Sekadar Mesin Suara
Target 48 Persen Sudah Maksimal
garah pada motivasi, untuk kaderkader daerah agar bisa me macu diri.
Dibandingkan perolehan suara pada pemilu sebelumnya, di mana Partai Golkar Bali berhasil meraup 95 persen suara me-
mang target sekarang sangat jauh. Menurut Anda apakah itu realistis?
Saya tetap berkeyakinan untuk Bali akan muncul dua partai besar yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Kedua partai ini akan bersaing dengan ketat. Cuma saya masih menempatkan
PDI Perjuangan yang lebih unggul pada pemilu mendatang
khususnya di Bali. Bisa jadi PDI Parjuangan melebihi 50 persen dan Partai Golkar Bali 40 persen saja saya fikir sudah bagus.
Alasannya?
Pertama, di Bali terjadi perubahan sikap politik tingkat massa. Perubahan itu sangat kentara ketika massa di tingkat bawah melakukan aktivitas politik secara terbuka, dalam bentuk dukungan terhadap parpol di luar Golkar. Itu saya fikir meru
pakan indikasi yang tak pernah nampak sebelumnya. Kedua, PDI Perjuangan sebagai partai yang bisa unggul di Bali sudah
melakukan langkahlangkah yang sangat efektif. Misalnya dalam hal sosialisasi terhadap logo, yang secara cepat diketa hui dan dipahami oleh masyarakat. Tindakan tersebut sangat positif. Ketiga, basis ideologi nasionalisme yang begitu kental kini ditemukan di PDI Perjuangan.
Bagaimana dengan Partai Golkar?
Partai Golkar yang awalnya merupakan partai pembaharu
dengan paradigma barunya, dalam menampakkan platform
yang jelas. Yang dimaksud Partai Golkar dengan paradigma baru itu seperti apa? Ditataran massa paradigma baru tersebut
Belum lagi masalah bendera Golkar yang ternyata masih me manfaatkan gambar lama, padahal sekarang sudah berubah menjadi partai politik. Sosialisasi kebawah harus sesegera
mungkin dilakukan.
Sebaliknya ada yang mengatakan banyaknya partai politik, jus- tru akan menguntungkan Partai Golkar. Gambar dan warnanya yang khas memungkinkan Golkar tetap menjadi alternatif bagi pemilih tradisional khususnya pemilih tua yang buta politik?
Bisa saja terjadi pemilih “bingung” sehingga muncul suara spekulasi. Cuma jika dalam perhitungan politik mestinya Gol
kar tidak mendasarkan diri pada sesuatu yang bersifat non contability. Mestinya prediksi politik dilakukan dalam bentuk
bagaimana platform partai telah mnyentuh sampai ke tataran yang paling bawah, mencakup pemahaman politik.
Terlepas kurangnya sosialisasi paradigma baru, Partai Golkar
memiliki sejumlah keunggulan seperti pengalaman politik, ke- mantapan struktur dan dana. Pendapat Anda tentang hal itu?
Memang Partai Golkar sebagai partai politik senior, pengala man politik dan kemantapan struktur organisasi serta kedekat
an dengan birokrasi, merupakan indikator yang perlu diper hitungkan. Di samping massa tradisional yang sangat loyal terhadap tanda gambar dan partai itu sendiri. Semua itu meru
pakan indikator yang perlu digaris bawahi, sehingga saya tetap mengatakan Partai Golkar nanti akan menjadi salah satu partai
besar dari lima partai besar di tingkat nasional. Jika di Bali jelas
dua partai yang akan bersaing ketat.
Tentang kuatnya dukungan dana?
Keunggulan Golkar baik dalam hal pendanaan manajemen sumber daya manusia mestinya tidak dimanfaatkan untuk ke pentingan yang tidak fair. Sekaranglah saatnya bagi Partai Gol
dengan etika dan norma politik yang sudah menjadi kesepakat
an bersama. Menghindari halhal yang memunculkan kecu
rigaan massa. Sebab dengan cara begitu yang dimaksud Gol
kar dengan paradigma baru dapat dipahami masyarakat luas. Artinya Golkar berani mereformasi diri yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku politik yang betulbetul menjunjung tinggi nilai etika dan demokratisasi.
Jika seandainya dalam waktu dekat Partai Golkar mampu melakukan sosialisasi tersebut, apakah mungkin targetnya akan tercapai?
Saya fikir sangat sulit. Karena citra masa lalu Golkar masih lekat di tingkat massa. Di samping beberapa indikator yang berpe ngaruh terhadap perolehan suara Golkar, seperti birokrasi dan ABRI sudah mulai menjaga jarak. Itu suatu tantangan yang san gat berat bagi Golkar untuk memenuhi target yang dipatok.
Figur calon presiden dikatakan sangat berpengaruh terhadap perolehan suara. Bagaimana dampaknya terhadap Bali sean-
dainya nanti Golkar tetap ngotot mencalonkan B.J Habibie?
Figur calon pemimpin nasional jelas berpengaruh. Selain plat- form partai, figur calon presiden yang dicalonkan parpol sangat
menentukan dalam meraih simpati massa. Figur calon pres
iden yang dimunculkan merupakan salah satu alat bargaining.
Terlebih di negaranegara maju. Sedangkan untuk Partai Gol
kar menyangkut calon presiden saya fikir merupakan keputus
an nasional. Kenapa Habibie muncul, karena banyak DPD yang mencalonkan Habibie, kecuali Jatim. Sedangkan Bali tak me
nyebut nama hanya kriteria. Itu artinya memunculkan figur Habibie bagi Golkar Bali masih menimbulkan keraguraguan.
Jadi secara implisit bisa diartikan begitu.
Bagaimana seharusnya Partai Golkar Bali agar mereka memi- liki posisi tawar lebih baik di tingkat massa, dikaitkan dengan
138 138
Bali seharusnya menyebut nama yang diterima oleh masyara kat Bali. Hal itu jelas akan berpengaruh di tingkat lokal. Bahwa DPD Golkar Bali mempunyai sikap. Masalah calonnya nanti
tidak menjadi calon pilihan pusat itu urusan lain, paling tidak apa yang dilakukan Jatim suatu langkah maju, bahwa dia dalam struktur kepartaian tidak terjadi lagi kooptasi total pusat ter hadap daerah.
Bagaimana dengan target 48 persen yang dilakukan pengurus Partai Golkar Kodya Denpasar?
Saya fikir itu sudah target yang sangat maksimal. Mungkin saja target tersebut tidak tercapai, tetapi dengan target tersebut Golkar sudah mulai realistis dalam melihat pergeseran peta politik. Realistis menurut saya dilihat dari latar belakang se jarah, di mana Golkar jarang mematok target di bawah 70100 persen. Sekarang mulai tampak sikap realistis dalam melaku kan perhitungan politik.
Apakah Anda melihat target di Kodya itu hanya bersifat moti-
vasi saja?
Kodya sebagai barometer politik Bali nantinya akan menjadi ladang perebutan simpati masingmasing partai. Saya fikir target yang dipatok Partai Golkar juga sifatnya motivasi. Akan sangat lucu jika sebuah partai mematok presentase yang sangat rendah. Secara psikologis hal itu sangat tidak kondusif bagi kaderkadernya.
138
138
P
artai Golkar dan PDI Perjuangan di Bali, diprediksi akanbersaing memperebutkan sembilan jatah kursi DPR RI. Kalau
dulu kesembilan kursi itu, semuanya diduduki partai berlam bang beringin. Tetapi pada pemilu mendatang, justru PDI Per
juangan akan lebih banyak menduduki kursi tersebut. Menurut
pengamat politik Drs. AAG Oka Wisnumurti, M.Si. perolehan
kursi tersebut 6:3. Enam kursi untuk PDI Perjuangan dan tiga kursi untuk Golkar. Berikut komentar dosen Fisip Unwar yang
disarikan Made Subrata dari DenPos.
Bali diprediksi memperoleh jatah sembilan kursi di DPR RI. Dibandingkan pemilu lalu, apakah jumlah ini ada peningkatan?
Jumlah itu tidak meningkat, karena untuk Bali jumlah kursi di
DPR RI ditentukan berdasarkan jumlah penduduk tingkat II.
Pada pemilu lalu Bali juga mendapat jatah sembilan kursi, teta pi semuanya dari Golkar. Namun, nantinya ada suatu daerah yang tingkat II kecil, tetapi jumlah penduduknya banyak akan mendapat kebijakan lain, seperti halnya DKI Jakarta dan Jawa
Barat pada pemilu lalu. DKI Jakarta kan kebagian lima kursi, tetapi karena jumlah penduduknya banyak akhirnya daerah ini mendapat tambahan lima belas kursi. Jadi untuk daerah se perti ini akan ada kebijakan lain. Artinya di samping berdasar kan daerah tingkat II, juga dilihat jumlah penduduknya.