• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUASAAN PERALATAN UKUR

4.2. Pemeriksaan Peralatan Ukur

4.2.1. Persiapan Peralatan Ukur

Sebelum pelaksanaan pengukuran maka peralatan ukur dan peralatan pendukungnya harus disiapkan di lapangan, sehingga pelaksanaan pengukuran berjalan dengan baik. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi sangat memerlukan dukungan tim pengukuran meliputi pekerjaan staking out, marking, arahan, pengecekan dan mutual check.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 16 dari 92

4.2.1.1. Pengelompokan jenis pekerjaan berasarkan jenis pekerjaan.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan konstruksi bangunan gedung, keterlibatan pengukuran sangat diperlukan sejak awal sampai selesainya pekerjaan. Untuk pelaksanaan pengukuran tersebut diperlukan peralatan ukur utama dan peralatan pendukung secara garis besarnya dapat dilihat dalam tabel 1 berikut hubungan jenis peralatan berdasarkan pemakaiannya.

Tabel 1

Peralatan Utama Peralatan Pendukung Jenis Pekerjaan

1. Theodolite - Statif - Target

- Rambu ukur - Unting-unting

- Patok, cat, paku, palu - Payung - Alat komunikasi - ATK - Pengukuran poligon - Pengukuran beda tinggi

- Stake out horizontal - Monitoring/

pengarahan horizontal dan vertikal

- Marking 2. Total Station - Statif

- Target - Reflektor - Unting-unting

- Patok, cat, paku,palu - Payung - Alat komunikasi - ATK - Pengukuran poligon - Pengukuran beda tinggi

- Stake out horizontal - Monitoring/ pengarahan horizontal dan vertikal - Marking 3. Waterpass - Statif - Rambu ukur - Tataan bak ukur - Payung

- ATK

- Pengukuran beda tinggi/ketinggian - Stake out vertikal - Marking

4.2.1.2. Penyiapan peralatan ukur berdasarkan jenis pekerjaan.

Peralatan ukur utama yaitu : • Theodolite. • Total station. • Waterpass.

1. Theodolite.

Theodolite adalah suatu alat untuk mengukur sudut horisontal dan vertikal yang banyak dipakai dalam berbagai pekerjaan seperti : pemetaan, sipil, pertanahan, perpipaan dan lain-lainnya.

Sampai pada tingkat-tingkat tertentu, berbagai macam theodolite mempunyai perbedaan baik bagian dalamnya maupun penampilannya,

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 17 dari 92

tergantung dari pengerjaannya, pabrik pembuatannya dan lain-lain, akan tetapi secara umum mempunyai prinsip mekanisme yang sama seperti tertera pada gambar 4.1. Secara umum theodolite dapat dipisahkan menjadi bagian atas dan bagian bawah. Gambar 4.1 adalah contoh alat

theodolite yang banyak digunakan untuk keperluan di atas.

Gambar 4.1 Alat theodolite

Bagian atas terdiri dari :

a. Pelat atas yang langsung dipasangkan pada sumbu vertikal. b. Standar yang secara vertikal dipasangkan pada a.

c. Sumbu horisontal didukung oleh a dan b.

d. Teleskop tegak lurus sumbu horisontal dan dapat berputar mengelilingi sumbunya.

e. Lingkaran graduasi vertikal dengan sumbu horisontal sebagai pusatnya.

f. Dua buah (kadang-kadang hanya sebuah) nivo tabung, dengan sumbu-sumbunya yang saling tegak lurus satu dengan lainnya.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 18 dari 92

Bagian bawah terdiri dari : a. Pelat bawah.

b. Lingkaran graduasi.

c. Tabung sumbu luar dari sumbu vertikal yang dipasangkan tegak lurus terhadap lingkaran graduasi horisontal.

d. Pelat-pelat sejajar dan sekrup-sekrup penyipat-datar untuk menghorisontalkan theodolite secara keseluruhan.

Pelat atas dan pelat bawah dapat berputar mengelilingi sumbu vertikal dengan bebas dimana terdapat sekrup-sekrup tangens untuk sedikit menggeser kedua pelat tersebut. Agar dapat dipergunakan untuk pengukuran sudut vertikal, maka pada theodolite dipasang nivo teleskop dan dilengkapi pula dengan sekrup klem untuk mengencangkan teleskop dan sekrup tangennya.

Theodolite seperti yang terlihat pada gambar 4.2 dinamakan theodolite tipe sumbu ganda dan digunakan untuk pengukuran dengan ketelitian yang rendah. Terdapat pula theodolite yang tidak mempunyai klem bawah dan hanya mempunyai sumbu dalam, karena bagian yang berputar dengan tabung sumbu luar dan pelat atas sejajar disatukan. Tipe ini disebut theodolite tipe sumbu tunggal (lihat gambar 4.3).

Theodolite tipe ganda mempunyai dua buah sumbu pada bagian dalam dan bagian luar, sehingga memungkinkan pengukuran sudut dengan pengulangan (repetition) tertentu. Akan tetapi dalam pembuatannya di pabrik amatlah sulit untuk membuat sedemikian rupa sehingga kedua sumbu-sumbu tersebut sungguh-sungguh terpusat, maka theodolite tipe ini tidak cocok untuk pengukuran teliti. Theodolite tipe sumbu tunggal kadang-kadang disebut alat pengukuran satu arah dan theodolite tipe sumbu ganda disebut alat pengukuran dengan perulangan.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 19 dari 92

Gambar 4.2 theodolite (tipe sumbu ganda) Gambar 4.3 theodolite (tipe sumbu tunggal)

Bagian-bagian utama theodolite.

Bagian-bagian theodolite terdiri dari teleskop, nivo, lingkaran graduasi & pembacaan sudut horisontal, perlengkapan pengukur sudut vertikal, perlengkapan pengukur sipat-datar dan alat penegak.

a. Teleskop.

Teleskop terdiri dari bagian-bagiannya yaitu, benang silang, sistim pembidik dan tabung (lihat gambar 4.4)

Gambar 4.4 Teropong

I. Sistem lensa obyektif.

Kegunaan teleskop adalah untuk mengetahui arah sasaran (garis kolimasi). Karena itu disyaratkan agar bidang pandangan harus terang, pembesaran harus cukup memadai dan bayangan harus nyata. Bagian ini direncana sesuai dengan daya penglihatan mata (kira-kira 60 detik), graduasi dengan pembacaan yang teliti dan lain sebagainya.

Cahaya yang menimpa lensa, sebagian dipantulkan oleh permukaan lensa. Untuk mengurangi pantulan cahaya tersebut, maka lensa tersebut dilapisi dengan magnesium fluoride setebal ¼ panjang

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 20 dari 92

gelombang cahaya yang menimpa lensa tersebut sehingga berkas cahaya yang dipantulkan dari permukaan berlapis magnesium

fluoride dapat disimpangkan setengah panjang gelombang pantulan cahaya dari permukaan gelas secara bertahap untuk mengurangi jumlah pantulan cahaya. Pada sistem 5 lensa tanpa lapisan, bagian cahaya yang terpantul kembali adalah 20%, sedang sistem lensa dengan lapisan hanya 6% yang terpantul kembali yang berarti suatu perbaikan yang cukup besar juga.

Pada diameter lensa obyektif tertentu, dengan semakin meningkatnya pembesaran bayangan, maka bidang pandangan akan semakin buram. Karenanya, apabila cahaya yang melalui lensa diteliti, semakin pendek gelombang cahaya tersebut, maka cahaya terpantul akan semakin banyak pula (gambar 4.5). Karena sinar putih terdiri dari kombinasi dari berbagai cahaya yang mengandung bermacam-macam panjang gelombang, maka bayangan yang diperoleh menjadi buram. Fenomena ini dinamakan penyimpangan kromatik (chromatic). Apabila berkas cahaya sejajar menimpa sebuah lensa (gambar 4.6), berkas cahaya yang berada dekat dengan sumbu optik, panjang fokusnya lebih besar, sedang yang berada lebih jauh dari sumbu optik, panjang fokusnya lebih kecil. Fenomena ini disebut penyimpangan speris lensa. Terdapat juga penyimpangan-penyimpangan lensa lainnya dan pengaruh-pengaruh ini dapat dihilangkan dengan suatu kombinasi lensa pembalik pantulan (lensa negatif). Pada umumnya sistem lensa obyektif teleskop untuk pengukuran terdiri dari dua atau lebih kombinasi lensa.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 21 dari 92

II. Benang silang.

Titik perpotongan benang silang (cross-hair) adalah untuk menempatkan sasaran pada titik tertentu dalam teleskop. Garis lurus yang menghubungkan pusat optik obyektif dengan titik tersebut dinamakan garis kolimasi (garis bidik). Berbagai macam cara untuk pembuatan benang silang, antara lain dengan mengunakan benang sarang laba-laba, atau benang nylon yang direntangkan pada bingkai melingkar atau garis-garis halus yang diguratkan pada lempeng gelas yang tebalnya kira-kira 1 sampai 3μ seperti yang tertera pada gambar 4.7. posisi benang silang yang berarti pula posisi garis kolimasi dapat digeser-geser dan disesuaikan dengan empat buah sekrup. Tipe benang silang dapat dilihat pada gambar 4.8.

Gambar 4.7 Diafragma (benang silang)

Gambar 4.8 Tipe benang silang

III. Sistem pembidik.

Pada dasarnya pembidik adalah kombinasi dari sebuah lensa pandang (field view lens) dan lensa bidik (eye piece). Umumnya digunakan tipe Ramsden dan untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan, maka kedua lensa harus mempunyai panjang fokus yang sama serta penempatan jarak kedua lensa sama dengan ¾ panjang fokusnya (lihat gambar 4.9)

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 22 dari 92

Gambar 4.9 Pembidik Ramsden

IV. Tombol fokus.

Sasaran yang diukur meliputi jarak-jarak yang amat pendek sampai puluhan kilometer dan karenanya apabila jarak antara sistem obyek dan benang silang sudah tertentu maka bayangan yang jelas dari sasaran tak selalu muncul pada bidang benang silang. Karenanya pada teleskop terdapat tombol penyetel agar bayangan dari sasaran terlihat jelas pada bidang benang silang. Ditinjau dari cara pengfokusannya, maka terdapat 2 tipe teleskop yaitu :

• Teleskop pengfokus luar (external focussing telescope) dimana lensa obyektif yang digeser-geser dan kelemahannya adalah bahwa penggeseran obyektif mengakibatkan mudah bergesernya titik pusat teleskop dan selanjutnya garis kolimasi bergeser pula. • Teleskop pengfokus dalam (internal focussing telescope) dimana

di antara obyektif dan benang silang ditempatkan sistem lensa cekung (lensa fokus)

Gambar 4.10 teleskop pengfokus dalam

b. Nivo.

(i) Nivo Tabung.

Pengukuran sudut dimulai dengan menempatkan sumbu vertikal

theodolite sedemikian rupa sehingga berhimpit dengan garis vertikal dan kemudian dilakukan pembacaan sudut horisontal dan sudut vertikalnya. Pengukuran ini dilakukan dengan pertolongan nivo. Nivo bekerja pada prinsip bahwa cairan akan berada dalam keadaan tenang, jika permukaannya dalam posisi vertikal terhadap arah gaya tarik bumi. Terdapat dua tipe nivo, yaitu nivo batangan (bar bubble

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 23 dari 92

tube) dan nivo tabung bundar (circular bubble tube). Nivo tabung batangan (lihat gambar 4.11) dibuat dengan membentuk busur lingkaran pada dinding dalam (inside surface) bagian atas tabung gelas dengan arah axial yang kemudian sebagian diisi dengan campuran alkohol dan ether, serta sebagian lagi masih terisi udara, sedang nivo tabung bundar dibuat dengan mengasah dinding dalam bagian atas tabung sehingga berbentuk speris dan kemudian diisi cairan seperti tipe pertama (lihat gambar 4.12).

Kedua tipe tersebut mempunyai prinsip kerja yang sama tetapi nivo tabung bundar lebih baik karena kemiringannya kesegala arah dapat diketahui dengan segera. Sebaliknya untuk kepekaan yang lebih tinggi maka nivo memerlukan tabung dengan ukuran yang lebih besar, sedangkan tabung ukuran besar tidaklah akan serasi untuk dipasang pada alat pengukuran. Karena itu hanya diproduksi nivo tabung dengan kepekaan yang rendah yang digunakan untuk alat-alat pengukuran berketelitian rendah atau untuk alat penyipat-datar pertama pada alat-alat pengukuran berketelitian tinggi.

Gambar 4.11 Nivo tabung batangan Gambar 4.12 Nivo tabung bundar

(ii) Kepekaan nivo tabung.

Apabila kemiringan nivo tabung adalah θ (lihat gambar 4.13), maka gelembung nivo bergerak dari titik A ke titik B dan akan diperoleh persamaan sebagai berikut :

R

θ

= S

R

dS

d 1

=

∴ θ

atau

R

dS

dθ =

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 24 dari 92

Apabila dS = 2 mm, dan dθ dinyatakan dalam detik, maka akan diperoleh : dθ =

R

1 413×

Gambar 4.13 Hubungan antara gerakan gelembung dan inklinasi

Secara internasional untuk menentukan kepekaan nivo tabung telah disepakati dengan kemiringan tertentu dari nivo tersebut, sehinga menyebabkan pergeseran gelembung sebesar 2mm, dengan demikian harga-harga dθ dan R disesuaikan seperti pada tabel dibawah ini :

Kepekaan (detik) 30 20 10 Jari-jari lengkung (cm) 14 21 41

c. Lingkaran graduasi dan pembacaan. I. Lingkaran Graduasi

Lingkaran graduasi umumnya terbuat dari bahan baja atau gelas. Akan tetapi sifat baja yang mudah berdeformasi, akibat berat sendiri sehingga tidak dapat digunakan untuk theodolite berketelitian tinggi. Sebagai pembacaan pada lingkaran graduasi baja umumnya digunakan vernir atau mikrometer. Dewasa ini lingkaran graduasi umumnya terbuat dari gelas dengan gradasi yang sangat halus (hanya berupa mikron saja). Kelebihan dari bahan gelas ini adalah ringan, transparan, seragam dan lain-lain sehingga sangat cocok untuk perlengkapan theodolite. Lingkaran graduasi mempunyai skala besar pada interval-interval 20 menit, 30 menit atau satu derajat dan sebagainya dan harga-harga yang lebih kecil biasanya dibaca dengan mikrometer. Berbagai macam graduasi diperlihatkan pada gambar 4.14. umumnya lingkaran graduasi horisontal seperti terlihat pada gambar 4.14 sedang lingkaran graduasi vertikal seperti gambar 4.15.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 25 dari 92

Gambar 4.14 berbagai macam lingkaran graduasi

Gambar 4.15 Vernir langsung

II. Vernir

Vernir terdiri dari empat tipe yaitu vernir langsung (direct vernier), vernir mundur (refrograde vernier), vernir ganda dan vernir lipat ganda (double folded vernier).

Seperti yang tertera pada gambar 4.15, untuk vernir langsung graduasinya panjang dari pembagian (n−1) skala besar, dibagi

dengan n bagian sama panjang. Apabila satu interval graduasi dari

pada skala besar adalah LM, maka akan terjadi hubungan berikut :

V nL M L n− )1 = ( n M L n M L n M L V L M L − = − = ∴ ( 1)

Karena itu LM/n adalah unit minimum untuk memungkinkan

pengukuran dengan vernir. Pecahan-pecahan dapat dibaca dari graduasi vernir, apabila skala besar dan vernir berhimpit satu dengan lainnya (gambar 4.16). Umpamanya pembacaan dengan vernir dibutuhkan untuk 20” pada interval-interval graduasi minimum pada skala 20’20” = LM/n =20"/60 jadi 59 graduasi pada

skala besar harus dibagi menjadi 60 bagian yang sama seperti graduasi pada vernir. Vernir tidak langsung mempunyai graduasi yang dibuat dengan membagi rata panjang graduasi (n-1) pada

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 26 dari 92

skala besar menjadi n bagian dan gambar graduasi pada vernir berlawanan dengan skala besar (gambar 4.17).

Ada juga theodolite yang mempunyai dua graduasi pada pada kedua arah dan karenanya terdapat vernir dengan graduasi pada kedua sisinya dengan 0 sebagai pusatnya yang disebut vernir ganda. Karena vernir ganda tersebut umumnya panjang, terdapat vernir dengan dua graduasi dalam dua arah dan tipe ini dinamakan vernir ganda balik (gambar 4.18) menunjukan contoh-contoh pembacaan vernir.

Gambar 4.16 Pembacaan vernir langsung

Gambar 4.17 Pembacaan vernir mundur

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 27 dari 92

III. Mikrometer skala.

Mikrometer skala adalah mikrometer yang mempunyai lempeng gelas dengan graduasi skala kecil dari satuan graduasi skala besar, ditempatkan pada bidang fokus dari lensa obyektif (gambar 4.19)

Gambar 4.19a Sistem optis theodolite mikrometer skala Gambar 4.19b Pembacaan mikrometer skala

IV. Mikrometer optik.

Untuk menghilangkan kesalahan eksentris lingkaran graduasi, haruslah dibaca suatu graduasi 1800 yang terpisah pada lingkaran graduasi tersebut. Wild menemukan cara di mana arah masuk berkas cahaya dipindahkan secara paralel dengan menggunakan lempeng gelas datar sejajar dan pergeseran mikrodial akibat perpindahan diperbesar untuk pengukuran sudut dan memungkinkan pengukuran sampai 0,1”. Prinsip ini ditunjukan pada gambar 4.20 dan 4.21 menunjukan bayangan graduasi 1800 terpisah satu dengan lainnya. Bayangan-bayangan graduasi dapat terlihat melalui lempeng gelas sejajar dan sistem gelas prisma. Pada saat pelaksanaan pengukuran, mikrodial digeser agar A dan B yang berlawanan dapat berhimpit. Dial atau piringan tempat angka-angka mempunyai graduasi berputar yang halus dan graduasi ini juga masuk dalam bidang pandangan mikrometer sehingga dapat dibaca bersama skala besar. Dewasa ini penggunaan lempeng gelas sejajar untuk mekanisme pembacaan alat pengukuran sudah sangat populer.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 28 dari 92

Gambar 4.20 Sistem optis mikrometer tipe berhimpit. Gambar 4.21 Contoh pembacaan mikrometer tipe berhimpit

Gambar 4.22 Sistem optis theodolite dengan pembacaan tipe berhimpit

d. Alat pengukur sudut vertikal.

Akibat dari terjadinya ayunan berkas cahaya yang melintas udara terbuka, maka pengukuran-pengukuran sudut vertikal menghasilkan ketelitian yang rendah, sehingga dimensi lingkaran graduasi vertikal umumnya dibuat lebih kecil dibandingkan dengan lingkaran graduasi

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 29 dari 92

horisontalnya. Karena pengukuran sudut vertikal dilaksanakan sesuai dengan arah vertikal, theodolite dilengkapi dengan alat penyipat-datar yang mempunyai ketelitian relatif tinggi dari kelas 10” sampai 20” atau tabung libel silang khusus.

e. Alat penyipat-datar

Alat penyipat-datar (leveling device) pada theodolite digunakan untuk membuat agar sumbu vertikal theodolite berhimpit dengan garis vertikal. Tipe alat penyipat-datar terdiri dari alat penyipat-datar speris (spherical leveling device) dan alat penyipat tipe sekrup (screw type

leveling device). Alat penyipat-datar speris digunakan pada alat-alat berketelitian rendah (gambar 4.23).

Gambar 4.23 Alat penyipat-datar speris.

f. Alat penegak.

Alat penegak (flumbing device) umumnya terdiri dari tipe unting-unting (plump bob) dan tipe penegak optik (optical plumbing device) gambar 4.24 menunjukkan potongan melintang sebuah unting-unting. Gambar 4.25 menunjukkan alat penegak optik yang banyak digunakan

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 30 dari 92

Gambar 4.24 Unting-unting. Gambar 4.25 Alat penegak optis

2. Total station.

Gambar 4.26 adalah contoh alat total station yang banyak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan : sipil, pemetaan, pertanahan, perpipaan dan lain-lainnya.

Gambar 4.26 alat total station

Total station adalah pengenmbangan dari theodolite yang dilengkapi dengan pengukuran jarak dan sudut secara elektronik dengan dibantu reflektor sebagai target dan pengganti rambu ukur. Di samping itu untuk mempermudah proses data dilengkapi juga dengan komputer. Konstruksi utama seperti rambu pertama, rambu kedua dan garis bidik sama dengan theodolite.

Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi adalah : a. Ketelitian bacaan sudut horizontal.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 31 dari 92

b. Ketelitian bacaan sudut vertikal.

c. Ketelitian bacaan jarak horizontal dan vertikal (beda tinggi). d. Kemampuan software untuk menghasilkan hitungan beda tinggi. e. Kemampuan software untuk menghasilkan hitungan koordinat. f. Sumbu pertama vertikal.

g. Sumbu kedua mendatar.

h. Sumbu kedua tegak lurus sumbu pertama.

Di samping persyaratan-persyaratan tersebut harus dipenuhi bagian-bagian total station harus berfungsi dengan baik.

Bagian-bagian tersebut adalah ;

a. Sekrup-sekrup dan klem untuk penyetelan harus berfungsi dengan baik dan normal.

b. Nivo-nivo harus berfungsi dengan baik.

c. Kejernihan lensa atau kaca pada teropong harus benar-benar dalam kondisi baik dan normal.

d. Tampilan bacaan (display) harus jelas.

3. Alat ukur penyipat-datar (waterpass).

a. Alat Ukur Penyipat-datar yang sederhana tanpa teropong.

Alat ukur penyipat-datar yang sederhana terdiri atas : selang dari karet dan dua tabung gelas diberi skala dalam mm. Alat dengan selang karet ini banyak digunakan pada pembuatan jalan-jalan, jembatan, kanalisasi dan bangunan gedung-gedung. Setelah selang dihubungkan pada dua tabung gelas dengan panjang yang diperlukan, alat diisi dengan air yang telah dihilangkan dari gelembung-gelembung udara. Kedua tabung gelas ini dipasang tegak lurus dan berdekatan untuk melihat apakah ada perbedaan tinggi kedua permukaan air didalam dua tabung itu; dengan demikian, bila perlu dapat ditentukan koreksi titik nol skala pada tabung gelas.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 32 dari 92

Gambar 4.27

Kedua tabung gelas selanjutnya dibawa kedua titik yang akan ditentukan beda tingginya, ditunggu beberapa menit, hingga permukaan air dalam keadaan tidak bergerak lagi, barulah tinggi permukaan air didalam dua tabung gelas dibaca beberapa kali. Setelah pembacaan rata-rata diambil, maka selisih dua pembacaan akan menjadi beda tinggi dua titik yang ditempati oleh tabung gelas itu. Bila pengukuran dilakukan dengan teliti, maka dapatlah dicapai ketelitian hasil pengukuran yang sama dengan + 1 a 2 mm.

Selang karet yang digunakan mempunyai lubang yang garis tengahnya sama dengan 10 mm dan dapat dicapai panjang 125 m. Alat ini dapat digunakan untuk menentukan beda tinggi dua titik yang letak didua tepi sungai.

Alat lain yang sederhana pula terdiri atas batang ukur A dan mistar B yang diberi skala dalam dm. Batang A harus dapat dibuat mendatar dengan sebuah nivo tabung dari tabung nivo mana garis alasnya harus sudah sejajar dengan garis arah nivo. Panjang batang A adalah paling sedikit 3 m. Penggunaan alat ini dapat dilihat pada gambar. Pada penggunaan yang seksama dicapai ketelitian hasil pengukuran sebesar + 0,5 cm dan bila jarak antara dua titik A dan B yang harus ditentukan beda tingginya ada nx panjang batang ukur A, maka ketelitian yang dapat dicapai ada + 0,5 √ n cm. Alat ini hanya dapat digunakan untuk jarak-jarak yang

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 33 dari 92

pendek. Untuk jarak-jarak yang panjang harus digunakan alat ukur penyipat-datar yang dilengkapi dengan teropong.

Gambar 4.28

Waterpass (sipat datar) sederhana gambar 4.29. alat untuk menentukan beda tinggi antaran dua titik dan penggunaannya sangat luas seperti pekerjaan sipil, pemetaan, pertanahan dan lain-lainnya.

Gambar 4.29 Alat waterpass

1. Lingkaran horizontal berskala. 2. Skala pada lingkaran horizontal. 3. okuler teropong.

4. Alat bidik dengan celah pejera. 5. Cermin nivo.

6. Sekrup penyetel fokus. 7. Sekrup penggerak horizontal.

8. Sekrup ungkit. 9. Sekrup pendatar. 10. Obyektif teropong. 11. Nivo tabung. 12. Nivo kotak. 13. Kepala kaki tiga.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 34 dari 92

Alat penyipat datar sederhana (lihat gambar 4.29) terdiri dari sebuah teropong dengan garis bidik (garis vizier) dapat dibuat horizontal dengan sebuah nivo tabung (no.11) untuk mencari sasaran sembarang sekeliling alat penyipat datar, maka teropong dan nivo tabung dapat diputar pada sumbu pertama yang dapat diatur pada tiga sekrup pendatar (no.9). dengan sekrup penyetel fokus (no.6) bayangan rambu ukur dapat disetel tajam. Dengan sekrup penggerak horizontal (no.7) bayangan dapat disetel tajam.

b. Syarat-syarat untuk Alat Ukur Penyipat-datar.

Syarat utama yang harus dipenuhi oleh semua macam alat ukur penyipat-datar ialah : garis bidik didalam keadaan sejajar dengan garis arah nivo.

Syarat-syarat berikut adalah syarat-syarat tambahan yang dimaksudkan untuk mempercepat dan memudahkan pengukuran.

Gambar 4.30

Syarat tambahan pertama ialah : garis arah nivo harus tegak lurus pada sumbu kesatu. Bila garis bidik yang telah sejajar dengan garis arah nivo tidak tegak lurus pada sumbu kesatu, maka garis bidik akan membuat sudut α < 900 dengan sumbu kesatu. Bila garis bidik diarahkan ke mistar kiri dengan gelembung nivo ditengah-tengah, maka garis arah nivo dan garis bidik akan mendatar. Tetapi karena garis arah nivo tidak tegak lurus pada sumbu kesatu, maka sumbu kesatu akan miring (tidak vertikal) (lihat gambar 4.2.c.4). Bila sekarang teropong diputar dengan sumbu kesatu sebagai sumbu putar dan garis bidik diarahkan ke mistar kanan, maka sudut α antara garis arah nivo dan sumbu kesatu pindah kesebelah

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Dokumen terkait