Tahap Perkembangan Anak
2. Perkembangan Mental
Perkembangan mengacu pada peningkatam yang kompleks, perubahan dari yang relatf sederhana ke kondisi yang lebih rumit dan rinci. Perkembangan melibatkan kemajuan teratur secara terus menerus. Di mana perkembangan ini akan membantu anak memperoleh pengetahuan yang lebih luas, perilaku, dan keterampilan yang menunjang aktivitas sehari‐hari.
Setiap anak mengalami laju perkembangan yang berbeda‐beda atau bervariasi. Tingkat perkembangan seorang anak berhubungan erat dengan kematangan fisiologis, terutama sistem saraf, otot, dan tulang. Selain itu, pertumbuhan dab perkembangan anak berhubungan erat dengan faktor keturunan dan faktor lingkungan dimana anak tumbuh.
Ketika ingin menggambarkan mengenai perkembangan anak maka akan mengacu ke beberapa domain utama perkembangan. Domain tersebut meliputi fisik, morik, persepsi, kognitif, bicara dan bahasa, dan personal‐sosial. Setiap domain memiliki jenis keterampilan dan perilaku yang sangat membantu anak ketika perkerkembangan tersebut berlangsung secara normal dan optimal.
Berikut dipaparkan mengenai karakteristik perkembangan anak mulai dari lahir sampai berusia 2 tahun:
a. 0‐1 bulan
Bayi baru lahir dalam keadaan sehat adalah penciptaan yang benar‐benar menakjubkan. Sesungguhnya ketika proses kelahiran telah berlangsung seorang anak telah melakukan proses beradaptasi dengan dunia luar yang jauh berbeda dengan dunia di dalam rahim. Saat lahir diasumsikan bahwa semua sistem tubuh berada dalam kondisi yang siap untuk berfungsi. Tubuh bayi yang baru lahir segera bertanggung jawab untuk bernafas, makan, eliminasi, dan regulasi suhu tubuh. Namun sistem tubuh ini sebenarnya belum matang sehingga ketika bayi baru lahir sangat bergantung pada orangtua dan pengasuh untuk dapat bertahan hidup.Perkembangan motorik (gerakan) meliputi gerakan refleks yang baik. Bayi yang baru lahir juga memperlihatkan porsi tidur yang sangat lama, namun tidak lantas membuuat bayi mengalami kekurangan kesadaran. Bayi sangat peka terhadap lingkungan dan memiliki metode unik untuk menanggapi rangsangan lingkungan, menangis adalah metode utama yang digunakan bayi untuk menunjukkan keinginannya dan untuk memperlihatkan perasaannya. Pada masa ini juga bayi telah memiliki kemampuan perseptual dan kognitif tetapi masih belum memadai untuk menggunakan kemampuan tersebut.
Pada masa ini, orangtua atau pengasuh diharapkan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta segera periksakan anak ke penyedia layanan kesehatan atau spesialis anak usia dini jika anak yang telah berusia 1 bulan memperlihatkan beberapa karakteristik di bawah ini:
1) Tidak terkejut ketika diperdengarkan suara kelas.
2) Kesulitan menghisap dan menelan.
3) Tidak mengalami pertambahan tinggi, berat badan, dan ukuran lingkar kepala.
4) Ketika kedua tangan memegang terasa lemah.
5) Anak tidak mampu melakukan kontak mata.
6) Tidak berhenti menangis ketika digendong atau diangkat.
b. 1‐4 Bulan
Selama bulan‐bulan awal, kondisi bayi terus berkembang. Hasil pertumbuhan yang dialami sangat pesat. Sistem tubuh sudah cukup baik dan stabil dengan suhu badan, pola bernafas, dan denyut jantung yang sudah lebih teratur. Keterampilan motorik juga mengalami peningkatan ditandai dengan kontrol otot yang juga mengalami peningkatan.
Waktu yang lebih lama terjaga mendorong pengembangan kemampuan sosial bayi.
Tanggap sosial mulai mucul sebagai praktek bayi dalam menikmati fungsi matanya untuk mengekplorasi lingkungan.
Contoh kesadaran sosial yang berkembang adalah bayi secara bertahap menetapkan rasa kepercayaan dan ketertarikan secara emosional dengan orangtua dan pengasuh. Pada masa ini aktivitas menangis tetap menjadi cara utama berkomunikasi untuk mendapatkan perhatian dari orang dewasa di sekitarnya, namun pada masa ini keterampilan komunikasi yang lebih kompleks secara bertahap muncul.
Bayi juga mulai menemukan kesenangan besar dalam meniru suara dan gerak tubuh orang lain. Namun perlu dicatat sekali lagi bahwa persepsi, kognitif, dan pekembangan motorik saling terkai dan masih sulit dibedakan perkembangannya dengan masa pertumbuhan dan perkembangan sebelumnya (0‐1 tahun).
Pada masa ini, orangtua atau pengasuh diharapkan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta segera periksakan anak ke penyedia layanan kesehatan atau spesialis anak usia dini jika anak yang telah berusia 4 bulan memperlihatkan beberapa karakteristik di bawah ini:
1) Tidak menunjukkan penambahan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala secara teratur.
2) Tidak senyum dalam menanggapi senyuman orang lain (senyum sosial merupakan tonggak perkembangan yang signifikan).
3) Tidak mengikuti benda bergerak dengan mata fokus bersama‐sama.
4) Tidak mampu memutar kepala untuk mencari suara.
5) Tidak mampu mengangkat kepala dan tubuh bagian atas ketika ditempatkan di atas perut.
6) Tidak meraih benda atau orang yang akrab di sekitar anak.
c. 4 dan 8 bulan
Antara empat dan delapan bulan, bayi sedang mengembangkan berbagai keterampilan dan kemampuan lebih besar untuk menggunakan fungsi tubuh. Bayi tampak sibuk setiap momen, milsanya senang memasukkan semua benda‐benda yang ada di tangannya ke dalam mulut, Bayi juga sudah mulai membuat suara konsonan dan perlahan‐lahan semakin kompleks. Anak mulai berinteraksi dan menanggapi semua jenis isyarat seperti ekpresi wajah, gerak tubuh, dan kedatangan serta kepergian orang‐orang di sekitarnya. Pada masa ini, anak sudah mampu bergerak dengan mudah dan spontan.
Pada masa ini, orangtua atau pengasuh diharapkan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta segera periksakan anak ke penyedia layanan kesehatan atau spesialis anak usia dini jika anak yang telah berusia 8 bulan memperlihatkan beberapa karakteristik di bawah ini:
1) Tidak mengalami peningkatan yang stabil dalam hal berat badan, tinggi badan, dan ukuran kepala (terlalu lambat atau pertumbuhannya terlalu cepat).
2) Tidak sennyum, berceloteh, dan tertawa terbahak‐bahak.
3) Tidak mampu menemukan benda‐benda yang tersembunyi.
4) Tidak mampu memegang ketika mengambil objek dengan tangannya.
5) Tidak memiliki minat dalam bermain.
6) Tidak mampu meraih benda.
7) Tidak mampu duduk sendirian.
8) Masih sulit memakan makanan padat.
d. 8 bulan dan 1 tahun
Antara delapan bulan sampai satu tahun, bayi bersiap‐siap untuk mengalami dua perkembangan utama yaitu berjalan dan berbicara. Tonggaknya dimulai saat ulang tahun pertama dimana bayi semakin mampu memanipulasi benda‐benda kecil dan menghabiskan banyak waktu berlatih mengangkat dan melepaskan mainan atau apapu yang ada di tangannya. Bayi pada usia ini juga menjadi sangat ramah. Bayi menemukan cara untuk menjadi pusat perhatian dan cara untuk mendapatkan tepuk tangan dari orang‐orang di sekitarnya. Ketika bayi mendapatkan tepuk tangan maka bayi akan segera bergabung dengan gembira. Kemampuan untuk meniru dan meningkatkan interaksi sosialnya dapat membantu anak belajar banyak keterampilan baru nantinya.
Pada masa ini, orangtua atau pengasuh diharapkan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta segera periksakan anak ke penyedia layanan kesehatan atau spesialis anak usia dini jika anak yang telah berusia 8 bulan memperlihatkan beberapa karakteristik di bawah ini:
1) Tidak mengedipkan mata ketika terdapat objek bergerak cepat mendekati mata.
2) Tidak mampu meniru suara sederhana.
3) Tidak mampu mengikuti permintaan lisan sederhana: mari, sampai jumpa.
4) Belum mampu berdiri.
5) Tidak mampu memindahkan satu benda dari satu tangan ke tangan yang lainnya.
6) Tidak cemas ketika bertemu dengan orang asing.
7) Tidak berinteraksi atau bermain dengan orangtua, pengasuh, saudara kandung, dan teman sebaya.
8) Tidak mampu minum menggunakan botol atau cangkir serta mengambil makanan kesulitan menggunakan jari‐jari tangannya.
e. 1‐2 tahun
Ketika anak sudah berusia 1‐2 tahun maka kemampuan anak untuk berdiri tegak dan berjalan tertatih‐tatih dari satu tempat ke tempat yang lain. Anak menjadi dan pelaku dalam aktivitas yang disukainya dengan perkembangan berbicara yang muali terasah. Berhenti makan hanya jika waktu tidur. Rasa ingin tahu anak mengenai objek–objek di sekitarnya semakin meningkat bahkan melakukan aktivitas yang menggambarkan energi anak yang tidak pernah habis. Anak juga sudah mempelihatkan kepandaian dalam meniru sebuah permainan.
Pada masa ini, orangtua atau pengasuh diharapkan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta segera periksakan anak ke penyedia layanan kesehatan atau spesialis anak usia dini jika anak yang telah berusia 8 bulan memperlihatkan beberapa karakteristik di bawah ini:
1) Tidak mencoba berbicara atau mengulangi kata‐kata.
2) Kesulitan memahami kata‐kata baru.
3) Tidak mampu menanggapi pertanyaan sederhana dengan jawaban “ya” atau “tidak.”
4) Tidak mampu bejalan sendiri (masih diberikan bantuan).
5) Tidak berminat dengan tampilan gambar.
6) Tidak mengenali diri di cermin.
7) Belum mampu makan sendiri.
B. Prinsip‐Prinsip Pendidikan Anak Usia 0‐2 Tahun 1. Peran ayah dan ibu dalam mendidik anak 0‐2 tahun
a. Peran ayah
Peran ayah tidak hanya sebatas memberikan nafkah melainkan ayah telah mengambil peran untuk terlibat dalam aktivitas anak yaitu menstimulasi perkembangan anak secara langsung maupun secara tidak langsung. Misalnya ayah meluangkan waktu menunggu anaknya berbelanja di supermarket, mengantar dan menunggu anak diperiksa dokter, sabar dan penuh perhatian menonton kelas tari anak/anak mengikuti sebuah pertandingan olahraga, bahkan ketika masih bayi ayah juga melakukan aktivitas mengganti popok anak.
Seorang ayah yang memiliki keinginan menjadi lebih terlibat dalam aktivitas anak‐
anaknya tersebut menjadi sarana bagi ayah untuk menunjukkan wujud perhatiannya ke anak. Oleh karena itu, kesempatan yang diberikan kepada ayah untuk terlibat dalam proses tumbuh kembang anak sejak dini sangat membantu ayah dalam mengembangkan keterampilan baru dan kepercayaan diri dalam mendidik anak.
Salah satu strategi untuk membantu meningkatkan motivasi seorang ayah dalam mengasuh dan mendidik anak adalah dengan menginformasikan kepada ayah tentang penelitian yang menunjukkan keterlibatan positif dapat memiliki dampak yang berarti dan jelas pada berbagai aspek perkembangan anak. Berikut pemaparannya:
1) Aspek kognitif: Anak‐anak yang memperoleh dan merasakan peran aktif ayahnya dalam kesehariannya akan menjadi anak yang lebih berkompeten dalam aspek kognitifnya.
Hal tersebut terjadi karena anak tidak hanya memperoleh stimulasi dari sekolah melainkan juga dari rumah, bahkan anak akan menunjukkan rasa senang dan menikmati aktivitas sekolah serta tumbuh menjadi anak yang memiliki prestasi akademik yang lebih baik.
2) Aspek emosional: Anak akan memiliki rasa aman ketika dekat dengan ayahnya, anak menjadi lebih tangguh memecahkan permasalahan dan mampu menangani stress lebih baik. Anak juga memiliki rasa harga diri dan kepercayaan diri yang tinggi serta kurang merasakan tekanan psikologis (rasa takut, rasa bersalah, depresi).
3) Aspek sosial: Anak akan menampilkan keterampilan sosial, inisiatif bersosialisasi, dan kemarangan sosial yang lebih tinggi. Hubungan anak dengan saudara dan teman sebaya lebih baik karena memiliki penghargaan yang positif ke orang lan, memiliki rasa empati, tolerasi dan pengertian yang tinggi.
4) Aspek kesehatan: Anak akan dilindungi dari kemungkinan terluka karena kecelakaan karena selalu berada di bawah pengawasan ayah. Anak juga akan tumbuh dengan normal dengan perhatian yang diberikan baik secara fisiologis maupun psikologis.
b. Peran ibu
Peran ibu secara alami sudah terbentuk ketika seorang wanita dinyatakan telah hamil.
Pada masa itu Ibu sudah memberikan perannya dengan memperhatikan kondisi janinnya dan senantiasa mengkomsumsi makan yang bergizi untuk anak yang ada di dalam kandungannya. Ibu juga senantiasa memunculkan perasaan yang menyenangkan demi perkembangan kandungan yang sehat dan selalu memeriksakan kondisi anak yang ada di dalam kandungan setiap bulan hingga anak dilahirkan dengan keadaan sehat.
Peran ibu tidak hanya sampai di situ saja, semakin hari peran ibu semakin kompleks dan semakin penting bagi anak. Setelah anak dilahirkan peran ibu yang nyata adalah mengasuh anak dengan memberikan asupan nutrisi, memberikan kasih sayang kepada anak dan perhatian, memberikan stimulasi kepada anak untuk pembelajaran dini, dan meningkatkan rasa harga diri pada anak dengan penerimaan yang hangat.