BAB VI PEMBAHASAN
A. Keterbatasan Penelitian
2. Perhitungan EOQ Obat Methylprednisolon inj 125 mg/2 ml
Menurut Rangkuti (1996), masing-masing jenis barang membutuhkan analisis tersendiri untuk mengetahui order size dan order point. Oleh karena itu, penghitungan economic order quantity dilakukan untuk barang-barang dalam kelompok A. Obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml merupakan kategori kelompok A dengan nilai investasi tertinggi berdasarkan metode ABC.
Dalam pelaksanaan pemesanan obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml di RSU Haji Medan tidak ada perhitungan khusus mengenai jumlah pemesanan. Jumlah pemesanan tergantung pada pemakaian bulan-bulan sebelumnya. Sebagaimana hasil wawancara dengan informan berikut ini:
“Kita biasanya mesan Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml dengan
memperkirakan berdasarkan pemakaian tahun sebelumnya
diperkirakan untuk memesan tahun berikutnya dilihat pemakaian tahun sebelumnya, biasanya tidak beda jauh kok”(I1)
“Kita tidak menggunakan metode untuk menghitung pemesanan Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml, kita biasanya berdasarkan pemakaian sebelumnya, kalo pada obat tertentu permintaanya banyak maka akan kita pesan banyak begitu juga kalau pemakaian sedikit maka akan kita pesan sedikit. Juga kita lihat kalau ada penyakit yang
lagi banyak maka akan kita pesan banyak”(I5)
Hal ini dapat mengakibatkan pemborosan karena akan berisiko meningkatnya biaya pemesanan jika pemesanan dilakukan dalam jumlah yang sedikit atau meningkatkan biaya penyimpanan jika jumlah pemesanan terlalu banyak.
Untuk mengetahui jumlah pemesanan yang optimum dalam setiap kali melakukan pemesanan obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml di RSU Haji Medan, dapat diterapkan metode Economic Order Quantity (EOQ). Rumus untuk menentukan jumlah pemesanan optimum menurut Heizer dan Render (2010), Bowersox (2010) dan Buffa (1997) adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Q = Jumlah optimum unit per pesan (EOQ)
D = Permintaan tahunan dalam unit untuk barang persediaan S = Biaya pemesanan untuk setiap pesanan
H = Biaya penyimpanan perunit per tahun
Dalam menghitung besaran jumah pemesanan ekonomis atau Economic Order Quantity (EOQ) pada setiap kali pesan, dibutuhkan data mengenai jumlah permintaan per tahun, biaya pemesanan (ordering cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost). Jumlah permintaan per tahun dapat diketahui berdasarkan hasil telaah dokumen. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan diperoleh melalui wawancara dengan Bagian Logistik. Untuk perhitungan komponen-komponen biaya pemesanan, peneliti mengacu pada (Heizer dan Render (2010).Berikut adalah perhitungan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan:
a. Biaya Pemesanan
Biaya pemesanan mencakup biaya dari persediaan, formulir, proses pesanan pembelian, dukungan administrasi
1) Biaya Telepon:
Biaya telepon = lama pemesanan (menit) x biaya telepon/menit
Berdasarkan wawancara dengan informan berikut ini, rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam setiap kali melakukan pemesanan adalah 5 menit:
“Pesannya dari telpon, kalau waktunya paling 5 menitan lah udah cukup itu”(I1)
“Paling kira-kira mesannya 5 menit dari telpon, kurang lebih segitu”(I3)
Distributor tempat pemesanan obat berada di kota Medan sehingga untuk tarif telepon mengikuti telkom lokal. Tarif telepon lokal adalah Rp. 250,00 per 2 menit (www.telkom.co.id). Sehingga tarif telepon per menit adalah Rp. 125,00.
Maka perhitungannya adalah:
Biaya telepon = lama pemesanan (menit) x biaya telepon/menit
Biaya telepon = 5 menit x Rp.125,00/menit
Jadi biaya telepon dalam setiap melakukan pemesanan adalah Rp. 625,00
2) Biaya ATK/Administrasi
ATK yang digunakan oleh bagian gudang farmasi adalah, Surat Pemesanan (SP) obat, buku tukar faktur, dan pita printer. Hal ini sesuai dengan wawancara dengan informan berikut ini:
“Paling yang dibutuhkan untuk biaya ATK yaitu: kwitansi, kertas pelaporan, buku tukar faktur, pita printer, selotip, strappler. Paling itu aja yang dibutuhkan untuk administrasi”(I1)
“kwitansi rawat jalan, kertas pelaporan, buku tukar faktur, pita printer, solatip, strappler, udah kita paling butuh itu aja” (I5)
Berikut adalah perhitungan biaya ATK dalam pemesanan setiap bulan Gudang Farmasi RSU Haji Medan.
Tabel 5.5
Biaya ATK Dalam Pemesanan Setiap Bulan Gudang Farmasi RSU Haji Medan
No Barang Banyak Harga @ Jumlah
1 Surat Pemesanan (SP) 2 box 9.000 18.000
2 Buku tukar faktur 2 buku 7.000 14.000
3 Pita printer 1 pita 30.000 30.000
Total Biaya 62.000
Sumber : Hasil pengolahan data sekunder
Berdasarkan perhitungan tersebut, biaya ATK/administrasi dalam melakukan pemesanan di gudang farmasi dalam sebulan adalah Rp. 62.000,00 sehingga biaya pemesanan dalam setahun (12 bulan) adalah Rp 744.000,00. Selanjutnya untuk
menentukan biaya ATK/administrasi per pemesanan dibutuhkan jumlah transaksi pemesanan dalam setahun yaitu tahun 2014. Berdasarkan data yang diperoleh dari sistem informasi RS di unit gudang farmasi, dalam setahun gudang farmasi melakukan pemesanan sebanyak 1984 kali pada tahun 2014. Maka biaya ATK/administrasi per pemesanan adalah biaya pemesanan setahun dibagi dengan jumlah transaksi pemesanan setahun, yaitu Rp.375,00.
Berdasarkan rincian biaya pemesanan tersebut, maka biaya pemesanan adalah:
Tabel 5.6
Total Biaya Perpemesanan di Gudang Farmasi RSU Haji Medan
No Komponen Biaya Pemesanan Biaya/pemesanan (Rp)
1 Biaya telepon 625,00
2 Biaya ATK/Administrasi 375,00
Total biaya per pemesanan 1.000,00
Sumber: Hasil pengolahan data sekunder
b. Biaya penyimpanan
Biaya penyimpanan mencakup biaya terkait menyimpan atau membawa persediaan selama waktu tertentu. Biaya penyimpanan menurut Heizer dan Render (2010) adalah 26% dari unit cost barang. Setelah diketahui jumlah pemakaian obat tahunan, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, kemudian dilakukan
perhitungan mengenai jumlah pemesanan optimum dalam setiap kali pemesanan, angka untuk masing-masing obat tersebut dimasukan ke dalam rumus seperti pada lampiran 10.
Perhitungan EOQ pada obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml:
Obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml, berdasarkan pengumpulan data dan telaah dokumen diperoleh angka sebagai berikut:
Jumlah pemakaian tahunan = 8.076
Biaya Pemesanan = Rp. 1.000,00 Biaya Penyimpanan = Rp. 6.760,00
Maka Economic Order Quantity (EOQ) adalah:
Q2 = 2 x 8.076 x 1.000
6.760
Q = 49 vial
Jadi, jumlah pemesanan yang optimal dalam setiap kali memesan obat Methylprednisolon inj 125 mg/ 2 ml adalah 49 vial.
Kendala yang dirasakan oleh bagian gudang farmasi dalam menghitung jumlah pemesanan adalah tidak didukung oleh
Sistem Informasi yang memadai, sehingga masih kesulitan untuk mengetahui dan menghitung jumlah pemakaian obat setiap bulan atau tahunan. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari informan:
“Kendalanya tidak didukung oleh sistem informasi, masih serba manual. Jadi agak susah untuk menghitung jumlah pemakaian obat yang begitu banyak, juga ga ada patokan untuk menghitungnya karena masih berdasarkan pengalaman apotekernya”(I1)
“Kita ga bisa prediksi kunjungan pasien kadang ramai
kadang sepi, jadi kondisi ini yang membuat kita kada
kewalahan menghadapinya tidak sesuai perkiraan kita”.(I5)