• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM

Dalam dokumen Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Halaman 55-65)

i. Permasalahan Pengembangan SPAM

Permasalahan pengembangan SPAM Kabupaten OKU Selatan antara lain :

Peningkatan Cakupan dan Kualitas 1.

Tingkat pertumbuhan cakupan pelayanan air minum sistem perpipaan o

belum seimbang dengan tingkat perkembangan penduduk Perkembangan pesat SPAM non-perpipaan terlindungi masih o

memerlukan pembinaan.

Tingkat kehilangan air pada sistem perpipaan cukup besar dan tekanan o

air pada jaringan distribusi umumnya masih rendah.

Pelayanan a ir minum melalui perpipaan masih terbatas dan harus o

membayar lebih mahal

Ketersediaan data yang akurat terhadap cakupan dan akses air minum o

masyarakat belum memadai

Sebagian air yang diproduksi PDAM telah memenuhi kriteria layak minum o

namun kontaminasi terjadi pada jaringan distribusi

Masih tingginya angka prevalensi penyakit yang disebabkan buruknya o

akses air minum yang aman Pendanaan

2.

Penyelenggaraan SPAM mengalami kesulitan dalam masalah pendanaan o

untuk pengembangan, maupun operasional dan pemeliharaan.

Investasi untuk pengembangan SPAM selama ini lebih tergantung dari o

pinjaman luar negeri.

Komitmen dan prioritas pendanaan dari pemerintah daerah dalam o

pengembangan SPAM masih rendah Kelembagaan dan Perundang-Undangan 3.

Lemahnya fungsi lembaga/dinas di dae rah terkait penyelenggaraan o

Prinsip pengusahaan belum sepenuhnya diterapkan oleh o

penyelenggara SPAM (PDAM).

Pemekaran wilayah di beberapa Kabupaten OKU Selatan mendorong o

pemekaran badan pengelola SPAM di daerah

Air Baku 4.

Kapasitas daya dukung air baku di berbagai lokasi semakin terbatas. o

Kualitas sumber air baku semakin menurun o

Adanya peraturan perijinan penggunaan air baku di beberapa daerah o

yang tidak selaras dengan peraturan yang lebih tinggi. Belum mantapnya alokasi penggunaan air baku sehingga o

menimbulkan

konflik kepentingan di tingkat pengguna o

Peran Masyarakat 5.

Air masih dipandang sebagai benda sosial meskipun pengolahan air o

baku menjadi air minum memerlukan biaya relatif besar dan masih dianggap sebagai urusan pemerintah.

Potensi yang ada pada m asyarakat dan dunia usaha belum o

sepenuhnya diberdayakan oleh Pemerintah.

Fungsi pembinaan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat yang o

mencukupi kebutuhannya sendiri

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan perlu melakukan identifikasi

permasalahan Pengembangan SPA M yang ada Kabupaten OKU Selatan sebagaimana digambarkan seperti tabel 6.19 sampai dengan tabel 6.26 berikut ini :

Tabel 6.19

Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM Aspek Kelembagaan

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan yang di

hadapi Tindakan

Yang sdh dilakukan Yang sedang dilakukan A Kelembagaan / Perundangan

1 Organisasi SPAM - - -

2 Tata Laksana ( SOP, Koordinasi dll ) Belum terintegrasi secara

digital/on line

- Dalam proses digitasi/on line

3 SDM Produktivitas masih rendah - Peningkatan produktivitas

SDM melalui pemberian

Tabel 6.20

Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM Aspek Teknis

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan Yang Dihadapi Tindakan

Yang Sudah dilakukan Yang Sedang Dilakukan

B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Teknis Operasional: Sumber Air Baku Bangunan Intake IPA

Reservoir dan Pompa Distribusi Jaringan Transmisi

Jaringan Distribusi Sambungan Rumah Meter Pelanggan

Kualitas cenderung menurun -

Kinerja Hidrolis menurun Volume reservoir kurang -

Masih ada jaringan pipa tua -

-

Pengamanan air baku -

Melakukan evaluasi

Membangun reservoir baru -

Rehabilitasi pipa secara bertahap

Tabel 6.21

Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM Aspek Pembiayaan

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan yang

dihadapi

Tindakan

Yang sudah dilakukan Yang sedang dilakukan C. Pembiayaan:

- Sumber-sumber pembiayaan - Tarif Retribusi

- Mekanisme penarikan retribusi - Realisasi penerimaan retribusi

Tabel 6.22

Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM Aspek Peran Serta Masyarakat

No Aspek Pengelolaan Air Minum Permasalahan yang

dihadapi

Tindakan

Yang sudah dilakukan Yang sedang dilakukan C. Peran serta Masyarakat

- Penyuluhan

- Kemampuan membayar retribusi - Kemauan berpartisipasi

Tidak ada masalah

Sumber : PDAM Kabupaten OKU Selatan, 2013

Tabel 6.23

Analisis Permasalahan melalui Perbandingan Alternatif Pemecahan Masalah Pengembangan SPAM Aspek Kelembagaan

No Parameter yang

diperbandingkan Alternatif – 1 Alternatif - 2 Alternatif - 3

teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya

A. 1. 2. 3. Kelembagaan Organisasi SPAM Tata Laksana (SOP, Koordinasi, dll) SDM *) *) *) *) *) *) *) *) *)

*) Dalam Proses Pendataan

Kolom (3), (6) dan (9) diisi dengan bentuk dan teknik yang diperbandingkan.

Tabel 6.24

Analisis Permasalahan melalui Perbandingan Alternatif Pemecahan Masalah Pengembangan SPAM Aspek Teknis

No Parameter yang

diperbandingkan Alternatif – 1 Alternatif - 2 Alternatif - 3

teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya

B. a) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Teknis Operasional: Pembangunan baru: Sumber Air Baku Bangunan Intake IPA

Reservoir dan Pompa Distribusi Jaringan Transmisi Jaringan Distribusi Sambungan Rumah Meter Pelanggan *) *) *) *) *) *) *) *) *) b) 1. 2. 3. Rehabilitasi dan Peningkatan Kapasitas: Sumber Air Baku Bangunan Intake IPA *) *) *) *) *) *) *) *) *) 4. 5. 6. 7. 8. c)

Reservoir dan Pompa Distribusi Jaringan Transmisi Jaringan Distribusi Sambungan Rumah Meter Pelanggan Operasi dan Pemeliharaan *) *) *) *) *) *) *) *) *)

Tabel 6.25

Analisis Permasalahan melalui Perbandingan Alternatif Pemecahan Masalah Pengembangan SPAM Aspek Pembiayaan

No Parameter yang

diperbandingkan Alternatif – 1 Alternatif - 2 Alternatif - 3

teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya

C Pembiayaan: - Sumber pembiayaan - Tarif Retribusi

*) *) *) *) *) *) *) *) *)

*) Dalam Proses Pendataan

Tabel 6.26

Analisis Permasalahan melalui Perbandingan Alternatif Pemecahan Masalah Pengembangan SPAM Aspek Peran Serta Masyarakat

No Parameter yang

diperbandingkan Alternatif – 1 Alternatif - 2 Alternatif - 3

teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya Teknis Manfaat Biaya

D. Peran serta Masyarakat - Penyuluhan - Kemampuan membayar retribusi - Kemauan *) *) *) *) *) *) *) *) *)

ii. Tantangan Pengembangan SPAM

Beberapa tantangan dalam pengembangan SPAM yang cukup besar ke depan, dapat digambarkan, sebagai berikut :

1) Tantangan Internal:

Tantangan dalam peningkatan cakupan kualitas air minum saat ini adalah a.

mempertimbangkan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki akses air minum yang aman yang tercermin pad a tingginya angka prevalensi penyakit yang berkaitan dengan air Tantangan lainnya dalam pengembangan SPAM adalah adanya tuntutan PP 16/2005 untuk memenuhi kualitas air minum sesuai kriteria yang telah disyaratkan

Banyak potensi dalam hal pendanaan pengemba ngan SPAM yang belum b.

dioptimalkan. Sedangkan adanya tuntutan penerapan tarif dengan prinsip full cost recovery merupakan tantangan besar dalam pengembangan SPAM.

Adanya tuntutan untuk penyelenggaraan SPAM yang profesional merupakan c.

tantangan dalam pengembangan SPAM di masa depan.

Adanya tuntutan penjaminan pemenuhan standar pelayanan minimal sebagaimana d.

disebutkan dalam PP No. 16/2005 serta tuntutan kualitas air baku untuk memenuhi standar yang diperlukan.

Adanya potensi masyarakat dan swasta dalam pengemba ngan SPAM yang belum e.

diberdayakan

2) Tantangan Eksternal

Tuntutan pembangunan yang berkelanjutan dengan pilar pembangunan ekonomi, a.

sosial, dan lingkungan hidup.

Tuntutan penerapan Good Governance melalui demokratisasi yang menuntut b.

pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Komitmen terhadap kesepakatan Millennium Development Goals (MDGs) 2015 dan c.

Protocol Kyoto dan Habitat , dimana pembangunan perkotaan harus berimbang dengan pembangunan perdesaan.

Tuntutan peningkatan ekonomi dengan pemberdayaan poten si lokal dan masyarakat, d.

serta peningkatan peran serta dunia usaha, swasta

Kondisi keamanan dan hukum nasional yang belum mendukung iklim investasi yang e.

Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum 6.3.3.

Kebutuhan sistem penyediaan air minum terj adi karena adanya gap antara kondisi yang ada saat ini dengan target yang akan dicapai pada kurun waktu tertentu. Kondisi

pelayanan air minum secara nasional sebesar 47, 71%, dilihat dari proporsi penduduk terhadap sumber air minum terlindungi (akses aman) yang mencakup 49,82% di perkotaan dan 45,72 di perdesaan. Kabupaten OKU Selatan melakukan analisis kebutuhan sistem penyediaan air minum di Kabupaten OKU Selatan sesuai dengan arahan dibawah ini :

Dalam dokumen Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Halaman 55-65)

Dokumen terkait