BAB 1 Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
1.3.1 Pertanian
Lapangan usaha pertanian mengalami akselerasi laju pertumbuhan, setelah mengalami perlambatan pada triwulan sebelumnya. Pada triwulan III 2017 lapangan usaha pertanian tumbuh 7,22% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 6,19% (yoy). Akselerasi pertumbuhan lapangan usaha pertanian pada triwulan III 2017 bersumber dari kenaikan produksi tanaman bahan makanan dan perkebunan. Kenaikan produksi tanaman bahan makanan didorong oleh masuknya musim panen dan kenaikan luas lahan padi.
Peningkatan yang terjadi pada sublapangan usaha tabama selama triwulan III 2017 terkonfirmasi melalui kenaikan luas lahan tanam dan panen padi sawah di Kalimantan Barat. Luas lahan tanam padi sawah di Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 meningkat
mencapai 122,47 ribu hektar, meningkat dibandingkan triwulan lalu yang seluas 77,42 hektar. Demikian halnya dengan luas lahan panen padi sawah di Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 mencapai 106,16 ribu hektar atau meningkat dibandingkan pertumbuhan lahan padi sawah pada triwulan lalu dengan luas lahan panen seluas 52,28 ribu hektar. Peningkatan luas lahan tanam padi sawah di wilayah Kalimantan Barat sejalan dengan target produksi padi tahun 2017 yang mencapai 1,8 juta ton.
Pembukaan lahan pertanian di perbatasan mendorong kenaikan produksi beras Kalimantan Barat. Pembukaan ini ditujukan untuk mendukung program ekspor beras hingga 10.000 ton ke Malaysia melalui PLBN Entikong. Lebih jauh, ekspor beras perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ton juga telah dilakukan pada Oktober 2017 lalu menyusul kondisi surplus beras yang dialami oleh Kalimantan Barat.
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.7 Perkembangan Luas Lahan Tanam Sawah Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.33 Perkembangan Luas Lahan Panen Sawah Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.8 Perkembangan Luas Lahan Puso Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.9 Perkembangan Luas Lahan Dampak Perubahan Iklim (DPI)
Secara spasial, peningkatan luas lahan panen terbesar terdapat di Kabupaten Sambas dan Landak. Luas lahan panen di Kabupaten Sambas naik hingga 36,15 ribu hektar, yaitu dari 4,53 ribu hektar menjadi 40,69 ribu hektar, sementara luas panen di wilayah Kabupaten Landak bertambah seluas 10,30 ribu hektar dari 6,07 ribu hektar pada triwulan II 2017 menjadi 16,37 ribu hektar. Di sisi lain, terdapat beberapa wilayah yang mengalami penyusutan luas lahan panen, seperti pada Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kubu Raya.
6,985 111 63 3,741 194 -600 36 -2,862 Sambas Bengkayang Landak Mempawah Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi Kayong Utara Kubu Raya Kota Pontianak Kota Singkawang Triwulan II 2017 Triwulan I 2017
Luas lahan panen di Kabupaten Ketapang menyusut hingga 8,97 ribu hektar, dari sebelumnya 12,87 ribu hektar di triwulan II 2017 menjadi 3,89 ribu hektar pada triwulan III 2017. Demikian halnya dengan Kabupaten Kubu Raya yang mengalami penyusutan hingga 6,02 ribu hektar dari 10,57 ribu hektar pada triwulan lalu menjadi 4,55 ribu hektar pada triwulan III 2017.
Tabel 1.2 Perkembangan Luas Lahan Panen Sawah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Produksi karet slab di Kalimantan Barat naik, namun dari sisi harga tercatat penurunan. Volume produksi karet slab meningkat menjadi 69,30 ribu ton pada triwulan III 2017. Atau tumbuh dari 28,68% (yoy) pada triwulan II 2017 menjadi 37,57% (yoy). Dari sisi perkembangan harga, karet slab kembali mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Tercatat harga karet Slab Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 berkisar Rp17.717/Kg atau meningkat tipis 0,77% (qtq) relatif terhadap harga rata-rata karet Slab pada triwulan sebelumnya (Rp17.582/Kg). Namun demikian, harga karet di tingkat petani saat ini masih cenderung berada pada menyentuh titik terendah, yaitu berkisar antara Rp5.000-Rp6.000/Kg dari yang sebelumnya dapat mencapai Rp12.000-Rp15.000. Dalam kondisi demikian, petani biasanya akan memilih untuk menyimpan terlebih dahulu karet dengan cara dibekukan dan baru akan dijual ketika harga sudah relatif stabil.6
6 Informasi anekdotal. I II III Sambas 23,500 4,543 40,693 Bengkayang 14,211 510 7,459 Landak 29,706 6,070 16,372 Mempawah 11,864 2,025 10,620 Sanggau 22,299 5,044 10,446 Ketapang 17,735 12,866 3,893 Sintang 10,916 1,422 2,592 Kapuas Hulu 6,667 89 2,222 Sekadau 6,791 845 1,079 Melawi 4,653 215 640 Kayong Utara 10,261 7,875 2,662 Kubu Raya 35,856 10,567 4,549 Pontianak 178 - 38 Singkawang 2,611 213 2,898 Total 197,248 52,284 106,163 2017 Trend Kabupaten/Kota
Sumber: Dinas Pertanian Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.36 Perkembangan Produksi Karet Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Perkebunan Prov. Kalbar dan Bloomberg, diolah
Grafik 1.37 Perkembangan Harga Karet Slab dan Internasional
Produksi kelapa sawit (Tandan Buah Segar/TBS) Kalimantan Barat kembali mengalami peningkatan dari sebelumnya tumbuh 23,70% (yoy) pada triwulan II 2017 menjadi 87,17% (yoy) pada triwulan III 2017. Telah berlalunya dampak El Nino pada akhir tahun 2016 lalu serta relatif baiknya cuaca sepanjang tahun 2017 telah menyebabkan produksi TBS kelapa sawit kembali meningkat. Peningkatan produksi TBS ini juga diikuti oleh meningkatnya harga TBS Kalimantan Barat. Relatif terhadap triwulan sebelumnya, rata-rata harga TBS Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 tercatat sebesar Rp1.562,40Kg, atau lebih tinggi 1,76% (qtq) relatif terhadap harga TBS triwulan sebelumnya (Rp1.535,44/Kg).
Sumber: Dinas Perkebunan Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.38 Perkembangan Produksi TBS Kalimantan Barat
Sumber: Dinas Perkebunan Prov. Kalbar, diolah
Grafik 1.39 Perkembangan Harga TBS
Memasuki triwulan IV 2017, kinerja lapangan usaha pertanian diprediksikan melambat. Perlambatan tersebut utamanya disebabkan melemahnya kinerja sublapangan usaha tabama. Di sisi lain, meningkatnya kinerja sublapangan usaha perkebunan diperkirakan akan menahan penurunan lebih dalam pada lapangan usaha pertanian. Pada sublapangan usaha tabama, telah berlalunya musim panen pada triwulan III membuat triwulan IV menjadi awal musim tanam baru sehingga disinyalir akan berpengaruh terhadap produksi padi secara keseluruhan. Sementara itu pada sublapangan usaha perkebunan, kinerja produksi TBS Kalimantan Barat diprakirakan akan masih mengalami peningkatan seiring dengan kondisi cuaca yang telah kembali normal pasca hilangnya pengaruh El Nino pada 2016 lalu.
0 50 100 150 200 250 300 350 400 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 Ja n M ar May Ju l S e p N o v Ja n Mar Me i Ju l S e p N o p Ja n Mar May Ju l S e p N o v Ja n M ar May Ju l S e p N o v Ja n Mar May Ju l 2013 2014 2015 2016 2017 USD Cent/Kg Rp
Haga Karet Slab Kalbar Harga Karet Internasional (Skala Kanan) Tren Harga Karet Slab Tren Harga Internasional Karet
Pertumbuhan lapangan usaha pertanian Kalimantan Barat pada 2017 diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan lapangan usaha pertanian diproyeksikan berada di atas pencapaian pertumbuhan lapangan usaha pertanian tahun 2016 yang sebesar 4,46% (yoy). Peningkatan kinerja lapangan usaha pertanian pada tahun 2017 lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang telah kembali normal pasca berlalunya fenomena El Nino pada 2016 yang lalu.