Kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi Kaltim dari sisi penawaran di triwulan IV-2011 berasal dari sektor utama pertambangan dan penggalian (pangsa 50,79% ) dengan kontribusi sebesar 4,47% dan diikuti oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran dengan kontribusi 0,77% (yoy). Pertumbuhan positif pada sektor pertambangan dan penggalian disebabkan oleh masih tingginya produksi pertambangan migas dan batubara di Kaltim seiring dengan tingginya permintaan dan perkembangan harga komoditas tersebut di pasar internasional. Sementara itu perkembangan positif pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran dalam perekonomian Kaltim (pangsa 7,94%) dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan pembangunan infrastruktur, kegiatan ekonomi dan investasi di Kaltim pada akhir tahun 2011 sehingga meningkatkan pertumbuhan pada sektor-sektor pendukungnya termasuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran.
Table 1.4. Pertumbuhan PDRB Sektoral Kalimantan Timur
Sumber : BPS Kaltim, diolah
Sebagai sektor terbesar kedua pembentuk PDRB Kaltim, sektor industri pengolahan (pangsa 22,90%) mengalami penurunan pertumbuhan pada triwulan IV-2011 yaitu tumbuh sebesar -5,61% (yoy), sehingga memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi secara total dari sisi penawaran sebesar -1,28% . Hal utama penyebab penurunan kinerja pada sektor industri pengolahan (yang didominasi industri pengolahan migas) ini dipengaruhi oleh semakin terbatasnya sumber pasokan gas (feed gas), sehingga produksi LNG PT Badak Bontang mengalami penurunan di tahun 2011.
Tw 1-11 Tw 2-11 Tw 3-11 Tw 4-11 Tw 1-11 Tw 2-11 Tw 3-11 Tw 4-11 Pertanian, Peternakan, Kehut., Perikanan 4.84 7.10 3.06 2.48 0.31 0.41 0.17 0.13
Pertambangan dan Penggalian 3.40 5.34 7.92 8.80 1.66 2.70 4.03 4.47
Industri Pengolahan -4.03 -6.45 -6.25 -5.61 -0.97 -1.51 -1.45 -1.28
Listrik, Gas, dan Air Bersih 8.38 11.84 11.22 12.68 0.02 0.03 0.03 0.03
Bangunan 10.14 11.69 10.25 11.49 0.27 0.31 0.27 0.31
Perdagangan, Hotel, dan Restoran 9.24 8.89 10.38 9.72 0.73 0.68 0.81 0.77
Pengangkutan dan Komunikasi 10.05 9.47 9.79 11.78 0.36 0.33 0.35 0.43
Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan 10.12 12.95 13.14 13.42 0.24 0.31 0.31 0.33
Jasa-jasa 11.27 9.87 9.37 11.27 0.45 0.38 0.36 0.45
PDRB 2.91 3.28 4.34 5.16 2.91 3.28 4.34 5.16
PDRB TANPA MIGAS 9.17 11.07 12.72 13.79 5.48 6.66 7.90 8.93
Kontribusi Pert umbuhan Pertumbuhan (% yoy)
Lapangan Usaha
1.3.1 Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan pada triwulan IV-2011 mengalami ekspansi sebesar 2,48%(yoy), setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 3,06%. Pelambatan sektor ini ditarik oleh pertumbuhan negatif kinerja subsektor tanaman bahan makanan terjadi pada penurunan produksi padi sawah dan padi ladang di Kaltim (Grafik 1.15). Dari subsektor perkebunan, produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebagai komoditas yang paling dominan di Kaltim masih menunjukkan pertumbuhan positif secara tahunan. Namun demikian pertumbuhan produksi TBS ini sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya, yang terlihat dari melambatnya indeks produksi sawit (Grafik 1.16).
Grafik 1.15 Indeks Produksi Padi
Sumber : Prompt Indicator BPS Grafik 1.16 Indeks Produksi Saw it Sumber : Prompt Indicator BPS
Sementara itu, perkembangan positif terjadi pada peningkatan
produksi peternakan sapi,
kambing, dan ayam dari subsektor peternakan, dan dari subsektor
perikanan mengalami
perkembangan positif terutama dipicu oleh produksi perairan ikan
darat, perairan umum, dan
budidaya, sedangkan kinerja hasil perikanan laut masih tumbuh negatif di triwulan IV-2011. Pertumbuhan positif kinerja sektor pertanian juga didukung oleh kinerja positif penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek yang disalurkan pada sektor pertanian di triwulan IV-2011 yang mencapai Rp. 7,01 trilyun atau meningkat 27,83% (yoy) (Grafik 1.17).
Produksi Kelapa Sawit (TBS) g (yoy)
Grafik 1.17 Kredit Sektor Pertanian Sumber : LBU Bank Indonesia
0%
1.3.2 Sektor Pertambangan dan Penggalian
Sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan IV-2011 mengalami peningkatan pertumbuhan, yaitu mencapai 8,80%(yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2011 yang tumbuh sebesar 7,92%(yoy). Faktor pendukung yang menyebabkan meningkatnya kinerja sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan laporan adalah curah hujan menengah di sebagian besar wilayah pertambangan Kaltim yang berada pada tingkat menengah pada level menengah (101-200mm) selama bulan Oktober-Desember 2011, sehingga operasional pertambangan dapat meningkat. Selain itu masih tingginya permintaan dan harga komoditas tambang andalan Kaltim (minyak mentah dan batubara) yang masih tinggi di pasar internasional menjadi faktor pendorong lain peningkatan produksi pertambangan Kaltim. Perkembangan positif kinerja sektor pertambangan dan penggalian dapat terlihat dari perkembangan produksi batubara tiga perusahaan terbesar di Kaltim (KPC, Berau Coal, dan Kideco) yang secara total diperkirakan tumbuh 4,12% (yoy) meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 14,56% (yoy) (Grafik 1.18). Adapun PKP2B lainnya dan beberapa KP di Kaltim diperkirakan mengalami peningkatan pertumbuhan produksi pada akhir tahun 2011.
Sementara itu perkembangan sektor pertambangan dan penggalian yang meningkat pada triwulan laporan didorong oleh kinerja kredit lokasi proyek sektor pertambangan dan penggalian yang secara tahunan tumbuh 24,47%(yoy) atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kredit pertambangan secara tahunan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,37%(yoy) (Grafik 1.19).
Grafik 1.18 Produksi Batubara Juta Ton Produksi (Juta Ton) Growth (% yoy)
Grafik 1.19 Kredit Pertambangan Sumber : LBU Bank Indonesia
-40%
1.3.3 Sektor Industri Pengolahan
Sektor Industri Pengolahan masih mengalami kontraksi pertumbuhan pada triwulan IV-2011 sebesar -5,61%(yoy), sebagaimana terjadi pada triwulan III-2011 yang tumbuh sebesar -6,25%(yoy). Faktor positif yang menjaga kinerja industri pengolahan adalah recovery industri pengolahan minyak Pertamina Balikpapan.
Setelah terjadi penurunan produksi pada triwulan II yang mencapai -4,03% (yoy) diakibatkan oleh kegiatan turn arround (maintenance) besar berkala tiga tahunan, produksi kilang minyak Pertamina Balikpapan berangsur-angsur normal dan mengalami kenaikan pada triwulan III sebesar 7,44%(yoy) dan meningkat 17,91%(yoy) pada triwulan IV. Namun sumber utama penurunan industri pengolahan disebabkan oleh masih menurunnya produksi LNG karena semakin terbatasnya pasokan gas PT Badak NGL. Pada tahun 2011 target pengapalan LNG sebanyak 288,8 cargo, turun 4,8% dibandingkan tahun lalu sebesar 303,7 cargo (Grafik 1.21).
Grafik 1.20 Produksi Kilang Minyak Sumber : Pertamina UPV Balikpapan
Grafik 1.21 Produksi LNG
Sumber : Prompt Indicator BPS Grafik 1.22 Kredit Sektor Industri Sumber : Prompt Indicator BPS
-42.3% Juta barrel Vol. Produksi (barrel) g. Produksi yoy
0
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
(Cargo) Pengapalan LPG Pengapalan LNG
Selain itu faktor yang kurang mendukung kinerja industri pengolahan juga ditunjukkan oleh menurunnya kredit lokasi proyek sektor perindustrian yang mencapai Rp. 2,16 trilyun tumbuh -0,65% atau masih tumbuh negatif sebagaimana pertumbuhan tahunan triwulan sebelumnya tumbuh -31,84%(yoy) (Grafik 1.22).
1.3.4 Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih Sektor listrik, gas, dan air bersih pada periode triwulan laporan mengalami pertumbuhan sebesar 12,68%(yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan sektor ini pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,22%. Salah satu indikator yang menunjukkan peningkatan kinerja sektor ini adalah penyaluran kredit
berdasarkan lokasi proyek perbankan pada triwulan IV-2011 mencapai Rp. 991 milyar, meningkat 265,25% (yoy) dibandingkan jumlah nominal pada triwulan IV 2010 yang sebesar Rp. 271 milyar. Secara triwulanan kredit sektor listrik, gas, dan air bersih tumbuh 35,08% (qtq) dibandingkan posisi triwulan sebelumnya yang sebesar Rp. 733 milyar (Grafik 1.23). Meningkatnya proyek pembangunan pembangkit listrik di Kaltim meningkatkan kinerja sektor Listrik, Gas, dan Air pada triwulan IV-2011.
1.3.5 Sektor Bangunan
Sektor bangunan pada triwulan IV-2011 mengalami pertumbuhan sebesar 11,49%(yoy), mengalami peningkatan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2011 yang tumbuh sebesar 10,25%. Peningkatan pertumbuhan sektor bangunan di Kaltim disebabkan oleh semakin meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, serta bangunan lainnya yang Grafik 1.24 Kredit Konstruksi
Sumber : Prompt Indicator BPS
-40%
Grafik 1.23 Kredit Sektor Listrik dan Air Sumber : LBU Bank Indonesia
-100% (Rp milyar) Listrik, Gas dan Air
growth (yoy)
dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Peningkatan sektor bangunan ini searah dengan perkembangan kredit pada sektor tersebut, dimana kinerja kredit konstruksi berdasarkan lokasi proyek yang disalurkan ke Kaltim pada triwulan IV-2011 yang mencapai Rp 2,95 trilyun, atau masih mengalami pertumbuhan sebesar 16,74%
(yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,45%(yoy).
1.3.6 Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran
Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada triwulan IV-2011 mengalami pertumbuhan yang positif mencapai 9,72% (yoy), sedikit melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan III-2011 yang tumbuh sebesar 10,38%. Faktor pendorong pertumbuhan positif sektor perdagangan, hotel, dan restoran pada triwulan ini adalah meningkatnya permintaan masyarakat terutama terhadap omset restoran akibat peningkatan kegiatan ekonomi dan investasi di Kaltim (Grafik 1.25).
Perlambatan sektor perdagangan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit lokasi proyek perbankan yang disalurkan untuk sektor perdagangan, hotel, restoran di Kaltim pada triwulan IV-2011 yang mencapai Rp. 9,18 trilyun, mengalami pertumbuhan sebesar 19,80% (yoy), melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 31,13% (yoy) (Grafik 1.26).
Grafik 1.25 Indeks Sektor Perdagangan
Sumber : Prompt Indicator BPS Grafik 1.26 Kredit Perdagangan Sumber : LBU Bank Indonesia
1.3.7 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi
Sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan IV-2011 mengalami pertumbuhan sebesar 11,78% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III-2011 yang sebesar 9,79%. Faktor penyebab peningkatan pertumbuhan sektor ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat yang semakin meningkat di Kaltim disebabkan oleh meningkatnya kegiatan ekonomi dan investasi di Kaltim di 2011.
0%
Peningkatan pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi terutama terlihat dari perkembangan Indeks jumlah penumpang angkutan udara di Kaltim yang menunjukkan peningkatan di triwulan IV-2011 (Grafik 1.27). Begitu pula arus penumpang dan arus barang angkutan laut yang juga menunjukkan peningkatan.
1.3.8 Sektor Keuangan, Persew aan dan Jasa Perusahaan
Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan
IV-2011 ini mengalami
pertumbuhan positif sebesar 13,42% (yoy), sedikit meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III-2011 sebesar 13,14% . Faktor positif yang masih mendukung sektor keuangan dan jasa perusahaan pada triwulan IV-2011 ini ditunjukkan oleh penyaluran kredit perbankan berlokasi di Kaltim dimana penyaluran kredit mencapai Rp. 41,18 trilyun, atau tumbuh sebesar 6,53% (qtq) dari triwulan sebelumnya yang mencapai Rp. 36,29 trilyun. Apabila dilihat pertumbuhan secara tahunan, perkembangan kredit meningkat 26,60% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan tahunan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 28,89% (yoy) (Grafik 1.28).
1.3.9 Sektor Jasa-jasa
Sektor ini pada periode laporan mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 11,27% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahunan pada triwulan III-2011 sebesar 9,37%. Meningkatnya kinerja pada sektor jasa ini dipengaruhi oleh makin meningkatnya beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kaltim dan semakin meningkatnya kegiatan investasi di Kaltim.
Grafik 1.28 Perkembangan Kredit Kaltim
Sumber : LBU Bank Indonesia
0
Grafik 1.27 Penumpang Angkutan Udara Sumber : Prompt Indicator BPS
0%
Jumlah Penumpang Angkutan Udara g (yoy)
20 Boks 1. PEMETAAN SEKTOR UTAM A KALIM ANTAN TIMUR
Pemahaman yang baik terhadap potensi sektor-sektor ekonomi di suatu daerah merupakan prasyarat utama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di daerah termasuk Kalimantan Timur. Hal ini akan memudahkan bagi pelaku usaha maupun Pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan alokasi sumber daya pada sektor-sektor ekonomi yang potensial. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sektor utama di Kalimantan Timur dengan mempertimbangkan beberapa kriteria seperti rigiditas terhadap inflasi, PDRB (pangsa dan pertumbuhan), keterkaitan antar sektor – daerah atau interregional input output (IRIO), dan pembiayaan dari perbankan (pangsa, pertumbuhan kredit dan NPL). Berdasarkan hasil pengolahan data, ditemukan bahwa 3 (tiga) sektor utama di Kalimantan Timur meliputi sektor perdagangan, sektor angkutan dan sektor pertanian. Adapun untuk sektor pertambangan dan penggalian meskipun saat ini memiliki peranan penting dalam perekonomian Kalimantan Timur, namun tidak dikategorikan sebagai sektor utama dikarenakan:
Lebih dari 90% sektor pertambangan dan penggalian adalah migas dan batubara yang merupakan SDA tidak terbaharukan sehingga dikhawatirkan kontinuitasnya tidak akan bertahan lama.
Kegiatan penambangan di Kalimantan Timur sangat erat kaitannya dengan isu kerusakan lingkungan disekitar area penambangan.
Terpilihnya ketiga sektor tersebut menunjukkan bahwa ketiga sektor tersebut merupakan sektor-sektor yang paling potensial dikembangkan di wilayah Kalimantan Timur. Namun demikian, rigiditas inflasi pada sektor tersebut masih cukup tinggi, diatas rata-rata nasional. Bahkan sektor perdagangan dan pertanian rigiditasnya mencapai 1,4871 (1,2158 untuk nasional) dan 3,6931 (3,4961 untuk nasional ) yang berarti setiap satu persen kenaikan PDRB, inflasi akan naik sebesar 1,4871 persen untuk sektor perdagangan dan 3,6931 persen untuk sektor pertanian. Tingginya rigiditas inflasi tersebut antara lain dikarenakan sumber input primer atau bahan baku masih banyak berasal dari daerah lain terutama Jawa dan Sulawesi, bahkan impor dari luar negeri, termasuk barang kebutuhan pokok yang mayoritas didatangkan dari pulau Jawa dan Sulawesi melalui pelabuhan.
Banyaknya barang kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar pulau Kalimantan mengakibatkan ketergantungan Kalimantan timur terhadap daerah lain cukup tinggi dan sangat dimungkinkan kenaikan harga yang terjadi di pulau Jawa maupun Sulawesi akan berdampak terhadap kenaikan harga di Kalimantan Timur atau dengan kata lain terjadi
“imported inflation” dari daerah lain . Disamping itu, penggunaan jalur laut dan sungai
21 dalam distribusi barang mengakibatkan faktor cuaca dan gelombang laut serta kapasitas pelabuhan akan sangat berdampak terhadap kelancaran persediaan terutama barang kebutuhan pokok.
Untuk itu, dengan potensi yang cukup besar salah satu kendala utama yang menghambat perkembangan sektor utama adalah masalah infrastruktur terutama transportasi. Disamping itu, minimnya penghasilan yang diterima oleh petani, belum ditetapkannya rencana tata ruang dan tata wilayah serta belum diterapkannya secara tegas PP Nomor 11 tahun 2011 tentang Penertiban dan Pengayagunaan Tanah Terlantar menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian. Tidak sedikit tanah yang sangat potensial untuk lahan pertanian dibiarkan terbengkalai serta tidak sedikit pula terjadi alih fungsi lahan pertanian subur menjadi lahan pertambangan.
Dalam penelitian ini juga melakukan identifikasi terhadap kondisi permintaan dan penawaran pada sektor utama yang didasarkan pada hasil survei terhadap pelaku-pelaku usaha di sektor ekonomi utama tersebut. Berdasarkan hasil survei terhadap responden pada sektor utama diketahui bahwa:
1. Mayoritas belum menggunakan modal dari perbankan dikarenakan merasa bahwa