• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Analisis Pola Spasial Tambang Timah Rakyat Sebagai Masukan Dalam Penentuan Kebijakan Tata Ruang di Kabupaten Bangka adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Maret 2007 Elfida NRP A.253050184

ABSTRAK

ELFIDA. Analisis Pola Spasial Tambang Timah Rakyat Sebagai Masukan dalam Penentuan Kebijakan Tata Ruang di Kabupaten Bangka. Dibimbing oleh BABA BARUS, ATANG SUTANDI, dan BUDI MULYANTO.

Aktifitas penambangan timah skala kecil (Tambang Inkonvensional) merupakan alternatif pekerjaan sebagian masyarakat di Kabupaten Bangka sampai saat ini. Aktifitas tersebut dapat berdampak positif karena memberikan pendapatan tinggi, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif seperti : kerusakan lingkungan, perubahan sosial, dan permasalahan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan kaidah penataan ruang dan daya dukungnya.

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendapatkan gambaran sebaran lokasi tambang timah rakyat di Kabupaten Bangka, 2) Mendapatkan informasi kondisi sosial ekonomi masyarakat akibat aktifitas tambang timah rakyat, 3) Mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan pemanfaatan fungsi kawasan akibat aktifitas tambang timah rakyat, serta 4) Memberikan saran sebagai masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dalam merumuskan kebijakan penataan ruang berkaitan dengan aktifitas tambang timah rakyat.

Secara umum metode penelitian menggunakan analisis SIG dan analisis deskripsi. Untuk mendapatkan basis data spasial dilakukan analisis SIG berupa digitasi, koreksi dan integrasi data spasial dan atribut. Analisis terhadap lokasi tambang timah rakyat meliputi proses overlay, identifikasi terhadap status perizinan tambang, jumlah tambang dan nilai Standard Distance (SD), klasifikasi jarak tambang terhadap pusat kecamatan, serta pengharkatan. Analisis SIG juga digunakan pada identifikasi terhadap penyimpangan pemanfaatan fungsi kawasan, identifikasi hubungan sebaran tambang timah rakyat dengan penggunaan lahan, serta arahan pemanfaatan ruang serta analisis deskripsi untuk kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Hasil pengharkatan ke jumlah tambang dan nilai SD sebaran tambang di setiap desa, menunjukkan kondisi lingkungan desa berkategori sangat buruk terdapat di 6 desa yaitu Desa Bintet, Gunung Pelawan, Lumut, Cit, Riau, dan Silip. Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa aktifitas tambang timah rakyat meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi mereka juga mengakui dampak sangat buruk aktifitas tersebut berupa kerusakan lingkungan dan kecelakaan kerja. Hasil identifikasi pemanfaatan fungsi kawasan untuk aktifitas penambangan menunjukkan bahwa 8.67 % kawasan lindung dimanfaatkan sebagai areal tambang. Kemudian, hasil penilaian kesesuaian sumberdaya lahan menunjukkan bahwa tanaman kelapa memiliki tingkat kesesuaian yang paling tinggi menyusul kelapa sawit, lada dan karet, sedangkan preferensi masyarakat tertinggi adalah karet, menyusul sayuran, sedangkan komoditas lain relatif rendah.

Rekomendasi penelitian untuk perbaikan rencana tata ruang adalah diperlukan kawasan lindung 10.12 %, kawasan rehabilitasi pasca tambang 6.58 %, dan kawasan budidaya 83.30 % dengan memasukkan secara eksplisit kawasan pertambangan 16.20 % dan kawasan perkebunan 33.95 %.

Kata kunci : Tambang Inkonvensional, Standard Distance, overlay, , penyimpangan ruang, rehabilitasi.

ABSTRACT

ELFIDA. Spatial Pattern Analysis of Public Tin Mining as A Suggestion in Determination of Spatial Arrangement Policy in Bangka District. Supervised by BABA BARUS, ATANG SUTANDI and BUDI MULYANTO.

Recently small scale tin mining (Inconventional Mining) is an alternative activity for some communities in Bangka District. The activity may create positive impact through providing high income, but incontrast, it may create negative impacts such as environmental degradation, social change, and spatial inapropriate utilization regarding its spatial planning and carrying capacity.

The objectives of this research were : 1) To describe inconventional tin mining location in Bangka District, 2) To inform socio-economic community due to inconventional tin mining, 3) To know possibility of area utilization discrepancy due to inconventional tin mining, and 4) to provide suggestions to Bangka District Government in spatial arrangement policy in relation to inconventional tin mining activity.

Generally, the research methods used GIS and description analysis. The spatial data base was derived from GIS analysis such as digitations, correction, and integration of spatial data and attribute. Analysis for inconventional mining location was conducted through overlay process, legal location mining status identification, total amount and SD value of quarry mining, mining distance category to subdistrict, and scoring. GIS analyses were implemented to identify the discrepancy of area utilization, inconventional mining distribution regarding with land use, and spatial utilization, and description analysis to community socio-economic condition.

The scoring results for the total sum and SD value of mining distribution of each village produce very bad environmental category for six villages i.e Bintet, Gunung Pelawan, Lumut, Cit, Riau, and Silip. Most of the community stated that the inconventional tin mining activity increased community economic livelyhood, but they also realized that there were negative impacts such as environmental degradation and accident in mining location.

It was identified that discrepancy of area utilization due to mining activity were 8.67 % of preservation area were used as mining area. Furthermore, suitability analysis produced that coconut crop with the highest suitability compared to oil palm, pepper and rubber. Meanwhile the highest community preference crops was devoted to rubber, following by vegetable, and the other crops has lower tendency.

The research recommendation for improvement of the spatial utilization plan were 10.12 % of preservation area, 6.58 % rehabilitation area, and 83.30 % cultivation area, including 16.20 % mining area and 33.95 % plantation area. Keywords: Inconventional mining, Standard Distance, overlay, spatial

ANALISIS POLA SPASIAL TAMBANG TIMAH RAKYAT

SEBAGAI MASUKAN DALAM PENENTUAN KEBIJAKAN

TATA RUANG DI KABUPATEN BANGKA

ELFIDA

Tesis

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada

Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2007

Judul Tesis : Analisis Pola Spasial Tambang Timah Rakyat Sebagai Masukan Dalam Penentuan Kebijakan Tata Ruang di Kabupaten Bangka

Nama : Elfida

NRP : A 253050184

Disetujui Komisi Pembimbing

Dr. Ir. Baba Barus, M.Sc. Ketua

Ir. Atang Sutandi, M.Si, Ph.D Anggota

Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc Anggota

Diketahui Ketua Program Studi

Ilmu Perencanaan Wilayah,

Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.

Dekan Sekolah Pascasarjana IPB

Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, MS

Tulisan ini kupersembahkan untuk yang kucintai suamiku (Rif’at Syafitri, S.Sos) dan anakku (Reskika Syafari) yang dengan sabar telah banyak memberikan dukungan dan kemudahan, yang kuhormati ayahanda M. Thayib A.R. Siddik (Alm), ibunda Maimunah (Alm),

bapak dan ibu mertuaku Usmanu dan Rosinah, keluarga besarku yang selalu hangat dan kompak dalam kebersamaan, almamaterku serta sahabat-sahabatku, rekan-rekan mahasiswa PWL 05

terimakasih atas semua dukungan dan kebersamaan kita

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2006 ini ialah tambang timah rakyat, dengan judul Analisis Pola Spasial Tambang Timah Rakyat Sebagai Masukan Dalam Penentuan Kebijakan Tata Ruang di Kabupaten Bangka.

Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada :

1) Bapak Dr. Ir. Baba Barus, M.Sc, Bapak Ir. Atang Sutandi, M.Si,Ph.D, dan Bapak Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc selaku Komisi Pembimbing atas bimbingannya dalam penyelesaian tesis ini.

2) Pimpinan dan Staf Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas, selaku penyandang dana beasiswa selama masa pendidikan dan penyelesaian studi.

3) Bupati Kabupaten Bangka dalam memberikan izin tugas belajar selama masa pendidikan.

4) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang dan keluarga atas fasilitas tempat tinggal selama masa pendidikan.

5) Semua pihak yang telah memberikan kemudahan dalam mendapatkan data penelitian.

6) Rekan-rekan mahasiswa PWL angkatan 2005 atas kebersamaan dan kerjasama kita, serta

7) Keluargaku yang kucintai atas dukungan dan doanya.

Akhirnya, penulis berharap semoga tesis ini bermanfaat dan memberikan informasi yang berguna bagi semua pihak.

Bogor, Maret 2007 Elfida