5. Pertanian, Energi Listrik, dan Perdagangan
5.1. Pertanian
Sebagian besar wilayah Kabupaten Tana Tidung merupakan lahan pertanian. Luas lahan pertanian di Kabupaten Tana Tidung mencapai 297.028,7 hektar atau sekitar 61.51 persen dari total luas lahan kabupaten. Lahan pertanian terluas berada di Kecamatan Sesayap Hilir yakni seluas 93.894 hektar. Adapun untuk lahan bukan pertanian terluas berada di kecamatan Sesayap yaitu 61.092 hektar.
Tabel 27. Luas Penggunan Lahan menurut Kecamatan, 2019 (hektar)
Kecamatan
Penggunaan Lahan
Total Luas Lahan Pertanian Pertanian Bukan
(1) (2) (3) (4) 010 Muruk Rian 50 602,1 10 259,9 60 862,0 020 Sesayap 40 600,0 61 092,0 101 692,0 030 Betayau 69 369,8 31 395,2 100 765,0 040 Sesayap Hilir 93 894,0 37 859,0 131 753,0 050 Tana Lia 42 562,8 45 223,2 87 786,0 JUMLAH 297 028,7 185 829,3 482 858,0
Dari dahulu hingga sekarang bahkan sampai beberapa tahun kedepan sektor ini akan menjadi salah satu sektor unggulan yang diunggulkan dari Kabupaten Tana Tidung. Selain sektor pertanian sebenarnya masih ada sektor lain yang menyumbang kontribusi paling besar terhadap PDRB KTT. Sektor itu adalah sektor pertambangan dengan sumbangan nilai tambah terbesar. Tetapi sektor pertanian tidak lantas langsung di tinggalkan atau tidak di fokuskan oleh pemerintah lagi karena sektor pertanian selama ini menjadi sektor basis yang menyerap tenaga kerja paling besar.
Pembangunan di bidang ekonomi yang sedang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Tana Tidung diarahkan pada sektor industri, perdagangan, dan jasa dengan didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Pembangunan disektor pertanian masih menjadi penting disebabkan jumlah penduduk yang berusaha dibidang pertanian
masih relatif besar. Gambaran mengenai keadaan pertanian di Kabupaten Tana Tidung yang menyangkut luas lahan yang digunakan, luas panen serta produksinya disajikan pada bab ini.
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang
dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan
orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.
Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk
menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pembangunan pertanian adalah suatu bagian integral pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum. Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik. Pertanian merupakan sektor utama penghasil bahan-bahan makanan dan bahan-bahan-bahan-bahan industri yang dapat diolah menjadi bahan-bahan sandang, pangan, dan papan yang dapat dikonsumsi maupun diperdagangkan, maka dari itu pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan ekonomi.
Di Kabupaten Tana Tidung, semua subsektor pertanian tercakup diantaranya, subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor peternakan, subsektor perikanan dan kelautan dan subsektor kehutanan.
Subsektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Pembangunan Pertanian Kabupaten Tana Tidung Tahun 2019 merupakan upaya pencapaian peningkatan penyediaan pangan, khususnya beras, sayur-sayuran, dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan gizi, baik kualitas maupun kuantitas. Perbaikan serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian, pengembangan agrobisnis komoditas unggulan secara bertahap akan diarahkan pada kawasan sentra produksi.
Tabel 28. Penggunaan Lahan menurut Kecamatan, 2019 (hektar)
Kecamatan
Penggunaan Lahan
Total Luas Lahan Sawah Pertanian Bukan
Sawah Bukan Pertanian (1) (2) (3) (4) (5) 010 Muruk Rian 47,0 50 555,1 10 259,9 60 862,0 020 Sesayap 515,0 40 085,0 61 092,0 101 692,0 030 Betayau 328,0 69 041,8 31 395,2 100 765,0 040 Sesayap Hilir 983,0 92 911,0 37 859,0 131 753,0 050 Tana Lia 1 487,0 41 075,8 45 223,2 87 786,0 JUMLAH 3 360,0 293 668,7 185 829,3 482 858,0
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Dari Tabel di atas terlihat bahwa lahan pertanian bukan sawah jauh lebih luas dibandingkan lahan sawah. Luas lahan pertanian bukan sawah hampir setengah dari total luas lahan di Kabupaten Tana Tidung. Berikut dirinci luas lahan sawah menurut sumber airnya.
Tabel 29. Penggunaan Lahan Sawah Kecamatan, 2019 (hektar)
Kecamatan
Penggunaan Lahan Sawah Total
Luas Lahan Sawah Irigasi Tadah Hujan Pasang Surut Rawa Lebak
(1) (2) (3) (4) (5) (6) 010 Muruk Rian 0,0 41,0 6,0 0,0 47,0 020 Sesayap 140,0 136,0 232,0 7,0 515,0 030 Betayau 0,0 328,0 0,0 0,0 328,0 040 Sesayap Hilir 65,0 705,0 213,0 0,0 983,0 050 Tana Lia 129,0 1 174,0 184,0 0,0 1 487,0 JUMLAH 334,0 2 384,0 635,0 7,0 3 360,0
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Dari Tabel di atas dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar lahan pertanian sawah menggunakan
tadah hujan yaitu sebesar 2.384 hektar atau sebesar 70,95 persen dari total luas lahan sawah. Lahan pertanian terluas yang banyak menggunakan tadah sawah berada di kecamatan Tana Lia sebesar 1.174
hektar. Sementara itu, lahan pertanian sawah menggunakan rawa lebak yang paling sedikit digunakan dan hanya sebesar 7 hektar di kecamatan sesayap saja.
Dari total luas lahan sawah sebesar 3.360 hektar tidak seluruhnya digunakan untuk penanaman padi. Sehingga, luas panen padi sawah hanya seluas 206,8 hektar saja yang di panen sepanjang tahun 2019. Berikut luas panen padi sawah secara total menurut bulan selama tahun 2019.
Tabel 30. Luas Panen Padi Sawah Dirinci Menurut Bulan, 2019 (hektar)
Sumber: BPS Kabupaten Tana Tidung
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pertanian pangan dan perikanan selalu berupaya meningkatkan produksi padi sawah, beberapa kegiatan dilakukan di antaranya percetakan lahan sawah, pemberian penyuluhan pemakaian pestisida dan pupuk, pemberian bantuan berupa bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).
Untuk komoditi padi ladang (bukan sawah) masih bergantung pada kebiasaan penanaman padi secara tradisional. Umumnya penanaman padi bukan sawah dalam satu tahun hanya ada satu kali penanaman. Bulan penanaman berada pada bulan Agustus – Oktober dan panennya pada bulan Februari – April tahun berikutnya. Berikut ini tabel luas panen padi ladang secara total menurut bulan selama tahun 2019
Tabel 31. Luas Panen Padi Ladang Dirinci Menurut Bulan, 2019 (hektar)
Sumber: BPS Kabupaten Tana Tidung
Untuk panen padi ladang ada sedikit pergeseran dibanding tanamnya. Hal ini terjadi karena waktu tanam yang hanya satu kali dalam setahun.
Sehingga dari penjelasan di atas dapat disimpulkan untuk komoditi padi total (padi sawah dan padi ladang) sebagai berikut:
Kabupaten Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan-Des
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Tana Tidung - 2 - - - 37 - - - - - - 38
Kecamatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan-Des
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Tabel 32. Luas Panen, Tanam, Produktivitas dan Produksi Padi total*, 2019
No Uraian Jumlah
(1) (2) (3)
1 Luas Panen (Ha) 110
2 Luas Tanam (Ha) -
3 Produktivitas (ku/ha) 25,94
4 Produksi* (ku) 2853
Sumber: BPS Kabupaten Tana Tidung
*Padi = padi sawah + padi ladang *Poduksi dalam GKG
Selain tanaman padi di Kabupaten Tana Tidung juga terdapat tanaman pokok lain atau tanaman kedua atau dalam bahasa pertanian dikenal dengan nama tanaman palawija. Tanaman Palawija atau tanaman makanan pokok selain padi diantaranya jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, kacang hijau dan kacang tanah. Dari beberapa tanaman palawija yang ada paling dominan ditanami di Kabupaten Tana Tidung adalah tanaman ubi kayu. Berikut adalah luas tanam dan panen tanaman palawija yang ada di Kabupaten Tana Tidung.
Tabel 33. Luas Panen dan Luas Tanam Tanaman Palawija, 2019 (ha)
Kecamatan Jagung Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar
Panen Tanam Panen Tanam Panen Tanam Panen Tanam
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Muruk Rian 12.0 11.0 1.0 1.0 5.0 5.0 0.0 1.0 Sesayap 0.0 0.0 0.0 0.0 23.0 29.0 0.0 0.0 Betayau 2.0 3.0 0.0 0.0 2.0 4.0 1.0 1.0 Sesayap Hilir 0.0 0.0 0.0 0.0 1.0 2.0 0.0 0.0 Tana Lia 3.0 4.0 0.0 0.0 2.0 2.0 0.0 0.0 Total 17.0 18.0 1.0 1.0 33.0 42.0 1.0 2.0
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Pada tahun 2019 luas panen palawija mencapai 52 hektar, dengan rincian sebagai berikut: luas panen Jagung mencapai 17 hektar, kacang hijau 1 hektar, ubi kayu dengan luas panen 33 hektar dan ubi jalar 1 hektar. Sedangkan untuk luas tanam paling banyak adalah komoditi ubi kayu (42 hektar), diikuti komoditi
hektar). Luas panen pada komoditi jagung di Kecamatan Muruk Rian lebih besar dibandingkan luas tanamnya, hal ini dikarenakan pada bulan januari terdapat kegiatan panen pada sisa tanaman dari bulan desember tahun sebelumnya sebanyak 1 hektar.
Kondisi Tanaman Sayur dan Buah Semusim
Tanaman Sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya yang berumur kurang dari satu tahun. Tidak dibedakan antara tanaman sayuran yang ditanam didaerah dataran tinggi dan dataran rendah, begitu juga yang ditanam di lahan sawah dan lahan bukan sawah. Tanaman Buah-buahan Semusim adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain - lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, dapat berbentuk rumpun, menjalar, dan berbatang lunak. Tanaman buah -buahan semusim terdiri dari melon, semangka, blewah dan stroberi.
Di Kabupaten Tana Tidung, tanaman buah dan sayur semusim hanya sebagian kecil saja yang berproduksi, hal ini dikarenakan faktor alam yang tidak mendukung untuk tanaman sayur buah semusim tersebut. Berikut ditampilkan luas panen, produktivitas dan produksi tanaman Sayur Buah Semusim tahun 2019.
Tabel 34. Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Tanaman Sayur Buah Semusim, 2019
Jenis Tanaman Luas Panen (ha) Produktivitas (ku/ha) Produksi (kuintal)
(1) (2) (3) (4) 1. Bawang Merah - - - 2. Bawang Putih - - - 3. Bawang Daun 3 11,33 34 4. Kentang - - - 5. Kubis - - - 6. Petsai 34 6,94 236 7. Wortel - - - 8. Lobak - - - 9. Kacang Panjang 13 21,62 281 10. Cabai Besar - - - 11. Cabai Rawit 26 21,38 556 12. Tomat 20 13,30 266 13. Terung 14 18,50 259 14. Buncis - - - 15. Ketimun 3 9,67 29 16. Semangka - - - 17. Kangkung 44 8,52 375 18. Bayam 41 7,34 301
Sumber: BPS dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Untuk komoditas tanaman sayur-sayuran yang diproduksi di Kabupaten Tana Tidung antara lain: Bawang Daun, Petsai, kacang panjang, cabai rawit, tomat, ketimun, terung, kangkung, dan bayam. Pada tahun 2019, produksi tanaman bawang daun sebesar 34 kuintal, petsai sebesar 236 kuintal, kacang panjang 281 kuintal, cabe rawit 556 kuintal, tomat 266 kuintal, terung 259 kuintal, ketimun 29 kuintal, kangkung 375 kuintal, dan bayam 301 kuintal. Sedangkan untuk tanaman cabai besar dan buncis tidak ada produksi di tahun 2019. Luas panen tanaman sayur buah semusim terluas adalah kangkung (44 hektar), Bayam (41 hektar) dan
Tabel 35. Produksi Tanaman Sayur Buah Semusim, 2015 - 2019 (Kuintal) Jenis Tanaman 2015 2016 2017 2018 2019 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Bawang Merah - - - - - 2. Bawang Putih - - - - - 3. Bawang Daun 7 165 30 3 34 4. Kentang - - - - - 5. Kubis - - - - - 6. Petsai 237 930 323 214 236 7. Wortel - - - - - 8. Lobak - - - - - 9. Kacang Panjang 241 597 215 53 281 10. Cabai Besar 96 252 201 5 - 11. Cabai Rawit 194 259 1 009 199 556 12. Tomat 170 445 567 147 266 13. Terung 163 365 499 81 259 14. Buncis 12 28 25 3 - 15. Ketimun 54 45 85 28 29 16. Semangka - - - - - 17. Kangkung 828 1 521 462 337 375 18. Bayam 143 1 357 480 366 301
Sumber: BPS dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Kondisi Tanaman Sayur dan Buah Tahunan
Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun dan atau buah yang berumur lebih dari satu tahun. Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan tanaman tahunan. Pada tahun 2019, tanaman buah-buahan mengalami peningkatan dalam
jumlah tanaman yang dipanen dan produksinya kecuali tanaman Jambu Bol yang tetap tidak terdapat produksi seperti tahun sebelumnya.
Tabel 36. Produksi Tanaman Buah-buahan, 2015- 2019 (Kuintal)
Jenis Tanaman 2015 2016 2017 2018 2019 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Alpukat 10 2 4 5 8 2. Mangga 971 1 014 728 459 2 293 3. Rambutan 847 312 323 398 2 186 4. Duku / Langsat 1 510 723 670 562 2 733 5. Jeruk 558 225 173 196 330 6. Durian 1 555 422 144 919 1 855 7. Jambu Biji 41 18 18 12 25 8. Jambu Air 67 11 18 9 43 9. Jambu Bol - - - - - 10. Sawo 30 10 8 20 39 11. Pepaya 1 580 716 423 688 1 430 12. Pisang 3 970 3 938 1 306 1 262 2 037 13. Nenas 1 105 159 137 240 414 14. Salak 17 07 7 14 49 15. Sukun 28 16 10 29 64 16. Belimbing 27 13 12 16 28 17. Nangka 2 341 846 897 1 715 4 987 18. Melinjo 79 44 14 20 30
Sub Sektor Peternakan
Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja. Memelihara dan peternakan adalah dua hal yang
memiliki makna berbeda jika di lihat dari tujuannya. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah
dikombinasikan secara optimal. Sedangkan memelihara bisa jadi hanya sekadar hobi untuk memelihara hewan atau alasan lainnya yang tidak untuk maksud di perjualbelikan. Berdasarkan ukuran hewan ternak, bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam (unggas), kelinci dan lain-lain.
Pada tahun 2019 total populasi sapi sebanyak 1.169 ekor, babi sebanyak 444 ekor, Kambing sebanyak 503 ekor, dan kerbau sebanyak 2 ekor. Populasi sapi terbesar berada di Kecamatan Sesayap (398 ekor) dan Batayau (255 ekor). Populasi kambing terbanyak berada di Sesayap Hilir (281 ekor) dan Tana Lia (153 ekor). Polpulasi babi terbesar berada di Kecamatan Sesayap (183 ekor) dan Betayau (109 ekor). Sedangkan untuk kerbau hanya terdapat 2 ekor saja di Kecamatan Tana Lia dan Sesayap Hilir.
Tabel 37. Populasi Ternak menurut Kecamatan dan Jenis Ternak, 2019 (Ekor)
Kecamatan Sapi Potong Kerbau Kambing Babi
(1) (2) (3) (4) (5) 010 Muruk Rian 79 - - 123 020 Sesayap 398 - 42 183 030 Betayau 255 - 27 109 040 Sesayap Hilir 237 1 281 16 050 Tana Lia 200 1 153 13 Jumlah 2019 1 169 2 503 444 2018 1 145 1 322 377 2017 1 102 1 377 435 2016 1 052 1 401 456
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Tabel 38. Populasi Unggas menurut Kecamatan dan Jenis Unggas, 2019 (Ekor)
Kecamatan Kampung Ayam Ayam Ras Pedaging Ayam Ras Petelur Itik
(1) (2) (3) (4) (5) 010 Muruk Rian 1 117 11 341 200 70 020 Sesayap 1 401 158 318 - 2 181 030 Betayau 932 12 558 - 124 040 Sesayap Hilir 1 115 8 489 - 99 050 Tana Lia 1 974 5 865 - 100 Jumlah 2019 6 539 196 571 200 2 574 2018 4 838 169 700 - 614 2017 5 057 137 300 - 627 2016 3 643 41 500 - 674
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Populasi unggas pada tahun 2019 sebanyak 6.539 ekor ayam kampung, 196.571 ekor ayam ras pedaging, 200 ekor ayam petelur, dan 2.574 ekor itik. Dibandingkan dengan tahun 2018 populasi unggas mengalami peningkatan. Populasi ayam kampung terbanyak berada di Kecamatan Tana lia (1.974 ekor) dan
Kecamatan Sesayap (1.401 ekor). Populasi ayam ras petelur hanya ada di kecamatan Muruk Rian (200 ekor). Sedangkan populasi ayam pedaging tertinggi terdapat di kecamatan Sesayap (158.318 ekor) dan Betayau (12.558 ekor).
Sampai dengan saat ini belum terdapat Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Tana Tidung. Pencatatan pemotongan hewan dilakukan oleh dinas pertanian. Pada tahun 2019 total jumlah hewan ternak yang dipotong adalah sebanyak 318 ekor, dengan rincian 91 babi, 149 ekor sapi potong, dan 78 ekor kambing. Untuk semua jenis ternak pemotongan terbanyak dilakukan di Kecamatan Sesayap total 155 ekor ternak, terdiri atas 46 ekor babi, 85 ekor sapi, dan 24 ekor kambing.
Tabel 39. Jumlah Ternak yang Dipotong menurut Kecamatan Tahun 2019 (Ekor)
Kecamatan Potong Sapi Kerbau Kambing Babi
(1) (2) (3) (4) (5) 010 Muruk Rian 3 - - 29 020 Sesayap 85 - 24 46 030 Betayau 17 - 3 5 040 Sesayap Hilir 25 - 36 11 050 Tana Lia 19 - 14 - Jumlah 2019 149 - 78 91 2018 104 - 67 83 2017 103 - 60 137 2016 133 - 39 179
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Sub Sektor Perikanan
Wilayah Kabupaten Tana Tidung sebagian besar berbatasan langsung dengan wilayah perairan baik sungai maupun laut. Dengan kondisi tersebut banyak masyarakat yang mejadikan nelayan sebagai mata pencarian utama maupun tambahan. Total jumlah rumah tangga perikanan tangkap pada tahun 2019 adalah 300 rumah tangga, dengan rincian 71.66 persen merupakan rumah
tangga perikanan laut (215 ruta) dan 28.33 persen merupakan rumah tangga perairan umum (85 ruta). Kecamatan Tana Lia adalah penyumbang terbesar rumah tangga perikanan yakni 125 rumah tangga, dimana seluruhnya merupakan perikanan laut. Sedangkan untuk rumah tangga perairan umum terbanyak berada di Kecamatan Sesayap (43 rumah tangga).
Tabel 40. Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor, 2019
Kecamatan Perikanan Laut Perairan Umum Jumlah
(1) (2) (3) (4) 010 Muruk Rian - 5 5 020 Sesayap - 43 43 030 Betayau - 13 13 040 Sesayap Hilir 90 24 114 050 Tana Lia 125 - 125 Jumlah 215 85 300
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Total produksi perikanan tangkap pada tahun 2019 di Kabupaten Tana Tidung sebesar 941,379 ton, dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Tana Lia (453,967 ton), kemudian Kecamatan Sesayap Hilir (355,842 ton) dan Kecamatan Sesayap (84,702 ton). Jika dilihat menurut subsektor maka Kecamatan Tana Lia memiliki produksi perikanan laut terbanyak (453,967 ton) dan Kecamatan Sesayap memiliki produksi perairan umum terbanyak (84,702 ton).
Tabel 41..Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor, 2019 (ton)
Kecamatan Perikanan Laut Perairan Umum Jumlah
(1) (2) (3) (4) 010 Muruk Rian - 0,982 0,982 020 Sesayap - 84,702 84,702 030 Betayau - 45,892 45,892 040 Sesayap Hilir 302,672 53,17 355,842 050 Tana Lia 453,967 - 453,967 Jumlah 756,639 184,746 941,379
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Total jumlah rumah tangga perikanan budidaya di Kabupaten Tana Tidung tahun 2019 adalah 1.503 rumah tangga. Hanya terdapat tiga jenis budidaya yang diterapkan di Kabupaten Tana Tidung yakni tambak (1.376 ruta), kolam (97 ruta) dan Mina padi (30 ruta). Sesayap Hilir merupakan penyumbang jumlah rumah tangga perikanan budidaya terbanyak yakni mencapai 752 rumah tangga, dimana sebagian besar adalah budidaya tambak 702 rumah tangga, budidaya kolam 40 rumah tangga dan budidaya mina budi 10 rumah tangga.
Tabel 42 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Menurut Kecamatan dan Jenis Budidaya, 2019
Kecamatan Budidaya Laut Tambak Kolam Keramba Jaring Apung Minapadi Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 010 Muruk Rian - - 15 - - - 15 020 Sesayap - - 42 - - 20 62 030 Betayau - 206 - - - - 206 040 Sesayap Hilir - 702 40 - - 10 752 050 Tana Lia - 468 - - - - 468 Jumlah - 1 376 97 - - 30 1 503
Total produksi perikanan budidaya pada tahun 2019 di Kabupaten Tana Tidung sebesar 7.789,84 ton, dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Sesayap Hilir (3.928,24 ton), kemudian Kecamatan Tana Lia (2.618,87 ton) dan Kecamatan Betayau (1.154,01 ton). Jika dilihat menurut subsektor maka Kecamatan Sesayap Hilir memiliki produksi perikanan terbanyak (3.928,244 ton) dilanjutkan dengan Kecamatan Tana Lia dengan produksi perikanan 453,967 ton. Tabel 43..Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kecamatan dan Jenis Budidaya,
2019 (ton)
Kecamatan Budidaya Laut Tambak Kolam Keramba Apung Jaring Minapadi Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 010 Muruk Rian - - - - - - - 020 Sesayap - - 8,316 - - 0,4 8,716 030 Betayau - 1 154,01 - - - - 1 154,01 040 Sesayap Hilir - 3 923,09 5,154 - - - 3 928,244 050 Tana Lia - 2 618,87 - - - - 2 618,87 Jumlah - 7 695,97 13,47 - - 0,4 7 709,84
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Sub Sektor Perkebunan
Perkebunan adalah salah satu subsektor pertanian yang sedang berkembang di Kabupaten Tana Tidung. Perluasan areal perkebunan baik perkebunan rakyat maupun perusahaan skala besar terus ditingkatkan. Komoditi yang menjadi unggulan adalah kelapa sawit. Sampai dengan tahun 2019 terdapat 3 (tiga) perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni:
1. PT. Teknik Utama Mandiri 2. PT. Usaha Kaltim Mandiri
3. PT. Anugrah Kembang Sawit Sejahtera
Sementara itu untuk perkebunan rakyat, komoditi kelapa sawit juga mengalami perkembangan. Luas tanam keseluruhan tanaman perkebunan kelapa
tanaman kelapa sawit mencapai 486,01 hektar dengan penanaman terluas berada di Kecamatan Betayau (155,90 hektar), diikuti Kecamatan Muruk Rian (153,79 hektar), dan Kecamatan Sesayap Hilir (110,41 hektar).
Tabel 44 Luas Tanaman Perkebunan menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman, 2019 (hektar)
Kecamatan Karet Kelapa Kelapa Sawit Kopi Lada Kakao
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 010 Muruk Rian 23,45 3,00 153,79 0,00 4,21 0,25 020 Sesayap 44,10 6,85 65,91 2,30 8,99 0,00 030 Betayau 7,45 2,00 155,90 2,00 7,00 0,00 040 Sesayap Hilir 14,00 9,50 110,41 8,20 15,80 0,00 050 Tana Lia 0,00 4,56 0,00 0,00 5,00 0,00 Jumlah 2019 89,00 25,91 486,01 12,50 41,00 0,25 2018 89,00 25,91 486,01 12,50 41,00 0,25 2017 91,00 19,50 473,01 14,50 37,50 0,25 2016 67,55 11,50 400,00 14,50 22,50 -
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Setelah kelapa sawit, tanaman perkebunan dengan jumlah tanaman terluas adalah karet (89 hektar), diikuti tanaman lada (41 hektar) dan kelapa (25.91 hektar). Tanaman karet paling banyak terdapat di Kecamatan Sesayap (44.10 hektar). Tanaman kelapa, kopi, dan lada terluas berada di Kecamatan Sesayap Hilir (masing-masing 9.50 hektar, 8.20 hektar, dan 15.80 hektar). Sementara tanaman kakao hanya berada di Kecamatan Muruk Rian dengan luas tanaman 0.25 hektar. Adapun produksi tanaman perkebunan sepanjang tahun 2019 dapat di lihat pada tabel berikut.
Tabel 45. Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman, 2019 (ton)
Kecamatan Karet Kelapa Kelapa Sawit Kopi Lada Kakao
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 010 Muruk Rian - - 103,44 - 0,20 - 020 Sesayap - 1,40 100,00 0,64 0,50 - 030 Betayau - - 105,41 - - - 040 Sesayap Hilir - 3,60 93,00 1,14 0,99 - 050 Tana Lia - - - - Jumlah 2019 - 5,00 401,85 1,78 2,69 - 2018 - 5,00 401,85 1,75 1,00 - 2017 - 3,60 333,03 1,52 0,90 - 2016 - 2,03 326,03 1,75 0,82 -
Sumber: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Secara umum produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Tana Tidung masih belum optimal, terlihat dari jumlah produksi yang cenderung rendah. Pada tahun 2019 komoditas karet dan kakao tidak berproduksi dikarenakan usia tanaman yang masih relatif muda dan belum memasuki usia produktif. Tanaman kelapa sawit memiliki produksi sebanyak 401,85 ton dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Betayau (105,41 ton) dan Kecamatan Muruk Rian (103,44 ton). Produksi kelapa dan kopi tercatat hanya terdapat di Kecamatan Sesayap Hilir dan Sesayap masing-masing sebanyak 3,60 ton dan 1,14 ton dan 1,40 ton dan 0,64 ton.