2.1. Bahan Makanan
Pada Maret 2019, kelompok bahan makanan mengalami inflasi/kenaikan angka indeks sebesar 0,66 persen, sehingga besaran angka indeks menjadi 141,96. Angka ini relatif lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 141,03 persen .
Dari 11 subkelompok pada kelompok ini, enam subkelompok mengalami inflasi/kenaikan angka indeks. Subkelompok yang mengalami inflasi/kenaikan angka indeks yaitu subkelompok daging dan hasil-hasilnya dan subkelompok bumbu-bumbuan naik sebesar 2,07 persen;
dan 4,17 persen dengan andil yang sama sebesar 0,07 persen. Kemudian subkelompok lemak dan minyak yang naik sebesar 1,46 persen dengan andil 0,07 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya naik 0,23 persen dengan andil 0,01 persen. Sedangkan subkelompok kacang-kacangan, dan bahan makanan lainnya naik masing-masing 0,03 persen dan 0,71 persen yang tidak memberikan andil berarti terhadap inflasi pada kelompok bahan makanan.
Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok ikan diawetkan turun 3,48 persen dengan andil sebesar -0,02 persen. Subkelompok ikan segar dan subkelompok buah-buahan mengalami penurunan angka indeks yang sama yaitu sebesar 0,23 persen tanpa memberikan andil dalam inflasi kelompok bahan makanan ini.
Kelompok bahan makanan pada Maret 2019 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,13 persen. Komoditas yang dominan
memberikan andil/sumbangan inflasi diantaranya daging ayam ras naik 5,88 persen dengan andil 0,06 persen; bawang merah naik 9,77 persen dengan andil 0,05 persen; pisang naik 8,45 persen dengan andil 0,03 persen; bawang putih naik 4,05 persen dengan andil 0,02 persen; dan minyak goring naik 2,03 persen dengan andil 0,01 persen.
Pada kelompok bahan makanan, juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan angka indeks, yang memberikan andil/sumbangan dalam menahan laju inflasi pada Maret 2019.
Komoditas yang dominan antara jeruk turun 6,70 persen dengan andil 0,03 persen; ikan keranjang turun 7,14 persen dengan andil 0,02 persen;
melon turun 16,67 persen dengan andil 0,01 persen. Sedangkan lada dan ketumbar masing-masing turun 20,00 persen dan 16,67 persen tanpa memberikan andil yang berarti terhadap laju inflasi bahan makanan.
2.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Pada Maret 2019, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan angka indeks sebesar 138,47 lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yang mencapai 138,06. Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, yang mengalami inflasi adalah subkelompok makanan jadi naik 0,26 persen; subkelompok minuman tidak beralkohol naik 0,89 persen. Sedangkan tembakau tidak ada perubahan angka indeks.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi yaitu sate yang mengalami kenaikan
4,17 persen dengan andil sebesar 0,04 persen. Sedangkan keripik, kue kering berminyak, es campur, teh masing-masing mengalami kenaikan sebesar 5,56 persen; 3,03 persen; 8,33 persen; 3,26 persen dengan andil yang sama sebesar 0,01 persen.
2.3. Perumahan, Air, Listrik dan Gas
Angka Indeks Harga Konsumen kelompok perumahan, air, listrik, dan gas pada Maret 2019 sebesar 136,86 lebih tinggi dari angka indeks bulan lalu yang mencapai 136,73. Kelompok ini mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,09 persen, dengan andil 0,03 persen.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami perubahan. Subkelompok biaya tempat tinggal naik 0,07 persen dengan andil 0,01 persen. Subkelompok perlengkapan rumah tangga mengalami inflasi 0,56 persen dengan andil 0,01 persen.
Subkelompok penyelenggaraan rumah tangga mengalami inflasi 0,15 persen dengan andil 0,01 persen. Sedangkan subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air naik 0,01 persen tanpa memberikan andil yang berarti terhadap inflasi kelompok perumahan, air, listrik dan gas.
Komoditas pada kelompok ini yang dominan menyebabkan kenaikan angka indeks yaitu kompor yang mengalami kenaikan 2,63 persen; pengharum cucian/pelembut pakaian naik 6,30 persen; asbes naik 5,88 persen; batu naik 2,63 persen; dan kayu lapis naik 1,05 persen.
Beberapa komoditas yang mempengaruhi laju inflasi kelompok perumahan, air, listrik, dan gas ini memiliki andil dibawah 0,01 persen.
2.4. Sandang
Pada Maret 2019, kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan angka indeks sebesar 137,43 lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yang mencapai 137,25. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.
Pada kelompok ini, subkelompok sandang laki-laki naik 0,13 persen; subkelompok sandang wanita naik 0,03 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya naik 0,27 persen.
Komoditas yang mengalami perubahan harga antara lain emas perhiasan, kemeja panjang katun, sepatu, dan tas wanita mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,34 persen; 0,91 persen; 0,27 persen;
dan 0,90 persen dengan andil dibawah 0,01 persen.
2.5. Kesehatan
Pada bulan Maret 2019, kelompok kesehatan mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,01 persen dari 132,05 bulan Februari 2019 menjadi 132,07 di bulan ini. Kelompok kesehatan terdiri dari empat subkelompok, hanya satu subkelompok yang tidak mengalami perubahan angka indeksnya yakni subkelompok jasa kesehatan. Pada subkelompok obat-obatan mengalami kenaikan 0,02 persen.
Subkelompok jasa perawatan dan jasmani naik 0,11 persen. Sedangkan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,01 persen.
Komoditas yang mengalami perubahan antara lain pembersih/penyegar mengalami kenaikan sebesar 3,57 persen; obat
sakit kepala naik 2,78 persen; ongkos keriting/meluruskan rambut naik 1,74 persen dengan masing-masing memberikan andil dibawah 0,01 persen. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan angka indeks sehingga menghambat laju inflasi kelompok kesehatan antara lain hand body lotion turun 4,63 persen, dan obat gosok turun 0,34 persen dengan andil dibawah 0,01 persen.
2.6. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga
Pada bulan Maret 2019, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi/penurunan angka indeks sebesar 0,04 persen dari angka indeks 118,27 di Februari 2019 menjadi 118,22 di bulan ini. Dari 5 subkelompok yang ada, hanya subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan yang mengalami perubahan yaitu sebesar 0.32 persen.
Komoditas yang mengalami perubahan indeks kelompok ini adalah printer desk jet. Komoditas printer desk jet ini mengalami penurunan angka indeks sebesar 9,30 persen dengan andil dibawah angka -0,01 persen.
2.7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Angka Indeks Harga Konsumen kelompok transpor, komunikasi dana jasa keuangan pada Maret 2019 mengalami kenaikan indeks sebesar 0,12 persen menjadi 123,91 dari bulan sebelumnya sebesar 123,77. Subkelompok yang mengalami perubahan angka indeks adalah
subkelompok transport naik 0,19 persen dengan andil 0,02 persen; serta subkelompok sarana dan penunjang transport turun sebesar 0,07 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman; serta subkelompok jasa keuangan tidak ada perubahan.
Komoditas-komoditas pada kelompok ini yang mengalami perubahan adalah sepeda motor naik 0,55 persen dengan andil sebesar 0,01 persen; dan bahan pelumas/oli naik 1,96 persen dengan andil dibawah 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan angka indeks adalah ban luar sepeda sebesar 6,98 persen; dan solar sebesar 0,88 persen dengan masing-masing memberikan andil dibawah angka -0,01 persen.
III. Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Wonosari, Kota