• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Menggunakan Analisis Rasio Rasio Likuiditas

Dalam dokumen TUGAS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT HANJA (Halaman 38-55)

BAB IV ANALISIS RASIO

4.2 Perhitungan Menggunakan Analisis Rasio Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) lancar, yang berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kwajibannya yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar perusahaan, maupun di dalam perusahaan.

a. Current Ratio (Rasio Lancar)

Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan asset lancar yang dimiliki.

Current Ratio= Aset Lancar

Tahun2014=Rp20.777 .514 Rp13.600 .230 X100=1,53 Tahun2015=Rp29.807.330 Rp4.538.674 X100=6,58 Tahun2016=Rp33.647 .496 Rp6.428 .478 X100=5,23

Analisis rasio lancar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2014 menunjukkan jumlah aktiva lancar sebanyak 1,5 (dibulatkan) kali utang lancar setiap Rp 1 utang lancar, dijamin oleh Rp1,5 aset lancar. Tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami kenaikan yang cukup pesat, sebesar Rp 6,6 (dibulatkan) asset lancar dapat menjamin Rp 1 utang lancar. Namun tahun 2015 ke tahun 2016 sedikit mengalami penurunan yang berselisih 1,35. Hal ini berarti perusahaan mampu mengelola/memanajemen asset lancar tahun 2015 lebih baik daripada tahun setelahnya. Tahun 2015 menandakan bahwa kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya lebih besar daripada tahun sesudahnya. Namun, di samping itu rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aset lancar yang akan mempunyai pengaruh kurang baik terhadap profitabilitas perusahaan karena aktiva lancar secara umum menghasilkan tingkat return yang lebih rendah dibandingkan dengan aset tetap.

b. Cash Ratio

Cash Ratio Merupakan Ratio (Rasio) yang digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia.

Cash Ratio=(Kas+Setara Kas)

Tahun2014= (Rp65.086) Rp13.600 .230x100 =0,005 Tahun2015=(Rp1.718 .738) Rp4.538 .674 x100 =0,379 Tahun2016=(5.056 .183) 6.428 .478 x100=0,787

.Tahun 2014 dan 2015 merupakan keadaan perusahaan yang kurang baik dikarenakan rasio kas yang berada di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 50%, hal ini dinilai buruk karena untuk membayar kewajiban masih memerlukan waktu untuk menjual sebagian dari aktiva lancar lainnya, sedangkan pada tahun 2016 kondisi rasio kas tergolong cukup baik karena berada di atas rata-rata industri untuk rasio kas.

c. Acid Test Ratio (Rasio Cepat/quick ratio)

Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengam menggunakan asset lancar yang dimilikinya tanpa memanfaatkan persediaan.

RasioCepat=Aset LancarPersediaan Utang Lancar Tahun2014=20.777 .514−17.431586 13.600 .230 =0,246 Tahun2015=29.807 .330−19.071 .523 4.538.674 =2,365 Tahun2016=33.647 .496−19.442.023 6.428 .478 =2,210

Di antara komponen aset lancar, persediaan biasanya dianggap sebagai asset yang paling tidak likuid. Hal ini berkaitan dengan semakin panjangnya tahap yang dilalui untuk sampai menjadi kas dan juga terjadi ketidakpastian nilai persediaan. Dengan alasan di atas, persediaan

dikeluarkan dari asset lancar untuk perhitungan rasio cepat. Rasio cepat PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2015 lebih besar dari tahun sebelum dan sesudahnya. Jika rata-rata industri untuk rasio cepat adalah 1,5 kali, maka keadaan perusahaan pada tahun 2015 dan 2016 lebih baik dari tahun 2014, karena kondisi ini menunjukkan bawha perusahaan tidak harus menjual persediaannya jika akan melunasi utang lancarnya, tetapi dapat menjual surat berharga atau penagihan piutang.

d. Rasio perputaran kas

Perputaran kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas utuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.

Rasio Perputaran Kas= penjualanbersih

total aktiva lancartotalutanglancar Tahun2014= 80.690 .139 20.777 .514−13.600 .230=11,242 Tahun2015= 89.069 .306 29.807 .330−4.538 .674=3,525 Tahun2016= 95.466 .657 33.647 .496−6.428 .478=3,507

Jika rata-rata industri untuk perputaran kas adalah 10% maka pada tahun 2014 perusahaan berada di posisi sangat baik karena perputaran kasnya masih tergolong stabil, sedangkan pada tahun 2015 dan 2016 dapat di artikan kas yang tertanam pada aktiva sulit dicairkan dalam waktu singkat sehingga perusahaan harus bekerja keras dengan kas yang lebih sedikit.

Tabel 4.2.1

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Rekapitulasi Analisis Rasio Likuiditas Rekapitulas i Tahun 2014 2015 2016 Rasio Lancar 1,53 6,58 5,23 Rasio Kas 0,005 0,379 0,787 Rasio Cepat 0,246 2,365 2,210 Rasio Perputaran Kas 11,242 3,525 3,507

Berdasarkan rasio likuiditas, terlihat terlihat bahwa pada tahun 2014 adanya utang cukai dan utang dari pihak yang berelasi maka utang lancar perusahaan hampir setara dengan aktiva lancar yang dimiliki, apabila melihat aktiva lancar tanpa melihat persediaan yang ada, perusahaan juga hanya dapat menutupi sebagian utang lancar dan biaya-biaya saat jatuh tempo. Kas yang dimiliki perusahaan juga belum dapat menutup utang lancar perusahaan. Dilihat dari perputaran kas tahun 2014 yang sangat tinggi maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tidak mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Sedangkan pada tahun 2015 perusahaan telah dapat menutupi utang lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki, hal ini dikarenakan pada tahun 2015, tidak ada utang cukai dan utang dari pihak yang berelasi, dan dari segi penutupan utang lancar dengan menggunakan kas, pada tahun 2015 kas perusahaan telah dapat menutupi sebagian utang lancar yang dimiliki dengan perputaran kas yang cukup baik, yaitu tidak terlalu tinggi namun juga tidak terlalu rendah.

Pada tahun 2016 terjadi sedikit kenaikan dari utang dikarenakan adanya utang cukai dan kenaikan utang pajak, dan hal ini membuat sedikit penurunan terhadap kemampuan perusahaan dalam menutupi utang lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar. Jika ditinjau dari kemampuan perusahaan menutupi utang lancarnya dengan menggunakan kas dan setara kas maka terlihat bahwa perusahaan telah

dapat menutupi hampir sebagian utang lancarnya dengan menggunakan kas, dikarenakan adanya kenaikan jumlah uang kas pada perusahaan di tahun 2016. Sedangkan berdasarkan aktiva lancar dikurang persediaan yang ada, perusahaan telah mampu menutupi utangnya dengan baik. Perputaran kas yang terjadi pada tahun 2016 juga cukup baik.

Dapat disimpulkan bahawa, pada tahun 2014 perusahaan tidak mampu menutupi kewajiban lancarnya, namun di tahun 2015 dan 2016 perusahaan dapat dikatakan likuid karena telah mampu menutupi seluruh utang lancar yang dimiliki.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya, atau dengan kata lain rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Perusahaan dikatakan solvable jika total asset > total hutang.

a. Rasio Total Utang terhadap Total Aset (DAR)

Rasio ini menghitung seberapa jauh dana disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan yang tinggi. Penggunaan leverage keuangan yang tinggi akan meningkatkan ROE dengan cepat, tetapi sebaliknya jika penjualan menurun, ROE akan menurun pula. Risiko perusahaan dengan leverage keuangan yang tinggi akan semakin tinggi pula.

Rasio totalutang terhadaptotal aset=Total Utang Total Aset Tahun2014=14.882 .516 28.380 .630=0,524 Tahun2015= 5.994 .664 38.010 .724=0,158 Tahun2016= 8.333.263 42.508.277=0,196

Rasio DAR pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Menunjukkan bahwa pada tahun 2014, 52% pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang, sedangkan untuk tahun 2015 dan 2016 perusahaan hanya dibiayai sekitar 15% dan 19% dari utang untuk pendanaan.

b. Rasio Total Utang terhadap Total Ekuitas (DER)

Rasio ini digunakan untuk mengukur total utang dalam struktur modal suatu perusahaan dalam kondisi utang jangka panjang perusahaan.

Rasio totalutang terhadaptotal ekuitas= TotalUtang Total Ekuitas Tahun2014=14.882 .516 13.498 .114=¿ 1,103 Tahun2015= 5.994 .664 32.016 .060=¿ 0,187 Tahun2016= 8.333 .263 34.175 .014=0,248

Rasio debt to equity (DER) di atas menggambarkan struktur permodalan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk yang pada tahun 2014 seluruh modal dibiayai dari kreditor sepenuhnya, sedangkan tahun 2015 hanya 18% modal di biayai oleh utang dan tahun 2015 dengan 24%.

Tabel 4.2.2

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Rekapitulasi Analisis Rasio Solvabilitas Rekapitulas i Tahun 2014 2015 2016 Rasio total utang terhadap total aset 0,524 0,158 0,196 Rasio total utang terhadap total ekuitas 1,103 0,187 0,248

Berdasarkan tabel di atas. Pada tahun 2014 jika di persentase kan maka sekitar 52% pendanaan masih di biayai oleh utang , hal ini dikarenakan jumlah utang perusahaan hampir mencapai setengah aset perusahaan. Sedangkan dilihat dari ekuitas perusahaan tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa seluruh modal perusahaan di biayai oleh utang perusahaan.

Pada tahun 2015 jika di persentasekan, makan hanya sekitar 15% pendanaan masih di biayai oleh utang, hal ini di karenakan jumlah utang pada tahun 2015 mengalami penurunan yang cukup drastis. Dan dari ekuitas perusahaan hanya 18% yang dibiayai oleh uatang perusahaan.

Selanjutnya, pada tahun 2016 pendanaan aset yang di biayai oleh utang terjadi kenaikan 4% dari tahun sebelumnya, dikarenakan adanya sedikit tambahan utang di tahun 2016 sedangkan ekiutas perusahaan hanya dibiayai sekitar 25% dari utang perusahaan, baik utang jangaka panjang maupun jangka pendek.

Dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2014 setengah aset dan seluruh modal perusahaan masih di biayai oleh utang perusahaan. Sedangkan pada tahun 2015 dan 2016 perusahaan telah dapat dikatakan solvable, dikarenakan hanya sedikit menggunakan utang untuk pembiayaan perusahaan.

Rasio Profitabilitas

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu.

a. Net Profit Margin

Yaitu menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini bisa dilihat langsung pada analisis common-size untuk laporan laba rugi. Rasio ini diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu.

Rasionet profit margin=Lababersih Penjualan Tahun2014=10.181.083 80.690.139=¿ 0,126 Tahun2015=10.363 .308 89.069 .306=¿ 0,116 Tahun2016=12.762.229 95.466 .657=0, 134

Net Profit Margin yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Sedangkan NPM yang rendah menunjukkan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya yang tertentu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut, yang secara umum rasio yang rendah bisa menujukkan ketidakefisienan manajemen. Untuk industri manufaktur cenderung memiliki rasio net profit margin yang tinggi. Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., rasio net profit margin (NPM) mengalami penurunan di tahun 2015 yang semula sebesar 0,126 menjadi 0,116. Namun untuk tahun 2016 mengalami peningkatan yang semula 0,116 menjadi 0,136.

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset tertentu.

ROA=Laba bersih Total aset Tahun2014=10.181.083 28.380 .630=¿ 0,059 Tahun2015=10.363 .308 38.010 .724=0,273 Tahun2016=12.762.229 42.508.277=0,300

Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset, yang berarti efisiensi manajemen. Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio return on asset (ROA) dari tahun 2014 hingga 2016 terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu dari tahun 2014 dengan 5,9% naik menjadi 27% pada tahun 2015,dan meningkat lagi di tahun 2016 sebesar 30%.

c. Return on Equity (ROE)

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham.

ROA= Laba bersih Modal saham Tahun2014=10.181 .083 438.300 =23,229 Tahun2015=10.363 .308 465.272 =¿ 22,274 Tahun2016=12.762 .229 465.272 =¿ 27,430

Meskipun rasio ini mengukur laba dari sudut pandang pemegang saham, rasio ini tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. Karena itu, rasio ini bukan pengukur return pemegang saham yang sebenarnya. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat leverage keuangan perusahaan. Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio return on equity (ROE) dari tahun 2014 hingga 2016 mengalami fluktuasi. Penurunan terjadi di tahun 2015 menghasilkan ROE 22,27 yang semula pada tahun 2014 sebesar 23,22 Sementara pada tahun 2016 mengalami peningakatan menjadi 27,43.

Tabel 4.3

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Rekapitulasi Analisis Rasio Profitabilitas

Rekapitulas i Tahun 2014 2015 2016 Net Profit Margin 0,126 0,116 0,134 Return On Assets 0,059 0,273 0,300 Return On equity 23,229 22,274 27,430

Pada Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., rata-rata persentase laba yang dihasilkan dari total pendapatan yaitu 12%, rasio net profit margin (NPM) mengalami penurunan di tahun 2015 yang semula sebesar 12% ditahun 2014, menjadi 11% meski penurunan tidak terlalu banyak. Namun untuk tahun 2016 mengalami kenaikan yang semula 11% menjadi 13% Dalam tiga tahun pelaporan tersebut laba yang dihasilkan perusahaan terus mengalami peningkatan tetapi diikuti juga dengan peningkatan biaya-biaya perusahaan.

Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset. Pada Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio return on asset (ROA) dari tahun 2013 hingga 2016 menunjukkan nilai kenaikan yang sifnifikan.

Pada Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio return on equity (ROE) dari tahun 2014 hingga 2015 mengalami sedikit penurunan. Peningkatan terjadi di tahun 2015 ke tahun 2016. Dapat dikatakan bahwa tingkat pengembalian modal dari tiga tahun pelaporan masih cukup stabil yauitu sekitar 25%.

Dari rasio profitabilitas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat efektivitas manajemen Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., sudah baik dilihat dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba terus meningkat pada tingkat penjualan, pengembalian asset, dan modal yang dimilki.

Rasio Akvifitas

Rasio aktifitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula diartikan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaandari hasil pengukuran dengan rasio aktivitas akan terlihat apakah perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola asset yang dimilikinya atau mungkin justru sebaliknya..

a. Perputaran Persediaan

Perputaran persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan ini berputar dalam sautu periode.

Perputaran Persediaan=Pendapatan Persediaan Tahun2014=80.690.139 17.431.586=¿ 4,629 T ahun2015=89.069 .306 19.071 .523=4,670 Tahun2016=95.466 .657 19.442.023=4,910

Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio perputaran persediaan mengalami perubahan yang konstan. Tahun 2014 hingga 2016 perputaran persediaan mengalami 5 kali (Dibulatkan) perputaran dalam setiap tahunnya. b. Perputaran Aktiva Tetap

Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva

tetapnya, berguna untuk mengukur apakah perusahaan sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum.

Perputaran AktivaTetap= Penjualan Aktiva Tetap Tahun2014=80.690.139 7.603.116 =¿ 10,613 Tahun2015=89.069 .306 8.203 .394 =10,858 Tahun2016=95.466 .657 8.860.781 =10,774

Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efektif penggunaan aktiva tetap tersebut. Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio perputaran aset tetap mengalami fluktuasi dengan peningkatan di tahun 2015 yang semula 10,613 kali menjadi 10,858 kali kemudian tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 10,774.

c. Perputaran Total Aset

Rasio ini menghitung efektivitas penggunaan total asset. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran modalnya (investasi).

PerputaranTotal Aset=Penjualan Total Aset

Tahun2014=80.690.139

28.380.630=¿ 2,843

Tahun2015=89.069 .306

Tahun2016=95.466.657

42.508.277=2,246

Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Rasio perputaran total aset mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Rasio yang paling tinggi terjadi pada tahun 2014 yakni sebesar 2,843 yang berarti setiap Rp 1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan Rp 2,84 penjualan, sedangkan pada tahun 2015 setiap Rp 1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan Rp 2,34 penjualan, dan pada tahun 2016 setiap Rp 1,00 aktiva tetap, dapat menghasilkan Rp 2,24 penjualan.

Tabel 4.4.4

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Rekapitulasi Analisis Rasio Aktivitas

Rekapitulas i Tahun 2014 2015 2016 Perputaran Persediaan 4,629 4,670 4,910 Perputaran Aktiva Tetap 10,613 10,858 10,774 Perputaran Total Aktiva 2,843 2,343 2,246

Pada tahun 2014 perputaran persediaan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., mengalami hanya 5x perputaran (jika dibulatkan), sedangkan perputaran aktiva tetap mengalami 11x perputaran (jika dibulatkan) dalam satu tahun hal ini dapat dikatakan baik, artinya setiap Rp 1 aktiva tetap dapat menghasilkan Rp 10 penjualan, dengan perputaran total aktiva 3x perputaran (jika dibulatkan) dalam setahun.

Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2015 perputaran persediaan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., mengalami hanya 5x perputaran (jika dibulatkan), dengan perputaran aktiva tetap sebanyak 11x (jika dibulatkan) dan perputaran total aktiva mengalami penurunan, yaitu hanya sebanyak 2x (jika dibulatkan) perputaran.

Pada tahun 2016 perputaran persediaan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., mengalami hanya 5x perputaran dengan 11x perputaran (jika dibulatkan) aktiva tetap dan 3x perputaran (jika dibulatkan) total aktiva tetap. Hal ini dapat di simpulkan bahwa perusahaan masih kurang dalam pengelolaan persediaan dan juga total aktiva tetapnya.

BAB V KESIMPULAN

1. Posisi keuangan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, dalam periode

Dalam dokumen TUGAS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT HANJA (Halaman 38-55)

Dokumen terkait