• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PRAKTIK KERJA LAPANGAN A. Perencanaan Pengelolaan Hutan

B. Proses Pembuatan Kayulapis (Plywood)

5. Persiapan Venir (Veneer preparation) a. Tujuan

Kegiatan veneer preparation bertujuan untuk menyambung, memperbaiki dan menyeting veneer menjadi satu bagian agar memudahkan dalam proses selanjutnya.

b. Dasar teori

1) Penyambungan venir (veneer jointing) dan perbaikan venir (repair) Penyambungan veneer adalah bagian kerja yang melaksanakan penyambungan veneer yang memiliki ukuran tidak sempurna atau dengan ukuran veneer yang diinginkan.kegiatan penyambungan venir dikerjakan menggunakan mesin composser Minami dan Meinan. Untuk venir yang di repair atau diperbaiki adalah venir yang di permukaannya terdapat cacat seperti mata kayu, core laps, core void, dsb. Kegiatan ini dilakukan setelah penyeleksian, khususnya untuk veneer face biasanya langsung ditempatkan kebagian setting.

2) Penyusunan venir (veneer setting)

Penyusunan veneer adalah kegiatan menyusun veneer sesuai dengan komposisi plywood yang diinginkan dengan tujuan untuk mempermudah proses assembly (perakitan).

c. Alat dan bahan 1) Alat

a) Composser b) Cutter c) Papan alas

d) Gume tape e) Meteran 2) Bahan

Veneer face, back,long core ,scraf dan random d. Prosedur kerja

1. Veneer yang telah diseleksi dari out put dryer dipisahkan antara face, back, long core dan random

2) Veneer face, back dan long core (khusus lebih dari 3 lapis) disetting menjadi satu untuk memudahkan saat penyusunan plywood

3) Veneer yang random diperbaiki dengan mesin composser dengan direkatkan menggunakan benang putih ,relling tape dan glue thread untuk dijadikan back, random core dijadikan short core dan scraf dijadikan long core.

4) Veneer yang diperbaiki adalah back dan core venir hasil penyambungan.

e. Hasil yang dicapai

Kegiatan veneer preparation dilakukan untuk mendapatkan settingan dan perbaikan yang baik untuk veneer face, back dan core. f. Pembahasan

Dalam kegiatan veneer preparation yang diperhatikan adalah penyetingan dan juga penyambungan veneer yang random dan juga veneer yang repair.

Gambar 26. Mesin Composser

Gambar 27. Setting Core Veneer 6. Perakitan Kayulapis (Assembly Section)

a. Tujuan

Kegiatan Assembly section dalam pelaksanaannya bertujuan untuk mulai menyusun veneer-veneer menjadi plywood berdasakan ketebalan yang diinginkan.

b. Dasar teori

Assembly section merupakan kegiatan perakitan veneer–veneer menjadi kayu lapis sesuai dengan ukuran yang diinginkan, di mana proses ini merupakan awal terbentuknya plywood dan pada section ini terbagi menjadi lima tahapan yaitu :

1) Pencampuran perekat (glue mixing)

Pencampuran perekat merupakan kegiatan pencampuran formula perekat dimana dalam kegiatan ini melakukan pencampuran bahan–bahan perekat yang telah ditentukan komposisinya dan mencampur komponen perekat didalam mesin glue mixer.

Adapun jenis resin yang digunakan adalah Melamine resin. Urea resin dan Phenol resin. Bahan–bahan pendukung lainnya adalah tepung industri, HU (hardener), anti rayap, Melamine Powder dan lain-lain.

Adapun hal yang paling utama dalam bagian ini adalah mengenai komposisi dan kekentalan atau viscositas resin. Mengenai viscositas ini dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur yaitu viscotester. Untuk standart viscositas yang dipakai adalah perekat yang menggunakan urea formaldehyde dan melamine formaldehyde adalah 21 ± 1 poise. Perekat yang menggunakan phenol adalah 17 ±1 poise, kemudian perekat yang dapat didistribusikan ke dalam tangki penampung di masing–masing glue spreader.

Gambar 28. Pembuatan Perekat Menggunakan Mesin Glue Mixer 2) Pelaburan perekat (glue spreading)

Pada bagian ini merupakan kegiatan yang melaksanakan pelaburan perekat ke permukaan veneer dengan menggunakan mesin glue spreader. Sebelum melaburi veneer harus diketahui terlebih dahulu berat laburnya, karena harus sesuai dengan standar yang ada. Cara mengetahui berat labur adalah :

1) Core veneer yang belum dilaburi perekat (berat awal) ditimbang.

2) Kemudian veneer tersebut dimasukkan kedalam glue spreader, dan beratnya di timbang lagi (berat akhir)

Dalam proses perekatan veneer terbagi atas ½ kali proses, satu kali proses dan dua kali proses. Untuk ½ kali proses core dimasukan sebanyak dua lembar dalam mesin glue spreader kemudian direkatkan dengan veneer face dan back. Setelah itu barulah diangkat. Gambar berikut adalah proses penyusunan kayulapis ukuran tebal 2,4 mm (3 Ply).

Gambar 29. Struktur Pengolahan Kayulapis untuk Satu Kali Proses Setelah keluar dari glue spreader baru diberikan perlakuan kempa dingin dan kemudian diseleksi serta dilanjutkan dengan memberikan perlakuan pengempaan panas.

Untuk dua kali proses dimulai dari kegiatan glue spreader lalu diberi perlakuan pengempaan dingin kemudian diseleksi lalu diberi perlakuan pengempaan panas.

Gambar 30. Pelaburan Perekat pada Mesin Glue Spreader Papan Alas Back B F B Sc F

3) Pengempaan dingin (cold press)

Pengempaan dingin adalah merupakan kegiatan pengempaan awal terhadap susunan veneer yang telah dilaburi perekat. Adapun tujuan dari pengempaan dingin adalah :

a) Untuk meratakan perekat keseluruhan permukaan veneer.

b) Untuk memaksa perekat masuk kedalam pori – pori kayu sehingga terjadi penjangkaran yang bersifat mengakar pada permukaan veneer yang direkatkan.

c) Memberi kesempatan perekat bereaksi dengan kayu karena molekul - molekul perekat berukuran lebih besar dari rongga sel kayu, maka untuk memaksa sebagian perekat masuk ke dalam rongga sel kayu yang diperlukan tekanan yang cukup besar.

4) Perbaikan perakitan plywood (Assembly repair)

Assembly repair adalah suatu kegiatan yang melakukan perbaikan terhadap cacat yang terdapat pada veneer setelah dilakukan pengempaan dingin. Adapun cacat yang perlu di repair adalah sebagai berikut:

a) Core bertumpangan (core laps) b) Core renggang (core void) c) Lubang gerek besar (pin hole) d) Patah (broken)

e) Sampah (waste)

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses repair ini adalah para pekerja (pelaksana) dituntut ketelitiannya dan perlu berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan ini.

5) Pengempaan panas (hot press)

Pengempaan panas merupakan kegiatan pengeringan perekat terhadap kayu lapis. Tujuan dari pengempaan panas ini adalah untuk memaksa perekat masuk ke dalam pori-pori kayu,mengeringkan sehingga daya rekatnya menjadi maksimal dan menguapkan sisa air yang tersisa dalam plywood. Setelah selesai proses hot press kemudian dilakukan pengondisian selama 2 hari khusus untuk tipe perekat WBP dan Melamine.

Mesin hot press berjumlah 5 unit. Untuk unit 1,2,3 mempunyai diameter sillindris 37,5 cm dan untuk unit 4 diameter silindrisnya 31,0 cm serta untuk unitk 5 diameter silindrisnya 40,0 cm.

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengempaan panas adalah sebagai berikut :

a) Dalam memasukan plywood dalam loader harus hati-hati dan blower harus selalu dijalankan untuk membersihkan sampah dari permukaan plywood.

b) Penyusunan plywood pada plat pengempaan panas harus berada di tengah-tengah.

c) Besar tekanan, waktu kempa dan temperature harus sesuai dengan ketebalan dan jenis glue perekat yang digunakan.

Gambar 32. Mesin Hot Press c. Alat dan bahan

1) Alat

a) Glue Mixer b) Glue spreader c) Cold press d) Hot press

e) Forklift f) Kereta dorong g) Papan alas h) Cutter i) MC (Moisture Control) j) Visco tester k) Sapu lidi

l) Semprotan warna (spryer) m) Meteran 30 meter

n) Timbangan Digital 2) Bahan

a) Veneer face, back dan core (short core dan long core) b) Perekat

c) Air d) Cat d. Prosedur kerja

1) Menyiapkan lembaran-lembaran veneer face, back dan core

2) Melakukan pencampuran formula perekat dengan menggunakan mesin glue mixer

3) Melakukan pelaburan perekat pada veneer core dan memulai menyusun veneer menjadi plywood

4) Memasukkan susunan veneer ke dalam cold press dengan tekanan yang telah ditentukan

6) Memasukkan plywood ke mesin hot press berdasarkan suhu dan tekanan yang telah ditetapkan

e. Hasil yang dicapai

Kegiatan assembly dilakukan untuk menyusun veneer menjadi plywood sehingga menghasilkan plywood yang baik dan bermutu.

f. Pembahasan

Dalam kegiatan assembly yang perlu diperhatikan yaitu formula perekat karena perekat hal utama yang menyatukan sebuah lapisan kayu. yang digunakan untuk setiap produk plywood yang diproduksi, selain itu juga harus memperhatikan waktu, suhu dan tekanan pada mesin cold press dan hot press.

7. Proses Akhir Pengolahan Plywood (Finishing section) a. Tujuan

Kegiatan finishing bertujuan untuk memperbaiki sisi panjang, lebar dan permukaan plywood agar produk plywood lebih baik dan berkualitas tinggi.

b. Dasar teori

Pada finishing section ini terdapat beberapa proses antara lain : 1) Pemotongan sisi (double saw)

Pemotongan sisi merupakan kegiatan pemotongan pada kedua sisi panjang dan sisi lebar suatu plywood yang telah melalui proses pengempaan panas dengan menggunakan mesin double sizer. Adapun tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan plywood dengan ukuran yang sesuai dengan yang ditentukan atau diinginkan.

Pada proses ini yang perlu diperhatikan adalah:

a) Ketingggian mata gergaji harus sesuai dengan ketebalan plywood yang akan dipotong dan harus sesuai dengan standar yang berlaku atau yang ditetapkan.

b) Ketajaman mata gergaji harus selalu diperiksa agar hasil yang didapat benar-benar baik.

c) Penyetelan roll sepatu harus benar-benar tepat agar dapat menghindari atau mencegah cacat/pecah sisi.

d) Memasukan plywood ke rolls conveyor harus hati-hati, tidak boleh miring dan blower harus selalu dihidupkan.

Gambar 33. Input Mesin Double Saw 2) Pendempulan (putty)

Pendempulan merupakan suatu proses yang melakukan kegiatan perbaikan terhadap permukaan plywood dari cacat alami maupun cacat teknis dengan menggunakan dempul. Jenis-jenis cacat

yang di dempul adalah sebagai berikut : 1) Lubang gerek besar

2) Lubang mata kayu 3) Lubang paku dan kasar

Dalam kegiatan ini hal yang harus diperhatikan adalah : 1) Pendempulan tidak boleh terlalu tipis dan cekung.

2) Warna dempul harus sesuai dengan warna panel yang di dempul 3) Pendempulan harus searah dengan arah serat kayu.

4) Dempul tidak boleh terlalu encer atau terlalu kental. Untuk jenis dempul dibedakan menjadi dua yaitu : a. Water base (dempul campuran air)

b. Solvent (dempul dengan campuran tiner)

Gambar 34. Proses Pendempulan Plywood 3) Pengamplasan (sander)

Pengamplasan adalah suatu proses penghalusan permukaan panel dengan menggunakan mesin sander, yang bertujuan untuk melicinkan atau menghaluskan permukaan

plywood. Pada mesin sander. Dalam 1 (satu) plot membutuhkn waktu 8 menit dalam 100 pcs.

Gambar 35. Pengamplasan Back dan Face Plywood

Kecepatan pada Mesin Sander maksimal 60 feet untuk melakukan penghalusan pada back atau face.

1) Sander bottom : sering digunakan untuk plywood anti rayap 2) Sander top 1 : mesh kasar (100)

3) Sander top 2 : mesh sedang (150) 4) Sander top 3 : mesh halus (250) c. Alat dan bahan

1) Alat a. Double saw b. Forklift c. Kereta dorong d. Micrometer e. Meteran f. Sander

g. Papan alas h. Stik pengganjal i. amplas

j. Mesin pembalik face/back k. Sarung tangan

2) Bahan a) Plywood b) Dempul d. Prosedur kerja

a. Menyiapkan plywood yang akan dipotong pada sisi panjang dan sisi lebar

b. Melakukan pengujian dan pengukuran untuk memastikan ukuran potongan yang tepat menurut standart

c. Melakukan kegiatan Putty (pendempulan) pada plywood yang terdapat cacat pada permukaannya

d. Melakukan kegiatan Sander pada permukaan plywood face dan back. e. Hasil yang dicapai

Kegiatan finishing section dilakukan untuk memperoleh plywood yang berkualitas baik pada permukaan face dan backnya rata serta bebas dari cacat.

f. Pembahasan

Dalam kegiatan finishing section yang paling penting yaitu kegiatan sizing untuk memotong plywood pada sisi panjang dan lebar sesuai ukuran yang telah ditentukan, kegiatan putty merupakan pendempulan plywood yang terdapat cacat seperti lubang, pin hole, press

mark, open split, rongh face, face laps dan waste, selanjutnya kegiatan sanding untuk memperhalus dan meratakan permukaan plywood pada face dan back.

8. Proses Pengawasan (Inspection section)

Dokumen terkait