• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. ALAM DAN RANTAU TAN MALAKA

F. Pergulatan Hidup di Cina

Pada musim dingin bulan Desember 1923 Tan Malaka tiba ditempat tugasnya yang baru di Kanton.45 Tidak lama setelah menetap Tan Malaka diantar oleh Tan Ping-shan ketua Partai Komunis setempat ke kediaman dokter Sun Yat Sen atau Sun Man. Disana, ia juga bertemu dengan anaknya, dokter Sun dan rekan-rekan seperjuangan lainnya. “Berjumpa dengan orang revolusioner rusia adalah perkara biasa saja. Tetapi berjumpakan revolusioner besar di Asia adalah perkara istimewa,” Tan Malaka begitu senang.46 Pada awal kedatangannya ia banyak pergi untuk menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh Kuomintang dan orang-orang komunis setempat.

Pada akhir bulan Juni 1924 Tan Malaka datang menghadiri konfrensi Serikat Buruh Merah Internasional.47 Dari Indonesia datang Alimin dan Budisutjitro. Konfrensi yang diadakan selama enam hari ini memutuskan untuk mendirikan suatu badan perserikatan buruh merah timur di kawasan asia pasifik yang bertujuan untuk

44 Ibid., Hlm 104. 45 Ibid., Hlm 105. 46 Ibid., 47 Ibid.,Hlm 105, 111.

menghimpun para buruh pekerja pelabuhandan para pelaut tiongkok, Indonesia, Filipina, Jepang dan Hindustan.48

Kedudukan Tan Malaka sebagai wakil komintern untuk asia “selatan” sungguh banyak menyita waktu dan tenaganya. Tidak lama berselang setelah konggres berlangsung ia di daulat untuk menjadi ketua organisasi buruh lalu lintas biro kanton yang baru didirikan. Selain itu ia diserahi tugas pertamanya untuk menerbitkan majalah kiri berbahasa Inggris untuk para pelaut, yang dinamainya The Dawn (Fajar). The Dawn baru bisa terbit beberapa bulan kemudian karena Tan Malaka harus belajar bahasa Inggris terlebih dahulu, ditambah sukarnya mencari percetakan yang memiliki koleksi huruf latin yang lengkap.49

Di tengah padatnya aktivitas politik, kesehatannya mulai memburuk yang kemudian banyak mempengaruhi masa rantaunya yang kedua ini. Didera kekurangan segala hal, Tan Malaka jatuh sakit parah. Dr Lee, dokter yang seringkali mengobati dokter Sun memberikan “suntikan emas” kepada Tan Malaka dan nyaris membuatnya meninggal. Seorang dokter Jerman, Dr Rummel mendiagnosa Tan Malaka mengalami physical breakdown atau kecapaian. Dr rummel menasehati Tan Malaka untuk berhenti beraktivitas sama sekali dan beristirahat di negeri tropis, daerah panas.50

48 Ibid ,. 49 Ibid., Hlm 116-117. 50

Dalam kondisi yang semakin menurun Tan Malaka berharap untuk bisa memulihkan dirinya di Tanah Air dan juga membunuh rasa kesepian yang ia alami. Ternyata surat permohoman yang ia kirimkan kepada Gubernur pemerintahan Hindia Belanda tidak dikabulkan. Maka pilihan terakhir ialah Filipina. Ibid., Hlm 120.

Sejak saat ini kesehatan Tan Malaka menjadi alasan utama mengapa dirinya tidak dapat sepenuhnya ambil bagian dalam partai. Kondisi Tan Malaka yang semakin menurun memperlihatkan bahwa gema keberhasilan Tan Malaka yang pertama perlahan mulai semakin memudar. Namun demikian tidak membuat Tan Malaka semakin tenggelam dalam pembuangannya, justru dengan kondisi yang mengisolasinya kualitas rantau semakin berperan dan mematangkan pemikiran Tan Malaka.

Walaupun dari tahun 1925-1935 otak saya seolah-olah lumpuh, karena kesehatan sangat terganggu, tetapi karena permintaan ramai ada keras, saya, dalam kesehatan dan keamanan hidup amat terganggu dan terpaksa saja lari kesana-sini, bisa juga mencetakkan "Naar de Republiek Indonesia’’, "Massa Aksi’’ dan "Semangat Muda’’. Semuanya perlu buat nasehat para pergerakan di Indonesia.51

Pada 29 Agustus 1924 Tan Malaka mengajukan surat kepada Gubernur Hindia Belanda Dick Fock untuk diizinkan pulang ke Jawa, akan tetapi ditolak.52 Hingga akhir bulan desember 1924 kesehatan Tan Malaka masih dalam keadaan yang memprihatinkan. Kira-kira bulan maret Tan Malaka menulis brosur pendek yang kemudian diterbitkan bulan April 1925 dengan judul Naar de Republiek Indonesia.53

Untuk memulihkan kesehatannya Tan Malaka terpaksa menyamar dengan nama Elias Fuentes masuk dan tinggal di Manila. Hampir dalam waktu yang bersamaan kondisi pergerakan di Hindia Belanda semakin memanas. PKI dengan

51

Tan Malaka, 1980. MADILOG, Materialisme Dialektika Logika. Jakarta. Hlm12.

52

Harry A. Poeze, Op.cit., Hlm 360. 53

keputusan Prambanan 25 Desember 1925 merencanakan untuk melakukan aksi pemogokan besar-besaran di seluruh kantong basis PKI yang akan dilanjutkan dengan pemberontakan bersenjata. Tan Malaka yang mengetahui hal ini dari Alimin memutuskan berangkat ke Singapura untuk mencegah terjadinya pemberontak tersebut. Namun usahanya gagal, Massa aksi yang tidak terorganisir dengan baik ini kemudian pecah menjadi pemberontakan aksi massa yang sporadis dibeberapa kota, di Sumatera dan di Jawa. Dalam waktu yang relatif singkat pemerintahan Hindia Belanda dapat merepresif dan melokalisir pemberontakan ini, sehingga tidak menjadi peristiwa besar.

Di Singapura Tan Malaka sempat menuliskan massa actie untuk pergerakan di Hindia Belanda. Karena kecewa atas sikap para pemimpin PKI, di Bangkok Tan Malaka kemudian mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) pada 2 Juni 1927.54 PARI sendiri tidak dapat berkembang karena kegagalan PKI mengakibatkan hampir seluruh teman-teman seperjuangannya ditangkap dan dibuang. Setiap kali mencoba untuk menghubungi teman-temannya Tan Malaka selalu gagal. Ruang lingkup gerak Tan Malaka menjadi sangat sempit. Dalam kondisi yang lelah secara fisik dan jiwa Tan Malaka kembali tinggal di Manila. Pada bulan Agustus 1927 ia tertangkap oleh

54

Harry. A Poeze, 1988. Tan Malaka, Pergulatan Menuju Republik, Jilid II, terj. Kabul Dewani, Jakarta. Hlm 98.

polisi Filipina.55 Setelah menjalani pemeriksaan, pada 23 Agustus Tan Malaka diberangkatkan dengan kapal Susanna dan dibuang ke Amoy (Cina).56

Majikan kapal suzana, tuan madrigal yang juga fernandez, penjamin saya dimasa diluar penjara, ... memperkenalkan saya kepada kapten kapal dengan perkataan; “Beri perlindungan sama Tan Malaka, kalau perlu dengan jiwamu.” “Yes sir...jawab yang pendek. Bahasanya orang tua filipina yang mengalami masa revolusi Filipina yang terakhir.57

Dokumen terkait