• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Perhitungan Kapasitas Muat Hasil Modifikasi

Pada tahap ini yaitu menghitung kapasitas muat ikan yang bisa dimasukkan ke dalam cold storage hasil modifikasi tersebut. Ikan yang diangkut pada floating cold storage ini yaitu ikan tuna jenis yellow fin dengan berat kira-kira 200 kg.

Sebelumnya, diukur dimensi tiap cold storage, dan dirancang rak penyimpanan ikan sesuai ukuran cold storage tersebut. Rancangan rak penyimpanan ikan adalah sebagai berikut :

Perencanan sistem pendingin akibat modifikasi KM. Mina Jaya Niaga 11 menjadi floating cold storage yang telah diperbesar volumenya dengan tetap mempertahankan temperatur -600C. Langkah awal yaitu menghitung beban pendingin yang terdiri dari tiga beban yaitu product load, wall-hait-gain load, dan miscellaneous load.

a. Perhitungan product load :

c. Perhitungan miscellaneous load 1. Persamaan (2.10)

2. Persamaan (2.11)

Setelah perhitungan beban pendingin, dilakukan perhitungan analisa komponen pendingin yang meliputi evaporator, kondensor, compressor, dan katup ekspansi.

Oleh karena system pendingin pada floating cold storage ini menggunakan refrigran jenis r143a, maka dianalisa terlebih dahulu menggunakan diagram p-h, seperti pada gambar 3.2. berikut ini

Sumber : www.chemours.com Setelah diketahui niai entalpi, maka dihitung :

1. Laju aliran massa refrigran : persamaan (2.1) 2. Kapasitas kompresor : persamaan (2.2) 3. Kapasitas kondensor : persamaan (2.3) 3.7 Perencanaan dan Perhitungan Kebutuhan Listrik

Akibat dari modifikasi tersebut, distribusi listrik dan perhitungan kebutuhan listrik perlu dihitung kembali. Serta perencanaan one line diagram untuk sistem kelistrikan pada floating cold storage tersebut. Faktor-faktor pemilihan generator yaitu :

a. Load factor

Perhitungan load factor dibagi dua, sebagai berikut : 1. Load factor generator : persamaan (2.12) 2. Load factor equipment : persamaan (2.13) b. Factor diversity

c. Distribusi daya

Gambar 3. 4. Diagram p-h R134a

29

3.8 Kesimpulan dan Saran

Setelah semua tahap selesai yaitu disimpulkan hasil dari penelitian tersebut.

Diharapkan hasil kesimpulan dapat menjawab semua rumusan masalah pada penelitian ini. Saran yang ditulis penulis, sebagai masukan untuk penulisan penelitian lebih lanjut.

β€œHalaman Ini Sengaja Dikosongkan”

31 BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 KM. Minajaya Niaga 11

KM. Minajaya Niaga 11 merupakan kapal penangkap ikan yang memiliki ukuran lebih dari 500 GT. KM. Minajaya Niaga 11 salah satu dari empat kapal shipsister yang masih layak dioperasikan, namun karena diterbitkannya surat pemerintah No. B.1234/

DJPT / P.I.410.D4/31/12/2015 tentang larangan kapal ikan diatas 150 GT beroperasi, KM. Minajaya Niaga 11 terpaksa tidak dioperasikan dan sekarang berada di PT. IKI Makasar. Pada tabel 4.1. dijelaskan data utama kapal KM. Minajaya Niaga 11 sebagai berikut :

Tabel 4. 1. Data Utama KM. Minajaya Niaga 11

General :

ο‚± 512 Ton (IMO Regulation)

Service Speed : 11.00 Knot

Sumber : Spesifikasi KM.Minajaya Niaga 11

KM. Minajaya Niaga 11 dengan spesifikasi sebagai kapal ikan, tentu memiliki beberapa fasilitas penunjang penangkap dan penyimpanan ikan. Cara penangkapan

dengan memakai tuna long-liner, merupakan teknik penangkapan yang digunakan pada kapal ini. Dengan bait hold capacity sebesar 27 m3 mampu menampung ikan-ikan kecil sebagai umpan selama penangkapan. Selain itu, fasilitas penyimpanan ikan hasil tangkapan juga disediakan pada kapal KM. Minajaya Niaga 11. Ikan-ikan hasil tangkapan akan dibersihkan dahulu di cutting area, kemudian disimpan dengan suhu mencapai -600C di dalam freezing room. Freezing room yang dimiliki sebesar 111 m3, dengan freezer lobby 10 m3. Terdapat juga fish hold sebesar 312 m3 yang digunakan untuk menampung ikan sebelum dimasukkan ke dalam freezing room.

4.2 Rencana Modifikasi

Perlunya cold storage untuk penyimpanan ikan tuna yang akan diekspor merupakan salah satu permasalahan yang diangkat dalam tugas akhir ini. Sehnigga penullis akan memodifikasi KM. Minajaya Niaga 11 menjadi floating cold storage.

Floating cold storage merupakan tempat penyimpanan dan pembekuan ikan tuna hasil tangkapan dengan suhu mencapai -600C sesuai sistem existing dari kapal itu sendiri.

Modifikasi ini akan memanfaatkan area atau ruangan yang sudah terdapat insulasi seperti bait hold, cold store, dry provision store dan fish hold. Kemudian penambahan cold storage pada cutting area sejumlah enam buah. Sehingga KM.Minajaya Niaga 11 memiliki cold storage yang difungsikan sebagai freezing room sebanyak (empat belas) freezing room. Karena KM. Minajaya Niaga 11 dialihfungsikan sebagai floating cold storage, maka dari itu kapal tersebut diletakkan di pelabuhan dan tidak dioperasikan ke tengah laut.

Gambar 4.1. merupakan KM. Minajaya yang masih beroperasi untuk menangkap ikan di tengah laut. Sedangkan gambar 4.2. merupakan kapal yang diambil contoh sebagai floating cold storage, yang mengapung dan bersandar di pelabuhan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan.

Gambar 4. 2. KM. Minajaya Niaga 11 Gambar 4. 1. Floating Cold Storage

33

Dengan dijadikannya kapal minajaya menjadi floating cold storage, maka untuk kebutuhan logistik penangkapan ikan sudah tidak diperlukan, selain itu kebutuhan logistik untuk crew juga berkurang, dilihat dari tugas crew yang hanya memindahkan ikan tuna dari kapal ikan yang sudah beroperasi ke floating cold storage, sehingga diperkirakan hanya butuh tiga orang crew untuk mengoperasikan floating cold storage tersebut.

Kebutuhan bahan bakar juga tidak begitu besar, dikarenakan floating cold storage hanya mengapung di pelabuhan. Sehingga main engine tidak difungsikan. Sumber listrik pada floating cold storage hanya menggunakan generator.

Fungsi utama dari floating cold storage ini yaitu untuk menampung dan mengawetkan (membekukan) ikan tuna hasil tangkapan kapal ikan-kapal ikan sebelum diekspor ke luar negeri. Sehingga selama menunggu waktu pengeksporan, ikan tuna masih segar.

Berikut merupakan rencana modifikasi KM. Minajaya Niaga menjadi Floating Cold Storage,

a. Tampak Samping

Pada gambar 4.3. dapat dilihat bahwa warna biru merupakan freezing room existing pada KM. Minajaya Niaga 11, sedangkan warna merah merupakan tambahan freezing room, serta pengalihan fungsi ruangan menjadi freezing room. Bagian cutting area dihilangkan dan diganti dengan ditambahkannya freezing room.

Gambar 4. 3. Modifikasi Tampak Samping

b. Main Deck

Pada gambar 4.4. merupakan modifikasi bagian main deck. Enam freezing room berwarna merah bagian depan merupakan freezing room tambahan yang terletak di bagian cutting area, namun karena floating cold storage hanya digunakan untuk menyimpan, maka cutting area dihilangkan dan dipastikan sebelum masuk floating cold storage, ikan sudah bersih. Kemudian freezing warna merah sebelah starboard, awalnya merupakan cold store, sedangkan sebelah portside merupakan bait hold dan dry provision store.

c. Tank Top

Pada gambar 4.5. merupakan tank top bagian fish hold yang dialihfungsikan sebagai freezing room. Pada awalnya fish hold hanya digunakan sebagai penyimpanan ikan hasil tangkapan sebelum masuk ke freezing room, sehingga suhu dalam fish hold tidak begitu rendah.

4.3 Perhitungan Kapasitas Muat Floating Cold Storage

Floating cold storage didesain untuk menyimpan dan mengawetkan ikan tuna hasil tangkapan hingga mencapai temperatur -600C, guna menjaga kondisi ikan tuna tetap dalam kondisi segar. Dalam suatu penelitian dijelaskan bahwa ikan tuna memiliki sifat yang mudah hancur ketika sudah dalam keadaan mati. Oleh karena itu, pembekuan pada temperatur rendah sangat dianjurkan. Ikan tuna yang dibahas dalam tugas akhir ini yaitu dikhususkan ikan tuna sirip kuning. Ukuran rata-rata ikan tuna sirip yaitu 2,4 m dan beratnya 200 kg. The International Game Fish Association (IGFA) rekor untuk spesies

Gambar 4. 4. Modifikasi Main Deck

Gambar 4. 5. Modifikasi Tank Top

35

ini yaitu 176 kg, untuk ikan yang ditangkap pada tahun 1977 di dekat San Benecdicto, sebuah pulau di Peraian Pasifik Meksiko.

Sumber :IOTC

Pada perancangan cold storage, terdapat alur pendingin di atas ikan. Sehingga penulis merancang terdapat satu rak dengan tiga lapis dalam satu cold storage. Tujuan ikan tuna diletakkan di rak, agar penyebaran dingin merata ke semua ikan. Space untuk rak dengan dinding yaitu 1 m. Asumsi untuk satu ikan dan space alur pendingin yaitu :

Tabel 4. 2. Space Ikan pada Rak

Panjang 3 m

Lebar 0,5 m

Tinggi 0,6 m

Volume 1 ikan 0,9 m3 Berat 1 ikan 0,2 ton

Gambar 4. 6. Ikan Tuna Sirip Kuning

Gambar 4. 7. Desain Rak Cold Storage

Tabel 4.2. menjelaskan ukuran satu ikan pada rak, sehingga desain rak tiap cold storage disesuaikan dengan jumlah ikan yang ditampung, seperti pada gambar 4.7.

Gambar 4.7. merupakan desain dari rak pada cold storage.

Perhitungan Kapasitas Cold Storage Hasil Modifikasi

Tabel 4.3. menjelaskan detail perhitungan jumlah ikan yang bisa ditampung dalam cold storage sesuai ukuran ikan tuna secara umum. Ukuran rak ikan berbeda tiap cold storage didasarkan pada dimensi cold storage itu sendiri. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa floating cold storage ini dapat menampung hingga 93,6 ton ikan tuna.

4.4 Modifikasi Sistem Pendingin

Sistem pendingin pada floating cold storage ini tidak berbeda jauh dengan sistem existing kapal Minajaya, hanya saja penggunaan refrigant pada Minajaya menggunakan R22, sedangkan pada floating cold storage menggunakan R134a (Hidro fluoro carbon).

Sistem pendingin didesain independent tiap cold storage. Sehingga tiap cold storage memiliki komponen pendingin masing-masing. Untuk mengetahui komponen yang digunakan di setiap cold storage, maka perlu perhitungan beban pendingin.

4.4.1 Perhitungan Beban Pendingin

Bebarapa hal yang perlu diperhitungkan dalam menentukan besarnya beban pendingin yaitu product load (beban panas yang dihasilkan oleh produk yang didinginkan), wall-heat-gain load (beban panas yang berasal dari suhu luar cold storage melalui dinding, atap, dan lantai cold storage tersebut), dan

Tabel 4. 3. Perhitungan Kapasitas Cold Storage

37

miscellaneous (beban panas yang berasal dari komponen listrik, seperti lampu).

Berikut ini merupakan perhitungan beban pendinginan tersebut : a. Product Load

Beban pendinginan dari product load yaitu beban produk ikan tuna yang akan didinginkan dari 150C hingga -620C. Dihitung menggunakan tiga tahapan, yaitu penurunan temperatur dari 150C hingga 00C, kondisi konstan saat 00C, dan penurunan temperatur dari 00C hingga -620C. Berikut ini tabel nilai-nilai yang diperlukan untuk menghitung product toad.

Tabel 4. 4. Nilai dan Besaran untuk Perhitungan Product Load

Besaran Nilai Satuan

Berat produk (W) lampiran 1 pounds

Panas spesifik diatas freezing (c) 0,8 Btu/lb.0F Panas spesifik di bawah freezing (ci) 0,4 Btu/lb.0F

Panas laten (L) 115 Btu/lb

Temperatur awal (T1) 15 ; 59 0C ; 0F Temperatur pembekuan (Tf) 0 ; 57,6 0C ; 0F Temperatur akhir (T2) -62 ; -80 0C ; 0F

Sebagai contoh perhitungan, akan dilakukan untuk perhitungan beban pendinginan terhadap produk (product load) pada cold storage 1.

- Beban pendingin dari 150C hingga temperatur 00C Q1f = Wc (T1-Tf)

= 4000 x 0,8 x (59 – 57,6) = 4480 Btu

- Beban pendingin pada temperatur 00C Qf = WL

= 4000 x 115

= 460000 Btu

- Beban pendingin dari freezing point ke temperatur -620C Q2f = Wci (Tf-T2)

Perhitungan beban pendinginan terhadap produk ikan tuna untuk masing-masing cold storage akan ditampilkan pada tabel 4.5 sebagai berikut :

Dari tabel 4.5. diperoleh nilai beban pendingin yang berasal dari ikan tuna yang akan didinginkan mulai 150C hingga -600C pada masing-masing cold storage.

Ke-empat belas cold stirage memiliki beban produk yang berbeda-beda, sehingga berpengaruh terhadap beban pendinginannya. Dapat dilihat bahwa cold storage 11 memiliki nilai beban pendinginan yang terbesar, karena produk yang didinginkan sebesar 38,4 ton.

b. Wall-Heat-Gain Load

Beban pendinginan yang berasal dari dinding, lantai, dan atap cold storage.

Dalam perhitungan ini, penulis megasumsikan bahan dan susunan insulasi pada dinding, lantai, dan atap adalah sama. Insulasi pada ketiganya yaitu aluminium dan polyurethane. Berikut ini merupakan besaran-besaran dan nilai yang diperlukan dalam menghitung wall-heat-gain-load.

Tabel 4. 6. Besaran dan Nilai untuk Perhitungan Wall-Heat-Gain-Load

Besaran Nilai Satuan

Laju Perpindahan Panas (q) Btu/hr

Koefisien Panas Menyeluruh (U) Btu/hr.Ft2.0F

Luas (A) Ft2

Temperatur Dalam Cold Storage (T1) -60 ; -76 0C ; 0F Temperatur Luar cold storage (T2) 28 ; 82,4 0C ; 0F

Tabel 4. 5. Beban Pendinginan terhadap Produk

39

Perhitungan Koefisien Panas Menyeluruh (U)

Pada modifikasi cold storage ini, digunakan aluminium dan polyurethane sebagai bahan isolasi panas.

Gambar 4.8. merupakan desain isolasi pada cold storage. Bagian luar yaitu aluminium, kemudian penyekat, dan bagian dalam terdapat insulasi berbahan polyurethane.

Berikut ini merupakan contoh perhitungan wall-heat-gain-load atau beban pendinginan pada dinding, lantai, dan atap cold storage 1.

Temperatur lingkungan = 280C = 82,40F

Gambar 4. 8. Insulasi Cold Storage

A1 = 322,752 ft2 lantai, dan atap pada tiap-tiap cold storage.

c. Miscellaneous

Beban pendinginan yang berasal dari komponen listrik yang terdapat pada cold storage. Penulis mengasumsikan hanya lampu yang dihitung dalam perhitungan ini.

Lampu LED = 20 Watt

Load per lampu = 68,4 Btu/hr

Contoh perhitungan miscellaneous pada cold storage 1. Terdapat 2 buah lampu LED pada cold storage 1, sehingga,

Q elec = n x P x 3,41 x 24 hr (Btu/ 24 hr)

= 2 x 20 x 3,41 x 24

= 136,40 Btu/24hr

Pada tabel 4.8. diperoleh hasil perhitungan miscellaneous load atau beban pendinginan terhadap lampu pada tiap-tiap cold storage.

41

Dari semua pehitungan beban di atas, yaitu product load, wall-heat-gain-load, dan miscellaneous load dijumlahkan untuk mendapatkan total beban pendinginan pada tiap-tiap cold storage. Untuk mendapatkan beban pendinginan dengan lama waktu tertentu, maka penulis mengasumsikan bahwa dibutuhkan waktu 15 jam dalam mendinginkan produk dari 150C hingga -600C. Sehingga pada cold storage 1 didapatkan :

Q = 2109517,53 Btu/24 hr , karena didinginkan selama 15 jam (15 hr), maka Q =2109517,53

15

𝐡𝑑𝑒/24β„Žπ‘Ÿ 24 β„Žπ‘Ÿ Q = 140634,5 Btu/hr

Berikut ini pada tabel 4.9. dapat dilihat total beban pendinginan tiap-tiap cold storage.

Tabel 4. 8. Miscellaneous Load

4.4.2 Perhitungan Daur Kompresi Uap

Sebagai contoh perhitungan, diambil sampel cold storage 1. Sedangkan hasil perhitungan tiap-tiap cold storage, ditampilkan pada tabel.

Perhitungan Laju Aliran Massa Refrigran

π‘šΜ‡ = π‘„π‘’π‘£π‘Žπ‘π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ

β„Ž1βˆ’β„Ž4 ; π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘„π‘’π‘£π‘Žπ‘π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ = π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘π‘’π‘π‘Žπ‘› 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛

Pada perhitungan sebelumnya, beban pendingin menggunakan satuan Btu/hr, maka dari itu harus dikonversi ke J/s, sehingga

π‘šΜ‡ = 40784,01 𝐽/𝑠 (211254βˆ’93040) 𝐽/π‘˜π‘”

Tabel 4. 9. Total Beban Pendinginan Tiap-tiap Cold Storage

Gambar 4. 9. Skema Evaporator

43

π‘šΜ‡ = 0,35 𝐽/𝑠 Analisa Kondensor

Perhitungan kalor yang keluar dari kondensor π‘„π‘π‘œπ‘›π‘‘ = π‘š π‘₯ (β„Ž3 βˆ’ β„Ž2)

π‘„π‘π‘œπ‘›π‘‘ = 0,35π‘₯ |93040 βˆ’ 294139|

π‘„π‘π‘œπ‘›π‘‘ = 69379,45 π‘Šπ‘Žπ‘‘π‘‘

Analisa Kompresor

Perhitungan kerja kompresor π‘„π‘π‘œπ‘šπ‘ = π‘š π‘₯ (β„Ž2 βˆ’ β„Ž1)

π‘„π‘π‘œπ‘šπ‘ = 0,35 π‘₯ (294139 βˆ’ 211254)

Gambar 4. 10. Skema Kondensor

Gambar 4. 11. Skema Kompresor

π‘„π‘π‘œπ‘šπ‘ = 28595,4 π‘Šπ‘Žπ‘‘π‘‘ = 28,6 π‘˜π‘Š Coefficient of Performance (COP)

COP dari desain sistem kompresi uap, adalah sebagai berikut : 𝐢𝑂𝑃 = π‘„π‘’π‘£π‘Žπ‘π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ

Dari hasil desain dan Carnott, didapatkan COP desain lebih kecil dibandingkan COP Carnott, maka dari itu desain system kompresi uap di atas sudah sesuai.

Dari perhitungan dan analisa di atas, didapatkan daya evaporator, kondensor, dan kompresor. Sehingga dapat ditentukan spek kompresor yang tepat untuk tiap-tiap cold storage. Pada tabel 4.10. dicantumkan banyaknya produk ikan yang akan didinginkan tiap cold storage (product) dengan satuan ton, beban pendinginan atau dengan istilah lain daya evaporator (Qevap) dalam satuan Btu/hr yang kemudian dikonversi ke J/s, laju aliran massa refrigerant (m) dengan satuan kg/s, kalor panas yang mampu dilepaskan kondensor (Qcond) dengan satuan Watt, dan daya kompresor (Wcomp) dengan satuan kW

Gambar 4. 12. Diagram P-h R134a

45

4.4.2 P&ID Sistem Pendingin Floating Cold Storage

Tabel 4. 10. Data Hasil Perhitungan Komponen Kompresi Uap

Gambar 4. 13. P&ID Sistem Pendingin pada Floating Cold Storage

4.5 Analisa Sistem Kelistrikan pada Floating Cold Storage 4.5.1 Perhitungan Generator

Setelah dilakukan modifikasi pada KM. Minajaya Niaga 11 menjadi Floating Cold Storage, terdapat komponen-komponen yang ditambahkan, namun juga banyak komponen yang dihilangkan. Hal ini terjadi akibat dialihfungsikannya beberapa ruangan, serta beberapa sistem yang tidak lagi digunakan, seperti sistem propulsi, sistem bahan bakar pada engine, dll. Di samping itu, semakin banyaknya ruangan yang dijadikan freezing room, membuat jumlah komponen sistem pendingin bertambah. Oleh karena itu, terdapat perubahan pada perhitungan kebutuhan generator, sehingga harus dilakukan perhitungan ulang untuk mendapatkan generator yang dapat menyuplai kebutuhan listrik di floating cold storage tersebut.

Analisa kebutuhan listrik pada floating cold storage ini, dengan menghitung generator load factor. Pada dasarnya perhitungan generator load factor pada kapal terdiri dari empat kondisi yaitu sailing, manuver, loading-unloading, dan port. Oleh karena floating cold storage ini hanya mengapung di pelabuhan, dengan istilah lain tidak berlayar, maka penulis hanya memperhitungkan generator load di pelabuhan (port) saja. Rentan nilai generator load adalah antara 65 % - 86 %.

No ITEM Port

1 Electrical Part Continue Load 7,89

Intermitten Load 0,155

2 Hull Part Continue Load 41,373

Intermitten Load 0,000

3 Machinery Part Continue Load 462,513

Intermitten Load 10,80

4 Total power usage Continue Load 511,77

Intermitten Load 10,96 Tabel 4. 11. Summary Kebutuhan Listrik

47

Tabel 4. 12. Pemilihan Generator

Tabel 4.11. merupakan hasil pemilihan generator yang ditinjau dari kebutuhan listrik pada electrical part, hull part, dan machinery part. Setiap bagian dihitung continue load dan intermitten load. Total kebutuhan listrik pada floating cold storage adalah 517,25 kW.Sedangkan pada tabel 4.12 diberikan dua opsi pemilihan generator oleh penulis, yaitu tetap menggunakan generator existing dari KM.Minajaya dan generator baru, guna sebagai pilihan kedua ketika generator existing sudah rusak. Pada floating cold storage ini digunakan 3 set generator dengan rincian, 2 set generator utam dan 1 generator sebagai standby generator. Generator existing itu GUASCOR F-180-TA-SG dengan 415 Hp atau 309 kW, sedangkan generator baru tipe Northen Lights M1306A22 dengan kapasitas 350 kW.

4.5.2 One Line Diagram pada Floating Cold Storage

One ine diagram pada floating cold storage ini terdiri dari empat buah junction power untuk menyuplai kebutuhan listrik pada komponen-komponen di floating cold storage. One line diagram sendiri berfungsi untuk menggambarkan alur pengaliran listrik dari sumber menuju ke komponen-komponen yang membutuhkan listrik. Langkah awal sebelum pembuatan one line diagram yaitu merancang wiring diagram. Pada wiring diagram ini akan dilist komponen-komponen yang membutuhkan suplai listrik, kemudian dibagi beberapa junction power sesuai deck atau area yang berdekatan. Terdapat pula ukuran kabel penampang dan busbar yang harus dipasang sesuai kebutuhan.

No Type

Gambar 4.14. merupakan one line diagram (power) pada bagian main deck yang dibagi menjadi dua junction power (junction power 1 dan junction power 2). Junction power 1 ditunjukkan oleh garis warna merah, sedangkan junction power 2 ditunjukkan oleh garis warna biru. Kedua junction power ini menyuplai komponen yang terdapat di main deck seperti, capstan, windlass, conveyor, provision crane, dan kompresor-kompresor untuk sistem pendingin.

Gambar 4. 14. One Line Diagram (Power)-Main Deck

Gambar 4. 15. One Line Diagram (Power)-Tank Top

49

Gambar 4.15. merupakan gambar one line diagram (power) pada bagian tank top. Sama dengan yang di bagian main deck, yaitu terdiri dari junction power, yaitu junction power 3 dan junction power 4. Junction power 3 ditunjukkan oleh garis berwarna merah, sedangkan junction power 4 ditunjukkan oleh garis berwarna biru. Kedua junction ini sebagian besar menyuplai komponen sistem permesinan, seperti pompa-pompa.

Gambar 4.16. merupakan one line diagram (power) pada floating cold storage hasil modifikasi. Keempat junction power tersebut mendapat suplai listrik dari MSB. MSB atau Main Switch Board ini adalah papan panel listrik yang akan menyuplai kebutuhan listrik di floating cold storage setelah mendapatkan suplai dari generator.

Gambar 4. 16. One Line Diagram (Power)

β€œHalaman Ini Sengaja Dikosongkan”

51 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari analisa kebutuhan listrik akibat modifikasi kapal penangkap ikan KM.Minajaya Niaga 11 menjadi floating cold storage adalah sebagai berikut :

1. Kapal penangkap ikan KM.Minajaya Niaga 11 yang dimodifikasi menjadi floating cold storage dengan jumlah freezing room sebanyak empat belas ruang dengan total ikan tuna yang dapat ditampung sebesar 93,6 ton atau sebesar 2200985,02 Btu/hr. Freezing room tersebut mampu mendinginkan ikan hingga -600C

2. Dari hasil perhitungan, total kebutuhan listrik pada floating cold storage adalah 517,25 kW, sehingga diberikan dua pilihan untuk penggunaan generator, Generator existing yaitu GUASCOR F-180-TA-SG dengan 415 Hp atau 309 kW, sedangkan generator baru tipe Northen Lights M1306A22 dengan kapasitas 350 kW.

5.2 Saran

Untuk menyempurnakan penelitian ini maka terdapat beberapa saran yang dapat dilakukan pada penelitian selanjutnya, antara lain :

1. Skenario pengoperasian floating cold storage menggunakan engine untuk berpindah-pindah tempat dengan memperhitungkan displacement kapal 2. Perhitungan beban pendingin lebih didetailkan lagi terkait insulasi yang

digunakan pada cold storage ini dan analisa ekonomi untuk modifikasi kapal penangkap ikan KM.Minajaya Niaga 11 menjadi floating cold storage

β€œHalaman Ini Sengaja Dikosongkan”

53 DAFTAR PUSTAKA

Akbar, I.B.N. 2017. Analisa Teknis Konversi KM Minajaya 11 Tuna Long Liner menjadi Kapal Pengangkut Ikan..Skripsi pada Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Alfons,Nasrul,dkk. 2013. Analisa Pengaruh Variasi Massa LPG sebagai Refrigeran

terhadap Prestasi Kerja dari Lemari Es.Jurnal ROTOR, Volume 6. No.1

Alkhalidi, Qandil. 2014. Analysis of Ocean Thermal Energy Conversion Power Plant using Isobutane as the Woorking Fluid. Int.J.of Thermal & Environmental Engineering Vol 7,No.1

Anugrah, Syawal. 2017. Analisa dan Evaluasi Faktor Pembebanan Peralatan Listrik pada Kapal MV Serasi III. Skripsi pada Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS

Ayu, C.C. 2017. Perancangan Unit Mesin Pendingin (Cold Storage) untuk Produk Karkas Sapi Kapasitas 25 Ton dengan Kombinasi Refrigerasi Kompresi Uap, Refrigerasi Absopsi, dan Flat Plate Solar Collector di Kabupaten Pamekasan Madura. Skripsi pada Jurusan Teknik Mesin ITS

Aziz, A. Asy’ari., Baheramsyah, Alam., & Cahyono, Beni. 2012. Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional dengan memanfaatkan Uap Es Kering. Jurnal Teknik POMITS Vol. 1 (1), 1-5.

Farley,John. 1956. Cold Storage Design and Refrigeration Equipment. Washington Harrington, Roy. 1971. Marine Engineering. Jersey City : Pavonia Avanue

Parenden,Daniel. 2012. Perencanaan Cold Storage pada Ruang Palka Kapal Ikan Arujaya 30 GT. Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha Vol.1.No.2,ISSN 2089-6697

Merdiagung. 2014. Modifikasi Kinerja Cold Storage 10 Ton Menggunakan CFD (Computational Fluid Dinamic). Jurnal Teknik POMITS Vol.3,No.1

Nurhadi, H.Q. 2017. Generator Usage Analysis and Evaluation on Sucsess Victory XXXIV. Skripsi pada Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS

Sarwito, S. (1995). Perencanaan Instalasi Listrik Kapal. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Seaton,Fred., Farley,Jhon.Cold Storage Design and Refrigeration Equipment.

Siagian, Saut. 2017. Perhitungan Beban Pendingin pada Cold Storage untuk Penyimpanan Ikan Tuna pada PT.X. Jurnal BINA TEKNIKA Vol. 13(1), 139-149.

Siagian, Saut. 2017. Perhitungan Beban Pendingin pada Cold Storage untuk Penyimpanan Ikan Tuna pada PT.X. Jurnal BINA TEKNIKA Vol. 13(1), 139-149.

Dokumen terkait