• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persamaan Regresi

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH. Irani Yosepa Simanjuntak (Halaman 81-0)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.3.3 Persamaan Regresi

Berdasarkan tabel 4.5, maka diperoleh persamaan regresi linear

DISC = -97.43695 +0.935LOG(Total_Aset) + 2.631LOG(PAD) + 0.83096Depend + 3.012Umur_Pemda + 0.042SKPD + 0.177LEG - 0.0854Temuan_Audit + e

Penjelasan

1. Varibel Total Aset bernilai 0.935 (bernilai positif) berarti Total Aset memiliki pengaruh positif terhadap Tingkat Pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Sumater Utara periode 2014-2016. Artinya semakin tinggi total aset semakin tinggi pula tingkat pengungkapan, begitu sebaliknya.

2. Variabel PAD bernilai 2.631(bernilai positif) berarti PAD memiliki pengaruh positif terhadap Tingkat Pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2016.

3. Variabel Tingkat ketergantungan (depend) bernilai 0.083 (bernilai positif) berarti depend memiliki pengaruh positif terhadap LKPD Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2016.

4. Variabel Umur Pemda bernilai 3.012 (bernilai positif) berarti umur pemda memiliki pengaruh positif terhadap LKPD Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2016.

5. Variabel SKPD 0.042 bernilai (bernilai positif) berarti jumlah SKPD memiliki pengaruh positif terhadap LKPD Kab/Kota Provinsi Sumater Utara periode 2014-2016.

6. Variabel jumlah Legislatif bernilai 0.177 (bernilai positif) berarti jumlah anggota legislatif memiliki pengaruh positif terhadap LKPD Kab/Kota Provinsi Sumater Utara periode 2014-2016.

7. Variabel temuan audit bernilai -0.085 (bernilai negatif) berarti temuan audit memiliki pengaruh negatif terhadap LKPD Kab/Kota Provinsi Sumater Utara periode 2014-2016. Artinya semakin banyak temuan audit dalm LKPD, maka semakin rendah tingkat pengungkapannya, begitu sebaliknya.

4.3.4 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Koefisien determinasi menjelaskan variasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Atau dapat pula dikatakan sebagai proporsi pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi dapat diukur oleh nilai Square atau Adjusted R-Square digunakan pada saat variabel bebas lebih dari satu.

Nilai Adjusted R-Square pada tabel di atas besarnya 0,886 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 88.6%. Artinya Total Aset, PAD, Depend, Umur Pemda, Jumlah SKPD, Jumlah Legislatif dan Temuan Audit memiliki pengaruh terhadap Tingkat Pengungkapaan LKPD sebesar 88.6% sedangkan sisanya 11.4% (100% - 88,3%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi.

4.4 Pembahasan

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan Total Aset berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai signifikansi 0.033 < 0.05. hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Maulana (2015), Khasanah (2014)

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendapatan asli daerah (PAD) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai signifikansi 0.405>0.05. hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Khasanah (2014)

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat ketergantungan (depend) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai signifikansi 0.99>0.05. hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Khasanah (2014)

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial umur pemda berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai signifikansi 0.00<0.05.

5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial SKPD tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai signifikansi 0.249>0.05. hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Maulana (2015)

6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah legislatif berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat

dari nilai signifikansi 0.0003<0.05. hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Maulana (2015)

7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial temuan audit berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengungkapan.

Dapat dilihat dari nilai β -0.085 dan signifikansi 0.2297>0.05.

8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan total aset, PAD, depend, umur pemda, SKPD, legislatif dan temuan audit berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan. Dapat dilihat dari nilai prob f-stat 0.00<0.05.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut.

1. Secara bersama-sama variabel Total aset, PAD, Depend, Umur Pemda, SKPD, Legislatif dan Temuan Audit berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

2. Secara parsial variabel Total Aset berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

3. Secara parsial variabel PAD tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

4. Secara parsial variabel Tingkat Pengungkapan (depend) tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

5. Secara parsial variabel Umur Pemda berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

6. Secara parsial variabel SKPD tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

7. Secara parsial variabel Legislatif berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

8. Secara parsial variabel Temuan audit tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengungkapan LKPD Kab/Kota Provinsi Smatera Utara periode 2014-2016

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

a. Bagi peneliti selanjutnya

Sebaiknya peneliti selanjutnya menempurnakan penelitian ini dengan menambahkan variabel yang dirasa perlu. Peneliti juga diharapkan untuk menambah periode tahun penelitian agar hasil lebih akurat.

b. Bagi Pemerintah

Agar menyediakan informasi LKPD yang merupakan informasi publik yang sudah diaudit di dalam website yang dapat diunduh secara bebas oleh masyarakat, sebagai wujud keterbukaan informasi publik dan memudahkan bagai peneliti untuk mengakses data dan informasi.

DAFTAR PUSTAKA

A Chariri dan I Ghozali, 2007. Teori Akuntansi. Badan Penerbir UNDIP.

Semarang

Ainun Naim dan Fuad Rachman, 2000. Analisis Hubungan antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan dengan Struktur Modal dan Tipe Kepemilikan Perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 15, No 1.pp70:82.

Almanita Nurtati, Sri Fadilah dan Kania Nucholisah. 2016. Pengaruh Karakteristik dan Kompleksitas Pemerintah Daerah terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan Studi pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Barat periode 2013-2014). Universitas Islam Bandung.

Arifin, Imam. 2014. Pengungkapan Laporan Keuangan Kementrian/Lembaga, Karakteristik Organisasi dan Hasil Audit BPK. Skripsi FE UI, Jakarta.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2014. (2014). http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

_____. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2014. (2014).

http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

_____. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2015. (2015).

http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

_____. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2015. (2015).

http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

_____. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2016. (2016).

http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

_____. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2016. (2016).

http://www.bpk.go.id. Diakses pada tanggal 15 Maret 2016.

Choiriyah, Umi. 2010. Informatiaon GAP Pengungkapan Lingkungan Hidup di Indonesia. Skripsi. FE.UNS. Surakarta.

Damodar Gujarati. 2006. Dasar-Dasar Ekonometrika Jilid I. Jakarta : Penerbit Erlangga

Daniri, Mas Ahmad. 2005. Good Corporate Governance: Konsep dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta. Ray Indonesia

Donaldson, Lex dan James H. Davis, Stewardship Theory or Agency Theory : CEO Governance and Shareholder Return. Australian Journal of Management, Vol. 16, page 49-64, 1 June 1991.

Ghozali, Imam. 2005. Analisis Multivariate dengan Program SPSS, disi Ketiga.

BPUD, Semarang.

Ghozali, Imam dan Cariri, Anis 2007. Teori Akuntansi, Edisi 3, Universitas Diponegoro, Semarang.

Giligan, Thomas W and Matsusaka, Jhon G. 2001. Fiscal Policy, Legislature Size, and Political Parties: Evidence from State and Local Goverments in the First Half of the 20th Century. National Tax Journal. Vol 54:57-82

Glynn, (1993), American Accounting Association (1970), New Jersey, Prentice-Hall

Gujarati, D.N. 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika, Terjemahan Mangunsong, R.C., Salemba Empat, buku 2, Edisi 5, Jakarta.

Hall, James A.2007. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Empat, Buku Satu.

Salemba Empat : Jakarta.

Halim, Abdul, 2002. Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi 3 Akuntansi Sektor Publik, Salemba Empat, Jakarta..

Hilmi, Amirudin Zul. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi 2006-2009.

Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Depok.

Kawedar, Warsito 2010. Opini Audit dan Sistem Pengendalian Intern. FEB UNDIP. Semarang

Khasanah, Nur L. 2014. Pengaruh Karakteristik, Kompleksitas, dan Temuan Audit Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Skripsi. FEB UNDIP. Semarang.

Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial Ukuantitatif dan Kualitatif). GP Press, Jakarta.

Lang, M. H., & Lundholm, R. J. (1996). Corporate Disclosure Policy and Analyst Behavior, The Accounting Review.Vol.: 71 (4), pp.467-492.

Lesmana, S. I. 2010. Pengaruh Karakteristik Pemda Terhadap Tingkat Pengungkapan Wajib di Indonesia. Thesis, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Surakarta

Liestiani, Annisa. 2008. Pengungkapan LKPD Kabupaten/Kota di Indonesia untuk Tahun Anggaran 2006. Skripsi Sarjana. FE UI. Depok.

Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik. Andi, Jakarta

Mandasari, Putriesti. 2009. Pratices of Mandatory Disclosure Compliance in Indonesian Local Goverment. Tesis Master. Universitas Sebelas Maret.

Maulana, Candra. 2015. Pengaruh Karakteristik, Kompleksitas Pemerintahan dan Temuan Audit Terhadap Tingkat Pengungkapan Wajib Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)(Studi Empiris Pada Pemerintah Kabupaten/

Kota Yang Terdapat Di Pulau JawaTahun 2013). Skripsi. FE UNS.

Semarang.

Sasaran Anggaran, Akuntabilitas Publik, dan Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial Pada Pt. Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Skripsi. FEB.USU. Medan.

Mulyadi. 2002. Auditing. Buku 1, edisi Enam, Jakarta: Salemba Empat.

Patrick, Patricia A. 2007. The determinants of organizational innovativeness: The adoption of GASB 34 in Pennsylvania local government. Ph.D. dissertation, The Pennsylvania State University, United States - Pennsylvania.(Retrieved August 8, 2011, from Accounting & Tax Periodicals, Publication No. AAT 3266180)

Rochaety E,dkk. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis: Dengan Aplikasi SPSS, Edisi Pertama. Penerbit Mitra Wacana Media :Jakarta.

Sekaran, Uma. 2010. Research Method For Business (5th ed.). United States:

Willey.

Sidik, Machfud, B. Raksana Mahi, Robert Simanjuntak,

& Bambang Brojonegoro, 2002, Dana Alokasi Umum-Konsep Hambatan, dan Prospek di Era Otonomi Daerah, Penerbit Buku Kompas, Jakarta.

Sidik, Machfud, Djoko Hidayanto, Tjip Ismail, Kadjatmiko, Arlen T.

Pakpahan, & Adriansyah, 2004, Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Jakarta.

Simanjuntak, Binsar H dan Widiastuti. 2004. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia 7. (3).

Soewadji, Yusuf. 2012. Pengantar Metodologi Penelitian. Mitra Wacana Media, Jakarta.

Sudarmaji, Adri M. & Lana Sularto. 2007. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage dan Tipe Kepemilikan Perusahaan Terhadap Luas Voluntary Disclosure Laporan Keuangan Tahunan. Proceeding PESAT.

Sudarsono, Heri. 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Edisis ke 4.

Ekonisia, Yogyakarta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung.

Suhardjanto dan Yulianingtyas, R.2011.Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Kepatuhan PengungkapanWajib Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.Universitas Sebelas Maret.

Suripto, Bambang. 1999. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan. Simposium Nasional Akuntansi II

Susbiyani dan Purnomosidhi. 2014. The Compliance with Mandatory Disclosure of Financial Statement. A Study from Local Government in Indonesia. .

Syafitri, Febriyani. 2012. Analisis Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan. Skripsi Sarjana.

FEUI. Depok.

Umar, Husein. 2005. Metodologi Penelitia. Raja Grafindo, Jakarta, Undang-Undang No 17 Tahun 2003 te ntang Keuangan Negara.

Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

Yulianingtyas, Rena R. 2010. Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Kepatuhan Pengungkapan Wajib dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Skripsi. FE UNS. Surakarta.

Lampiran 1 : Tabulasi Variabel 4 Kabupaten Deliserdang 2014 33,962 5.751.235.301.422 433.885.507.126 0,55661 68 14 56 50 Kabupaten Deliserdang 2015 52,83 4.659.732.843.851 515.293.681.488 0,50188 69 0 56 50 Kabupaten Deliserdang 2016 52,83 6.152.368.379.435 573.010.351.005 0,48029 70 0 56 50 5 Kabupaten Humbang Kabupaten Labuhanbatu 2015 49,057 2.190.772.786.384 101.023.216.259 0,58539 70 10 41 45 Kabupaten Labuhanbatu 2016 49,057 2.501.444.360.859 125.925.267.724 0,54542 71 0 41 45 8 Kabupaten

Labuhanbatu Selatan 2014 41,509 1.025.286.603.853 36.386.788.024 0,66092 6 7 33 35 Kabupaten Kabupaten Langkat 2015 50,943 3.297.399.848.219 122.715.359.910 0,54411 59 0 58 50 Kabupaten Langkat 2016 50,943 3.827.733.664.138 132.673.213.413 0,54197 60 0 58 50 11 Kabupaten Mandailing

Kabupaten Nias Barat 2016 58,491 794.261.576.021 15.616.742.531 0,78479 8 0 35 25 21 Kabupaten Simalungun 2014 47,17 1.851.585.347.710 96.390.208.715 0,65552 64 9 100 50 Kabupaten Simalungun 2015 50,943 2.773.651.761.567 111.893.282.770 0,55928 65 0 100 50 Kabupaten Simalungun 2016 52,83 3.028.693.942.919 132.560.800.826 0,55478 66 0 100 50 22 Kabupaten Tapanuli

Kabupaten Tapanuli 29 Kota Padangsidempuan 2014 37,736 825.521.557.669 58.725.449.620 0,66719 13 4 32 30 Kota Padangsidempuan 2015 47,17 922.779.404.741 67.730.738.638 0,62380 14 0 32 30 Kota Padangsidempuan 2016 49,057 1.146.652.789.324 78.417.755.706 0,62125 15 0 32 30 30 Kota Pematangsiantar 2014 54,717 2.559.176.065.485 90.477.498.257 0,62450 143 14 43 30 Kota Pematangsiantar 2015 58,491 4.927.232.762.368 95.557.865.286 0,60220 144 0 43 30 Kota Pematangsiantar 2016 62,264 2.946.215.853.169 101.582.731.955 0,54816 145 0 43 30 31 Kota Sibolga 2014 39,623 1.505.446.975.423 47.535.861.696 0,71326 58 6 35 20 Kota Sibolga 2015 43,396 1.371.105.005.543 60.486.785.863 0,62325 59 23 35 20 Kota Sibolga 2016 47,17 1.465.138.453.121 68.537.902.708 0,66213 60 0 35 20 32 Kota Tanjungbalai 2014 37,736 1.672.326.858.390 56.545.340.047 0,68203 58 11 62 25 Kota Tanjungbalai 2015 41,509 1.329.631.094.194 58.738.769.489 0,76352 59 19 62 25 Kota Tanjungbalai 2016 45,283 1.271.940.346.896 68.202.717.646 0,80805 60 21 62 25 33 Kota Tebing Tinggi 2014 37,736 1.025.116.858.841 74.515.273.852 0,61250 57 8 31 25

KET : DISC =TINGKAT PENGUNGKAPAN, U = UMUR PEMDA, T = TEMUAN AUDIT, LEG = LEGISLATIF

LAMPIRAN 2 : ITEM PENGUNGKAPAN WAJIB

No Item Pengungkapan Wajib Berdasarkan SAP

1 Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi.

2 Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro.

3 Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.

4 Informasi tentang dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya.

5 Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan keuangan.

6 Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

7 Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

PSAP Nomor 5 tentang Akuntansi Persediaan

8 Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;

9 Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

10 Jenis, jumlah, dan nilai persediaan dalam kondisi rusak atau usang.

PSAP Nomor 6 tentang Akuntansi Investasi 11 Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi.

12 Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan nonpermanen.

13 Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang;

14 Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tersebut;

15 Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya;

16 Perubahan pos investasi.

PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap

17 Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat (carrying amount);

Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:

19 Pelepasan;

20 Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;

21 Mutasi aset tetap lainnya.

Informasi penyusutan, meliputi:

22 Nilai penyusutan;

23 Metode penyusutan yang digunakan;

24 Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;

25 Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode;

26 Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap;

27 Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap;

28 Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi; dan 29 Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.

Jika aset tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali, maka 8 hal berikut harus diungkapkan:

30 Dasar peraturan untuk menilai kembali aset tetap;

31 Tanggal efektif penilaian kembali;

32 Jika ada, nama penilai independen;

33 Hakikat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti;

34 Nilai tercatat setiap jenis aset tetap.

PSAP No 08 tentang AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

35 Rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu penyelesaiannya;

36 Nilai kontrak konstruksi dan sumber pendanaannya.

37 Jumlah biaya yang telah dikeluarkan dan yang masih harus dibayar;

38 Uang muka kerja yang diberikan;

39 Retensi

40 Jumlah saldo kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang diklasifikasikan berdasarkan pemberi pinjaman;

41 Jumlah saldo kewajiban berupa utang pemerintah berdasarkan jenis sekuritas utang pemerintah dan jatuh temponya;

42 Bunga pinjaman yang terutang pada periode berjalan dan tingkat bunga yang berlaku;

43 Konsekuensi dilakukannya penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo Perjanjian restrukturisasi utang meliputi:

44 Pengurangan pinjaman;

45 Modifikasi persyaratan utang;

47 Pengunduran jatuh tempo pinjaman;

48 Pengurangan nilai jatuh tempo pinjaman; dan

49 Pengurangan jumlah bunga terutang sampai dengan periode pelaporan 50 Jumlah tunggakan pinjaman yang disajikan dalam bentuk daftar umur

utang berdasarkan kreditur.

Biaya Pinjaman

51 Perlakukan biaya pinjaman

52 Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada periode yang bersangkutan

53 Tingkat kapitalisasi yang dipergunakan.

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH. Irani Yosepa Simanjuntak (Halaman 81-0)