• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perseroan Terbatas

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 65-74)

Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para

pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi.

Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

2.6.1 Mekanisme Pendirian Perseroan Terbatas

Pendirian sebuah PT harus menggunakan akta resmi (akta yang dibuat oleh notaris) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

• Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan

• Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang

• Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No.1 Tahun 1995 & UU No.40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai Perseroan Terbatas (UU No.1 tahun 1995), Perseroan Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat. Akan tetapi, setelah berlakunya UU No.1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982). Dengan kata lain, Perseroan Terbatas tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri. Tetapi, perkembangan selanjutnya sesuai UU No.40 tahun 2007, dikatakan bahwa kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan juga.

Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) tetap berlaku. Pada saat UU No.1 tahun 1995 berlaku, pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan. Tetapi sesuai dengan UU No.40 tahun 2007, pengumuman tersebut diubah menjadi kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM.

Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri, serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian, dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya.

Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat

modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para pendiri persero. Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.

2.6.2 Pembagian Perseroan Terbatas

2.6.2.1 Perseroan Terbatas terbuka

Perseroan (Terbatas) terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham, dan setiap orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.

2.6.2.2 Perseroan Terbatas tertutup

Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu, misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas, dan tidak dijual kepada umum.

2.6.2.3 Perseroan Terbatas kosong

Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.

2.6.3 Pembagian Wewenang Dalam Perseroan Terbatas

Dalam perseroan terbatas, selain kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal terpisah, terdapat pula pemisahan antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (profesional).

Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan komisaris.

Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat besar (diatas 50%) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan.

Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur

direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak.

Dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), semua pemegang saham, sebesar atau sekecil apapun sahamnya, memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar suara miliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan.

Berikut adalah hal-hal yang dibahas dalam RUPS:

• Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris

• Memberhentikan direksi atau komisaris

• Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris

• Mengevaluasi kinerja perusahaan

• Memutuskan rencana penambahan/pengurangan saham perusahaan

• Menentukan kebijakan perusahaan

• Mengumumkan pembagian laba (dividen)

2.6.4 Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas

Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah:

1. Kewajiban terbatas. Tidak seperti partnership, pemegang saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang "terbatas"

tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. Hal ini tidak hanya mengijinkan perusahaan untuk berjalan dalam usaha yang beresiko, tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan saham perusahaan.

2. Masa hidup abadi. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya, pejabat atau direktur. Ini menyebabkan stabilitas modal, yang dapat menjadi investasi dalam proyek yang lebih besar, dan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada aset perusahaan, dan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran.

3. Efisiensi manajemen. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspansi. Dengan menempatkan orang yang tepat, akan didapatkan efisiensi maksimum dari modal yang ada. Selain itu, dengan adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan, terlihat tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan jelas.

2.6.5 Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas

Kelemahan utama perusahaan berbentuk perseroan terbatas adalah kerumitan perizinan dan organisasi. Untuk mendirikan sebuah PT tidaklah mudah. Selain biayanya yang tidak sedikit, PT juga membutuhkan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. Dengan besarnya perusahaan tersebut, biaya pengorganisasian akan keluar sangat besar. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi dalam tingkat personel. Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan berkesan kaku.

2.7 Telekomunikasi

Dari struktur bahasa, telekomunikasi dapat diartikan secara instan sebagai komunikasi jarak jauh. Sedangkan arti telekomunikasi yang lebih dalam adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain.

2.7.1 Bentuk Telekomunikasi

Bentuk komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) dapat dibedakan menjadi:

1. Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex), pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin

komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh:

pager, televisi, dan radio.

2. Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex), pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh: telepon dan VoIP.

3. Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex), pengirim dan penerima informasi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan.

Contoh: Handy Talkie, FAX, SMS, dan Chat Room.

2.7.2 Komponen Dasar

Untuk bisa melakukan telekomunikasi, ada beberapa komponen dasar yang diperlukan untuk mendukungnya. Komponen-komponen dasar tersebut adalah:

1. Informasi (information). Informasi merupakan data yang dikirim/diterima, seperti suara, gambar, file, ataupun tulisan.

2. Pengirim (sender). Pengirim adalah sumber datangnya informasi.

Dalam komunuikasi elektronis, pengirim juga bertugas untuk merubah informasi menjadi sinyal listrik (dimodulasi) yang siap dikirim agar informasi dapat terkirim melalui media transmisi.

3. Media transmisi (transmission medium). Media transmisi adalah alat yang berfungsi mengirimkan dari pengirim kepada penerima. Bentuk

media transmisi bisa berupa benda padat, cair, gas, maupun ruang hampa. Contoh media transmisi antara lain adalah kabel, udara, dan lain-lain.

4. Penerima (receiver). Penerima adalah pihak yang menangkap transmisi informasi. Dalam komunikasi elektronis, penerima juga bertugas untuk mengubah sinyal listrik yang berisi informasi menjadi bentuk yang bisa dipahami oleh manusia, sesuai yang dikirimkan. Proses ini dinamakan proses demodulasi.

2.7.3 Analog dan Digital

Dalam merubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim, ada dua model yang dipakai. Pertama adalah merubah informasi ke sinyal analog, dimana sinyal berbentuk gelombang listrik yang continue (terus menerus), kemudian dikirim oleh media transmisi. Yang kedua adalah sinyal digital, dimana setelah informasi diubah menjadi sinyal analog, kemudian diubah lagi menjadi sinyal yang terputus-putus (discrete).

Sinyal yang terputus-putus dikodekan dalam sinyal digital yaitu sinyal "0"

dan "1". Dalam pengiriman sinyal melalui media transmisi, sinyal analog akan terkena gangguan (noise), sehingga di sisi penerima sinyal tersebut terdegradasi. Sementara untuk sinyal digital, selama gangguan tidak melebih batasan yang diterima (threshold), sinyal masih diterima dalam kualitas yang sama dengan pengiriman.

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 65-74)

Dokumen terkait