BAB I PENDAHULUAN
A. Landasan Teori
5. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
PSAK No. 45 bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba agar mudah dipahami, memiliki relevansi dan memiliki daya banding yang tinggi. Berikut ini pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK No. 45 sebagai berikut:
a. Pembatas permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagaian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lain yang berasal dari sumber daya tersebut.
b. Pembatasan temporer adalah pembatasan sumber daya oleh pemberi sumber daya yang tidaj mengharapkan pembayaran kembali yang menetapkan sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan terpenuhinya kedaan tertentu.
c. Sumber daya tidak teikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali. I A I (2015:45.2)
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45, komponen laporan keuangan entitas nirlaba terdiri dari :
a. Laporan Posisi Keuangan
Bertujuan menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, aset neto serta informasi mengenai hubungan antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan
total aset, liabilitas dan aset neto. Berikut ini penjelasan dari aset, liabilitas dan aset neto:
1) Klasifikasi Aktiva dan Kewajiban
a) Menyajikan aset berdasarkan urutan likuiditas dan kewajiban berdasarkan tanggal jatuh tempo.
b) Mengeompokkan aset ke dalam bagian aset lancar dan tidak lancar, serta kewajiban ke dalam bagian jangka pendek dan jangka panjang.
2) Klasifikasi Aset Bersih Terikat atau Tidak Terikat.
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah setiap kelompok aktiva bersih berdasarkan ada tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu terikat secara permanen, terikat secara temporer dan tidak terikat. Berikut ini penjelasan dari pembatas permanen, terikat secara temporer dan tidak terikat:
1) Pembatas temporer terhadap sumber Pembatasan permanen terhadap aset, seperti tanah atau karya seni yang diberikan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk dijual atau aset yang diberikan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen. Pembatasan permanen tersebut berasal dari hibah, wakaf atau waisan yang menjadi dana abadi.
2) Terikat temporer berupa aktivitas operasi tertentu, investasi jangka waktu tertentu, penggunaan selama periode tertentu dimasa depan atau pemerolehan aset tetap yang penggunannya dibatasi. Pembatasan temporer oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali dapat berbentuk pembatasan waktu atau pembatasan penggunaan, atau keduanya.
3) Sumber daya tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali. Sumber daya tidak terikat umumnya melputi pendapatan dari jasa, penjualan barang, sumbangan dan hasil investasi. I A I (2015:45.3-4)
b. Laporan Aktivitas
Bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aset neto, hubungan antar transaksi dan peristiwa lain dan bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. Laporan aktivitas mencakup aktivitas organisasi nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aset neto selama suatu periode. Perubahan aset neto dalam laporan keuangan keuangan tercermin dalam laporan aktivitas.
a) Informasi Mengenai Pendapatan
Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aset neto tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali dan menyajikan beban sebagai pengurang aset neto tidak terikat. Sumber daya disajikan sebagai penambah aset tidak terikat, terikat permanen atau terikat temporer tergantung pada ada tidaknya pembatasan.
a) Informasi Mengenai Penyediaan Jasa
Laporan aktivitas menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Klasifikasi secara fungsional bermanfaat untuk membantu pemberian sumber daya dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan sumber daya. Organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Misalnya, gaji, sewa, listrik, bunga dan penyusutan.
1) Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada penerima manfaat dalam rangka mencapai tujuan
atau misi entitas nirlaba. Pemberian jasa tersebut merupakan tujuan dan hasil utama yang dilaksanakan melalui berbagai program utama. 2) Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas
selain program pemberian jasa. Umumnya, aktivitas pendukung meliputi aktivitas manajemen dan umum, pencarian dana dan pengembangan anggota. Manajemen dan umum meliputi pengawasan, manajemen bisnis, pembukuan, penganggaran, pendanaan dan aktivitas administratif lain. I A I (2015:45.4-6)
c. Laporan Arus Kas
Bertujuan untuk memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas dari suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama satu periode. menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
1) Aktivitas Operasi
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator utama untuk menentukan apakah entitas dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis dan informasi lain berguna dalam memperdiksi arus kas operasi masa depan. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:
a) Penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa;
b) Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain;
c) Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa; d) Pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan
karyawan. I A I (2015:2.3) 2) Aktivitas Investasi
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang dimaksudkan menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah:
a) Pembayaran kas untuk pembelian aset tetap, tidak berwujud dan aset jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri;
b) Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan serta aset tidak berwujud dan aset jangka panjang lain. I A I (2015:2.4)
3) Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan penting dilakukan karena berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh penyedia modal entitas. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:
a) Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya;
b) Pembayaran kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham entitas;
c) Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotek dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang;
d) Pelunasan pinjaman. I A I (2015:2.4) d. Catatan Atas Laporan Keuangan
Menyediakan informasi yang relevan mengenai kebijakan pengungkapan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan dan penjelasan pos-pos yang di anggap penting dan
pengungkapan hal penting lainnya yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh entitas nirlaba. I A I (2015:45.19)