KESAN DAN PESAN ATAS KKN PpMM 086
DESA SANTRI NAN ASRI
2. Persepsi Kelompok KKN 086
KKN–PpMM UIN Jakarta Syarif Hidayatullah 2016 ini memang berbeda dari yang sebelumnya, yaitu mulai dari pemilihan teman –teman anggota kelompok hingga penetapan dosen pembimbing yang sepenuhnya ditentukan oleh pihak kampus. Tentunya ini merupakan pengalaman terbaru bagi peserta KKN 2016 ini. Sebelumnya belum dikabarkan pasti akan adanya peraturan terbaru ini, sehingga saya dan teman–teman telah menetapkan kelompok sendiri dengan teman–teman lainnya, namun tepat di bulan April akhirnya keputusan ini di resmikan oleh pihak PPM dan pembagian kelompok pun ditentukan di gedung Audit Harun Nasution. Dibentuklah kelompok 086 yang terdiri dari 11 orang anggota diantaranya saya sendiri, Novi, Faiz, Affan, Putri, Yusuf, Aini, Meida, Angga, Yanda, dan Saekhu. Kami dikumpulkan dari 8 fakultas berbeda, dan dengan berbagai karakter pribadi yang belum saya kenal satu persatu. Hanya terdapat satu orang teman yang berasal dari Jurusan yang sama dengan saya, dan sisanya saya belum mengenal mereka. Akhirnya setelah pembagian kelompok 086, kami dikumpulkan untuk saling mengenal dan sekaligus menentukan pembagian posisi jabatan di kelompok, mulai dari penetapan ketua, bendahara, sekeretaris, divisi humas, divisi pubdekdok, divisi perlengkapan, divisi konsumsi, dan divisi keamanan. Di hari itu juga kami langsung menentukan jabatan masing –masing. Saya diberi amanah untuk menjadi bendahara, yang sebenarnya terasa menantang bagi saya untuk memegang posisi ini namun inshaa Allah Subhanahu wa Ta’ala saya usahakan sebaik mungkin untuk memenuhi komitmen menjabat sebagai bendahara kelompok 086 ini. Dan saya rasa teman –teman yang lainnya pun pantas menjabat posisi mereka masing –masing karena sesuai dengan kemampuan mereka.
Mulai dari awal perkenalan dengan teman–teman kelompok KKN 086 hingga masa pengabdian telah usai, saya merasa bangga telah mendapatkan teman–teman yang pantas untuk diajak bekerjasama dalam masa pengabdian di Desa Sipak. Banyak konflik yang dihadapi selama KKN berlangsung namun dengan sikap kepala dingin dan pemikiran yang dewasa membuat permasalahan –permasalahan yang dihadapi dapat teratasi dengan mudah. Kami saling menghargai pendapat masing–masing serta peka akan perasaan yang dirasakan oleh teman–teman kelompok. Mulai dari tidak saling mengenal satu sama lain hingga kini saya merasa beruntung dan sangat
bersyukur telah mendapat kesempatan menjalin hubungan pertemanan dengan mereka yang bukan lagi sebagai sebuah kelompok KKN semata, namun layaknya seperti keluarga kecil dengan pengalaman–pengalaman yang berharga bersama mereka. Begitu banyak pengalaman pahit dan manis yang dirasakan selama 30 hari di Desa Sipak bersama dengan teman–teman KKN 086. Kelompok yang saling mentoleransi satu sama lain serta memahami kelemahan dan menutup kelemahan itu bersama. Terimakasih telah menjadi bagian dari keluarga kecil KKN yang sangat saya banggakan. 3. Persepsi Desa Sipak
Saat pertama menginjakkan kaki di Desa Sipak, saya merasa senang dengan melihat kondisi pemukiman penduduk yang sudah tertata rapih dengan penduduk nya yang ramah dan menyambut kedatangan saya dan teman–teman dengan tangan terbuka. Sepanjang jalan tidak begitu banyak ditemukan sampah berserakan, namun sayangnya pemandangan tidak menyehatkan saya rasakan ketika melewati bantaran sungai. Terdapat banyak sekali sampah yang bertumpukkan di bantaran sungai. Dengan tidak adanya fasilitas pembuangan sampah di sepanjang jalan membuat penduduk Desa Sipak cenderung menjadikan bantaran sungai sebagai pembuangan akhir sampah. Sangat disayangkan sumber air sungai yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari–hari masyarakat, ternyata dipenuhi dengan kotoran limbah sampah yang bertebaran. Ini merupakan permasalahan utama yang menjadi perhatian besar bagi saya dan teman–teman 086, maka kami merencanakan untuk membuat program pengadaan tong sampah di lokasi KKN agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan dibimbing oleh kepala dusun Desa Sipak, Pak Uding, kami diajak berkeliling sekitar lokasi untuk melihat kondisi lokasi dan mengenal masyarakat desa sekitar. Di hari pertama pelaksanaan KKN, kami melakukan kunjungan ke tempat–tempat belajar yang memerlukan bantuan tenaga ajar, seperti ke Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah, PAUD, Pengajian Anak– Anak, serta menyediakan sarana mengajar di posko kelompok 086. Begitu banyak jumlah anak–anak yang kami temukan di Desa ini, membuat kami semakin bersemangat untuk melakukan pengabdian memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada anak –anak Desa Sipak. Sejak dari awal berkenalan dengan anak–anak hingga sekarang kami masih menjalin hubungan baik dan terus berkabar satu sama lainnya. Sambutan dari anak–
anak di Desa terasa begitu hangat sejak awal saya dan teman–teman mengenal mereka. Tiada hari tanpa candaan dan kehebohan yang dilakukan oleh mereka baik di lingkungan sekolah maupun di posko 086, yang tentunya akan sangat saya rindukan nantinya.
Selain itu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya ketika saya diberi tanggung jawab untuk mengajar di Yayasan PAUD Cerdas yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal saya dan teman–teman 086. Mengajar anak–anak usia 3 –5 tahun tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukan, perlu kesabaran dan kelembutan hati maupun perbuatan ketika menghadapi berbagai karakter anak–anak PAUD yang bermacam–macam. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini dan memperoleh pengalaman berharga selama mengajari anak–anak usia dini di Desa Sipak. Mulai dari menghadapi anak yang sulit untuk berinteraksi dengan sekitar sampai menghadapi anak yang terlalu aktif dan cukup sulit untuk dikendalikan. Saya mendapat pembelajaran melalui ibu–ibu guru PAUD yang begitu sabar dalam mengajar, dan sangat diperlukan rasa kasih saying ketika berintraksi dengan anak–anak agar sampai hati mereka untuk memahami apa yang dijelaskan.
Saya juga berkesempatan untuk mengajar di Pengajian Anak –Anak di kediaman Ki Jaka dan Umi. Nampak anak–anak begitu antusias menyambut kedatangan saya dan teman–teman untuk membantu Ki Jaka mengajar mengaji. Alhamdulillah Ki Jaka merasa terbantu dengan kedatangan saya dan teman –teman. Dan yang membuat saya terkesan yaitu banyak diantara anak –anak tersebut yang telah lancar membaca mushaf Al –Qur’an. Semoga Ki Jaka dan Umi selalu diberikan kesehatan agar terus bisa memberikan ilmunya kepada anak–anak Desa Sipak. Selain pengalaman tersebut, saya juga memiliki pengalaman mengajar PBB (Pelatihan Baris–Berbaris) di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Muncang, Kecamatan Jasinga. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa dan siswi kelas 4, 5, dan 6 yang akan diikutsertakan pada lomba 17 Agustus. Semangat mereka untuk latihan di pagi hari selama sepuluh hari lamanya terlihat semakin memanas ketika mulai mendekati waktu perlombaan di GOR Jasinga. Acara perlombaan berjalan dengan lancar. Walapun tidak mendapatkan gelar juara, tapi kami sangat bersyukur telah memiliki pengalaman berharga ini.
Kemudian salah satu dari rencana kegiatan selama KKN–PpMM, saya akan melakukan beberapa tindakan langkah untuk memajukan usaha dan mengembangkan keterampilan masyarakat setempat sebagai peran pengabdian saya di Desa atau wilayah yang akan diamanahkan oleh pihak kampus kepada saya. Kegiatan yang akan diadakan yaitu program “Seminar dan Penyuluhan Kewirausahaan”. Usaha yang akan dilakukan guna memajukan usaha masyarakat yaitu menciptakan lapangan pekerjaan sumber daya manusia dalam bentuk Usaha Kecil Menengah. Usaha Kecil dan Menengah atau UKM merupakan suatu bentuk usaha kecil yang dibangun oleh masyarakat yang terbentuk atas inisiatif seseorang. Masyarakat yang dimaksud di sini adalah mereka yang belum termasuk sebagai kalangan atas, mampu atau orang kaya. Dengan adanya UKM, tentu memiliki peran penting bagi suatu individu maupun negara. UKM dapat dikatakan sebagai penyedia lapangan pekerjaan secara luas bagi masyarakat dan juga mengurangi dan mengatasi pengangguran. Secara khusus di Indonesia, UKM telah berperan besar pada perpajakan negara Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa UKM sangat berperan dalam membantu dan membangun pertumbuhan, perkembangan dan pembangunan di Indonesia. Rencana kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kompetensi akademik ekonomi dan bisnis serta keterampilan membuat makanan ringan yang enak dengan biaya yang efisien. Kegiatan ini akan dilakukan selama satu hari bertempat di Kantor Desa Sipak, diawali dengan pemberian materi dan pengalaman oeh pembicara yang telah berpengalaman di bidang usaha sampai praktik pembuatan bisnis sebagai bentuk implementasi pelatihan kewirausahaan yang akan dijalankan yaitu berupa menjual makanan ringan, membuat bros dari bahan flannel, dan membuat lampu hias. Syukur Alhamdulillah peserta seminar memahami materi dan pelatihan kewirausahaan sekaligus mengimplementasikan praktik dengan baik.
Kemudian program kegiatan lainnya, yaitu mengajar bimbingan di rumah kontrakan KKN 086. Waktu belajar yang telah ditentukan yaitu mulai dari pukul 19:00 sampai dengan pukul 20.00 di hari Minggu, Selasa, dan Kamis. Adapun kegiatan bimbingan belajar ini akan terus berlangsung selama masa pengabdian KKN. Pengalaman ini tak terlupakan bagi saya karena anak–anak tingkat sekolah dasar dan tingkat menengah pertama memperoleh pembelajaran dengan baik dan menyenangkan. Mereka semua merupakan anak–anak yang berpotensi dan memiliki kemampuan baik
dalam memahami pembelajaran yang saya dan teman–teman sampaikan. Selain kegiatan mengajar tersebut, saya dan teman–teman KKN 086 juga mengadakan kegiatan menonton film bersama setelah jam kegiatan mengajar telah usai. Film yang diputarkan merupakan film yang bermanfaat dan bersifat mendidik bagi mereka.
Program lainnya masih berkaitan dengan program di PAUD Cerdas RW 07, pada hari Jum’at diadakan Penyuluhan dan Pengajian Ibu wali Murid. Acara ini diadakan dengan menghadirkan Ustadzah Enok sebagai penyampai tausiah, dan saya sebagai pengisi materi mengenai penyuluhan bagaimana cara mendidik anak usia dini dengan benar dan selanjutnya memberikan pelatihan keterampilan membuat bros bagi kalangan ibu–ibu wali Murid. Ibu –ibu wali Murid dapat memahami bagaimana cara mendidik anak usia dini dengan baik, dan sekaligus mendapat pembelajaran ilmu keterampilan membuat bros.
Saya dan teman–teman juga ikut berpartisipasi memeriahkan acara 17 Agustus di Desa Sipak. Di minggu ketiga, Program kegiatan baru yang telah terealisasi yaitu “Program Sipak Cup” yang merupakan bagian dari acara 17 Agustus, dan telah dimulai pada tanggal 10 Agustus 2016 hingga 18 Agustus. Bertempat di lapangan belakangan Kantor Desa Sipak. Program kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama dengan kelompok 084 dan 085 yang juga mengabdi di Desa Sipak ini. Pertandingan bola terselenggara dengan tertib dan menyenangkan. Kemudian lomba–lomba lainnya masih berkaitan dengan acara 17 Agustus, yaitu lomba yang diikuti oleh peserta anak–anak. Lomba–lomba tersebut diantaranya lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku ke dalam botol, dan lomba mengambil koin. Lomba ini diadakan pada tanggal 14 Agustus 2016 di hari Minggu tepat di hari anak–anak tidak memiliki kegiatan di sekolah. Peserta anak–anak diikuti mulai dari anak–anak yang dtinggal di RW 01 sampai 10. Kegiatan perlombaan berjalan dengan lancar. Selain mengadakan lomba 17 Agustus, saya dan teman–teman 086 juga turut berpartisipasi menjadi peserta lomba di lingkungan RW 07. Perlombaan yang diikuti diantaranya lomba membawa kelereng dan merias wajah. Pengalaman 17 Agustus yang begitu berkesan di Desa Sipak. Hanya di sini saya dan teman–teman KKN 086 merasa benar–benar menikmati kehangatan dalam memeriahkan HUT RI di tahun 2016 ini.
Program lainnya yaitu pemasangan “Plang Kampung Muncang” pada tanggal 10 Agustus 2016. Program ini dikerjakan selama satu hari dan pemasangan diresmikan oleh kepala Dusun Muncang, Pak Uding. Suatu kebanggan tersendiri bagi saya yang telah mendirikan sebuah plang nama kampung Muncang pada kesempatan KKN ini. Selain itu juga saya dan teman–teman 086 mengadakan program pengadaan Tong Sampah di RW 07, 08, 09. Progres ini dimulai dengan mengecat tong sampah terlebih dahulu sebelum diserahkan ke tiap bagian RW. Sehingga masyarakat Desa Sipak dapat memanfaatkan fasilitas tong sampah ini sebagai tempat pembuangan sampah yang layak, dan mengajarkan kepada masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan ke bantaran sungai dan sekitarnya. Masyarakatpun juga turut mendukung program ini dan ikut membantu proses pengecatan hingga peresmian pemakaian tong sampah yang dipimpin oleh ketua RT dan kepala dusun Desa Sipak di samping PAUD Cerdas pada tanggal 23 Agustus. Kemudian selain mengadakan fasilitas tong sampah, saya dan teman –teman juga mengadakan pengadaan fasilitas Taman Baca Masyarakat yang bertempat di Posyandu Edelwis pada tanggal 24 Agustus 2016. Ini merupakan program kerjasama dengan kelompok 084, dan 085 yang juga turut menyumbangkan sejumlah buku–buku bacaan yang bermanfaat bagi kalangan anak–anak maupun kalangan umum. Kami juga meningalkan beberapa perlengkapan shalat seperti mukena dan sarung untuk beberapa masjid di wilayah RW 07, 08, 09, dan 010. Karena kurang tersedianya perlengkapan shalat di masjid –masjid di wilayah Desa Sipak. Alhamdulillah masyarakat pun mendukung kegiatan ini.
Di hari–hari terakhir pelaksanaan KKN–PpMM di Desa Sipak, saya dan teman–teman kelompok 086 melakukan perpisahan kepada masyarakat. Mulai dari tempat kami mengajar di sekolah MI, MD, PAUD, dan tempat pengajian di kediaman Ki Jaka. Waktu terasa begitu singkat rasanya setelah satu bulan lamanya saya dan teman –teman mengabdi di Desa yang damai ini. 4. Bila Saya menjadi Bagian Penduduk Desa
Sudah 30 hari lamanya masa pengabdian kelompok 086 ini menjalankan kewajibannya di wilayah desa yang diamanahi oleh pihak PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Begitu banyak kesan yang diciptakan selama masa KKN berlangsung. Jika saya masih diberi kesempatan untuk mengabdi di Desa Sipak, saya akan terus melanjutkan kegiatan mengajar
untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak –anak, dan juga memberikan penyuluhan secara berkala tiap beberapa waktu sekali untuk menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan Desa Sipak dari bahaya sampah yang bertumpukan di bantaran sungai. Dan juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai wujud dari iman seseorang yang sesuai dengan pribahasa ‘Kebersihan sebagian dari Iman’. Maka dengan begitu, impian untuk mewujudkan masyarakat yang berpendidikan dan beragama dapat terealisasi di Desa ini. Begitu banyak pondok pesantren yang saya temui di sekitar, menumbuhkan harapan akan perkembangan nilai budaya dan agama yang dapat terus terjaga.
Selain itu, bagi saya pentingnya pemberian ilmu mengenai cara mendidik anak yang baik oleh para orang tua sangatlah penting. Cara mendidik anak harus dipahami secara menyeluruh bukan hanya sepenggal– sepenggal saja. Agar anak tumbuh dengan utuh baik secara intelektual, spiritual, dan emosional. Maka mendidik anak seharusnya berupa upaya mengajak dan memotivasi anak kearah positif untuk berani meenukan hal– hal baru secara intelektual, spiritual, dan emosionalnya. Ketiganya jangan dipisahkan apalagi dihilangkan. Menurut saya, kesalahan yang umum dilakukan orangtua adalah mereka merasa telah cukup hanya dengan memasukan anak kesekolah. Toh mereka juga diajari di sekolahan berbagai hal. Pada posisi ini maka kemungkinan gagal dalam mendidik anak sudah di depan mata. Seharusnya tanggung jawab sebagai orang tua dalam mendidik anak yang berkualitas tidak bisa sampai di situ saja. Orang tua harus menyadari sepenuhnya bahwa buah hati mereka akan menyerap setiap hal dan kejadian disekitarnya maka dari itu contoh terbaik adalah lingkungan keluarga. Penyuluhan mengenai cara mendidik anak usia dini telah saya adakan di PAUD Cerdas bersama dengan teman–teman KKN 086. Saya berharap semoga ilmu–ilmu yang telah disampaikan bermanfaat bagi masyarakat Desa Sipak.