• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

5.1. Pelaksanaan Penelitian

5.2.2. Persepsi Masyarakat

5.2.2.1. Gambaran Persepsi Masyarakat tentang Peran Perawat

Perhitungan statistik persepsi total responden tentang peran perawat puskesmas dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5.1 Distribusi Statistik Responden pada Variabel Persepsi Masyarakat tentang Peran Perawat Puskesmas Bintara Tahun 2012

(n=96)

Kategori Perhitungan Statistik

Mean Median SD Minimal Maksimal Skewness Standar error

Persepsi 74,22 74,00 10,772 56 97 0,185 0,246

Hasil tabel 5.1 merupakan hasil statistik dari persepsi total masyarakat. Peneliti menggunakan cut of point untuk mengkategorikan persepsi responden. Persepsi positif apabila total skor yang diperoleh ≥ cut of

point, persepsi negatif apabila total skor yang diperoleh < cut of point. Cut of point diperoleh dengan menghitung nilai tengah dari total skor

responden. Cut of point menggunakan mean apabila data terdistribusi normal dan menggunakan median apabila data tidak terdistribusi normal. Penentuan data terdistribusi normal atau tidak diketahui dengan membagi skewness dengan standar error. Data terdistribusi normal apabila hasil bagi skewness dengan standar error ≤ 2.

Hasil pembagian skewness terhadap standar error pada penelitian adalah 0,75. Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa data penilitian ini terdistribusi normal, sehingga cut of point pada penelitian ini menggunakan mean, yaitu 74,22. Oleh karena itu, persepsi positif

apabila total skor yang diperoleh ≥ 74,22, dan persepsi negatif apabila total skor yang diperoleh <74,22. Kategori persepsi masyarakat tentang peran perawat Puskesmas Kelurahan Bintara dapat dilihat pada tabel 5.7 berikut:

Gambar 5.6 Distribusi Persepsi Masyarakat tentang Peran Perawat Puskesmas di Kelurahan Bintara Kota Bekasi Tahun 2012

Hasil di atas menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat pengunjung Puskesmas Bintara memiliki persepsi yang hampir seimbang antara persepsi positif dan negatif, dengan selisih 10.4% untuk persepsi positif.

55.20% 44.80% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% Positif Negatif Persepsi

38

Universitas Indonesia 5.2.2.2. Gambaran Persepsi Masyarakat tentang Masing-masing Peran

Perawat

Persepsi masyarakat untuk masing-masing peran perawat puskesmas dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut:

Tabel 5.2 Gambaran Persepsi Masyarakat tentang Masing-masing Peran Perawat Puskesmas di Kelurahan Bintara Kota Bekasi Tahun 2012

(n=96)

Persepsi terhadap Peran Frekuensi Persentase (%) Peran Pemberi Asuhan

Keperawatan Positif Negatif

Peran Penemu Kasus Positif

Negatif

Peran Pendidik Kesehatan Positif Negatif 57 orang 39 orang 61 orang 35 orang 56 orang 40 orang 59,4 40,6 63,5 36,5 58,3 41,7 Peran Koordinator &

Kolaborator Positif Negatif 53 orang 43 orang 55,2 44,8 Peran Konselor Positif Negatif 52 orang 44 orang 54,2 45,8 Peran Panutan Positif Negatif 64 orang 32 orang 66,7 33,3

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif pada setiap peran perawat puskesmas. Sebagian besar persepsi masyarakat terhadap peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan positif yaitu sebanyak 57 orang (59,4%). Persepsi masyarakat terhadap peran perawat sebagai penemu kasus juga positif yaitu sebanyak 61 orang (63,5%). Selain itu, persepsi terhadap peran perawat sebagai pendidik kesehatan mayoritas positif sebanyak 56 (58,3%), dan untuk peran sebagai koordinator & kolaborator sebanyak 53 orang (55,2%).

Hal ini juga sejalan dengan persepsi masyarakat terhadap peran perawat sebagai konselor dan panutan yang mayoritas positif, yaitu sebanyak 52 orang (54,2%) untuk peran konselor dan sebanyak 64 orang (66,7%) untuk peran sebagai panutan. Di antara ke enam peran utama perawat puskesmas, peran yang memiliki persentase terbesar adalah peran sebagai panutan dengan jumlah 64 orang (66,7%). Sedangkan peran sebagai konselor memiliki jumlah persentase terendah yaitu 52 orang (54,2%).

40 Universitas Indonesia BAB 6

PEMBAHASAN

Bab ini merupakan pembahasan hasil penelitian yang diperoleh. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2012 pada masyarakat pengunjung puskesmas di Kelurahan Bintara. Pembahasan merupakan penjelasan rincian dari hasil penelitian yang dikaitkan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian dibandingkan dan diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya maupun dengan konsep atau teori yang ada. Penjelasan hasil ini berupa analisis univariat dari variabel penelitian.

Analisis univariat dalam penelitian ini terdiri dari karakteristik responden yaitu usia, jenis kelamin, suku bangsa, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan variabel persepsi masyarakat secara umum terhadap peran perawat serta persepsi masyarakat terhadap enam peran utama perawat puskesmas yaitu peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, penemu kasus, pendidik kesehatan, koordinator dan kolaborator, konselor, dan panutan.

6.1. Interpretasi dan Pembahasan Hasil Penelitian 6.1.1. Karakteristik Responden Penelitian

Karakteristik responden pada penelitian ini meliputi suku bangsa, jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Mayoritas responden bersuku Jawa sebanyak 50%. Suku Jawa merupakan suku terbanyak dan tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia terutama di perkotaan yaitu berjumlah 48,8 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2010). Kota Bekasi merupakan salah satu kota di Indonesia yang menjadi pilihan favorit masyarakat Jawa untuk tinggal dan bekerja sehingga suku Jawa banyak terdapat di Kota Bekasi. Suku merupakan salah satu aspek sosial budaya masyarakat. Sobur (2003) mengungkapkan bahwa sosial budaya merupakan faktor personal yang mempengaruhi persepsi seseorang. Karakter suku Jawa sendiri cenderung mudah untuk menerima pelayanan keperawatan yang diberikan di puskesmas sehingga akan mempengaruhi persepsi.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jenis kelamin responden didominasi oleh perempuan yaitu sebanyak 60,4%. Karakter perempuan cenderung mudah menerima pelayanan yang diberikan puskesmas, dan karakter merupakan faktor fungsional yang mempengaruhi persepsi (Sobur, 2003). Selain itu, sebagian besar responden berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu sebanyak 44,8%. Pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan responden (Notoatmojo, 2010), dan pengetahuan akan mempengaruhi responden dalam menilai pelayanan keperawatan yang diterima. Selain itu, mayoritas responden bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) yaitu sebanyak 49%. Hal ini karena mayoritas pengunjung puskesmas berjenis kelamin perempuan dan bekerja sebagai IRT.

Karakteristik selanjutnya adalah usia. Mayoritas responden berada pada usia dewasa tengah (40-59 tahun) yaitu sebanyak 59,4%. Hal ini sejalan dengan usia mayoritas masyarakat Kota Bekasi yang berada pada rentang usia dewasa. Sesuai dengan faktor personal yang mempengaruhi persepsi yaitu pengalaman (Sobur, 2003), hal ini menunjukkan bahwa usia dewasa tengah memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan usia dewasa muda karena seiring berjalannya waktu maka pengalaman yang diperoleh individu akan semakin banyak. Pengalaman tersebut akan mempengaruhi persepsi individu terhadap pelayanan keperawatan yang diterima di puskesmas.

Dokumen terkait