BAB V ANALISIS DATA
5.3. Respon Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Terhadap
5.3.1. Persepsi
1. Informasi tentang RSUD Lukas Hilisimaetano Memberikan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta BPJS Kesehatan Mandiri
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti mengenai informasi tentang RSUD Lukas Hilisimaetano memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri,
85
diketahui bahwa keseluruhan responden mengetahui tentang informasi tersebut. Tahu dalam hal ini yaitu responden benar telah mengetahui bahwasanya RSUD Lukas Hilisimaetano merupakan partner BPJS Kesehatan, yang memberikan jaminan kepada seluruh peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatannya. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka mengetahui informasi ini sudah lama sejak awal tahun 2014 dimana PT. ASKES beralih menjadi BPJS Kesehatan. Hal tersebut mendukung hasil penelitian yaitu dimana keseluruhan responden benar telah mengetahui informasi mengenai RSUD Lukas Hilisimaetano sebagai partner BPJS Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh peserta.
2. Sumber Informasi tentang RSUD Lukas Hilisimaetano Memberikan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta BPJS Kesehatan Mandiri
Data distribusi responden berdasarkan sumber informasi awal responden mengetahui bahwa RSUD Lukas Hilisimaetano memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri disajikan dalam tabel 5.9 berikut ini :
Tabel 5.9
Distribusi berdasarkan Informasi Awal tentang
RSUD Lukas Hilisimaetano Memberikan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta BPJS Kesehatan Mandiri
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (%) 1. 2. 3. 4. Sosialisasi pihak BPJS Puskesmas Surat Kabar Lain-lain 12 37 1 2 23,08 71,15 1,92 3,85 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
86
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.9 mayoritas responden yaitu sebanyak 37 responden menjawab Puskesmas sebagai tempat pertama sekali mereka mengetahui informasi awal mengenai RSUD Lukas Hilisimaetano memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri. Menurut hasil wawancara dengan pihak Rumah Sakit, sebelum peserta menikmati pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit, mereka wajib lebih dulu meminta surat rujukan dari Puskesmas terdekat. Hal ini juga merupakan prosedur yang harus dipatuhi oleh peserta BPJS Kesehatan sebelum menikmati langsung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Sehingga, kebanyakan responden mengetahui informasi dari Puskesmas bahwa RSUD sebagai tempat rujukan tingkat lanjutan memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan khususnya mandiri.
Selain itu, 12 orang responden menjawab sosialisasi dari pihak BPJS Kesehatan sebagai media yang memberikan informasi terbaru mengenai pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri. Hal ini dikarenakan beberapa responden memiliki antusias yang tinggi terhadap program jaminan kesehatan terbaru dari pemerintah yang saat ini dikenal dengan BPJS Kesehatan, sehingga setiap ada sosialisasi dari pihak BPJS Kesehatan mereka selalu menyempatkan diri untuk hadir. Sosialisasi dilaksanakan di Rumah Sakit yang cara penyampaiannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Penyampaian secara langsung dilaksanakan dengan bertatap muka langsung dengan peserta, dengan bantuan slide presentasi untuk mempermudah kegiatan sosialisasi. Sedangkan sosialisasi secara tidak langsung melalui spanduk
87
dan brosur yang dibagikan kepada setiap peserta yang berkunjung ke Rumah Sakit. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta, diketahui bahwa mereka telah 3 kali mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Peserta yang mengikuti sosialisasi akan mendapatkan informasi-informasi penting mengenai seputar kegiatan ataupun program yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan peserta.
3. Pemahaman tentang Arti Pelayanan Kesehatan
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden tentang arti pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di RSUD Lukas Hilisimaetano disajikan dalam tabel 5.10 berikut ini :
Tabel 5.10
Distribusi Berdasarkan Pemahaman tentang Arti Pelayanan Kesehatan
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2 3 Paham Kurang Paham Tidak Paham 7 20 25 13,46 38,46 48,08 Jumlah 52 100,00 Sumber: Kuesioner, 2015
Pengetahuan responden tentang informasi awal mengenai RSUD Lukas Hilisimaetano memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri akan menimbulkan tanggapan tentang pemahaman dari arti pelayanan kesehatan itu sendiri. Paham dalam hal ini yaitu responden mengetahui bahwa
88
pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan secara bersama-sama untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan.
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.10 menunjukkan bahwa mayoritas responden banyak yang tidak paham mengenai arti pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Tidak paham merupakan opsi jawaban dimana responden sama sekali tidak mengetahui arti dari pelayanan kesehatan itu sendiri. Hasil dari wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui selama ini responden hanya menikmati dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang diberikan tanpa memahami apa sebenarnya arti dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pihak RSUD. Selain itu ada 20 responden yang kurang paham tentang arti pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Kurang paham merupakan opsi jawaban dimana responden hanya mengetahui bahwa pelayanan kesehatan adalah upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan individu dari penyakit yang dideritanya.
4. Pengetahuan tentang Jenis-Jenis Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Data distribusi responden berdasarkan pengetahuan responden tentang jenis-jenis pelayanan kesehatan yang disediakan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano disajikan dalam tabel 5.11 berikut ini :
89 Tabel 5.11
Distribusi Berdasarkan Pengetahuan tentang Jenis-jenis Kegiatan Pelayanan Kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1. 2. Tahu Tidak Tahu 35 17 67,31 32,69 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.11 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu berjumlah 35 orang mengetahui dengan jelas jenis-jenis kegiatan pelayanan kesehatan yang disediakan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano. Tahu dalam hal ini yaitu responden mengetahui jenis-jenis kegiatan pelayanan kesehatan tersebut antara lain: Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL). RJTL meliputi konsultasi medis, pemeriksaan fisik, radiologi, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kehamilan, tindakan medis kecil dan sedang serta pemberian obat. Sedangkan RITL meliputi rawat inap, operasi sedang dan besar, serta pemberian obat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui responden mengetahui dengan jelas keseluruhan jenis-jenis kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dikarenakan sering melihat dokter atau petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan tersebut kepada pasien ataupun responden pernah memanfaatkan jenis kegiatan pelayanan kesehatan tersebut.
90
Selain itu, ada 17 responden yang tidak tahu jenis-jenis pelayanan kesehatan yang disediakan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui bahwa walaupun responden pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano, mereka tidak tahu apa saja jenis pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya. Hal ini dikarenakan responden kurang peduli ataupun tidak adanya rasa ingin tahu tentang jenis-jenis kegiatan pelayanan kesehatan yang disediakan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano.
5. Pengetahuan tentang Manfaat Pelayanan Kesehatan
Data distribusi responden berdasarkan pengetahuan responden tentang manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano disajikan dalam tabel 5.12 berikut ini :
Tabel 5.12
Distribusi Berdasarkan Pengetahuan tentang Manfaat Pelayanan Kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1. 2. Tahu Tidak Tahu 35 17 67,31 32,69 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.12 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu berjumlah 35 orang mengetahui manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano. Manfaat pelayanan
91
kesehatan yang diberikan oleh RSUD yaitu antara lain menyembuhkan penyakit, memulihkan kesehatan, memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dalam suatu kelompok dan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui bahwa responden yang berjumlah 35 orang mengetahui dengan jelas manfaat pelayanan tersebut, karena telah merasakan manfaat pelayanan kesehatan itu sendiri dalam kehidupannya.
Selain itu, terdapat 17 responden yang tidak tahu tentang manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak RSUD. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui bahwa sebagian responden yang tidak tahu manfaat pelayanan kesehatan tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan yang didukung oleh rendahnya pendidikan. Penyebab lainnya yaitu karena responden juga kurang merasakan manfaat pelayanan kesehatan tersebut dalam dirinya, atau kurang puas menerima pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya. Sehingga, responden tidak mengetahui dengan jelas apa sebenarnya manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter ataupun petugas kesehatan lainnya.
6. Pemahaman tentang Prosedur Memperoleh Pelayanan Kesehatan
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden tentang prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri disajikan dalam tabel 5.13 berikut ini :
92 Tabel 5.13
Distribusi terhadap Pemahaman tentang Prosedur Memperoleh Pelayanan Kesehatan
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1. 2. Tahu Tidak Tahu 44 8 84,62 15,38 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.13 menunjukkan bahwa hampir semua responden (85%) mengetahui dengan jelas prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano. Prosedur pelayanan yang diharapkan yaitu peserta datang ke Rumah Sakit dengan menunjukkan nomor identitas peserta JKN dan surat rujukan dari Puskesmas/Klinik yang telah terdaftar sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kemudian peserta menerima Surat Eligibilitas Peserta (SEP) untuk mendapatkan pelayanan, baik pelayanan rawat jalan atau rawat inap sesuai dengan indikasi medis.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka mengetahui dengan jelas prosedur memperoleh pelayanan kesehatan tersebut karena apabila peserta tidak mengikuti prosedur yang ada maka petugas Rumah Sakit tidak akan memberikan pelayanan kesehatan. Pengetahuan responden mengenai prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan juga sangat membantu pihak RSUD karena terlengkapinya syarat-syarat administrasi pasien,
93
sehingga tidak ada kesulitan dalam mendata pasien yang telah menerima pelayanan kesehatan (rekam medik).
Selain itu, terdapat 8 responden yang tidak tahu prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka tidak tahu prosedur pelayanan kesehatan di Rumah Sakit karena biasanya mereka dibantu oleh saudara atau perawat ketika proses pendaftaran pasien. Sehingga mereka tidak tahu menahu prosedur dan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi peserta. Hal tersebut dijumpai pada orang tua yang sakit dan tidak mampu lagi mengurus diri sendiri, sehingga butuh bantuan orang lain.
7. Pemahaman Responden tentang Penjelasan Dokter
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden tentang pemahaman responden tentang penjelasan yang diberikan dokter atau petugas kesehatan lainnya mengenai penyakit yang diderita disajikan dalam tabel 5.14 berikut ini :
Tabel 5.14
Distribusi berdasarkan Pemahaman tentang Penjelasan Dokter/Petugas Kesehatan Lainnya Mengenai Penyakit Yang Diderita
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1. 2. Paham Kurang Paham 48 4 92,31 7,69 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
94
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.14 menunjukkan bahwa hampir keseluruhan responden yakni 92,31% memahami penjelasan yang diberikan oleh dokter ataupun petugas kesehatan lainnya mengenai penyakit yang diderita. Paham tentang penjelasan yang diberikan oleh dokter ataupun petugas kesehatan lainnya dalam hal ini meliputi responden memahami sebab penyakit yang dideritanya, proses penyembuhan penyakit yang dideritanya dan penggunaan obat yang diresepkan oleh dokter. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden yang telah berkonsultasi dengan dokter, mereka memahami dengan baik penjelasan yang diberikan oleh dokter meliputi hal-hal tersebut. Pemahaman responden ini sangatlah penting untuk menilai ketepatan diagnosa yang diberikan oleh dokter. Selain itu, pemahaman tentang penjelasan mengenai penyakit yang diderita juga penting karena dengan mengetahui penyakit yang diderita maka responden akan berusaha untuk berperilaku hidup sehat supaya tidak mudah terserang penyakit.
Tabel di atas juga menyajikan data adanya 4 responden yang kurang paham tentang penjelasan yang diberikan dokter atau petugas kesehatan lainnya mengenai penyakit yang diderita. Kurang paham dalam hal ini, responden hanya memahami penggunaan obat yang diresepkan oleh dokter tanpa memahami penjelasan dokter mengenai penyakit yang pada saat itu dideritanya. Menurut hasil wawancara dengan responden yang kurang paham, hal ini terjadi karena rasa sakit yang diderita sehingga tidak memperdulikan penjelasan dokter, mereka hanya fokus pada bagaimana cara penggunaan obat yang diresepkan oleh dokter supaya sakitnya segera sembuh. Selain itu, usia yang sudah senja berpengaruh pada daya tangkap responden yang lemah. Meskipun demikian, data menunjukkan
95
tidak ada responden yang menjawab tidak paham tentang penjelasan dokter atau petugas kesehatan lainnya.
8. Tanggapan Responden tentang Keseluruhan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Data distribusi responden berdasarkan tanggapan responden secara keseluruhan tentang pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano disajikan dalam tabel 5.15 berikut ini :
Tabel 5.15
Distribusi berdasarkan Tanggapan Secara Keseluruhan tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1. 2. 3. Baik Kurang Baik Tidak Baik 38 12 2 73,08 23,08 3,84 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.15 menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan tanggapan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan secara keseluruhan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Adapun jumlah responden yang memberikan tanggapan yang baik yaitu 38 orang (73,08%). Syarat pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang baik dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, bersifat berkesinambungan artinya tersedia setiap saat, dapat diterima dan dicapai oleh seluruh pemakai jasa pelayanan
96
kesehatan dan menyembuhkan pasien. Menurut hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka memberikan tanggapan yang baik terhadap keseluruhan pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano karena mereka merasakan pelayanan kesehatan tersebut telah memenuhi syarat pelayanan kesehatan yang baik.
Tabel di atas juga menunjukkan adanya 12 orang responden yang memberikan tanggapan kurang baik terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Pelayanan kesehatan yang kurang baik menurut hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden dikarenakan pelayanan kesehatan tersebut tidak berkesinambungan dalam artian tidak tersedia setiap saat pada saat dibutuhkan. Sebagian responden mungkin tidak merasakan pelayanan kesehatan yang tersedia setiap saat, baik menurut waktu dan ataupun kebutuhan. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurangnya kesigapan petugas kesehatan dalam menangani pasien yang pada saat itu sangat membutuhkan bantuan medis. Walaupun demikian, mereka merasakan kesembuhan atas pelayanan kesehatan yang diberikan. Sehingga, 12 responden menyatakan secara keseluruhan pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano kurang baik.
Responden yang menyatakan keseluruhan pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano tidak baik, yaitu berjumlah 2 responden. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan responden tersebut, pelayanan kesehatan yang dilaksanakan tidak memenuhi syarat pelayanan kesehatan yang baik dan tidak memuaskan pasien. Hal ini terjadi karena responden tidak pernah merasakan kepuasan setiap kali menerima pelayanan
97
kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano, baik dari waktu, kebutuhan dan tingkat kesembuhan yang dirasakan oleh responden. Keseluruhan tanggapan responden yang berbeda-beda tersebut sangatlah menentukan citra dan kualitas pelayanan kesehatan suatu Rumah Sakit, sehingga alangkah baiknya jika pelayanan kesehatan tersebut memenuhi syarat pelayanan kesehatan yang baik.