BAB I PENDAHULUAN
C. Permasalahan Utama yang dihadapi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta dalam pelaksanaan tugas dan fungsi adalah sebagai berikut:
1. Sekretariat
a. Belum optimalnya kualitas dokumen perencanaan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan;
b. Belum optimalnya kualitas pelayanan publik urusan perumahan dan kawasan permukiman serta pertanahan;
c. Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) secara kualitas dan kuantitas serta ada beberapa jabatan yang belum terisi sehingga kurang optimalnya kinerja;
d. Belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas dan fungsi, terutama kendaraan operasional lapangan;
e. Belum optimalnya penataan kearsipan dan sarana prasarana kearsipan belum memadai;
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
14
f. Belum lengkapnya konten-konten yang di upload di website dinas, sebagai sarana informasi publik
2. Bidang Perumahan
a. Belum optimalnya pengembangan data dan informasi bidang perumahan;
b. Belum terlaksananya pemenuhan rumah layak huni bagi korban bencana dan relokasi masyarakat yang terkena dampak program penerintah.
c. Belum seluruh rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat penanganan menjadi rumah layak huni (RLH);
d. Terbatasnya kemampuan pemerintah dalam menyediakan rumah sehat dan layak huni;
e. Mahalnya harga lahan, sehingga berpengaruh terhadap harga perumahan dan kemampuan masyarakat.
3. Bidang Kawasan Permukiman
a. Masih terdapat kawasan kumuh yang belum tertangani sebanyak 135,971 Ha;
b. Masih terdapat masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, kawasan cagar budaya, rel kereta api/ garis sempadan jalan;
c. Banyak masyarakat yang mendirikan bangunan diatas saluran/
sempadan untuk kegiatan ekonomi;
d. Masih terdapat jalan lingkungan berupa tanah;
e. Masih terdapat jalan dan drainase lingkungan dalam kondisi rusak (berat, sedang dan ringan);
f. Belum terdapat database drainase lingkungan;
g. Masih terdapat permukiman yang belum terlayani limbah domestik skala lingkungan;
h. Masih terdapat permukiman yang belum terlayani air bersih skala lingkungan;
i. Terbatasnya lahan untuk pemakaman umum;
j. Terdapat pemakaman umum (TPU Daksinoloyo dan TPU Pracimoloyo) yang status kepemilikan tanah dalam sengketa antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo;
k. Masih banyak makam-makam kampung yang pengelolaannya oleh masyarakat (140 makam).
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
15
4. Bidang Pertanahan
a. Kebijakan yang berubah-ubah terkait dengan penanganan konflik pertanahan;
b. Permintaan hunian yang cukup tinggi, tetapi ketersediaan lahan terbatas;
c. Pemerintah Kota Surakarta kesulitan menyediakan lahan untuk relokasi, karena sudah tidak memungkinkan lagi merelokasi di dalam kota;
d. Kuranganya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan relokasi di luar Kota Surakarta;
e. Belum familiarnya masyarakat terhadap hunian vertikal (rumah susun);
f. Tingginya konflik/ kasus pertanahan di masyarakat dikarenakan perbedaan batas tanah;
g. Banyak masyarakat yang bertempat tinggal di tanah miik pemerintah;
h. Perbedaan garis sempadan rel kereta api antara BPN (20 m dari as rel) dan PT KAI (12 m dari as rel).
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
16
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
1. Indikator Kinerja Utama Perangkat Daerah
1. Indikator Kinerja Utama Perangkat Daerah Tahun 2016 – 2021
Indikator Kinerja Utama (IKU) berpedoman pada Peraturan Walikota Surakarta Nomor 38 Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
• Persentase Penurunan RTLH
• Persentase Lingkungan yang sehat dan aman yang didukung dengan PSU
• Persentase rumah tangga bersanitasi
• Persentase rumah tangga pengguna air bersih
• Persentase aset (tanah) yang bersertifikat
2. Indikator Kinerja Utama Perangkat Daerah Tahun 2021 – 2026
Indikator Kinerja Utama (IKU) berpedoman pada Peraturan Walikota Surakarta Nomor 29 Tahun 2021 adalah sebagai berikut :
• Persentase rumah layak huni
• Persentase fasilitas penyelesaian sengketa pertanahan
2. Rencana Kinerja Tahun 2021
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Tahun : 2021
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
1. Tersedianya rumah layak huni pada lingkungan perumahan dan
permukiman yang sehat dan nyaman
Cakupan ketersediaan rumah layak huni
95,82 %
2. Menurunnya kawasan permukiman kumuh dan meningkatnya sarana
Persentase rumah tangga bersanitasi yang ditangani
3,00 %
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
17
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
dan prasarana
lingkungan permukiman
Persentase rumah tangga pengguna air bersih yang ditangani
3,27 %
Persentase kawasan kumuh yang ditangani
100 %
3. Meningkatnya
penyelesaian sengketa pertanahan
Persentase
penyelesaian sengketa tanah negara (pemkot)
100 %
4. Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Nilai SKM 75,5
3. Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2021
Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah lembar/ dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/ kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Tahun 2021 merupakan masa transisi maka penyusunan perjanjian kinerja tahun 2021 berdasarkan perjanjian kinerja perubahan tahun 2021 berpedoman pada Peraturan Walikota Surakarta Nomor 38 Tahun 2019.
Tabel 5. Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2021
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
1. Meningkatkan kualitas lingkungan perumahan, kawasan permukiman dan penanganan sengketa pertanahan
Persentase Penurunan RTLH 70,94 % Persentase Lingkungan yang
sehat dan aman yang didukung dengan PSU
100 %
Persentase rumah tangga bersanitasi
100 %
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
18
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
Persentase rumah tangga pengguna air bersih
100 % Persentase aset (tanah) yang
bersertifikat
94,84 % 2. Tersedianya rumah layak
huni pada lingkungan perumahan dan
permukiman yang sehat dan nyaman
Cakupan ketersediaan rumah
layak huni 95,82 %
3. Menurunnya kawasan permukiman kumuh dan meningkatnya sarana dan prasarana lingkungan permukiman
Persentase rumah tangga
bersanitasi yang ditangani 3 % Persentase rumah tangga
pengguna air bersih yang ditangani
3,27 %
Persentase kawasan kumuh
yang ditangani 100 %
4. Meningkatnya penyelesaian sengketa pertanahan
Persentase penyelesaian sengketa tanah negara (pemkot)
100 %
5. Meningkatkan kualitas
pelayanan publik Nilai SKM 75,50 %
6. Meningkatnya kualitas implementasi perencanaan, pengendalian dan evaluasi kinerja pembangunan
Nilai Sakip OPD 71,64 %
No. Program Anggaran (Rp)
Keterangan Sebelum Setelah
1 Program Kawasan
Permukiman 15.272.103.558 25.494.216.058
APBD P DAK BANKEU
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
19
No. Program Anggaran (Rp)
Keterangan Sebelum Setelah
2
Program Perumahan
dan Kawasan
Permukiman Kumuh
20.225.622.000 6.425.962.141 APBD P
3
Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum
Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase
3.027.827.500 2.805.940.951 APBD P
6
Program
Penyelenggaraan Jalan
6.843.889.555 10.449.120.721 APBD P
7
Program
Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
0 1.605.340.000 APBD P
8
Program
Pengelolaan dan Pengembangam Sistem Air Limbah
1.572.965.300 4.187.572.761 APBD P
Pengelolaan 2.761.761.000 4.163.743.561 APBD P
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
20
No. Program Anggaran (Rp)
Keterangan Sebelum Setelah
Keanekaragaman Hayati (KEHATI)
11
Program Penyelesaian
Sengketa Tanah Garapan
1.565.221.527 327.160.985 APBD P
12
Program Dukungan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD
237.265.000 362.333.658 APBD P
13
Program Penunjang Urusan
Pemerintahan Daerah
7.153.400.000 7.546.567.457 APBD P
14
Program
Penyelenggaraan Statistik Sektoral
100.000.000 99.620.000 APBD P
15
Program Perencanaan,
Pengendalian dan Evaluasi
Pembangunan Daerah
89.767.100 78.371.564 APBD P
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
21
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2021
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah wajib menyusun Laporan Kinerja yang melaporkan progres kinerja atas mandat dan sumber daya yang digunakannya.
Setiap capaian kinerja diberi predikat dengan menggunakan pengukuran skala ordinal dengan klasifikasi sebagai berikut :
Tabel 6. Skala Pengukuran Kinerja
NO PREDIKAT NILAI MEAN
(1) (2) (3) (4)
1 Sangat Berhasil n > 85 92,5
2 Berhasil 70 < n ≤ 85 77,5
3 Cukup Berhasil 55 < n ≤ 70 62,5
4 Kurang dari 55 % n ≤ 55 27,5
A. Capaian Kinerja Organisasi
Capaian kinerja perumahan dan permukiman di Kota Surakarta dapat dlihat dari beberapa capaian indikator selama 5 tahun terakhir. Persentase rumah tidak layak huni di Kota Surakarta menunjukan perkembangan cenderung meningkat.
Persentase kawasan kumuh di Kota Surakarta menunjukan penurunan.
Tahun 2016 persentase kawasan kumuh sebesar 6,53%, tahun 2020 menurun menjadi 3,078%. Persentase lingkungan yang sehat dan aman yang didukung dengan PSU di Kota Surakarta tahun 2020 mencapai 97,29%. Selain itu, indikator SDGs tujuan kesatu pada indikator persentase cakupan rumah bersanitasi dan pelayanan air minum dari tahun 2016–2020 menunjukan capaian stabil dan selalu berada di atas 90%.
1. Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja
Capaian kinerja urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman di Kota Surakarta sejak tahun 2016 sampai 2020 dapat dilihat dari tabel berikut :
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
22
Tabel 7. Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2017 – 2021
No Indikator Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi 1. Persentase penurunan RTLH % 90,31 89,5 85,47 79,36 80,63 70,72 75,79 60,71 70,94 42,30 2. Cakupan lingkungan yang sehat dan
aman yang didukung PSU
% 95,14 92,79 96,7 98,13 98,4 98,63 100 97,29 100 97,39
3. Persentase Rumah tangga pengguna air bersih
% 90 81,5 95 86,31 100 84,99 100 94,65 100 94,57
4. Persentase Rumah tangga bersanitasi % 98,5 97,34 99 98,32 100 86,54 100 96,09 100 97,20 5. Persentase aset (tanah) yang
bersertifikat
% 86,23 NA 88,38 NA 90,53 100 92,69 88,96 94,84 88,96
6. Cakupan ketersediaan rumah layak huni
% 92,38 92,38 93,24 94,10 94,10 94,28 94,96 96,28 95,82 97,40
7. Persentase kawasan kumuh yang ditangani
% 15,03 9,5 52,26 60,1 72,34 64,6 100 63,47 100 70,10
8. Persentase rumah tangga bersanitasi yang ditangani
% 2,22 2,22 2,39 2,39 2,59 3,48 2,79 3,82 3 4,18
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
23
No Indikator Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi 9. Persentase rumah tangga pengguna
air bersih yang ditangani
% 1,23 1,23 1,77 1,77 2,27 2,05 2,77 2,19 3,27 2,89
10. Persentase penyelesaian sengketa tanah negara (pemkot)
% 100 100 100 100 100 100 100 84,61 100 85,71
11. Nilai SKM % NA NA 75,5 75,5 75,5 81 75,5 79,02 75,5 83,49
12. Nilai SAKIP % 69,71 69,71 70,14 70,14 70,64 71,62 71,14 72,74 71,64 NA
2. Capaian Sasaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Tahun 2021
Tabel 8. Pengukuran Capaian Sasaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Tahun 2021
No Indikator Satuan
2020 2021 Tahun 2021
(Akhir RPJMD) Target Realisasi Capaian
%
Target Realisasi Capaian
%
Target Capaian
%
1. Persentase penurunan RTLH % 75,79 60,71 119,89 70,94 42,30 140,3 70,94 140,3
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
24
No Indikator Satuan
2020 2021 Tahun 2021
(Akhir RPJMD) Target Realisasi Capaian
%
Target Realisasi Capaian
%
Target Capaian
% 2. Cakupan lingkungan yang sehat dan aman yang
didukung PSU
% 100 97,29 97,29 100 97,39 97,39 100 97,39
3. Persentase Rumah tangga pengguna air bersih % 100 94,65 94,65 100 94,57 94,57 100 94,57
4. Persentase Rumah tangga bersanitasi % 100 96,09 96,09 100 97,20 97,20 100 97,20
5. Persentase aset (tanah) yang bersertifikat % 92,69 88,96 95,97 94,84 88,96 93,80 94,84 93,80 6. Cakupan ketersediaan rumah layak huni % 94,96 96,28 101,39 95,82 97,40 101,64 95,82 101,64 7. Persentase kawasan kumuh yang ditangani % 100 63,47 63,47 100 70,10 70,10 100 70,10 8. Persentase rumah tangga bersanitasi yang ditangani % 2,79 3,82 136,9 3 4,18 139,33 3 139,33 9. Persentase rumah tangga pengguna air bersih yang
ditangani
% 2,77 2,19 79,06 3,27 2,89 88,37 3,27 88,37
10. Persentase penyelesaian sengketa tanah negara (pemkot)
% 100 84,61 84,61 100 85,71 85,71 100 85,71
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
25
No Indikator Satuan
2020 2021 Tahun 2021
(Akhir RPJMD) Target Realisasi Capaian
%
Target Realisasi Capaian
%
Target Capaian
%
11. Nilai SKM % 75,5 79,02 104,66 75,5 83,49 110,58 75,5 110,58
12. Nilai SAKIP % 71,14 72,74 102,24 71,64 NA NA 71,64 NA
Rata – Rata Capaian 98,01 93,25 93,25
Kategori Sangat
Berhasil
Sangat Berhasil
Sangat Berhasil
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
26
3. Harmonisasi Capaian Kinerja IKU dengan RPJMD
Harmonisasi capaian kinerja Indikator Kinerja Utama dibandingkan dengan target dalam RPJMD Kota Surakarta Tahun 2021–2026
Tabel 9. Pengukuran Capaian Sasaran Dinas Perumahan Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta Tahun 2021
No Indikator Satuan
Tahun 2021 Tahun 2026 (Akhir RPJMD) Target Realisasi Capaian
(%) Target Capaian (%) 1 Persentase Rumah
Layak Huni % 88,52 94,17 106,38 90,17 104,43
2
Persentase Fasilitasi Penyelesaian
Sengketa Pertanahan
% 80 85,71 107,14 80 107,14
Pada tahun 2021, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta telah melaksanakan seluruh program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.
Tabel 10. Capaian tahun 2021 terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta NO SASARAN INDIKATOR TUJUAN TARGET REALISASI %
CAPAIAN
1
Terwujudnya penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan layak huni dan kawasan permukiman; tertib
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
27
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa realisasi melampaui target lebih dari 100% sehingga kinerja pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta pada Tahun Anggaran 2021 masuk dalam kategori Sangat Berhasil.
Faktor penghambat atas kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Karena kawasan kumuh ilegal belum bisa terintervensi maksimal dalam proses penanganan kumuh ilegal membutuhkan waktu yang cukup lama. Butuh koordinasi dengan instansi di luar pemerintah maupun kementrian;
2. Pendanaan skala lingkungan belum mendapat prioritas;
3. Butuh proses perizinan status lahan khususnya di Kawasan kumuh ilegal.
Sedangkan faktor pendorong yang menyebabkan keberhasilan atas target yang ditetapkan antara lain :
1. Adanya kolaborasi pendanaan dari APBD, ABPN dan CSR;
2. Adanya pelepasan aset milik pemkot, berupa hak pakai lahan untuk dialihkan menjadi hunian di lokasi penataan kawasan kumuh;
3. Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) didukung dari berbagai sumber pendanaan dengan total penanganan 1.714 unit yang terdiri dari Peningkatan Kualitas RTLH dari dana APBD (250 unit), DAK (184 unit), BSPS (1.000 unit), dan CSR (27 unit) sedangkan Pembangunan Baru dari dana DAK (253 unit).
Tabel 11. Capaian tahun 2021 terhadap Indikator Sasaran Strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta
NO Sasaran Strategis
Indikator Kinerja Sat Target Realisasi % Capaian yang sehat dan aman yang didukung prasarana, sarana, utilitas umum (PSU)
% 97,39 97,45 100,06 100,16 98,11
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
28 NO Sasaran
Strategis
Indikator Kinerja Sat Target Realisasi % Capaian
Rata-rata capaian kinerja sasaran 112,85
Kategori Sangat
Berhasil
Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut di atas, maka rata-rata capaian kinerja strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surakarta tahun 2021 masuk dalam kategori Sangat Berhasil.
Sasaran strategis yang masuk dalam kategori sangat baik adalah menurunnya rumah tidak layak huni, meningkatnya kualitas lingkungan perumahan yang layak, sehat, aman dan nyaman serta meningkatnya tertib administrasi pertanahan dan penyelesaian sengketa tanah masyarakat.
Sasaran strategis yang masuk dalam kategori baik adalah meningkatnya kualitas kinerja dan keefektifitasan perencanaan dan pencapaian OPD agar efektif dan efisien.
Sasaran 1 : Menurunnya rumah tidak layak huni.
Rumah (tempat tinggal) adalah salah satu aspek dari kesejahteraan masyarakat yang harus dipenuhi. Karena rumah merupakan kebutuhan hidup manusia yang utama selain sandang dan pangan dimana tempat manusia dapat berlindung, mempertahankan dan juga meningkatkan kualitas hidupnya. Rumah tidak hanya memiliki fungsi fisik yaitu sebagai tempat berlindung tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kehidupan penghuninya.
Nilai strategis tersebut tercermin pada posisi rumah sebagai pusat kegiatan dalam melaksanakan fungsinya, terutama fungsi dalam pendidikan anak-anak dan pembinaan anggota keluarganya. Berdasarkan hal tersebut, setiap keluarga selalu berupaya untuk memiliki rumah yang layak huni, meskipun secara obyektif belum
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
29
seluruh keluarga dapat mewujudkan keinginannya. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, terutama faktor ekonomi keluarga karena kemiskinan.
Dalam merespon kondisi masyarakat tersebut yang dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota bersama untuk lebih fokus dan lebih meningkatkan koordinasi, singkronisasi dalam percepatan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yaitu melalui Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.
Pada indikator sasaran 1 capaian realisasi dapat melebihi target seiring dengan persentase menurunnya Rumah Tidak Layak Huni yang merupakan Indikator Kinerja Utama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan.
Faktor pendorong tercapainya kinerja :
1. Komitmen Pemerintah dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2. Koordinasi yang baik antara Dinas, Tenaga Fasilitator (TFL) dan Wilayah.
Adapun program yang mendukung pada indikator tersebut adalah Program Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh yang bersumber dari dana APBD sebanyak 250 unit sebesar Rp 5.000.000.000. Program Kawasan Permukiman sebanyak 437 unit. Bansos dari pusat lewat kegiatan BSPS sebanyak 1.000 unit. CSR sebanyak 27 unit sebesar Rp 405.000.000, sedangkan pendampingan dari dana APBD sebesar Rp 308.285.815.
SEBELUM SESUDAH
Perbaikan RTLH Rumah Bapak Djumin RT 4 RW 3 Kepatihan Kulon
SEBELUM SESUDAH
Perbaikan RTLH Rumah Bapak Tjipto Suprapto Kel kadipiro
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
30
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosialisasi ke masyarakat yang terkait dengan pembangunan rumah umum. Bagi masyarakat yang membutuhkan rumah, dapat menggunakan mekanisme pembiayaan menggunakan program FLPP dan BP2BT.
FLPP adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Untuk program FLPP, pemerintah bekerjasama dengan sejumlah bank milik pemerintah, yakni BTN, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Angsuran untuk FLPP relatif terjangkau, biasanya di kisaran Rp 900 ribuan untuk tenor selama 20 tahun.
Suku bunga yang ditetapkan pun fixed yakni sebesar 5% dan uang muka ringan.
BP2BT adalah kredit kepemilikan rumah bersubsidi program kerjasama antara Bank BTN dengan Kementerian PUPR. Fasilitas ini diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah berupa subsidi uang muka KPR sebesar 45% dari harga rumah hingga Rp 40 juta.
Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas lingkungan perumahan yang layak, sehat dan aman.
Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan sesuai dengan tupoksinya berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum akan PSU untuk mendukung rumah yang layak ditinggali dengan PSU yang sehat dan memadai. Kegiatan PSU yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan pada TA. 2021 meliputi Air Minum, Sanitasi dan Jalan Lingkungan.
Air merupakan zat yang penting bagi kelangsungan hidup manusia setelah udara. Air diperlukan oleh mahluk hidup sehari-hari untuk minum, memasak, mencuci
SEBELUM SESUDAH
Perbaikan RTLH Rumah Bapak Suyatin Hadisumarto Kel Mojosongo
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
31
dan kebutuhan lainnya. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, air tidak selalu mudah untuk di akses. Itu sebabnya untuk pemenuhan ini seringkali membutuhkan intervensi dari pemerintah secara langsung.
Pada tahun 2021 Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan melalui Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah melaksanakan kegiatan pemasangan Master Meter sebanyak 3 unit berikut sambungan rumahnya sebanyak 253 SR dengan pembiayaan DAK Integrasi di Kelurahan Mojo dengan anggaran sebesar Rp. 1.265.000.000. Pemasangan Master Meter dan 44 sambungan rumah di Kelurahan Pajang dan Sangkrah dengan anggaran Rp. 110.000.000. Di Kelurahan Mojo dibangun 1 unit sumur dalam berikut 45 unit sambungan rumah dengan anggaran Rp. 200.000.000. Di Kelurahan Jebres RW 21 dibangun 1 unit sumur dalam berikut 66 unit sambungan rumah dengan anggaran Rp.
500.000.000. Di Kelurahan Jebres RW 19 dibangun 70 unit sambungan rumah dengan anggaran Rp. 500.000.000.
Faktor pendorong kinerja adalah :
1. Koordinasi AKABSI atau Asosiasi KSM cukup baik terkait dengan pemeliharaan dan pengelolaannya.
2. Adanya Asosiasi AKABSI yang bisa bekerjasama bisa mengkoordinasikan antar KSM.
3. Karena air merupakan zat yang sangat dibutuhkan, maka dalam pelaksanaanya tidak menemukan kendala yang berarti.
Faktor penghambat kinerja adalah :
1. Pada beberapa sumur dalam kualitas dan kuantitas air tidak memenuhi baku mutu.
2. Titik lokasi pembangunan sumur mesti menunggu hasil sonder untuk menentukan dimana sumber air berada, sehingga terkadang menimbulkan kendala non teknis jika bertentangan dengan keinginan warga.
3. Pengeboran sumur dalam dalam jangka panjang dan luas akan mempunyai dampak pengrusakan lingkungan. Sementara untuk memenuhi keperluan air minum masih bergantung pada sumur dalam.
PSU lain yang ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan adalah Sanitasi. Sanitasi menjadi penting karena akan berkaitan dengan derajat kesehatan masyarakat. Semakin memadai sarpras sanitasinya, maka derajat kesehatannya semakin meningkat. Banyak penyakit yang disebabkan oleh karena sanitasi yang buruk. Oleh sebab itu dengan meningkatnya sarpras sanitasi, masyarakat akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Hal ini penting karena dengan adanya kesehatan yang baik maka
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
32
masyarakat dapat berkerja dengan baik mencari nafkah dan pemerintah tidak dibebani oleh anggaran kesehatan yang besar.
Pada tahun 2021 sarpras sanitasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan melalui Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum melaksanakan pembangunan IPAL Komunal dengan pembiayaan DAK sebanyak 5 unit dengan anggaran sebesar Rp.
2.500.000.000 di HP 00001 Kelurahan Mojo. Pembangunan SPALD-S sebanyak 1 unit dengan 11 SR sebesar Rp. 80.000.000 di Kelurahan Kadipiro. Pembangunan IPAL Komunal masing-masing 1 unit di Kelurahan Mojosongo berikut 25 SR dan Jagalan dengan 19 SR dengan total anggaran Rp. 800.000.000. Pembangunan IPAL Komunal di Kelurahan Kadipiro dengan dana APBD Rp. 460.000.000. Pembangunan MCK 2 unit di Kelurahan Gilingan dan Kelurahan Mojosongo & SR 19 unit dengan anggaran Rp. 120.000.000. Pemasangan jaringan perpipaan dan SR Rp. 90.000.000 di kelurahan Kadipiro.
Faktor pendorong :
1. Dengan adanya penyuluhan yang masif, masyarakat sekarang ini perlahan-lahan mulai menyadari pentingnya sanitasi.
2. Tenaga Fasilitor Lapangan (TFL) yang cukup handal, yang merupakan perpanjangan dinas di lapangan cukup mampu menterjemahkan keinginan masyarakat dan teknologi sanitasi yang tepat, sehingga masyarakat dapat memperelah sarpras yang terbaik.
Faktor penghambat :
1. IPAL Komunal yang dikelola oleh KSM pengelolaannya belum mandiri karena ketergantungan dari iuran, sedangkan penggunanya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
2. Minimnya ketersediaan lahan dalam pembangunan IPAL Komunal.
3. Butuh proses perizinan status lahan khususnya di Kawasan Kumuh ilegal.
Pembangunan IPAL di Kelurahan Jagalan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN KOTA SURAKARTA
33
Sasaran 3 : Meningkatnya tertib administrasi pertanahan dan penyelesaian sengketa tanah masyarakat.
Permasalahan sengketa tanah merupakan permasalahan yang kompleks,
Permasalahan sengketa tanah merupakan permasalahan yang kompleks,