BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4. Pertanggung jawaban BUMDes
Satu hal yang penting dalam pengelolaan BUMDes yaitu adanya satu pertanggung jawaban dalam pelaporan yang transparan bagi pemerintah dan msayarakat. Sehingga ada mekanisme check and balance baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Pertanggung jawaban dalam pelaksanaan BUMDes diatur dalam Pasal 31 Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015, yang merinci tahapan-tahapan pertanggung jawaban sebagai berikut:
a) Pelaksana Operasional melaporkan pertanggung jawaban pelaksanaan BUMDes kepada penasihat yang secara ex-offcio dijabat oleh Kepala Desa.
b) BPD melakukan pengawasan tehadap kinerja Pemerintah Desa dalam membina pengelolaan BUMDes.
c) Pemerintah Desa mempertanggung jawabkan tugas pembinaan terhadapa BUMDes kepada BPD yang disampaikan melalui Musyawarah Desa.
Sehingga dalam pertanggung jawaban pelaksanaan BUMDes, ada tiga pihak yang terlibat yaitu Pelaksana operasional, Badan Permusyawaratan
15 M. Arafat Hermana S.H, dkk, Implementasi Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), (Bengkulu: Vanda,2019) Hlm. 21-22.
Desa (BPD), dan Pemerintah Desa. Pada akhirnya pertanggungjawaban pelaksanaan BUMDes harus dilaporkan kepada Pemerintah Desa dan BPD.16
5. Klasisfikasi jenis usaha BUMDes
BUMDes dimaksudkan sebagai lembaga usaha yang dijadikan sebagai usaha mendorong produktivitas ekonomi masyarakat desa.
Memakai modal penyertaan dari desa, BUMDes memiliki berbagai pilihan untuk dijadikan sebagai usaha-usaha potensial yang memiliki peluang pasar yang menjanjikan. Produk- produk unggulan haruslah produk yang memiliki berbagai kelebihan sehingga pada akhirnya tujuan dari BUMDes dapat tercapai sebagai usaha mensejahterahkan masyarakat desa. 17
Adapun jenis usaha yang dijalankan BUMDes sebagai berikut:
a) Usaha Sosial ( Social Bussiness)
usaha ini adalah usaha sederhana yang bersifat layanan umum (serving) kepada masyarakat dengan mengharapkan keuntungan finansial. Walaupun usaha ini bersifat pelayanan publik yang bersifat sosial tapi tetap memiliki nuansa bisnis kepada masyarakat meskipun dari segi keuntungan tidak akan memberikan keuntungan maksimal.
Contoh dari usaha ini misalnya, listrik desa, lumbung pangan,
16 M. Arafat Hermana S.H, dkk, Implementasi Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), (Bengkulu: Vanda,2019) Hlm. 21-22.
17 Abdul Rahman Sulaiman, dkk, BUMDes Menuju Optimalisasi Ekonomi Desa, (Jakarta: Yayasan Kita Menulis,2020), Hlm. 4.
17
pengelolaan air minum dan berbagai usaha yang terkait dengan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna.
b) Usaha Penyewaan (Renting)
Penyewaan barang yang bersifat melayani kebutuhan masyarakat desa dan dapat ditujukan untuk memperoleh Pendapatan Asli Desa (PAD).
Bisnis ini salah satu tujuannya adalah memudahkan masyarakat desa untuk mendapatkan berbagai kebutuhan, peralatan, dan perlengkapan yang dibutuhkan. Jenis penyewaan yang dilakukan dalam kelompok usaha ini seperti penyewaan alat trasnportasi, penyewaan traktor, penyewaan kebutuhan pesta, penyewaan ruko dan kios, dan penyewaan harta tetap milik desa yang kepemilikannya sudah diserahkan ke BUMDes sebagai penyertaan modal.
c) Usaha dagang dan usaha berproduksi (trading)
BUMDes dapat menjalankan usaha penjualan baik dalam bentuk barang maupun jasa yang dibutuhkan masyarakat yang mungkin selama ini tidak bisa dilakukan masyarakat secara perorangan. Atau barang-barang tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa maupun dipasarkan pada skala pasar yang lebih luas. Misalnya BUMDes memberikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar bagi kapal-kapal nelayan. Atau BUMDes mendirikan pabrik es untuk menyuplai kebutuhan es untuk ikan tangkapan nelayan.
d) Usaha perantara (brokering)
BUMDes dapat menjadi perantara antara komoditas yang dihasilkan masyarakat petani pada pasar yang lebih luas sehingga BUMDes dapat memperpendek jalur distribusi komoditas petani menuju pasar.
Cara ini diharapkan dapat membantu dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat petani di desa yang berperan sebagai produsen karena sudah terlepas dari tengkulak. Atau BUMDes dapat memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dan BUMDes berperan sebagai lembaga pemasaran atas produk-produk pertanian, perternakan, perkebunan, kerajinan agar masyarakat desa tidak mendapatkan kesulitan dalam memasakan produk dan komoditas mereka.
e) Usaha bersama (holding)
BUMDes dijadikan sebagai unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat desa baik dalam skala lokal. Atau BUMDes dapat membangun sistem usaha terpadu yang dapat melibatkan usaha di desa. Misalnya, BUMDes dapat mengelola destinasi wisata dan dapat membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengambil berbagai peran yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha tersebut.
f) Kontraktor (Contracting)
BUMDes bisa saja menjalankan pola kemitraan pada berbagai aktivitas desa seperti pelaksanaan proyek desa, atau bisa saja sebagai pemasok bahan dan material pada proyek desa, apalagi sejak tahun
19
2018 pemerintahan desa tidak dibenarkan mengundang kontraktor dari luar desa untuk mengerjakan berbagai aktivitas yang dimilki desa.
g) Keuangan (Banking)
BUMDes dapat menjalankan lemabga keuangan untuk dapat membantu warga untuk mendapatkan akses finansial dengan cara yang gampang dengan bunga yang rendah. Selain dapat mendorong produktivitas usaha milik masyarakat desa dari sisi permodalan, jenis usaha ini juga dapat menyelamatkan masyarakat dari usaha rentenir yang selama ini berkeliaran di desa-desa.18
B. Ekonomi
Kata ekonomi berasala dari bahasa yunani, yakni oikonomia. Artinya manajemen rumah tangga. Asal katanya adalah oikos dan nomos. Oikos berarti keluarga atau rumah tangga dan nomos berarti peraturan, aturan, atau hukum. Oikonomia adalah aturan atau hukum yang berlaku dalam masyarakat untuk memenuhi dengan baik semua kebutuhan rumah tangga.19
Perekonomia merupakan suatu susunan kebijakan yang sistematis dan menyeluruh, mulai susunan yang bersifat nasional sampai pada susunan di daerah-daerah seluruh indonesia. Maka pengertian perekonomian disusun sebagai usaha bersama, hakikatnya adalah sistem perekonomian nasional sebagai usaha bersama seluruh elemen rakyat indonesia baik sebagai pelaku
18 Abdul Rahman Sulaiman, dkk, BUMDes Menuju Optimalisasi Ekonomi Desa, (Jakarta: Yayasan Kita Menulis,2020 hlm 5.
19 Tim Ganesha Operation, Pasti Bisa Ekonomi, (bandung: Penerbit Duta, 2017), Hlm. 1.
ekonomi yaitu produsen, distributor maupun konsumen, maupun perorangan, kelompok, organisasi atau badan hukum.20
Perubahan keempat UUD 1945 menyatakan bahwa pasal perekonomian dirumuskan dalam bab tersendiri yaitu Bab XVI yang semula berjudul
“Kesejahteraan Sosial”. Dengan demikian, sistem perekonomian Indonesia hingga hari ini adalah sistem perekonomian yang mengacu pada amandemen keempat UUD NKRI 1945 khususnya Pasal 33 yaitu:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan di pergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang21
20 Carunia Mulya Fidausy, Koperasi Dalam Sistem Perekonomian Indonesia ( Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018), Hlm. 17.
21 Carunia Mulya Fidausy, Koperasi Dalam Sistem Perekonomian Indonesia ( Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018), hlm. 15-16
21
C. Perekonomian Masyarakat
Perekonomian merupakan suatu susunan kebijakan yang sistematis dan menyeluruh, mulai susunan yang bersifat nasional sampai pada susunan di daerah-daerah seluruh indonesia. Maka pengertian perekonomian disusun sebagai usaha bersama, hakikatnya adalah sistem perekonomian nasional sebagai usaha bersama seluruh elemen rakyat indonesia baik sebagai pelaku ekonomi yaitu produsen, distributor maupun konsumen, maupun perorangan, kelompok, organisasi atau badan hukum.22
Adapun pengertian ekonomi masyarakat adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi masyarakat. Dimana ekonomi masyarakat itu sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan masyarakat kebanyakan yang dengan cara swadaya mengelola daya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan, yang selanjutnya disebut sebagai usaha kecil dan menengah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan, makanan dan sebagainya. Dan perekonomian adalah untuk mensejahterahkan dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, serta mencapai kemudahan dan kepuasan. Dengan terpenuhinya kebutuhan masyarakat maka akan tercifta kesejahteraan kelangsungan hidup yang produktif.
Ekonomi merupakan suatu pertambahan angka dalam kehidupan masayarakat dan tidak dapat dijauhkan dalam kehidupan masyarakat karena merupakan suatu pertambahan ekonomi dalam kehidupan masyarakat dan
22 Carunia Mulya Fidausy, Koperasi Dalam Sistem Perekonomian Indonesia ( Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018), Hlm. 17.
tidak dapat dirubah dalam menjalani kehidupan dan tidak dapat dalam menhalankan kehidupan dan tidak dapat dalam kehidupan masyarakat dalam menjalankan kehidupan. 23
Dengan kata lain keberhasilan dari program atau kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pihak yang melakukan pemberdayaan, tetapi juga oleh aktifnya pihak yang diberdayakan untuk mengubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik dari sebelumnya.24
Pemberdayaan masyarakat itu sangatlah penting, karena masayrakat di setiap regional atau bahkan di setiap negara itu tidak seluruhnya memiliki kesejahteraan yang sama. Pada umumnya masyarakat yang kesejahteraannnya tinggi memiliki kemandirian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Masyarakat yang kesejahteraannya tergolong pada masyarakat menengah kebawah, biasanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan bantuan pihak lain, baik pemerintah, para dermawan maupun komponen masyarakat lainnya. Oleh sebab itu pemerintah harus memperhatikan masyarakat menengah kebawah. Untuk memenuhi kebtuhan hidup agar bisa hidup layak, mereka masih belum bisa mandiri sepenuhnya, mereka masih haris mendapat bantuan pihak lain.25
Pendapatan masyarakat adalah penerimaan dari gaji atau balas jasa dari hasil usaha yang diperoleh individu atau kelompok rumah tangga dalam
24 Carunia Mulya Fidausy, Koperasi Dalam Sistem Perekonomian Indonesia ( Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018), Hlm.8.
25Carunia Mulya Fidausy, Koperasi Dalam Sistem Perekonomian Indonesia ( Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018), Hlm.15
23
satu bulan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan pendapatan dari usaha sampingan adalah pendapatan tambahan yang merupakan penerimaan lain dari luar aktifitas pokok atau pekerjaan pokok.
Pendapatan sampingan yang diperoleh secara langsung dapat digunakan untuk menunjang atau menambah pendapatan pokok.26
D. Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Masyarakat Dan Pembangunan Desa
Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Indonesia, perkembangan kasus Covid-19 di Wuhan berawal pada tanggal 30 Desember 2019 dimana Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan “urgent notice on the treatment of pneumonia of unknown cause” (Hanoatubun, 2020). Penyebaran virus Corona ini sangat cepat bahkan sampai ke lintas negara. Sampai saat ini terdapat 188 negara yang mengkorfirmasi terkena virus Corona. Penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian Indonsia, baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata.27
26 Soekartawi, Faktor-faktor produksi, (Jakarta: Salemba Empat, 2002), hlm. 132
27 Hanoatubun, I.K (2020), Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomia Indonesia, EduPsyCours: journal of Education Psychology and Counseling, 21). Hlm 146-153
Lahirnya Covid-19 telah merubah perekonomian dunia, termasuk Indonesia dibuktikan adanya pengalihan-pengalihan anggaran dalam rangka penanganya, termasuk di desa-desa. Penamanaa 2019- nCoV disematkan World Health Organization (WHO) untuk coronavirus disease that was discoverd in 2019 pada tanggal 11 Februari 2020, dengan sebutan Covid-19 (Yuliana, 2020). Memiliki dampak yang sangat luar biasa di seluruh dunia tidak ketinggalan juga dengan desa-desa yang ada di Indonesia. Desa-sesa terpengaruh terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan yang selama ini banyak mengandalkan bantuan dari pusat.28
Dampak wabah Virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan, bahkan virus ini turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi global mengalami penurunan, menyusul penetapan dari WHO yang menetapkan wabah corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Virus corona mulai merebak disekitar wilayah Wuhan dan kini telah menjangkit lebih dari 100 negara. Semakin meluasnya wabah corona ke berbagai belahan dunia menjadi ancaman serius bagi perekonomian global. 29
Adanya hubungan antara demokrasi desa dengan arah perekonomian dan pembangunan desa yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hasil demokrasi mempengaruhi penanggulangan Covid-19 yang merupakan ujian nyata hasil demokrasi desa dalam mewujudkan
28 Sarip dkk, Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian Masyarakat dan Pembangunan Desa, Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi IslamVol. 5, No. 1, Juni 2020
29 Hanoatubun, I.K (2020), Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomia Indonesia, EduPsyCours:
journal of Education Psychology and Counseling, 21). Hlm 146-153
25
perekonomian dan pembangunan yang harus dilaksanakan sebagaimana visi dan misinya yang harus sejalan dengan Pancasila (Sarip & Wahid, 2018).
Maka permasalahan yakni (1) Bagaimana peran desa dalam bidang ekonomi dan pembangunan pada saat terjadinya wabah Covid-19; (2) Seperti apakah paran pemerintah pusat yang ideal dalam bidang ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat desa yang berbeda-beda.
E. Etika Bisnis Syariah
Istilah “etika” pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles dalam Ethica Nichomacheae, yang kemudian dianggap sebagai lahirnya etika. Secara etimologis, “etika” berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti “jiwa atau roh yang mendasari tindakan”. Etika kemudian berkembang menjadi peraturan.30
Bisnis merupakan suatu kegiatan atau bentuk usaha yang dilakukan oleh makhluk ciptakan Allah SWT yang paling sempurna “manusia” untuk mencari rezeki, namun dalam penerapan bisnis islam hendaknya tidak melupakan etika pada saat menjalankan bisnis yang ditekuni. Toko dalam etika bisnis islam inin seperti nabi Muhammad SAW. Etika dalam penerapan bisnis adalah sebuah konsep bidang ilmu yang terkadang dilupakan oleh pelaku bisnis itu sendiri. karena etika merupakan sebuah perwujudan
30 Mukhtar Samad, Etika Bisnis Syariah, (Yogyakarta: Sunrise, 2016), hlm. 7
nilai moral yang tertanam dalam diri seseorang pada saat menjalankan bisnis.31
Etika bisnis berhubungan dengan usaha, berdagang atau berbisnis yang sesuai dengan standar moral yang terkait dengan kepantasan, kelayakan, kesusilaan, peradaban. Standar moral hanya akan efektif dalam berbisnis jika dilaksanakan dengan kesadaran sendiri atau mendapat dorongan dari dalam diri sendiri (etika otonom), bukan sekedar tekanan atau pengaruh dari luar
Artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimungka bumidan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung”.
Etika didalam bisnis sudah disepakati oleh orang-orang yang berada kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Hal itulah yang kemudian dijadikan sebagai acuan untuk mewujudkan tujuan dalam bisnis, antara lain memberikan kesadaran dalam setiap pelaku bisnis akan adanya dimensi etis dalam bisnis, memperkenalkan argumen-argumen moral di
31 Iwan Aprianto,dkk, Etika dan Konsep Manajemen Bisnis Islam, (Yogyakarta: CV. Budi Utama), hlm. 4.
32Iwan Aprianto,dkk, Etika dan Konsep Manajemen Bisnis Islam, (Yogyakarta: CV. Budi Utama), hlm.14.
27
bidang ekonomi maupun bisnis serta bagaimana cara penyusunannya, serta membantu untuk menetukan sikap moral yang tepat dalam menjalankan profesi.33
Etika bisnis merupakan ilmu yang dibutuhkan banyak pihak tetapi masih bersifat problematis dari sisi metodologis. Ilmu ini dibutuhkan untuk mengubah performen dunia bisnis yang dipenuhi oleh praktik-praktik mal bisnis. Yang dimaksud praktik mal bisnis adalah mencakup baik bussiness crime, maupun businest tort, yakni bussiness crime sebagai perubahan bisnis yang melanggar hukum ( pidana) atau busines tort sebagai perbuatan bisnis yang melanggar etika.34
Bisnis dalam Islam atau bisnis syariah adalah bisnis yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadis dimana terdapat kesesuaian kegiatan bisnis dengan syariah islam sebagai ibadah kepad Allah SWT untuk mendapat rida nya.
Dalam kata lain, etika bisnis dalam islam adalah sejumlah prilaku etis bisnis (akhlaq al Islamiyah) yang harus dibungkus dengan nilai-nilai syariah yang mengedepankan halal dan haram. Jadi perilaku yang etis itu ialah perilaku yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya.Seorang bisnis syariah harus memiliki beberapa hal berikut ini:
1. Memilki pemahaman terhadap bisnis yang halal dan haram
33 H. Fakhry Zamzam dan Havis Aravik, Etika Bisnis Islam Seni Berbisnis Keberkahan, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), hlm. 1-2
34H. Fakhry Zamzam dan Havis Aravik, Etika Bisnis Islam Seni Berbisnis Keberkahan, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), hlm.2
Seorang bisnis syariah dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahiqqul manath) terhadap praktik bisnis yang sahih maupun salah, dan harus paham dasar-dasar nash yang dijadikan hukum (tahiqul hukmi).
2. Selalu berpijak pada nilai-nilai rohaniah.
Nilai rohaniah adalah kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai ciftaan Allah SWT yang harus selalu kontrak dengannya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya.
3. Praktik bisnis syariah sesuai syariah yang benar
Dalam hal ini harus terdapat kesesuaian antara aturan syariah islam dan praktik bisnis yang dilakukan, antara apa yang dipahami dan diterapkan.
Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material tetapi sangat mempertimbangkan praktik bisnis yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan syariah islam.
4. Berorientasi pada ibadah kepada Allah SWT
Orientasi ini didapatkan dengan menjalankan bisnis yang dikerjakan itu sebagai ladabg ibadah dan menjadi pahala dihadapan Allah SWT. Hal ini terwujud jika bisnis selalu mendasarkan pada aturannya.35
H. Kajian Terdahulu
Dalam studi literatur ini, penulis mencantumkan beberapa penelitianyang telah dilakukan oleh pihak lain sebagai bahan rujukan dalam mengembangkan materi yang ada dalam penelitian yang dibuat oleh
35 H. Fakhry Zamzam dan Havis Aravik, Etika Bisnis Islam Seni Berbisnis Keberkahan, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), hlm. 9-12.
29
penulis.Pada penelitian yang dilakukan M. Imam Rico F (2019) Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas FEBI Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan judul “ Analisa Peran Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Perdesaan Perspektif Ekonomi Islam” (Studi Kasus Desa Way Galih Kabupaten Lampung Selatan). Penelitian ini menggunakan library research melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program-program BUMDes Way galih khususnya dalam bidang perternakan dapat dikatakan bahwa mampu memberdayakan masyarakat dengan diberikan pelatihan-pelatihan untuk melatih softkill dan hardskill, dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat walaupun belum signifikan.36
Pada penelitian yang dilakukan M. Atshil M.A (2017) Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakulltas Dakwah dan Ilmu Komuniakasi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan judul “ Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” ( Studi Kasus Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukanadanya upaya BUMDes dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat (SDM) dalam menjalankan usaha yang dimilikinya. BUMDes sebagai wadah untuk
36 M. Imam Rico F, Skripsi: ”Analisa Peran program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Perdesaan Perspektif Ekonomi islam Di Desa Way Galih kabupaten Lampung Selatan”
( lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2019).
pelatihan dalam peningkatan SDM kemudian dikembangkan dari usaha masyarakat tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat lainnya.37
Selanjutnya pada penelitian yang dilakukan Sartika Rani (2018) Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan judul “ Peran Dan kontribusi Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam” ( Studi Kasus BUMDes Karya Abadi di Desa Karya Sari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan).Jenis peneltian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode pengambilam sampel rundom sampling. Hasil penelitian menunjukkan BUMDes Karya Abadi di Desa karya Mulya Sari sudah cukup berperan dan berkontribusi bagi masyarakat hanya saja belum dapat dikatakan maksimal, karena adanya ketimpangan kesejahteraan antar masyarakat di Desa Karya Mulya Sari. Hal ini dikarenakan masih banyaknya kendala yaitu seperti kurangnya modal, pengetahuan masyarakat dan kurang maksimalnya kinerja serta manajemen BUMDes Karya Abadi itu sendiri.38
Pada penelitian selanjutnya yang dilakukan Herlina (2012) Program studi Ekonomi Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan judul “ Kontribusi Badan Usaha
37 M. Atshil M.A, Skripsi: “Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran”, ( Lampung: UIN Raden Intan lapung, 2017).
38 Sartika Rani, Skrispi: “Peran Dan Kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam ( Studi kasus: BUMDes Karya Abadi Desa Karya Mulya Sari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan)”, (Lampung: UIN Raden Intan lapung, 2018).
31
Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Kehidupan Ekonomi Masyarakat Ditinjau Menurut Ekonomi Islam” ( studi Kasus: Di Desa Pekan Tua Kecamatan kempas Kabupaten Indragiri hilir). Penelitian ini menggunakan library research melalui obsevasi,wawancara dan angket diperoleh jawaban-jawaban berupa sumbangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) .Hasil penelitian ini menunjukkan adanya permasalahan tentang sumbangan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) dalam meringankan kehidupan masyarakat, kehidupan masyarkat setelah mendapatkan sumbangan dan bantuan dari BUMDes serta tinjauan ekonomi islam terhadap kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pemenuhan ekonomi kehidupan masyarakat.39
Selanjutnya penelitian yang dilakukan Saniyah (2019) Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan judul “ Peran Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Dalam meningkatkan Kesejahteraan Menurut Perspektif Ekonomi Islam” ( Studi kasus: BUMDes Kilu Angkon di Desa Sukaraja Ulu Krui Kecamatan Way Kruy Kabupaten Pesisir Barat).Jenis penelitian ini lapangan (filed research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BUMDes Kilu Angkon di Desa Sukaraja Ulu Kruy sudah cukup berperan dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat hanya saja
39 Herlina, Skrispsi: “Kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Kehidupan Ekonomi Masyarakat Ditinjau Menurut Ekonomi Islam” ( studi Kasus: Di Desa Pekan Tua Kecamatan kempas Kabupaten Indragiri hilir)”, (Riau: UIN Sultan Syarif Kasim, 2012)
belum dapat dikatakan maksimal, yakni masih adanya ketimpangan
belum dapat dikatakan maksimal, yakni masih adanya ketimpangan