METODOLOGI PENELITIAN
B. Deskrpsi Data
1. Perilaku Siswa Bermasalah
Siswa disekolah sebagai individu dapat dipastikan memiliki masalah, tetapi kompleksitas masalah-masalah yang dihadapi oleh individu yang satu dengan lainnya tentulah berbeda-beda. Biasanya siswa
disekolah akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu, penyesuaian diri dan masalah belajar.1
Dibawah ini akan penulis jabarkan berbagai permasalahan siswa yang ada di sekolah SMP Nusantara Ciputat antara lain:
a. Masalah Tata Tertib Sekolah
Tabel 4.6
Datang Terlambat ke Sekolah
Alternatif Jawaban F P Selalu 3 6,66% Sering 5 11,11% Kadang-kadang 25 55,55% Tidak Pernah 12 26,66% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.3 lebih dari setengah (55,55%) responden menyatakan, kadang-kadang terlambat ke sekolah. Sebagaian kecil (26,66%) menyatakan tidak pernah terlambat ke sekolah. Dan sebagaian kecil (11,11%) menyatakan, sering terlambat ke sekolah.
Dari hasil jawaban siswa melalui angket menunjukan bahwa kadang-kadang siswa terlambat datang ke sekolah sedangkan berdasarkan hasil wawancara kepada kepala sekolah, guru PAI , guru BK, hasil observasi dan hasil wawancara dengan bapak saefuddin guru PAI SMP Nusantara beliau menyatakan bahwa kebiasaan datang terlambat ke sekolah sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan oleh para siswa. Faktor penyebabnya adalah sering begadang, bangun kesiangan, rumah terletak cukup jauh dari sekolah, Dan lain-lain. Sekolah sudah berupaya menangani masalah keterlambatan siswa dengan cara menegur, diberikan sanksi menulis ayat-ayat al-qur’an atau
dengan menulis perjanjian di buku tulis siswa. Namun hingga saat ini masalah siswa terlambat ke sekolah masih banyak ditemukan oleh
1Thohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis Integrasi), (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), h.111
sekolah. Maka dapat penulis simpulkan bahwa masalah terlambat ke sekolah sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan oleh siswa.2
Tabel 4.7 Bolos Sekolah Alternatif Jawaban F P Selalu 0 0% Sering 3 6,66% Kadang-kadang 16 35,55% Tidak Pernah 26 57,77% Jumlah 45 100%
Dari hasil tabel 4.4 lebih dari setengah (57,77%) responden menyatakan tidak pernah bolos sekolah, sebagian (35,55%) responden menyatakan kadang-kadang bolos sekolah, sedikit sekali (6.66%) responden bolos sekolah dan (0%) tidak sama sekali responden menyatakan sering bolos ke sekolah. Hal ini berarti lebih dari setengah siswa tidak pernah bolos sekolah.
Berdasarkan hasil tabel diatas lebih dari setengah siswa tidak pernah bolos sekolah. sedangkan berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan wawancara kepada guru PAI, siswa sebagian kecil siswa bolos sekolah, dalam menangani kasus ini, guru memanggil orang tua yang bersangkutan dan dikenakan sanksi yang telah ditentukan oleh dewan guru bagi siswa yang bolos ke sekolah.
b. Masalah Ibadah
Tabel 4.8
Meninggalkan Sholat 5 Waktu
Alternatif Jawaban F P Selalu 3 6,66% Sering 7 15,55% Kadang-kadang 26 57,77% Tidak Pernah 9 20% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.5 lebih dari setengah (57,77%) responden menyatakan kadang-kadang meninggalkan shalat 5 waktu. Sebagian
2Hasil wawancara dengan bapak Syaefuddin, guru PAI SMP Nusantara Ciputat Tangerang
(20%) responden menyatakan tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. Dan sebagian kecil juga (15,55%) responden menyatakan sering meninggalkan shalat 5 waktu. Dan sedikit sekali (6,66%) responden menyatakan tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu.
Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama melakukan penelitian di sekolah SMP Nusantara, siswa-siwi melakukan shalat
berjama’ah dan shalat duha. Berdasarkan wawancara dari bapak
saefuddin guru PAI bahwa siswa-siswi di sekolah ini masih kurang kesadaran dalam menjalankan shalat 5 waktu karenanya guru-guru PAI setiap hari harus kembali mengingatkan shalat kepada siswa-siswi di sekolah. Dan masih diperlukannya bimbingan dalam meningkatkan kesadaran siswa-siswi dalam beribadah kepada Allah SWT.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SMP Nusantara Ciputat Tangerang Selatan masih membutuhkan bimbingan yang intens untuk dalam melaksanakan shalat 5 waktu.
c. Masalah Pribadi
Tabel 4.9
Menentang Guru & Orang Tua
Alternatif Jawaban F P Selalu 0 0% Sering 5 11,11% Kadang-kadang 19 42,22% Tidak Pernah 21 46,66% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.6 hampir dari setengah (46,66%) responden menyatakan, tidak pernah menentang guru dan orang tua. Hampir dari setengah (42,22%) responden menyatakan, kadang-kadang menentang guru dan orang tua. Sebagian kecil (11,11%) responden menyatakan, sering menentang guru dan orang tua. Dan tidak sama sekali (0%) responden menyatakan, selalu menentang guru dan orang tua.
Berdasarkan hasil jawaban siswa melalui angket dapat disimpulkan bahwa hampir setengah siswa-siswi menyatakan tidak
pernah menentang orang tua dan guru. Dan berdasarkan hasil pengamatan sebagian kecil terdapat siswa yang menentang guru dengan tidak mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru. Dan dalam hal ini guru memberikan sanksi berupa menulis ayat al-qur’an atau menulis perjanjian “saya tidak akan mengulangi lagi” .
Tabel 4.10
Mengucapkan Kata-kata Kotor terhadap Teman
Alternatif Jawaban F P Selalu 3 6,66% Sering 11 24,44% Kadang-kadang 25 55,55% Tidak Pernah 6 13,33% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.7 lebih dari setengah (55,55%) responden menyatakan kadang-kadang mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman. Sebagian (24,44%) responden menyatakan sering mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman. Sebagian kecil (13,33%) responden menyatakan tidak pernah mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman. Sedikit sekali (6,66%) responden menyatakan selalu mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman.
Berdasarkan hasil pengamatan penulis, siswa-siswi SMP Nusantara Ciputat Tangerang Selatan kadang-kadang suka mengeluarkan kata-kata kotor terhadap temannya. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil jawaban siswa dalam angket yaitu lebih dari setengah siswa menyatakan kadang-kadang mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman. Dan berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Khusnul guru BK SMP Nusantara menyatakan bahwa faktor penyebab mereka berkata kotor atau tidak sopan adalah karena lingkungan keluarga yang terbiasa berbicara kurang sopan dan juga disebabkan karena lingkungan teman sebaya.dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa siswa-siswi SMP Nusantara Ciputat Tangerang Selatan kadang-kadang mengucapkan kata-kata kotor terhadap teman.3
Tabel 4.11 Merokok di Sekolah Alternatif Jawaban F P Selalu 4 8,88% Sering 2 4,44% Kadang-kadang 10 22,22% Tidak Pernah 29 64,44% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.8 lebih dari setengah (64,44%) responden menyatakan tidak pernah merokok di sekolah. Sebagian (22,22%) responden menyatakan kadang-kadang merokok di sekolah. Sebagian kecil (8,88%) responden menyatakan selalu merokok di sekolah. Sedikit sekali (4,44%) responden menyatakan kadang-kadang merokok di sekolah.
Berdasarkan hasil jawaban siswa melalui angket dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah siswa-siswi menyatakan tidak pernah merokok di sekolah.
d. Faktor Penyebab Siswa Bermasalaah Tabel 4.12
Teman Mengajak Bolos ke Sekolah
Alternatif Jawaban F P Selalu 0 0% Sering 2 4,44% Kadang-kadang 13 28,88% Tidak Pernah 30 66,66% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.9 lebih dari setengah (66,66%) responden menyatakan teman mereka tidak pernah mengajak bolos ke sekolah. Sebagian (28,88%) responden menyatakan teman mereka kadang-kadang mengajak bolos ke sekolah. Sedikit sekali (4,44%) responden menyatakan teman mereka sering mengajak bolos ke sekolah. Dan tidak
3Hasil wawancara dengan Ibu Khusnul Ummah, guru BK SMP Nusantara Ciputat Tangerang Selatan, sabtu 31 Agustus 2015.
sama sekali (0%) responden menyatakan teman mereka selalu mengajak bolos ke sekolah.
Berdasarkan hasil jawaban siswa melalui angket dapat disimpulkan bahwa mayoritas dari mereka menyatakan teman mereka tidak pernah mengajak bolos ke sekolah.
Tabel 4.13
Teman Bersikap Tidak Sopan
Alternatif Jawaban F P Selalu 3 6,66% Sering 14 31,11% Kadang-kadang 17 37,77% Tidak Pernah 11 24,44% Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.10 sebagian (37,77%) responden menyatakan kadang-kadang teman mereka bersikap tidak sopan. Sebagian (31,11%) responden menyatakan teman mereka sering bersikap tidak sopan. Sebagian (24,44%) responden menyatakan teman mereka tidak pernah bersikap tidak sopan. Sedikit sekali (6,66%) responden menyatakan teman mereka selalu bersikap tidak sopan.
Berdasarkan hasil jawaban siswa melalui angket dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa-siswi SMP Nusantara Ciputat Tangerang Selatan bahwa teman mereka bersikap tidak sopan.
Tabel 4.14
Teman Mengajak Menonton Film Porno
Alternatif Jawaban F P Selalu 0 0% Sering 3 6,66% Kadang-kadang 7 15,55% Tidak Pernah 35 77,77 Jumlah 45 100%
Dari tabel 4.11 mayoritas (77,77%) responden menyatakan teman mereka tidak pernah mengajak menonton film porno. Sebagian (15,55%) responden menyatakan kadang-kadang teman mereka mengajak menonton film porno. Sebagian kecil (6,66%) responden menyatakan teman mereka sering mengajak menonton film porno.
Tidak ada sama sekali (0%) responden menyatakan teman mereka selalu mengajak menonton film porno.
Berdasarkan hasil jawaban siswa melalui angket dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari teman mereka tidak pernah mengajak menonton film porno.