• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

3.5. Jenis-jenis Insentif

3.5.2. Perilaku Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Kepemimpinan adalah salah satu konsep abstrak, yang hasilnya diharapkan nyata,dimana kepemimpinan dapat mengarah pada seni, akan tetapi dapat pula dikaitkan dengan ilmu. Pada dasarnya kepemimpinan mengarah pada suatu seni dan sekaligus keilmuan. Kepemimpinan pada dasarnya berkaitan pada keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dipunyai seseorang. Oleh karna itu, kepemimpinan harus memiliki skil dan kemampuan memimpin.

Pemimpin yang bijaksana harus bisa mengarahkan karyawannya dengan baik agar karyawannya patuh untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan untuk menghasilkan kerja yang semaksimal mungkin.

Tolak ukur dalam kepemimpinan merupakan pengaruh, yang tidak lebih dan tidak kurang sama sekali. Oleh karena itu pada dasarnya proses kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain agar mengikuti kepemimpinannya.

Pemimpin itu tidak di hubungkan dengan posisi atau jabatan tertentu, akan tetapi dihubungkan dengan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bisa diatur dengan baik dan melaksanakan perintah atau tugas-tugas yang diberikan untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin agar mencapai target yang diinginkan dan sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan seorang pemimpin.

33

Kepemimpinan pada hakekatnya juga memiliki pengertian yaitu sebagai sifat, kemampuan, proses dan konsep yang akan dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga diikuti, dipatuhi, dihormat dan disegani, sehingga orang lain bersedia dengan penuh keikhlasan melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Kepemimpinan juga timbul dimana terdapat faktor –faktor yang saling mendukung satu dengan yang lain. Faktor-faktor tersebut meliputi orang-orang bekerja dari sebuah posisi organisasi, dan timbul dalam satu situasi yang baik.

Kepemimpinan ialah tolak ukur seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, dimana para bawahannya sedemikian rupa, sehingga orang lain itu mau melaksanakan dan menegerjakan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu tidak di senangi.

Kepemimpinan merupakan contoh bagi semua bawahannya sedangkan pemimpin adalah orang yang mempunyai keahlian untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut melakukan apa yang dikehendakinya. Sebab karena itu pemimpin harus bisa mengatur dan memerintah orang lain untuk mencapai tujuan yang dikehendakinya. Dalam sebuah peroses pemimpin, mempunyai pran strategis untuk bisa menggerakkan kekuatan dan sumber daya yang ada. Dengan visi yang luas diharapkan mampu mempengaruhi personel perusahaan, maka perusahaan bisa berjalan dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, hanya ada orang yang bijak yang dapat mampu mencapai suatu tujuan perusahaan sampai bisa sesuai apa yang diharapkan.

Kepemimpinan tanpa mempunyai visi yang jelas, maka tidak dapat berjalan dengan lancar, karena dengan visi,sebuah pemimpin dapat menggerakkan kekuatan sebuah perusahaan.

Beberapa yang dirumuskan diatas, maka diketahui bahwa konsep pemimpin bisa didefenisikan oleh orang banyak yang ingin dia defenisi, sehingga itu merupakan pengalaman untuk pelajaran jika nantinya kita akan menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan hampir sebagian orang mendefenisikan pimpinan itu adalah memiliki kesamaan yang kata kuncinya yaitu “ suatu proses mempengaruhi “ akan tetapi ditemukan bahwa kepemimpinan yang konseptualnya memiliki banyak arti yang berbeda-beda.

Jadi, pemimpin harus memiliki skil yang bagus agar bisa memimpin karyawannya agar patuh dan bekerja dengan baik,yang memberikan semangat kepada karyawan dan selalu bersifat ramah tamah sehingga karyawan lebih semangat bekerja dan menghasilkan kerja yang baik.

35

3.5.3. Perilaku Kepemimpinan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara

Seorang pemimpin harus mempunyai banyak cara, baik yang rumit maupun sampai dengan cara yang susah, supaya bisa mempengaruhi dan memimpin seseorang ataupu perkelompok agar menjadi kereatif dan innovatif.

Sifat kepemimpinan merupakan menyatakan himbauan, konsultasi, bergabung dan memberi.

Berikut ini adal beberapa perilaku kepemimpinan:

a. Mengatakan

Pemimpin memastikan masalah, menyelidiki, mengkaji dan menerjemahkan faktanya, mempertimbangkan pemecahan alternatif kemudian memilih satu pemecahan. Setelah itu bawahan diberi tahu dengan tempat apa yang mereka harus kerjakan. Pemimpin dapat atau tidak mempertimbangkan apa yang dirasakan atau dipercaya oleh bawahan. Paksaan dapat atau tidak diimplikasikan atau digunakan.

b. Menghimbau

Seperti dalam mengatakan, pemimpin membuat keputusan lepas dari kelompok untuk menerima keputusannya dan tidak hanya mengumumkannya saja. Hal ini dilakukan dengan menjelaskan bagaimana keputusan ini akan bermanfaat bagi kepentingan bisnis dan kelompok.

c. Bergabung

Sebelumnya pemimpin telah menyetujui untuk melaksanakan keputusan apa saja yang diputuskan oleh kelompok. Pemimpin terlibat dalam pembicaraan sama dengan anggota biasa lainnya. Tetapi pemimpin memberi tahu kelompok mengenai pembatasan yang diberikan oleh atasannya.

d. Memberi

Pemimpin menegaskan masalah serta pembatasan di dalam mana pemecah harus dicari. Kemudian masalah di serahkan seluruhnya pada kelompok untuk menemukan yang memuaskan mereka. Pemimpin mendukung keputusan, asalkan masih berada dalam pembatasan yang telah ditetapkan.

3.5.4. Sifat dan Karakteristik Kepemimpinan

Menurut Sarwono (2003:25) sifat kepemimpinan terdiri dari : a. Kekuatan

Kekuatan ialah suatu bentuk daya tahan tubuh kita atau pikiran kita untuk menyelesaikan suatu masalah.

b. Ada yang harus Diperjuangkannya

Dimana didaalam sebauah kepemimpinan, pasti ada sesuatu yang harus diperjuangkan, karena fungsi dari kepemimpinan itu mereslisasikan apa yang diperjuangkan, termasuk juga memperjuangkan untuk bisa mendapatkan posisi yang diiginkannya. Tidak peduli berupa memperjuangkankan ide-ide lama atau tradisi terhadap ancaman

37

pengaruh sesuatu hal yang baru, dan justru berupa memperjuangkan suatu ide-ide baru terhadap kebiasaan atau tradisi yang sudah lama.

c. Pemimpin Harus Memiliki Karyawan

Tidak ada seorang pemimpin yang tidak mempunyai karyawan, dikatakan dia pemimpin karena ada karyawannya atau bawahannya yang dipimpin. Dimana hal ini pimpinan yang bagus merupakan yang bisa mengetahui dan mengenali sifat-sifat kelompok yang mengikutinya secara cermat. Agar pemimpin itu bisa mengatur atau mengarahkan tingkah laku sekelompok pengikutnya itu sendiri. Karena itu seorang pemimpin perlu mengetahui asal usul yang dipimpinnya, kondisi psikologisnya, dan berbagai masalah yang dihadapi oleh para karyawan yang dipimpinnya itu. Dengan itu pemimpin dapat mampu memimpin dengan terbaik bagi karyawan organisasi yang dipimpinnya itu.

d. Semangat

Seorang pemimpin itu harus mempunyai semangat yang tinggi bahkan harus melebihi semangat karyawannya dan dorongan untuk memperjuangkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia juga harus aktif dan mau terus bergerak, pemimpin harus mempunyai semnagat yang berkobar-kobar agar dapat memotivasi para bawahannya atau yag dipimpinnya.

e. Kebijaksanaan

Kebijaksanaan wajib dimiliki bagi seorang pemimpin yang bijaksana, paling tidak pemimpin harus selangkah lebih maju dari anggotanya.

f. Kepintaran

Kepintaran memang harus dimiiki oleh setiap pemimpin, karena ia tidak hanya dituntut untuk bekerja keras bagi kemajuan perusahaan yang dipimpinnya, akan tetapi ia juga diwajibkan agar mampu bekerja dengan cerdas dan bijak. Cerdas dalam memahami, mengamati, dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang yang ada didalan instansi yang dipimpinnya

g. Karakter

Pemimpin itu harus mempunyai karakter serta berkeperibadian yang baik. Dia harus mempunyai pendirian yang tetap dan tidak berubah-ubah dalam waktu yang dekat, pendiriannya tetap dan ucapannya dapat dipertanggung jawabkan. Dia memiliki kenyakinan akan kemampuan yang ada padanya.

h. Pola Berpikir Pemimpin Harus Bersih dan Jujur

sifat ini harus dimliki oleh seorang pemimpin jika dia ingin memajukan sebuah perusahaan yang dipimpinya karna dia akan menjadi contoh yang baik, bersih dan jujur yang harus ditiru oelh yang dipimpinya

39

i. Simpati

pemimpin itu harus mampu memposisikan dirinya didepan para karyawan-karyawannya dan bisa melihat permaslahan dari segala sudut pandang karyawannya. Hal demikian bisa dia mengert dan pahami tentang apa yang dirasakan karyawannya.

Dengan sifat- sifat tersebut, seorang pemimpin diharapkan mampu menjalankan roda kepemimpinan dengan baik dan jujur. Dengan begitu tujuan-tujuan organisasipun dapat tercapai dengan baik pula.

Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorantg pemimpin yaitu : a. Tanggung Jawab yang Seimbang

Keseimbangan yang dimaksud merupakan pemimpin harus mampu meyeimbangkan antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diamati dan tanggung jawab terhadap orang yang dipimpin harus melaksanakan pekerjaan tersebut. Hal ini harus dilakukan dengan seimbang, jika tidak sesuai maka proses pertanggungjawaban tidak akan dapat terlaksana dengan optimal.

b. Model Peran yang Fositif

Peran merupakan tindakan yang dilakukan seseorang terhadap perilaku, atau prestasi yang dimana diharapkan dari seseorang yang memiliki posisi tertentu. Dimana hal ini sikap dan peran, seorang pemimpin menjadi contogh bagi karyawannya, karena semua perilaku laku pemimpin akan di contoh oleh para karyawan.

c. Memiliki Keterampilan Komunikasi yang Baik

Pemimpin harus mampu menyampaikan komunikasi yang baik sehingga bisa mudah di pahami oleh pengaewai sehingga dapat memperoleh kerja sama pegawai. Komunikasi ialah cara berbicara menyampaikan sesuatu.

d. Memiliki Standar Etika yang Tinngi

Etika sanvgat berperan dalam fungsi kepemimpinan karna itu merupakan dasar dari semua intraksi kelompok dan pembuatan keputusan. Etika propesional mengisyaratkan pemimpin untuk memelihara standar etika tinngi untuk kelakuan pribadi dan selalu berpengang padanya dalam semua situasi, sehingga pengawai dapat bersandar kepadanya dalam bertindak.

3.5.5. Kinerja pada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara 1. Kinerja Karyawan

Berdasarkan KBBI, kinerja merupakan hal yang hendak dituju perestasi yang diperlihatkan dan keahlian kerja. Berdasarkan Mangkunegara (2000:67) kinerja merupakan sesuatu usaha yang dihasilkan oleh seorang karyawan untuk mencapai tujuan yang dimana diharapkan mampu mencapai suatu perestasi.

Wibowo (2001:2) kinerja ialah bagaimana cara melakukan pekerjaan untuk mencapai hasil yang diharapkan dari pekerjaan tersebut. Kinerja merupakan hasil usaha kerja seorang pengawai/karyawan selama waktu tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar target, sasaran ataupun keriteria

41

yang telah ditetapkan terlebih dahulu dan disepakati bersama, jika karyawan tidak melakukan pekerjaannya maka suatu perusahaan akan mengalami kebangkrutan.

3.5.6. Penilaian Kinerja

Pendapat Sholehuddin (2001:122) penilaian kinerja ialah kegiatan untuk menilai atau merencanakan dan mengawasi proses pengelolaan pekerjaan sehingga diharapkan bisa dilaksana sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, penilaian perestasi kerja juga merupakan proses mengevalauasi dan menilai prestasi kerja di waktu yang akan datang dalam sebuah organisasi.

Penilaian kerja merupakan pekerjaan pimpinan untuk menilai prilaku seseorang karyawan dan memilah karyawan yang berperestasi.

Tujuan serta kegunaan penilaian kerja di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara antara lain :

1. Untuk mendapatkan karyawan yang berperstasi serta keputusan yang digunakan untuk promosi, dan pemberhentian atau penetapan beberapa karyawan.

2. Sebagai tolak ukur prestasi kerja dimana karyawan bisa sukses dalam mencapai sebuah pekerjaannya

3. Untuk memperluas evektivitas semua pekerjaan yang ada didalam perusahaan itu.

4. Untuk mengevaluasi program pelatihan dan keefektifan jadwal kerja, metode kerja, struktur organisasi, gaya pengawasan, kondisi kerja dan alat tulis kerja.

5. Untuk memperediksi dan menentukan akan kebutuhan pelatihan bagi karyawan yang berada didalam sebuah perusahaan.

6. Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan agar tercapai tujuan untuk mendapatkan penampilan kerja yang maksimal.

Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja sangat penting untuk dasar mengevaluasi kinerja, dan sebagai dasar perbaikan kinerja agar bisa lebih optimal diwaktu yang akan datang.

3.5.7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara

2 faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang ialah sebagai berikut ini:

a. Maintenance Faktors

Maintenance faktors merupakan pemeliharaan yang dapat berhubungan dengan manusia yang ingin memproleh kesehatan.

Kebutuhan kesehatan merupakan kebutuhan yang bisa berlangsung secara terus menerus, dimana kebutuhan ini akan kembali dengan semula setelah terpenuhi. Faktor-faktor pemeliharaannya antara lain:

1) Upah/gaji 2) Keadaan kerja

3) Administrasi dalam perusahaan dan kebiasaanya 4) Perilaku antar pribadi

5) Kualitas supervinya

43

Seharusnya faktor pemeliharaan ini perlu mendapatkan perhatian yang baik dari pimpinan, supaya kepuasan dan semangat bekerja karyawan dapat ditingkatkan lagi. Maintenance faktor ini bukanlah merupakan motivasi bagi karyawan, tetapi merupakan keharusan yang harus diberikan oleh pimpinan kepada karyawannya.

b. Motivation faktors

Motivation faktors ialah faktor motivasi yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu hati dan perasaan yang sempurna didalam melakukan pekerjaan. Faktor motivasi sangat berhubungan dengan penghargaan terhadap perilaku yang secara langsung berkaitan dengan penghargaan terhadap perilaku dan pekerjaan.

Faktor motivasi meliputi : 1) pengakuan

2) Perestasi

3) Tanggung jawab 4) Pekerjaanya sendiri

5) Pengembangan potensi seseorang 6) Kemungkinan berkembang

Kedua hai ini bisa mempengaruhi hal yang menonjol terhadap kelangsungan hidup karyawan. Untuk meningkatkan prestasi dan kinerja dapat terpenuhi dengan mengasih karyawan suatu tugas yang diiginkan untuk dikerjakannya agar dapat memotivasi karyawan untuk menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh.

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan

Berdasarakan dari penelitian mengenai Analisis Insentif dan Perilaku Pimpinan Terhadap Kinerja Karyawan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dimana dibahas pada bab yang sebelumnya, dari itu dapat dikesimpulan sebagai berikut ini:

1. Insentif ialah imbalan balas jasa diluar gaji pokok karyawan yang dikasih berdasarkan waktu lembur kerja karyawan tersebut.

2. Besarnya pemberian insentif diberikan atas dasarkan beberapa indikator antaranya lama kerja, senioritas, kebutuhan, keadilan dan kelayakan, serta evaluasi jabatan.

3. Dalam meningkatkan suatu kinerja karyawan seorang pemimpin sangatlah berperan penting dalam suatu pekerjaan.

4. Pemimpin selalu mengarahkan karyawannya apa yang harus dikerjakan atau dilakukan sehingga rencana yang disusun oleh pemimpin terlaksana dengan meningkatnya kinerja karyawan tersebut.

5. Dengan kepemimpinan yang demokratis dapat disimpulkan bahwa pengaruh perilaku kepemimpinan dan pemberian insentif sangat berperan penting dalam meningkatkan suatu kinerja karyawan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara.

45

4.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, menurut penulis pemimpin harus mempertahankan perilaku kepemimpinan yang demokratis dalam membuat suatu perencanaan kerja yang lebih optimal agar kinerja karyawan semakin baik, serta hendaknya pemberian insentif kepada karyawan semakin ditingkatkan agar kinerja karyawan menjalankan tugas semakin optimal dan kepada karyawan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara harus mempertahankan peningkatan kinerjanya dengan baik dan lebih meningkatkan prestasi-perestasi kerjanya agar dapat memajukan suatu perusahaan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Hadiyanto, Tri dan Makinuddin 2006. Analisis Sosial. Bandung : Yayasan Akatiga.

Handoko T. Hani (2002), Manajemen. Edisi Kedua, Cetakan Ke-13. Yogyakarta : BPFE.

Handoko, T. Hani. Umar, H. (2008). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Edisi 1-2. Jakarta : BPFE.

Hasibuan, M. SP. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi. Jakarta : Bumi Aksara.

Hasibuan, M. SP. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Ke 17. Jakarta : Bumi Aksara.

KBBI. 2006. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Komaruddin. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Salemba Empat.

Mangkunegara, Anwar Prabu.2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sarwono, Sarlito Wirana. 2003. Psikologi Dalam Praktek Restu Agung. Jakarta.

Sholehuddin, M. Pd. 2008. Kepemimpinan Pemuda Dalam Berbagai Perspektif.

PT. Intermedia Cipta Nusantara. Jakarta.

Swasto, Bambang. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang : UB Press.

Wibowo, Wahyu. 2001. Pengorganisasian Karangan Dalam Praktik. Gramedia Pustaka Utara. Jakarta.

Yani. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Mitra Wacana Media. Jakarta.

Dokumen terkait