• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku Antar Kelompok dan Manajemen Konflik

Dalam dokumen perilaku organisasi (Halaman 99-106)

dan Manajemen Konflik

2.1 Perilaku Antar Kelompok dan Manajemen Konflik

Didalam suatu organisasi tidaklah dapat dihindari adanya konflik yang diakibatkan adanya interaksi antar individu dan kelompok. Pada dasarnya suatu konflik seyogyanya bukanlah untuk dihindari melainkan berusaha dieliminir maupun dikelola dengan baik. Suatu konflik yang terjadi antar kelompok dalam suatu organisasi

dapat diarahkan untuk menjadi gerak positif kearah tujuan organisasi sehingga kelangsungan hidup organisasi dapat terjaga.

Beberapa masalah penting dalam manajemen :

a. Konflik antar kelompok tidak dapat dielakkan dalam organisasi. Konflik ini bisa bersifat positif atau negatif bergantung pengaruhnya terhadap organisasi.

b. Konflik yang fungsional (bermanfaat) menggambarkan suatu konfrontasi antar kelompok yang mempertinggi dan memperbanyak (menguntungkan) hasil karya suatu organisasi c. Konflik yang disfungsional/mengganggu timbul dari suatu konfrontasi/ interaksi antara kelompok-kelompok yang merintangi tujuan organisasi

d. Walaupun kebanyakan manajer berusaha menyingkirkan konflik namun ada bukti yang menunjukkan bahwa bagi kebanyakan organisasi tingkat konflik yang optimal dapat mempunyai pengaruh yang positif bagi hasil karya organisasi

e. Konflik antar kelompok timbul dari ketergantungan, perbedaan tujuan, perbedaan persepsi, dan meningkatnya permintaan akan spesialis.

f. Konflik disfungsional menimbulkan perubahan didalam dan antara kelompok yang terlibat. Didalam kelompok mungkin terdapat kenaikan kesatupaduan, bertambahnya kepemimpinan autokratis, pemusatan perhatian pada tugas, dan kenaikan pada kesetiaan, perubahan yang terjadi antara kelompok meliputi: persepsi yang menyimpang, stereotipe yang negatif dan menurunnya komunikasi.

g. Salah satu tugas yang sukar dihadapi oleh manajer adalah mendiagnosis dan memanajemeni konflik antar kelompok

Beberapa teknik yang berguna untuk memecahkan konflik antar kelompok meliputi :

- Pemecahan persoalan

- Tujuan tingkat tinggi

- Perluasan sumber

- Penghindaran konflik

- Pelicinan konflik kompromi

- Wewenang dan perubahan manusianya atau - Struktur organisasi

Masing-masing metode tersebut tergantung pada situasi dan kondisi tertentu (yang dihadapi)

h. Teknik memanajemeni konflik terdapat juga bagi situasi dimana manajer mendiagnosis setiap kondisi konflik meliputi penggunaan saluran komunikasi, pengangkatan atau pemindahan tenaga dari luar dan merubah struktur organisasi meliputi 2 hal yaitu pemecahan dan stimulasi.

Didalam suatu kelompok tertentu, tentu saja boleh jadi seseorang akan bias mendapat lebih dari satu manfaat yang dapat diperoleh. Memahami alasan-alasannya berkelompok, perlu bagi manajer. Sebab dengan pemahaman tersebut, maka perilaku kelompok sekaligus dapat dikendalikan untuk tujuan-tujuan yang produktif.

Suatu kelompok terdiri dari atas kumpulan individu. Dengan demikian pemahaman atas perilaku individu dan kelompok atau perilaku organisasi harus dikelola dengan baik, betapapun tingginya kompleksitas yang ada padanya. Sebab pada akhirnya karya atau tujuan organisasi itu tercapai melalui manusia baik secara individu ataupun kolektif, baik oleh dirinya sendiri maupun dengan bantuan teknologi. Oleh karena pengelolaan perilaku organisasi memiliki peran penting karena ada beberapa hal yang berkaitan dengan perilaku organisasi itu sendiri.

Ikhtisar Konflik Antar Kelompok dapat ditelaah pada halaman dibalik ini (selanjutnya).

III. Penutup

3.1 Evaluasi :

1. Jelaskan tentang ikhtisar konflik antar kelompok

Ikhtisar Konflik Antar Kelompok :

Sebab konflik antar kelompok : Ketergantunga n Perbedaan tujuan - Sumber terbatas - Struktur ganjaran (Reward) Perbedaan persepsi - perbe daan tujuan - perbe daan horison waktu - letidak samaan status - perse

psi tidak tepat Meningkatnya Konflik Antar kelompok Menye babkan Menye babkan

Konsekuensi Disfungsional Teknik Pemecahan Konflik

1. Pemecahan persoalan

2. Tujuan tingkat tinggi 3. Perluasan sumber 4. Menghindari konflik 5. Perintah dari yang berwenang 6. Merubah variabel manusiawi 7. Merubah struktur organisasi 8. Mengidentifikasi masalah bersama Perubahan antar

kelompok Perubahan dalam kelompok 1. Meningkatnya kesatupaduan 2. Bertambahnya kepemimpinan autokratis 3. memusatkan perhatian pada kegiatan 1. Perseps i yang menyimpang 2. Stereoti p yang negatif 3. Menuru nnya komunikasi Konsekuensi Fungsional Perubahan dan penyelesaian Mencari peme cahan Sadar akan persoalan

Gerak positif kearah tujuan organisasi

menyebabkan

Kelangsungan hidup organisasi

Daftar Pustaka:

A. Robbins, Stephen P., 2001, Perilaku Organisasi, Jilid 1, Alih Bahasa oleh Hadyana

Pujaatmaka dan Benyamin Molan, Penyunting Tanty Tarigan, Edisi Kedelapan, PT. Prehallindo, Jakarta.

B. ---, 2001, Perilaku Organisasi, Jilid 2, Alih Bahasa oleh Hadyana Pujaatmaka

dan Benyamin Molan, Penyunting Tanty Tarigan, Edisi Kedelapan, PT.

Prehallindo, Jakarta.

C. ---, 1994, Teori Organisasi: Struktur, Desain dan Aplikasi, terjemahan oleh

Udaya Yusuf, Edisi Ketiga, Jakarta. Penerbit Arcan. D. Gibson, James L., et.al., Organization : Behavior, Structure, Process, BPI, Plano.

E. ---, et.al., 1997, Organisasi, Alih Bahasa Djakarsih, Agus Dharma, Cetakan Ke

Sepuluh, Penerbit Erlangga, Jakarta.

F. Agustian, Ary Ginanjar, 2003, ESQ, Cetakan ke Sepuluh, Penerbit Arga, Jakarta.

G. ---, 2004, ESQ Power, Cetakan ke Enam, Penerbit Arga, Jakarta.

H. Sulaksono, Hary, 2003, Modul Kuliah Perilaku Organisasi, STE. Mandala-Jember, Tidak

dipublikasikan.

I. Thoha, Miftah, 1993, Perilaku Organisasi – Konsep Dasar dan Aplikasinya, Cetakan Ke

Enam, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

J. Nimran, Umar, 1999, Perilaku Organisasi, Edisi Revisi, Cetakan Kedua, CV, Citra Media,

Surabaya.

K. Greenberg, J. & Baron, R.A., 2000, Behavior in Organizations : Understanding and

Managing the Human Side or Work., 7th Edition, Upper Saddle River, NY : Prentice Hall.

Disarankan membaca buku Rhenald Kasali; Change dan RE-CODE YOUR CHANGE DNA

I. Pendahuluan

1.1 Deskripsi Singkat

Bab 9 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dasar tentang Perilaku Organisasi kepada para mahasiswa. Hal-hal yang dibicarakan antara lain : Teori Motivasi, Jenis Motivasi dan Aplikasi Motivasi.

1.2. Standar Kompetensi

Setelah mengikuti kuliah selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu memiliki bekal pengetahuan konseptual dan teoritis tentang perilaku organisasi, mengembangkan cara pikir (analitis dan integratif) dalam mengevaluasi dan memanfaatkan teori-teori dan konsep-konsep tersebut dalam berbagai situasi pengambilan keputusan yang menyangkut sumber daya manusia organisasi; memiliki pengetahuan konseptual yang memadai untuk melakukan evaluasi terhadap hasil penelitian dan/atau perkembangan teori dibidang perilaku organisasi.

1.3 Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini (pada pokok & sub pokok bahasan) mahasiswa memahami pengertian dan jenis motivasi, teori motivasi, menganalisis aplikasi teori motivasi.

II. Penyajian

Dalam dokumen perilaku organisasi (Halaman 99-106)

Dokumen terkait