawasan dipadukan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Ayat (4)
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
ruang lintas provinsi atau kawasan tertentu. Fasilitasi yang diselenggarakan oleh Gubernur adalah yang menyangkut penataan ruang lintas Kabupaten/Kota. Agar tercipta keselarasan hubungan antar daerah, fasilitasi oleh Menteri atau Gubernur mengedepankan musyawarah di antara daerah-daerah terkait.
PASAL 9 PASAL 9
(1) Penataan ruang wilayah Propinsi Daerah Tingkat I dan wilayah Kabupa-ten/Kotamadya Daerah Tingkat II, di samping meliputi ruang daratan, juga mencakup ruang lautan dan ruang udara sampai batas tertentu yang diatur dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Penataan ruang lautan dan penataan ruang udara di luar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur secara terpusat dengan undang-undang.
(1) Penataan ruang wilayah meliputi ruang wilayah yurisdiksi dan kedaulatan nasional yang mencakup ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara. (2) Penataan ruang wilayah provinsi dan wilayah kabupaten/kota meliputi ruang
daratan, ruang lautan dan ruang udara sampai batas tertentu yang diatur dengan peraturan perundang-undangan.
PENJELASAN PASAL 9 PENJELASAN PASAL 9
Ayat (1)
Penataan ruang wilayah Propinsi Daerah Tingkat I, wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II yang daratannya berbatasan dengan laut perlu mencakup ruang lautan dalam batas tertentu. Penataan ruang tersebut berkaitan dengan lokasi dan tempat kegiatan masyarakat di daerah seperti tempat permukiman, kegiatan nelayan dan sebagainya.
Penataan ruang wilayah Propinsi Daerah Tingkat I, wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II berkaitan dengan ruang udara dalam batas tertentu. Penataan ruang tersebut bersangkutan dengan wadah kegiatan masyarakat di daerah seperti batas ketinggian bangunan, penggunaan jembatan penyeberangan yang diperlebar untuk pertokoan dan sebagainya.
Ayat (2)
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
Cukup jelas.
PASAL 10 Pasal 10
(1) Penataan ruang kawasan perdesaan, penataan ruang kawasan perkotaan, dan penataan ruang kawasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) diselenggarakan sebagai bagian dari penataan ruang wilayah Nasional atau wilayah Propinsi Daerah Tingkat I atau wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II.
(2) Penataan ruang kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan diselenggara-kan untuk :
a. mencapai tata ruang kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang dalam pengembangan kehidupan manusia;
b. meningkatkan fungsi kawasan perdesaan dan fungsi kawasan perkotaan secara serasi, selaras, dan seimbang antara perkembangan lingkungan dengan tata kehidupan masyarakat;
c. mengatur pemanfaatan ruang guna meningkatkan kemakmuran rakyat dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap ling-kungan alam, lingling-kungan buatan, dan lingling-kungan sosial.
(3) Penataan ruang kawasan tertentu diselenggarakan untuk :
a. mengembangkan tata ruang kawasan yang strategis dan diprioritaskan dalam rangka penataan ruang wilayah Nasional atau wilayah Propinsi Daerah Tingkat I atau wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II; b. meningkatkan fungsi kawasan lindung dan fungsi kawasan budi daya; c. mengatur pemanfaatan ruang guna meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan pertahanan keamanan.
(4) Pengelolaan kawasan tertentu diselenggarakan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Penataan ruang kawasan perdesaan, penataan ruang kawasan perkotaan, dan penataan ruang kawasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) diselenggarakan sebagai bagian dari penataan ruang wilayah nasional, wilayah provinsi dan atau wilayah kabupaten/kota.
(2) Penataan ruang kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan diselenggara-kan untuk :
a. mencapai tata ruang kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang dalam pengembangan kehidupan manusia;
b. meningkatkan fungsi kawasan perdesaan dan fungsi kawasan perkotaan secara serasi, selaras, dan seimbang antara perkembangan lingkungan dengan tata kehidupan masyarakat;
c. mengatur pemanfaatan ruang guna meningkatkan kemakmuran rakyat dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap ling-kungan alam, lingling-kungan buatan, dan lingling-kungan sosial.
(3) Penataan ruang kawasan tertentu diselenggarakan untuk :
a. mengembangkan tata ruang kawasan yang strategis dan diprioritaskan dalam rangka penataan ruang wilayah nasional atau wilayah provinsi atau wilayah kabupaten/kota;
b. meningkatkan fungsi kawasan lindung dan fungsi kawasan budi daya; c. mengatur pemanfaatan ruang guna meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan pertahanan keamanan.
(4) Pengelolaan kawasan tertentu diselenggarakan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
PENJELASAN PASAL 10 PENJELASAN PASAL 10
Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2)
Dalam kawasan perdesaan terdapat kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan kegiatan utama budi daya pertanian.
Dalam kawasan perkotaan terdapat kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan kegiatan utama budi daya bukan pertanian.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan kawasan yang strategis adalah kawasan yang secara nasional menyangkut hajat hidup orang banyak, baik ditinjau dari sudut kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, maupun pertahanan keamanan.
Kawasan tertentu dapat berada dalam satu kesatuan kawasan perdesaan dan
Ayat (1)
Kawasan tertentu merupakan kawasan yang mempunyai nilai strategis secara nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah dengan tetap memperhatikan kewenangan pemerintah daerah dalam penataan ruang wilayahnya maupun wewenang lain yang dimilikinya.
Penataan ruang kawasan tertentu merupakan bagian dari penataan ruang nasional, daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota.
Penataan ruang kawasan perdesaan merupakan bagian dari penataan ruang daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota.
Penataan ruang kawasan perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang daerah Provinsi dan daerah kabupaten/kota
Ayat (2)
Dalam kawasan perdesaan terdapat kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan kegiatan utama budi daya pertanian.
Dalam kawasan perkotaan terdapat kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan kegiatan utama budi daya bukan pertanian.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan kawasan yang strategis adalah kawasan yang secara nasional menyangkut hajat hidup orang banyak, baik ditinjau dari sudut kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, maupun pertahanan keamanan.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
atau kawasan perkotaan.
Yang dimaksud dengan kawasan yang strategis dan diprioritaskan adalah kawasan yang tingkat penanganannya diutamakan dalam pelaksanaan pembangunan.
Sebagai contoh kawasan tertentu adalah kawasan yang strategis dalam skala besar untuk kegiatan industri, pariwisata, suaka alam, wilayah perbatasan, dan daerah latihan militer.
Yang dimaksud dengan perbatasan adalah perbatasan yang ada di daratan, di lautan, dan di udara dengan negara tetangga.
Ayat (4)
Dalam hal perencanaan tata ruang kawasan tertentu, koordinasi penyusunannya diselenggarakan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1).
atau kawasan perkotaan.
Yang dimaksud dengan kawasan yang strategis dan diprioritaskan adalah kawasan yang tingkat penanganannya diutamakan dalam pelaksanaan pembangunan.
Sebagai contoh kawasan tertentu adalah kawasan yang strategis dalam skala besar untuk kegiatan industri, pariwisata, suaka alam, kawasan perbatasan dengan negara tetangga, dan daerah latihan militer.
Yang dimaksud dengan perbatasan adalah perbatasan yang ada di daratan, di lautan, dan di udara dengan negara tetangga.
Ayat (4)
Pengelolaan kawasan tertentu oleh Pemerintah tidak berarti menghilangkan kewenangan daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di wilayahnya yang termasuk ke dalam kawasan tertentu. Keterlibatan Pemerintah dimaksudkan untuk menjamin terselenggaranya fungsi-fungsi pemerintahan yang berkaitan dengan nilai strategis kawasan secara nasional.
Dalam hal perencanaan tata ruang kawasan tertentu, koordinasi penyusunannya diselenggarakan oleh Menteri melalui proses kesepakatan dalam forum/badan yang berwenang dalam bidang Penataan Ruang di tingkat nasional dengan sepenuhnya melibatkan Pemerintah Daerah terkait. Penyusunan rencana tata ruang kawasan tertentu diselenggarakan dengan memperhatikan keterpaduan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.
PASAL 11 PASAL 11
Penataan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, dan Pasal 10
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN a. lingkungan alam, lingkungan buatan, lingkungan sosial, dan interaksi antar
lingkungan;
b. tahapan, pembiayaan, dan pengelolaan pembangunan, serta pembinaan kemampuan kelembagaan.
a. lingkungan alam, lingkungan buatan, lingkungan sosial, dan interaksi antar lingkungan;
b. tahapan pembiayaan, pengelolaan pembangunan serta pembinaan kemampuan kelembagaan;
PENJELASAN PASAL 11 PENJELASAN PASAL 11
Dengan memperhatikan aspek seperti tersebut dalam pasal ini, penataan ruang dilakukan untuk terciptanya upaya dalam pemanfaatan ruang secara berdaya guna dan berhasil guna serta untuk terpeliharanya kelestarian kemampuan lingkungan hidup.
Perhatian terhadap aspek-aspek tersebut dalam pasal ini mencakup juga potensi dan keanekaragaman daerah termasuk kondisi budaya lokal, keanekaragaman hayati, penataan ruang dilakukan untuk terciptanya upaya dalam pemanfaatan ruang secara berdaya guna dan berhasil guna serta untuk terpeliharanya kelestarian kemampuan lingkungan hidup.
PASAL 12 PASAL 12
(1) Penataan ruang dilakukan oleh Pemerintah dengan peran serta masyarakat. (2) Tata cara dan bentuk peran serta masyarakat dalam penataan ruang
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
(1) Penataan ruang dilakukan oleh Pemerintah dengan peran masyarakat;
(2) Tata cara dan bentuk peran masyarakat dalam penataan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
PENJELASAN PASAL 12 PENJELASAN PASAL 12
Ayat (1)
Peran serta masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam penataan ruang karena pada akhirnya hasil penataan ruang adalah untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat serta untuk tercapainya tujuan penataan ruang. Masyarakat berperan sebagai mitra pemerintah dalam penataan ruang. Dalam menjalankan peranannya itu, masyarakat mendayagunakan kemampuannya secara aktif sebagai sarana untuk melaksanakan peran serta masyarakat dalam mencapai tujuan penataan ruang.
Ayat (1)
Peran masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam penataan ruang karena pada akhirnya hasil penataan ruang adalah untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat serta untuk tercapainya tujuan penataan ruang.
Masyarakat berperan sebagai mitra pemerintah dalam penataan ruang. Dalam menjalankan peranannya itu, masyarakat mendayagunakan kemampuannya secara aktif sebagai sarana untuk melaksanakan peran masyarakat dalam mencapai tujuan penataan ruang.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
Peran serta masyarakat dalam penataan ruang dapat diselenggarakan oleh orang seorang, kelompok orang, atau badan hukum.
Ayat (2) Cukup jelas.
Peran masyarakat dalam penataan ruang dapat diselenggarakan oleh orang seorang, kelompok orang atau badan hukum berdasarkan sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk peran dapat berupa usul, saran, pendapat, pertimbangan atau keberatan serta bantuan lain terhadap penyelenggaraan penataan ruang.
Ayat (2) Cukup jelas.
Bagian Kedua
Perencanaan Bagian Kedua Perencanaan
PASAL 13 PASAL 13
(1) Perencanaan tata ruang dilakukan melalui proses dan prosedur penyusunan serta penetapan rencana tata ruang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
(2) Rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala.
(3) Peninjauan kembali dan atau penyempurnaan rencana tata ruang sebagai-mana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan Pasal 24 ayat (3).
(4) Ketentuan mengenai kriteria dan tata cara peninjauan kembali dan atau penyempurnaan rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
(1) Perencanaan tata ruang dilakukan melalui proses dan prosedur penyusunan serta penetapan rencana tata ruang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
(2) Rencana tata ruang ditinjau kembali dan atau disempurnakan sesuai dengan jenis perencanaannya secara berkala;
(3) Peninjauan kembali dan atau penyempurnaan rencana tata ruang sebagai-mana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan Pasal 29 ayat (3);
(4) Ketentuan mengenai kriteria dan tata cara peninjauan kembali dan atau penyempurnaan rencana tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
PENJELASAN PASAL 13 PENJELASAN PASAL 13
Ayat (1)
Proses dan prosedur penyusunan Rencana Tata Ruang wilayah Nasional, Rencana Tata Ruang wilayah Provinsi Daerah Tingkat I, Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II dilaksanakan secara terarah dan
Ayat (1)
Proses dan prosedur penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dilaksanakan secara terarah dan terpadu.
NASKAH UU No.24/1992 PENATAAN RUANG USULAN PERUBAHAN
terpadu.
Proses dan prosedur penetapan rencana tata ruang diselenggarakan pada tingkat Nasional, Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II.
Dalam penyusunan dan penetapan rencana tata ruang, ditempuh langkah-langkah kegiatan:
a. menentukan arah pengembangan yang akan dicapai dilihat dari segi ekonomi, sosial, budaya, daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta fungsi pertahanan keamanan;
b. mengidentifikasikan berbagai potensi dan masalah pembangunan dalam