• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN UTANG

Dalam dokumen PT PRODIA WIDYAHUSADA Tbk. (Halaman 34-40)

Pernyataan utang berikut berasal dari laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2016 dan 2015 (tidak diaudit), serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 yang tercantum dalam Prospektus ini.

Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2016 dan 2015 (tidak diaudit), serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 telah diaudit oleh RSM, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini tanpa modifikasian (“Wajar Tanpa Pengecualian”). Laporan audit RSM tersebut mencantumkan paragraf Hal-hal lain sehubungan dengan tujuan pelaksanaan audit. Laporan audit RSM tersebut ditandatangani oleh Riki Afrianof (Rekan pada RSM dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1017).

Pada tanggal 30 Juni 2016, Perseroan mempunyai saldo liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang masing-masing sebesar Rp142,1 miliar dan Rp392,6 miliar.

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang bank jangka pendek 3,6 Utang usaha

Pihak berelasi 0,4

Pihak ketiga 28,2

Utang pajak 13,0

Beban akrual 23,2

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2,3 Pendapatan diterima di muka 0,5 Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya

Pihak berelasi 18,4

Pihak ketiga 8,9

Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

Utang bank 37,1

Utang sewa pembiayaan 6,5

Total Liabilitas Jangka Pendek 142,1

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun:

Utang bank 64,0

Utang sewa pembiayaan 4,8

Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya

Pihak ketiga 0,7

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 323,1

Total Liabilitas Jangka Panjang 392,6

Total Liabilitas 534,7

3.1. Liabilitas Jangka Pendek Utang bank jangka pendek

Saldo utang bank jangka pendek pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp3,6 miliar, yang merupakan fasilitas Kredit Rekening Koran dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”) dengan plafond sebesar Rp5,0 miliar yang telah diperpanjang dan akan jatuh tempo pada bulan Juli 2017. Fasilitas ini dijamin bersama-sama dengan fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (“KAB”) yang diperoleh dari Bank Danamon.

Utang usaha

Saldo utang usaha pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp28,6 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

Pihak berelasi 0,4

Pihak ketiga 28,2

Total 28,6

Utang usaha timbul dari pembelian reagen dan bahan baku laboratorium, peralatan laboratorium dan bahan dan alat medis habis pakai.

Utang pajak

Saldo utang pajak pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp13,0 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

Pajak Penghasilan Badan

Tahun 2015 0,2 Tahun 2016 6,4 Pajak Penghasilan Pasal 21 3,3 Pasal 25 2,3 Pasal 23 0,3 Pasal 4 ayat 2 0,5 Pasal 25 0,0nm Total 13,0

nm : menjadi nol karena pembulatan

Beban akrual

Saldo beban akrual pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp23,2 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

Sewa bangunan dan PPS 5,6

Rujukan 5,1

Pemasaran 3,2

Keperluan kantor 3,0

Konsultan 2,4

Listrik, air dan telekomunikasi 1,9

Pemeliharaan 1,8

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 0,2

Total 23,2

Beban akrual lain-lain terutama merupakan bagi hasil kerjasama dengan mitra lokal pada beberapa cabang tertentu, transportasi, baju dinas laboratorium dan lain-lain.

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek

Pendapatan diterima di muka

Saldo pendapatan diterima di muka pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp0,5 miliar. Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya

Saldo liabilitas keuangan jangka pendek lainnya pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp27,3 yang terdiri dari liabilitas keuangan jangka pendek lainnya kepada pihak berelasi dan pihak ketiga masing-masing sebesar Rp18,4 miliar dan Rp8,9 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah Pihak berelasi

Dividen 18,0

Lainnya 0,4

Sub total pihak berelasi 18,4

Pihak ketiga

Renovasi 4,5

Pembelian aset tetap dan aset takberwujud 3,5 Lain-lain (dibawah Rp1 miliar) 0,9

Sub total pihak ketiga 8,9

Total 27,3

Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya atas utang pembelian aset tetap dan aset takberwujud adalah utang atas pembelian peralatan laboratorium, inventaris kantor dan perangkat lunak computer. Utang renovasi merupakan renovasi kantor dan laboratorium terutama di Solo, Medan, Palu, Makassar dan Pekanbaru.

Utang dividen merupakan utang yang timbul dari pembayaran dividen dalam periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2016, seluruhnya kepada Bio Majesty Pte. Ltd.

Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

Saldo bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp43,6 miliar, yang terdiri dari utang bank dan sewa pembiayaan masing-masing sebesar Rp37,1 miliar dan Rp6,5 miliar. Penjelasan lebih lengkap mengenai utang bank dan sewa pembiayaan dapat dilihat pada Liabilitas Jangka Panjang dalam bab ini.

3.2. Liabilitas Jangka Panjang

Utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun

Saldo utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun pada tanggal 30 Juni 2016 adalah Rp68,8 miliar yang terdiri dari utang bank dan utang sewa pembiayaan masing-masing Rp64,0 miliar dan Rp4,8 miliar.

Utang bank

Saldo utang bank setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun pada tanggal 30 Juni 2016 adalah Rp64,0 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 59,3 PT Bank Pan Indonesia Tbk. 23,1 PT Bank Central Asia Tbk. 18,8

Total utang bank 101,2

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 26,3 PT Bank Pan Indonesia Tbk. 5,7 PT Bank Central Asia Tbk. 5,2

Bagian jangka pendek 37,2

Bagian jangka panjang 64,0

Bank Danamon

Perseroan memperoleh beberapa fasilitas kredit investasi jangka panjang dari Bank Danamon dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Plafond 30 Juni 2016

Kredit Angsuran Berjangka 96,0 24,0 Kredit Modal Kerja 20,0 20,0 Kredit Angsuran Berjangka – 20 17,0 15,3

Total 59,3

Jumlah pinjaman KAB yang jatuh tempo dalam satu tahun pada 30 Juni 2016 adalah sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Plafond 30 Juni 2016

Kredit Angsuran Berjangka 96,0 3,4 Kredit Modal Kerja 20,0 20,0 Kredit Angsuran Berjangka – 20 17,0 2,8

Total 26,3

PT Bank Pan Indonesia Tbk. (“Bank Panin”)

Perseroan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dari Bank Panin dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Plafond 30 Juni 2016

Pinjaman Jangka Panjang 3 10,2 8,0 Pinjaman Jangka Panjang 4 12,6 10,5 Pinjaman Tetap Modal Kerja Angsuran 5,5 4,6

Sub total 23,1

Pinjaman yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Pinjaman Jangka Panjang 3 10,2 2,0 Pinjaman Jangka Panjang 4 12,6 2,5 Pinjaman Tetap Modal Kerja Angsuran 5,5 1,1

Sub total 5,7

PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)

Perseroan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dari BCA dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Plafond 30 Juni 2016

Installment loan 1 6,0

-Installment loan 3 20,0 18,8

Sub total 18,8

Pinjaman yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Installment loan 1 6,0 1,2

Installment loan 3 20,0 4,0

Sub total 5,2

Pinjaman jangka panjang 13,6

Penjelasan lebih lengkap mengenai masing-masing fasilitas pinjaman dapat dilihat pada bab Perjanjian-Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga.

Utang sewa pembiayaan

Saldo utang sewa pembiayaan setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp4,8 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

PT BCA Finance (Kendaraan) 3,8 PT ORIX Indonesia Finance (Komputer) 7,5

Total sewa pembiayaan 11,3

Dikurangi:

Utang sewa pembiayaan – jatuh tempo dalam satu tahun 6,5

Utang sewa pembiayaan jangka panjang 4,8

Perseroan melakukan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT BCA Finance sejak 2009 sampai dengan 2015 untuk pengadaan peralatan transportasi operasional dan kendaraan Perseroan. Sejak tahun 2014, Perseroan juga melakukan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT ORIX Indonesia Finance untuk pengadaan komputer. Jangka waktu sewa guna usaha adalah dua sampai dengan empat tahun dengan tingkat bunga efektif yang bervariasi antara 17,18% sampai dengan 31%. Utang sewa pembiayaan dijamin dengan aset tetap sewa pembiayaan bersangkutan.

Pada tahun 2014, Perseroan juga melakukan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT ORIX Indonesia Finance untuk pengadaan komputer.

Liabilitas keuangan jangka panjang

Saldo liabilitas keuangan jangka panjang kepada pihak ketiga pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp0,7 miliar, yang merupakan pinjaman yang diperoleh dari beberapa individu/perseorangan dan utang pembelian aset tetap.

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang

Saldo liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp323,1 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam miliar Rupiah)

Jumlah

Program Imbalan Pasca Kerja 271,1 Imbalan Jangka Panjang Lainnya 52,0

Perseroan menghitung dan membukukan beban imbalan kerja berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Jumlah tenaga kerja yang berhak atas imbalan kerja adalah 3.238 orang pada tanggal 30 Juni 2016. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang per 30 Juni 2016 dihitung oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dengan Laporan No. 1344/ST-EP-PSAK24-PRDW/VIII/2016 tanggal 9 Agustus 2016.

Imbalan kerja jangka panjang lainnya diberikan dalam bentuk emas dan uang untuk setiap lima tahun masa kerja. Imbalan dianggap sebagai terutang saat pencapaian lima tahun kerja pada Perseroan. Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan kerja pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebagai berikut:

Usia pensiun normal : 55 tahun Tingkat diskonto : 8,00% Tingkat proyeksi kenaikan gaji : 10%

Tabel mortalita : Tabel Mortalita Indonesia 3 (TMI 3 – 2011) Tingkat cacat : 5% dari Tabel Mortalita

Tingkat pengunduran diri : 10% sampai dengan usia 25 tahun, kemudian menurun secara linear sampai dengan 2% pada saat usia 40 tahun

Kenaikan harga emas di masa mendatang : 8% per tahun Harga emas : Rp547.688

Metode : Projected Unit Credit

3.3. Kejadian Penting Setelah Tanggal 30 Juni 2016

Berdasarkan hasil perhitungan aktuaria, PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, dengan laporan No. 1471/ ST-EP-PSAK24-PRDW/IX/2016 tanggal 29 September 2016, saldo liabilitas imbalan kerja Perseroan pada tanggal 30 Agustus 2016 adalah Rp344,0 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp20,9 miliar atau 6,5% dari saldo liabilitas imbalan kerja Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016.

SELURUH KEWAJIBAN PERSEROAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI. SAMPAI DENGAN TANGGAL DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI, PERSEROAN TELAH MELUNASI SELURUH KEWAJIBANNYA YANG TELAH JATUH TEMPO.

SETELAH TANGGAL 30 JUNI 2016 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DAN IKATAN LAIN KECUALI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG TIMBUL DARI KEGIATAN USAHA NORMAL PERSEROAN SERTA KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG TELAH DINYATAKAN DALAM PROSPEKTUS INI DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN YANG MERUPAKAN BAGIAN YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI PROSPEKTUS INI.

DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN KEWAJIBAN SERTA PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA YANG AKAN DATANG, PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPANNYA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.

PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG PERSEROAN.

SAMPAI DENGAN TANGGAL PROSPEKTUS INI DITERBITKAN TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEMBATASAN (NEGATIVE COVENANTS) YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK.

Dalam dokumen PT PRODIA WIDYAHUSADA Tbk. (Halaman 34-40)