• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Dilihat dari ketugasan dan potensi daerah yang ada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto perlu mengambil langkah-langkah kongkrit dalam upaya mewujudkan Visi Kota Mojokerto yakni: “ Terwujudnya Kota Mojokerto yang Berdaya Saing, Mandiri, Demokratis, Adil, Makmur, Sejahtera dan Bermartabat “.

Agar pelayanan, pembinaan, dan pengembangan sektor Koperasi, Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan menjadi lebih efektif dan efisien, diperlukan pemahaman terhadap kondisi yang ada maupun aspek- aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan Perangkat Daerah dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya identifikasi permasalahan maupun perumusan isu- isu strategis dalam penyusunan perencanaan. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada, serta sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kesulitan maupun kegagalan yang bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Salah satu masalah pokok yang dihadapi Kota Mojokerto adalah ketimpangan pendapatan antar penduduk yang masih tinggi. Salah satu penyebab ketimpangan pendapatan antar pendududuk adalah tingginya angka pengangguran di Kota Mojokerto. Beberapa permasalahan yang dihadapi adalah :

1. Rendahnya produktivitas koperasi dan usaha mikro;

2. Rendahnya jiwa kewirausahaan dari Koperasi dan Usaha Mikro dalam persaingan usaha;

3. Perluasan kesempatan kerja belum optimal;

4. Perlunya fasilitasi bagi pelaku Usaha Mikro dalam mempromosikan produknya;

5. Produktifitas (kualitas/ ketrampilan) tenaga kerja masih rendah.

pg. 23 Berdasarkan pada rumusan permasalahan yang telah diidentifikasi kemudian rumusan masalah tersebut dipetakan menjadi masalah pokok,masalah dan akar masalah seperti yang dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini :

Tabel 3.1

Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 2 3 4

1 Rendahnya

produktivitas,pemanfaatan teknologi dan inovasi di koperasi

Kapasitas usaha koperasi masih rendah

Koperasi lebih berorientasi pada bisnis daripada kualitas kelembagaannya Rendahnya produktivitas sdm koperasi dalam mendukung

pengembangan koperasi Lemahnya kaderisasi koperasi terutama di kalangan generasi muda

dan pemahaman

pengelola,anggota koperasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku masih rendah Kapasitas usaha mikro

masih rendah

Kreasi dan inovasi produk usaha mikro masih rendah Terbatasnya akses pemasaran produk usaha mikro

Rendahnya akses

pembiayaan 2 Kesempatan kerja masih

terbatas

Rendahnya produktivitas tenaga kerja

Rendahnya kualitas tenaga kerja

Kurang optimalnya pelayanan penempatan kerja

Masih terdapat

perselisihan hubungan industrial

Minimnya minat calon transmigran

3.2 TELAAHAN VISI , MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai landasan dan pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan selama 5 (lima) tahun.

pg. 24 RPJMD Kota Mojokerto Tahun 2018-2023 ini disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Mojokerto Tahun 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Di samping itu, RPJMD ini juga tetap memperhatikan RPJMD Provinsi Jawa Timur, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta RPJMD kabupaten sekitarnya.

Visi Kota Mojokerto tahun 2018 – 2023 sebagaimana termuat dalam RPJMD adalah : “Terwujudnya Kota Mojokerto yang Berdaya Saing, Mandiri, Demokratis, Adil, Makmur, Sejahtera dan Bermartabat” .

Dalam mewujudkan visi tersebut akan ditempuh melalui 7 (tujuh) misi pembangunan Kota Mojokerto Tahun 2018-2023, yaitu :

1. Mewujudkan SDM berkualitas melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan;

2. Mewujudkan ketertiban, supremasi hukum dan HAM;

3. Mewujudkan pemerintah daerah yang efektif, demokratis, bersih, professional dan adil dalam melayani masyarakat;

4. Mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah;

5. Mewujudkan ketahanan sosial budaya dalam kerangka integrasi nasional, pada tatanan masyarakat yag bermartabat, berakhlak mulia, beretika, dan berbudaya luhur berlandaskan Pancasila;

6. Mewujudkan partispasi masyarakat melalui pemberian akses dan kesempatan dalam pembangunan;

7. Mewujudkan anggaran pendapatan dan belanja yang lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Dari tujuh misi tersebut, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto terkait dan mendukung misi ke-4, yakni “ Mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah “ dan misi ke-6 yakni “ Mewujudkan partisipasi masyarakat melalui pemberian akses dan kesempatan dalam pembangunan “. Dukungan atas misi ke-4 dan misi ke-6 tersebut diwujudkan dalam sasaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto yaitu Penguatan Usaha Didukung Kelembagaan Koperasi dan Usaha

pg. 25 Mikro dan Penyerapan Tenaga Kerja. Beberapa indikator program teknis diharapkan akan meningkat persentasenya untuk mendukung ketercapaian sasaran tersebut.

3.3 TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA

3.3.1 Telaahan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM

Sasaran Strategis Kementerian Koperasi dan UKM untuk tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya kontribusi KUKM dalam perekonomian melalui pengembangan komoditas berbasis koperasi/ sentra di sektor- sektor unggulan;

2. Meningkatnya daya saing koperasi dan UMKM;

3. Meningkatnya wirausaha baru dengan usaha yang layak dan berkelanjutan;

4. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan usaha koperasi, serta penerapan praktek berkoperasi yang baik oleh masyarakat.

Kebijakan di bidang Koperasi dan UMKM pada tahun 2015-2019 diarahkan untuk: meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM sehingga mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih besar (“naik kelas”) dalam rangka mendukung kemandirian perekonomian nasional.

Arah kebijakan tersebut akan dilaksanakan melalui 5 (lima) strategi sebagai berikut:

1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia;

2. Peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan;

3. Peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran;

4. Penguatan kelembagaan usaha;

5. Kemudahan, kepastian dan perlindungan usaha.

Sasaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto terkait koperasi dan Usaha Mikro pada prinsipnya selaras dengan sasaran strategis Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2015-2019. Peningkatan aset koperasi sebagai suatu hasil dari koperasi yang semakin berdaya dan maju dalam pengelolaan maupun kelembagaannya, di mana salah satu pendukung di dalamnya adalah aspek sumber daya manusianya. Penumbuhan wirausaha baru sebagai upaya semakin memantapkan motivasi dan jiwa kewirausahaan agar semakin fokus dalam mengembangkan usaha yang sudah dirintis merupakan suatu proses yang

pg. 26 sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto. Peningkatan kualitas produk yang dihasilkan akan meningkatkan daya saing pelaku usaha. Sesuai dengan yang tertuang dalam lampiran Undang undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa kewenangan kabupaten/ kota hanya melaksanakan pemberdayaan dan pengembangan pada skala usaha mikro saja.

3.3.2 Telaahan Renstra Kementerian Ketenagakerjaan

Sasaran strategis Kementerian Ketenagakerjaan untuk tahun 2015- 2019 meliputi:

a. Peningkatan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja;

b. Peningkatan kualitas pelayanan penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja;

c. Penciptaan hubungan industrial yang harmonis dan memperbaiki iklim ketenagakerjaan;

d. Peningkatan perlindungan tenaga kerja, menciptakan rasa keadilan dalam dunia usaha dan pengembangan sistem pengawasan tenaga kerja;

e. Peningkatan pelayanan administrasi, perencanaan program, keuangan, ketatausahaan dan rumah tangga yang transparan dan akuntabel, dengan indikator kinerja rating audit BPK;

f. Peningkatan kinerja institusi yang berkelanjutan;

g. Peningkatan kepuasan stakeholders dalam pelayanan perencanaan, penelitian dan pengembangan, data dan informasi ketenagakerjaan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Sasaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto pada dasarnya selaras dengan sasaran dari Kementerian Ketenagakerjaan, yakni peningkatan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja, peningkatan kualitas pelayanan penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja, penciptaan hubungan industrial yang harmonis dan memperbaiki iklim ketenagakerjaan. Terdapat sedikit perbedaan sasaran pada Kementerian Ketenagakerjaan, yakni terkait dengan pengawasan ketenagakerjaan. Dengan adanya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan pengawasan ketenagakerjaan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi.

pg. 27 3.3.3 Telaahan Renstra Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan

Transmigrasi

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, tujuan transmigrasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar, meningkatkan pemerataan pembangunan daerah, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Melalui program transmigrasi, akan memberikan lapangan kerja baru bagi transmigran, sehingga akan menurunkan angka pengangguran. Sementara pembangunan di kawasan transmigrasi akan menyebabkan berkembangnya kawasan transmigrasi, sehingga mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

3.4 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

Perencanaan bidang Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja yang terinci dalam program dan kegiatan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto telah menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mojokerto.

Tidak ada program di Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto yang terkait langsung dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, namun demikian apabila ada program/kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup maka pelaksanaannya akan berpedoman pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kota Mojokerto.

3.5 PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS

Merujuk pada identifikasi permasalahan bidang koperasi, usaha mikro dan ketenagakerjaan, visi misi dan arah kebijakan kepala daerah terpilih, hasil analisa Renstra Kementerian, Kajian Lingkungan Hidup Strategis, telaah RTRW Kota Mojokerto, serta dengan memperhatikan isu-isu penting lainnya, maka beberapa hal yang harus dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto yaitu sebagai berikut:

1. Daya saing usaha koperasi dan usaha mikro masih rendah;

2. Tingginya angka pengangguran.

pg. 28 BAB IV

Dokumen terkait