BAB I KINERJA
D. Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan Bilateral
3. Pertemuan ke-2 Joint Study Group (JSG) Indonesia – Korea
3. Pertemuan ke-2 Joint Study Group (JSG) Indonesia - Korea
Pertemuan ke-2 Joint Study Group (JSG) Indonesia - Korea diselenggarakan pada tanggal 21-22 September 2011 di Seoul, Korea.
Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan kelayakan peningkatan kerja sama bilateral Indonesia dan Korea menuju suatu kemitraan ekonomi yang lebih bersifat strategis, komprehensif, dan inovatif. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2011 di Jakarta. Pertemuan ke-2 JSG Indonesia - Korea terbagi atas dua sesi yaitu plenary session dan Group Session. Pada
Sub-Group Session kedua pihak sepakat untuk membagi
menjadi dua Sub-Group yaitu Sub-Group I yang membahas
Trade in Goods dan Sub-Group II yang membahas Trade in Services, Investment, and Economic Cooperation.
Gambar 4. Pertemuan ke-2 Joint Study Group Indonesia - Korea Sub-Group I: Trade in
Goods
Sub-Group I membahas mengenai hal-hal yang terkait
dengan trade in goods, non-tariff measures, trade rules,
customs procedures, dan trade facilitation. Kedua pihak
sepakat untuk menambahkan executive summary yang mencakup intisari empat chapters dimaksud pada Draft
JSG Report ke dalam outline draft tersebut.
Chapter I Pada Chapter I, kedua pihak menyepakati agar draft text yang telah direvisi menghapuskan referensi pada Expert
Group dan Working Group on Trade and Investment
sebagai inisiator JSG sebagaimana terdapat pada paragraf pertama.
Chapter II Pada Chapter II, kedua pihak melakukan perubahan pada judul Chapter, chapter, dan penomoran. Pada
sub-chapter Trade in Goods dilakukan perubahan terhadap
beberapa angka statistik seperti struktur Gross Domestic
Product (GDP) dan neraca perdagangan kedua negara. Indonesia mengusulkan penambahan paragraf dan angka yang menunjukkan komplementaritas kedua negara dalam beberapa sektor dengan menggunakan complementary
index. Expert consultants juga akan menambahkan tabel
baru yang menunjukkan breakdown dari 15 sub-sektor impor masing-masing negara dalam periode 2000-2010. Pihak Korea akan mengusulkan paragraf baru mengenai SPS pada Chapter 2.5.2. yang membahas Non Tariff
Measures.
Chapter III Pada Chapter III, kedua pihak meminta expert consultants untuk memperjelas tabel-tabel dalam Draft JSG Report dan memasukkan tabel baru yang memaparkan breakdown
produk sensitive track berdasarkan sub-sektor industri.
Expert consultants juga akan memperbaharui nilai impor
produk sensitive track kedua negara di bawah AKFTA pada tahun 2011. Kedua pihak mendiskusikan cara memperhitungkan dampak CEPA yang lebih mendetail dan sepakat bahwa Computable General Equilibrium (CGE)
models harus menggunakan skenario 2 yang terdapat
dalam draft sebelumnya dan partial equilibrium model harus di-review secara paralel dengan hasil CGE oleh kedua pihak dalam jangka waktu dua minggu.
Chapter IV Pada Chapter IV, kedua pihak me-review cakupan CEPA terkait trade in goods, customs procedures, dan trade
facilitation, serta beberapa elemen dalam economic cooperation termasuk capacity building. Kedua pihak
sepakat untuk membuat sub-chapter sendiri bagi non-tariff
measures yang akan dikonsep oleh pihak Korea dan
ditanggapi oleh pihak Indonesia. Korea juga akan mengkonsep teks sub-chapter Trade Rules. DELRI mengusulkan agar sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dapat ditambahkan ke dalam cakupan economic
cooperation of CEPA dengan perhatian khusus terhadap
UKM melalui proyek-proyek economic cooperation. Sub-Group II: Trade in
Services and Investment
Sub-Group II membahas mengenai hal-hal yang terkait
dengan trade in services, investment, government
procurement, dan economic cooperation and capacity building.
Pihak Korea menjelaskan bahwa Korea telah melakukan
streamlining terhadap draf yang telah disiapkan oleh
Indonesia dengan mempersingkat kalimat yang terlalu panjang dan menghilangkan pengulangan. Pada akhir pertemuan, Sub-Group II berhasil menyepakati sebagian besar substansi Draft JSG Report dan merevisi draf tersebut menjadi lebih ringkas, seimbang, dan konsisten. Trade in Services Terkait dengan trade in services, Indonesia memberikan
masukan dalam sub-chapter Liberalization of Services in
Indonesia di bawah Chapter II dan Commitments under the AKFTA: Trade in Services for Indonesia di bawah Chapter III.
Masukan tersebut kemudian disepakati menjadi bagian dari draft text. Indonesia juga memberikan masukan terkait sensitivitas dalam sektor jasa, terutama yang dihasilkan oleh UKM. Kedua pihak setuju untuk mengintegrasikan masukan tersebut dalam draft, namun belum disepakati.
Investment Terkait investasi, kedua pihak berhasil menyepakati draft
text yang telah dimodifikasi dengan menghilangkan
pengulangan statistik dan memperingkas paragraf yang terlalu panjang.
Government Procurement
Untuk isu government procurement, kedua pihak menyepakati usulan elaborasi sistem government
procurement yang diajukan pihak Korea. Indonesia
mengusulkan masukan berupa paragraf baru dalam
sub-chapter Government Procurement di bawah Chapter IV.
Pihak Korea akan memberikan tanggapan terhadap masukan tersebut dan kedua pihak akan berdiskusi secara
intersession.
Economic Cooperation & Capacity Building
Terkait economic cooperation dan capacity building, Indonesia mengusulkan masukan berupa paragraf baru dalam sub-chapter economic cooperation di bawah
Chapter II yang mencakup antara lain: (i) pemaparan tiga
pilar yang menjadi dasar Comprehensive Economic
Partnership Agreement (CEPA); (ii) pengakuan adanya
perbedaan perkembangan ekonomi kedua negara; dan (iii) kemungkinan adanya losing sectors dalam kesepakatan tersebut. Kedua pemerintah diharapkan dapat menunjukkan komitmen untuk mewujudkan capacity
building dengan hasil yang konkret. Usulan tersebut juga
menyebutkan kesepakatan dan kerja sama ekonomi yang telah disepakati oleh kedua negara dan mengharapkan
outline kerja sama ekonomi dan capacity building yang
akan dilakukan turut mengimplementasikan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan melebihi (beyond) kerja sama yang telah ada antara kedua negara. DELRI juga akan segera menyampaikan masukan untuk sub-chapter Economic
Cooperation and Capacity Building di bawah Chapter IV
guna ditanggapi pihak Korea. Kedua pihak akan berdiskusi secara intersession.
Plenary Kedua pihak sepakat untuk menambahkan Chapter V:
Conclusion and Recommendation. Chapter tersebut akan
terdiri dari general conclusion dan rekomendasi terkait
basic principles of CEPA, trade in goods, trade in services, investment, economic cooperation and capacity building, other issues, dan negotiation.
Pihak Korea menyampaikan bahwa mereka membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk menyelesaikan prosedur internal sebelum dilakukannya peluncuran negosiasi CEPA antara Indonesia dan Korea pada saat
pertemuan East Asia Summit (EAS) pada tanggal 17 November 2011. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Korea meminta agar pertemuan ke- 3 dan Report JSG harus dapat diselesaikan paling lambat tanggal 21 Oktober 2011. Kedua pihak dapat menyepakati waktu untuk melanjutkan pembahasan tahap akhir pada tanggal 20-21 Oktober 2011 di Jakarta.