Produksi Tanaman Pangan
TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Pertanian dan Peranannya dalam Pembangunan Perekonomian
2. PDRB dihitung atas dasar konsep arus barang artinya perhitungan PDRB hanya mencakup nilai produk yang dihasilkan pada suatu periode tertentu. Aliran konsep ini memungkinkan kita untuk membandingkan jumlah output yang dihasilkan pada tahun ini dengan tahun sebelumnya.
3. Batas wilayah perhitungan PDRB adalah daerah perekonomian domestik. Hal ini memungkinkan untuk mengukur sejauh mana kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah mampu mendorong aktiviitas perekonomian domestik.
Untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, data PDRB yang digunakan adalah data PDRB atas dasar harga konstan. Artinya pertumbuhan PDRB mencerminkan pertumbuhan output yang dihasilkan perekonomian pada periode tertentu tanpa memperhitungkan tekanan inflasi. PDRB selain digunakan untuk perhitungan pertumbuhan ekonomi, bermanfaat pula untuk mengetahui peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat dihitung dengan menggunakan data PDRB perkapita atas dasar harga berlaku, karena pertumbuhan PDRB dapat saja terjadi tanpa memberikan dampak positif pada tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai akibat daripada tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan PDRB.
2.4 Pertanian dan Peranannya dalam Pembangunan Perekonomian
Secara umum pengertian dari pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga
25 kehutanan. Sebagian besar kurang lebih dari 50 persen mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.
Pengertian pertanian dalam arti sempit hanya mencakup pertanian sebagai budidaya penghasil tanaman pangan padahal kalau kita tinjau lebih jauh kegiatan pertanian dapat menghasilkan tanaman maupun hewan ternak demi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
Sedangkan pengertian pertanian yang dalam arti luas tidak hanya mencakup pembudidayaan tanaman saja melainkan membudidayakan serta mengelola dibidang peternakan seperti merawat dan membudidayakan hewan ternak yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat banyak seperti: ayam, bebek, angsa. Serta pemanfaatan hewan yang dapat membantu tugas para petani kegiatan ini merupakan suatu cakupan dalam bidang pertanian.
Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangan terhadap PDB, Penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri (Julius, 2015). Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia mengahasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidup. Oleh karenanya sektor pertanian adalah sektor yang paling dasar dalam perekonomian yang merupakan penopang kehidupan produksi sektor-sektor lainnya seperti subsektor perikanan, subsektor perkebunan, subsektor perternakan (Iskandar, 2005).
26 2.4.1 Ruang Lingkup Pertanian
Sektor pertanian yang dimaksud dalam konsep pendapatan menurut lapangan usaha atau sektor produksi ialah pertanian dalam arti luas. Di Indonesia sektor pertanian dalam arti luas dibedakan menjadi lima subsektor (Dumairy, 1996) yaitu :
1. Subsektor Tanaman Pangan, sering juga disebut pertanian rakyat. Disebut demikian karena tanaman pangan biasanya diusahakan oleh rakyat dan bukan oleh perusahaan atau pemerintah. Subsektor ini mencakup komoditi-komoditi bahan makanan seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan.
2. Subsektor Perkebunan, dibedakan atas perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang diusahakan sendiri oleh rakyat atau masyarakat, biasanya dalam skala kecil dan dengan teknologi budidaya yang sederhana. Hasil tanaman perkebunan rakyat terdiri antara lain karet, kopra, teh, kopi, tembakau, cengkeh, kapuk, kapas, cokelat dan berbagai rempah-rempah. Adapun yang dimaksud dengan perkebunan besar adalah semua kegiatan perkebunan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan berbadan hukum.
3. Subsektor Perikanan, meliputi semua hasil kegiatan perikanan laut, perairan umum, kolam, tambak sawah dan keramba serta pengolahan sederhana atas produk-produk perikanan (pengeringan dan pengasinan). Dari segi teknis kegiatannya, subsektor ini dibedakan menjadi tiga macam sektor, yaitu perikanan laut, perikanan darat dan penggaraman. Komoditi yang tergolong
27 subsektor ini tidak terbatas hanya pada ikan, tetapi juga udang, kepiting dan ubur-ubur.
4. Subsektor Kehutanan, terdiri atas tiga macam kegiatan, yaitu penebangan kayu, pengambilan hasil hutan lainnya dan perburuan. Kegiatan penebangan kayu menghasilkan kayu-kayu gelondongan, kayu bakar, arang dan bambu. Hasil hutan lain meliputi damar, rotan, getah kayu, kulit kayu serta berbagai macam akar-akaran dan umbi kayu. Sedangkan kegiatan perburuan menghasilkan binatang-binatang liar seperti rusa, penyu, ular, buaya dan termasuk juga madu.
5. Subsektor Peternakan, kegiatan beternak dan pengusahaan hasil-hasilnya. Subsektor ini meliputi produksi ternak-ternak besar dan kecil, susu segar, telur, wol, dan hasil pemotongan hewan.
2.4.2 Ekonomi Pertanian
Ilmu ekonomi pertanian adalah bagian dari ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomena dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian, baik mikro maupun makro. Dengan kata lain, ilmu ekonomi pertanian adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan upaya manusia, baik yang langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan produksi, pemasaran, dan konsumsi hasil-hasil pertanian. Pertanian adalah proses produksi yang di dasarkan atas pertumbuhan tanaman dan hewan. Pertanian merupakan industri primer yang mencakup pengorganisasian sumber daya tanah, air, dan mineral, serta modal dalam berbagai bentuk, pengelolaan dari tenaga kerja untuk memproduksi dan
28 memasarkan berbagai barang yang diperlukan oleh manusia. Ilmu ekonomi pertanian mencakup analisis ekonomi dari proses produksi (Teknis), hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian, serta antara hubungan-hubungan faktor-faktor produksi, hubungan antara faktor dan hasil produksi dalam satu proses produksi, yang semuanya itu termasuk dalam wilayah telaah ekonomi mikro. Selain itu ilmu ekonomi pertanian juga mempelajari analisis dan hubungan persoalan-persoalan ekonomi makro. Misalnya, persoalan, pendapatan nasional, konsumsi investasi, lapangan kerja, dan pembangunan ekonomi (Hanafie, 2010)
2.4.3 Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi
Peranan sektor pertanian dalam pembangunan perekonomian sangat penting karena sebagian besar penduduk negara-negara miskin menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut. Disisi lain, sektor pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber modal yang utama bagi pertumbuhan ekonomi. Modal berasal dari tabungan yang diinvestasikan dan tabungan berasal dari pendapatan. Di negara-negara miskin, pangsa pendapatan pertanian terhadap produk nasional mencapai 50 persen.
Peranan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi (Wiratmo, 1992) adalah antara lain :
1. Sebagian besar penduduk di negara-negara berkembang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
2. Sektor pertanian merupakan sumber utama untuk pemenuhan kebutuhan pangan di negara yang sedang berkembang.
29 3. Sektor pertanian merupakan sumber atau penyedia input tenaga kerja yang
sangat besar untuk menunjang pembangunan.
4. Sektor pertanian dapat juga berperan sebagai sumber modal yang utama dalam pertumbuhan ekonomi disebagian besar negara sedang berkembang. 5. Sektor pertanian merupakan pasar yang potensial bagi hasil output sektor
modern di negara sedang berkembang.
Arsyad (2010) menganalisis syarat-syarat pembangunan pertanian jika pertanian akan dikembangan dengan baik. Mosher mengelompokkan syarat-syarat pembangunan tersebut menjadi dua, yaitu syarat mutlak dan syarat pelancar. Menurut Mosher, ada lima hal yang harus tersedia (mutlak) dalam pembangunan pertanian. Jika salah satu syarat tidak tersedia, maka terhentilah pembangunan pertanian atau mungkin pertanian akan dapat berjalan namun statis. Kelima syarat mutlak tersebut adalah sebagai berikut :
1. Adanya pasar untuk hasil usahatani. Pembangunan pertanian akan meningkatkan produksi atas hasil-hasil usahatani. Maka didalam memasarkan hasil-hasil produksi pertanian diperlukan adanya pasar, permintaan (demand), sistem pemasaran, dan kepercayaan petani pada system pemasaran tersebut.
2. Teknologi yang senantiasa berkembang. Meningkatnya produksi pertanian diakibatkan oleh pemakaian cara-cara atau teknik baru didalam usahatani. Teknologi pertanian berarti cara-cara bertani, termasuk didalamnya bagaimana para petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta memelihara ternak. Selain juga benih, pupuk,
obat-30 obatan pemberantas hama, alat-alat, sumber-sumber tenaga, juga termasuk berbagai kombinasi jenis-jenis usaha oleh para petani agar dapat menggunakan tenaga dan tanah mereka sebaik mungkin.
3. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Sebagian besar metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian memerlukan penggunan bahan-bahan dan alat-alat produksi yang khusus oleh petani. Diantaranya bibit, pupuk, obat-obatan pemberantas hama, makanan dan obat ternak. Pembangunan pertanian memerlukan kesemua faktor diatas tersedia di berbagai tempat dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang mungkin akan menggunakannya.
4. Adanya perangsang produksi bagi petani. Teknologi yang telah maju, pasar yang mudah dan tersedianya bahan baku dan alat-alat produksi, kesemuanya memberikan kesempatan kepada petani untuk dapat meningkatkan produksinya. Akan tetapi semuanya kesempatan tersebut akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan. Oleh karenanya harus ada perangsang yang membuat petani bergairah untuk meningkatkan produksinya. Faktor perangsang tersebut adalah harga hasil produksi yang menguntungkan, pembagian hasil yang wajar, dan tersedianya barang-barang dan jasa yang ingin dibeli oleh petani.
5. Tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinu. Tanpa tersedianya sarana pengangkutan yang efisen dan murah, maka keempat syarat mutlak
31 lainnya tidak dapat berjalan dengan efektif, karena produksi pertanian harus tersebar dengan baik.
2.5 Pengembangan Sektor Unggulan Sebagai Strategi Pembangunan