• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKARA PENTING YANG DIHADAPI BANK VICTORIA SYARIAH

Dalam dokumen Tahunan - Bank Victoria Syariah (Halaman 63-65)

yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik Sudin dan Rekan periode 2014 s/d 2016.

PENGENDALIAN INTERNAL

Bisnis Bank yang semakin canggih membutuhkan tingkat kehati-hatian yang semakin tinggi, oleh karena itu Bank sangat mengandalkan sistem pengendalian internal. Pengendalian Internal berfungsi sebagai ”second line of defense” yang independen dalam melaksanakan kontrol secara harian yang sudah ”built in”dalam setiap proses operasional Bank dalam rangka mendukung pencapaian Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) sesuai Visi dan Misi Bank.

Aktivitas pengendalian internal (Internal Control) Bank

telah sejalan dengan Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) No.5/22/ DPNP, Tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern Bank Umum, yang mana tugas dan tanggung jawab utama Unit Kerja Pengendalian Internal antara lain mencakup :

a. Melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas operasional Bank secara independen untuk memastikan transaksi telah sesuai Peraturan Otoritas, Kebijakan dan Prosedur Internal Bank serta Prinsip Syariah.

b. Melakukan pemantauan terhadap kualitas dan administrasi pembiayaan.

c. Melakukan penilaian kualitas penerapan manajemen risiko di cabang-cabang.

Bank mendorong kesadaran dari setiap lini dalam organisasi untuk peduli pada pengendaliaan internal

(awareness) yang mana hal ini bisa menciptakan zero defect

dan menghilangkan potensi fraud.

Dan selama tahun 2016 Unit Kerja Pengendaliaan Internal telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

1. Melaporkan hasil pemeriksaan setiap bulan terhadap : a. Bidang Operasional:

i. Aktivitas cash count, stock opname, review dan monitoring pembukaan rekening dan transaksi harian.

ii. Monitoring tindak lanjut atas hasil pemeriksaan

sebelumnya, antara lain pelaksanaan dual control, pengelolaan user ID, pemenuhan prosedur

terkait APU-PPT, kelengkapan dan maintenance infrastuktur pendukung, pengarsipan dan pengembangan karyawan.

b. Bidang Pembiayaan:

i. Melakukan monitoring terhadap pemenuhan

dokumen.

ii. Mempertimbangkan posisi NPF menjadi “Boom Factor” dalam penilaian cabang.

2. Melaporkan hasil tindak lanjut komitmen cabang- cabang terhadap hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan, Kantor Akuntan Publik dan Satuan Kerja

Audit Internal.

Laporan dan Keterbukaan Informasi

Laporan dan Keterbukaan informasi Bank kepada OJK, Lembaga –Lembaga lainnya dan masyarakat adalah : 1. Laporan Tahunan

2. Laporan Keuangan Publikasi (Audited) 3. Laporan Keuangan Publikasi Triwulan 4. Laporan GCG

PERKARA PENTING YANG DIHADAPI BANK

VICTORIA SYARIAH

1. Kasus PT Hanusa Persada (KPO) : Perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 675/Pdt.G/2016/ PN.JKT.SEL. Register gugatan tanggal 29 September 2016. PT Hanusa Perkasa merupakan Nasabah Debitur BVS. Pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini adalah Perintis Gunawan (Penggugat), Agus Adriansyah (Tergugat), BVS (Turut Tergugat I), dan Pemerintah RI cq. Kantor BPN cq Kanwil BPN Prop. Jabar cq. Kantor BPN Kab. Karawang (Tergugat II). Pokok gugatan ini

adalah Wanprestasi. Alasan pengajuan gugatan ini yaitu

karena adanya surat pencabutan kuasa dari Tergugat yang ditujukan kepada Penggugat sehingga Penggugat tidak dapat lagi melakukan tindakan hukum atas tanah dan bangunan yang dibelinya dari Tergugat dimana Penggugat sudah membayar Uang Muka pembelian tanah sebesar Rp 6.000.000.000,- dimana tanah tersebut merupakan jaminan pembiayaan atas nama PT Hanusa Perkasa. Hingga tanggal Surat Pernyataan ini perkara ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

64

2. Kasus Helga Anastasia dan Lintang Benowo Sakti – (Penjamin Pembiayaan BVS Kepada Nasabah Bernama Siti Maryani : Perkara perdata di Pengadilan Agama Karanganyar No. 1215/Pdt.G/2016/PA.Kra. Register gugatan tanggal 15 September 2016. Helga Anastasia dan Lintang Benowo Sakti merupakan penjamin kredit Nasabah Debitur BVS yang bernama Siti Maryani. Pihak-pihak terkait dalam perkara ini adalah Helga Anastasia dan Lintang Benowo Sakti (Penggugat), Siti Maryani (Tergugat I), Krisbiantoro (Tergugat II), BVS (Tergugat III). Pokok gugatan ini adalah Perbuatan Melawan Hukum. Alasan pengajuan gugatan ini yaitu karena Penggugat tidak mengetahui dengan jelas maksud dan tujuan penandatanganan penyerahan sertipikat tanah dan sangat keberatan dan merasa terpaksa untuk melaksanakan penandatanganan penyerahan sertipikat tersebut dimana dengan kelalaian Nasabah dalam memenuhi kewajibannya kepada BVS mengakibatkan kerugian terhadap kepentingan dan hak Penjamin sebagai pemilik sah atas tanah yang telah dijaminkan Penjamin kepada BVS tersebut. Hingga tanggal Surat Pernyataan ini perkara ini masih dalam proses persidangan di

Pengadilan Agama Karanganyar.

3. Kasus Mirza Hasbullah (Cirebon) : Perkara perdata di Pengadilan Negeri Pekalongan No. 63/Pdt.G/2016/ PN.Pkl. Register gugatan tanggal 14 Oktober 2016. Mirza Hasbullah merupakan Nasabah Debitur BVS Kantor Cabang Cirebon. Pihak-pihak terkait dalam perkara ini adalah Mirza Hasbullah (Penggugat), BVS (Tergugat I), Menteri Keuangan RI cq. Dirjen Kekayaan Negara cq Kepala KPKNL Pekalongan (Tergugat II), Fauzan (Tergugat III). Pokok gugatan ini adalah Perbuatan Melawan Hukum. Alasan pengajuan gugatan ini yaitu karena tindakan BVS yang dibantu Tergugat II melakukan pelelangan obyek jaminan/ agunan kredit Penggugat pada tanggal 21 September 2016 dengan ketentuan harga lelang yang sepihak sehingga perbuatan tersebut melawan hukum merugikan Penggugat. Pada persidangan tanggal 5 Januari 2016 telah dibacakan Putusan Sela Pengadilan Negeri Pekalongan yaitu:

1) Mengabulkan Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II. 2) Menyatakan Peradilan Umum/Pengadilan Negeri

Pekalongan tidak berwenang mengadili perkara

ini.

3) Menghukum Tergugat untuk membayar perkara sebesar Rp 676.000,-.

4. Kasus Topirin (Tegal) : Perkara perdata di Pengadilan Agama Tegal No. 0655/Pdt.G/2016/PA.TG. Register gugatan tanggal 5 Desember 2016. Topirin merupakan Nasabah Debitur BVS Kantor Cabang Tegal. Pihak-pihak terkait dalam perkara ini adalah Topirin (Penggugat), BVS (Tergugat I), Notaris Suprihatin SH di Tegal (Tergugat II), PPAT Sarwono

Kab. Tegal (Tergugat III), dan BPN cq BPN Kab. Tegal (Turut Tergugat). Pokok gugatan ini adalah Perbuatan Melawan Hukum. Alasan pengajuan gugatan ini yaitu karena tindakan BVS meminta Penggugat melakukan pembayaran atau menyelesaikan seluruh total tunggakan dengan Surat Peringatan serta akan melakukan Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan, tanpa memproses perpanjangan perjanjian kredit dan tidak memberikan alasan yang jelas dan berdasarkan dengan demikian BVS telah melanggar Hak Penggugat sebagai Konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan BVS tidak menjalankan kewajibannya berdasarkan undang-undang tersebut karena Perjanjian Akad Pembiayaan Murabahah No. 77 tanggal 28 Nopember 2016 merupakan Klausul Baku, dan BVS tidak memberikan salinan Perjanjian tersebut kepada Penggugat, dan Perjanjian Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 1452/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012 yang dibuat Tergugat III berdasarkan SKMHT yang dibuat Tergugat II bertentangan dan tidak sesuai dengan Undang- Undang Hak Tanggungan pasal 5. Hingga tanggal Surat Pernyataan ini, perkara ini masih dalam proses

persidangan di Pengadilan Agama Tegal.

5. Kasus Charly Lam : Perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 591/Pdt.Bth/2016/PN.JKT. Utr. Register gugatan bantahan tanggal 2 Desember 2016. Charly Lam merupakan Nasabah Debitur BVS. Pembantah merupakan Nasabah Debitur BVS. Pihak-pihak terkait dalam perkara ini Charly Lam (Penggugat), BVS (Terbantah I), KPKNL Jakarta III (Terbantah II). Pokok gugatan ini merupakan bantahan. Alasan gugatan pengajuan gugatan bantahan ini adalah bantahan terhadap pelaksanaan lelang sebidang tanah berikut bangunan SHGB No. 9010 seluas 64 m2 atas nama Charly Lam terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke No. 170 Blok E Kav. No. 8 Kel. Pejagalan Kec. Penjaringan Jakarta Utara DKI Jakarta dengan alasan karena Pembantah berniat melunasi sisa utang kredit dengan pilihan pembayaran Bank Garansi, SKBDN dan Deposit Bank Nasional Indonesia (BNI) namun BVS tidak menanggapi permintaan Pembantah dan tetap melelang obyek jaminan tersebut, dimana atas hal tersebut Pembantah sangat keberatan dan dirugikan dengan proses lelang dengan nilai lelang Rp 3.000.000.000,- sementara nilai pasar saat itu berdasarkan informasi dari Kantor Pemasaran Permata Kota sebesar Rp 6.748.000.000,-. Hingga tanggal Surat Pernyataan ini perkara ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

6. Kasus PT. DUNIA MILIK BERSAMA : Perkara perdata di Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 1008/ Pdt.G/2-16/PA.JS. Register gugatan tanggal 29 Maret 2016. Penggugat I merupakan Nasabah Debitur BVS

65

dimana Arief Awaludyanto (Penggugat II) merupakan Direktur pada Penggugat I. Penggugat I merupakan Nasabah penerima dua fasilitas pemnbiayaan modal kerja tetap langsung dengan prinsip musyarakah dari BVS atas jaminan Penggugat II selaku penjamin, yaitu Fasilitas I untuk pembiayaan Take Over fasilitas

modal kerja BTN Syariah dan Bank of India dengan total plafon Rp 3.180.000.000,- dan Fasilitas II untuk pembiayaan modal kerja pembangunan Perumahan Kuningan City View take over dari Bank of India dengan total plafon maks. Rp 12.800.000.000,-, dengan jaminan berupa tiga bidang tanah, yaitu 2 bidang tanah SHM atas nama Penggugat II berikut bangunan ruko di Jalan Raya Tajur No. 170 Kel. Pakuan. Kec. Bogor Selatan Kota Bogor masing-masing seluas 99 m2 dan 96 m2, dan sebidang tanah SHM atas nama Penggugat II di Jalan Moh. Yamin Ancaran Blok Pasir

Kuningan Kelurahan Ancaran Kecamatan Kuningan

Kab. Kuningan seluas 12.588 m2. Pihak-pihak terkait dalam perkara ini PT Dunia Milik Bersama (Penggugat I), Arief Awaludyanto (Penggugat II), BVS (Tergugat I), OJK cq Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan (Tergugat II), Notaris/PPAT Fransisca Susi Setiawati SH (Turut Tergugat I), Pemerintah RI cq Kepala BPN RI cq Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. Jawa Barat (Turut Tergugat II), Pemerintah RI cq Kepala BPN RI cq Kepala Kanwil BPN Prop. Jawa Barat cq Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor (Turut Tergugat II), Pemerintah RI cq Kepala BPN RI cq Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. Jawa Barat (Turut Tergugat II), Pemerintah RI cq Kepala BPN RI cq Kepala Kanwil BPN Prop. Jawa Barat cq Kepala Kantor Pertanahan Kab. Kuningan (Turut Tergugat III). Pokok gugatan ini merupakan Wanprestasi. Alasan gugatan yaitu

Penggugat I telah menerima pencairan Fasilitas I

sebesar Rp 3.180.000.000,- untuk pembayaran take over BTN Syariah dan pembayarankepada Bank of Indian, serta pencairan kedua dari Fasilitas II sebesar Rp 3.400.000.000,- yang dipergunakan sesuai ketentuan perjanjian pembiayaan untuk pembangunan 24 ruko dan 5 unit rumah tipe 92

Perumahan Kuningan City View dimana terjadi

mismatch dengan realisasi pembiayaan modal kerja konstruksi sebesar Rp 3.400.000.000,- karena kebutuhan modal untuk pembangunan ruko dan rumah diperkirakan +/- Rp 11.000.000.000,- sehingga Akad Kredit yang dilakukan secara syariah musyarakah (bagi hasl) namun pelaksanaannya tidak mencerminkan Prinsip Syariah menurut aturan muamalah berdasarkan Hukum Islam karena menetapkan bagi hasil secara paksa dan masing- masing dikutip secara lat setiap bulannya, dan pemindahbukuan terhadap rekening simpanan giro Penggugat I ke pendapatan Tergugat I setiap bulannya dilakukan secara sepihak tanpa adanya Surat Deklarasi Pendapatan Penggugat I dan tidak didasarkan pada proyeksi cash low usaha Penggugat

I di Kuningan City, yang pada akhirnya menyebabkan Simpanan Giro Penggugat I sudah habis dan Tergugat I tidak dapat mengutip margin dan mengakibatkan pembangunan 24 ruko dan 4 unit rumah yang sedang berjalan terhenti dan terbengkalai, dan kolektibilitas Penggugat I memburuk menjadi Kolektibilitas

B. Hingga tanggal Surat Pernyataan ini proses

persidangan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan sudah berlangsung dan belum ada putusan.

TRANSPARANSI KONDISI BANK LAPORAN

Dalam dokumen Tahunan - Bank Victoria Syariah (Halaman 63-65)