Sumber Estimasi Ketidakpastian
Provisi Atas Kerugian Kredit Ekspektasian Piutang Usaha
Penyisihan Persediaan Usang
Matriks provisi pada mulanya didasarkan pada tingkat gagal bayar historis Perusahaan yang diobservasi. Perusahaan akan memperbaharui matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan infomasi forward-looking. Sebagai contoh, jika perkiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama periode/tahun depan, yang dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-looking dianalisis.
The provision matrix is initially based on the Company’s historical observed default rates. The Company will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward looking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next period/year, which can lead to an increased number of defaults, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.
Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, perkiraan atas kondisi ekonomi dan kerugian kredit ekspektasian merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah kerugian kredit ekspektasian paling dipengaruhi oleh perubahan keadaan dan perkiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan datang.
The assessment of the correlation between historical observed default rates, and forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Company’s historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer’s actual default in the future.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG
PENTING (lanjutan) CRITICAL ACCOUNTING JUDGEMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (continued)
The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared.
Existing conditions and assumptions about future developments may change due to market changes or conditions arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.
Estimated Sources of Uncertainty
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian piutang usaha. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa (misalnya berdasarkan geografi, tipe produk, tipe dan/atau peringkat pelanggan, dan nilai pertanggungan dari letter of credit dan bentuk lain).
The Company uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar credit risk characteristics (e.g., by geography, product type, customer type and/or rating, and coverage by letters of credit and other forms).
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penyisihan persediaan usang yang harus diakui pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020.
The Management is of the opinion that there should be no allowance for inventory obsolescence that should be recognized as of September 30, 2021 and December 31, 2020.
Provision For Expected Credit Losses (“ECLs”) of Trade Receivables
Allowance for Inventory Obsolescene Perusahaan melakukan penyisihan persediaan setiap kali nilai realisasi
bersih dari persediaan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan biaya karena kerusakan, keuzuran fisik, usang, perubahan di dalam tingkat harga atau penyebab lainnya.
The Company provides allowance for inventories whenever the net realizable value of the inventories becomes lower than cost due to damage, physical deterioration, obsolescence, changes in price levels or other causes.
Akun penyisihan ditelaah untuk mencerminkan penilaian yang akurat dalam catatan keuangan. Nilai tercatat persediaan pada laporan posisi keuangan diungkapkan dalam Catatan 6 atas laporan keuangan.
The allowance account is reviewed to reflect the accurate valuation in the financial records. The carrying amount of inventories at the statements of financial position date is disclosed in Note 6 to the financial statements.
Penyusutan Aset Tetap
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
PENTING (lanjutan) ASSUMPTIONS (continued)
Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas yang tidak mempunyai harga pasar, Perusahaan menggunakan teknik penilaian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2e untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan memiliki informasi harga yang terbatas, nilai wajar yang kurang obyektif dan membutuhkan berbagai tingkat penilaian tergantung pada likuiditas, konsentrasi, faktor ketidakpastian pasar, asumsi harga dan risiko lainnya.
Changes in the pattern of usage and the level of technological development could impact the economic useful lives and residual values of fixed assets and therefore future depreciation charges are likely to be changed.
The carrying amount of the Company’s fixed assets as of September 30, 2021 and December 31, 2020 are disclosed in Note 9 to the financial statements.
Fair values of financial assets and liabilities
In determining the fair value of financial assets and financial liabilities for which there is no observable market price, the Company uses the valuation techniques as described in Note 2e for financial instruments that are traded infrequently and a lack of price transparency, fair value is less objective and requires varying degrees of judgment depending on liquidity, concentration, uncertainty of market factors, pricing assumptions and other risks affecting the specific instrument.
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah.
Jumlah tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan keuangan.
Depreciation of Fixed Assets
Fixed assets are depreciated using the straight-line method based on estimated useful lives of the assets ranging from 4 to 20 years, which are common life expectations applied in the industries where conduct their businesses.
KAS DAN BANK 4. CASH AND BANKS Rincian kas dan bank adalah sebagai berikut:
Kas . Cash on hand
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Victoria International Tbk
Jumlah Total
Sada Arih Baru Sada Arih Baru
Segar Wangi Segar Wangi
Sukses jaya perabot Sukses jaya perabot
Sumaco Sumaco
sinar agung furniture sinar agung furniture
MITRA PERKASA SUKSES ABADI MITRA PERKASA SUKSES ABADI
administrator administrator
berco berco
awi perabot awi perabot
Sinar Mulia Sinar Mulia
Lain-lain Others
(saldo Rp. 50 juta - Rp 100 juta) (balances Rp 50 million - Rp 100 million)
Jumlah Total
Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses
Jumlah piutang usaha - bersih Total trade receivables - net
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables are as follows:
.
Lancar dan kurang dari < 30 hari Current and less than < 30 days
7.906.592.848
The details of cash and banks are as follows:
10.160.818.420
5. PIUTANG USAHA TRADE RECEIVABLES
.
Saldo awal tahun Balance at beginning of year
Penyisihan selama setahun Provision during the year
Saldo akhir tahun Balance at ending of year
6.
Bahan baku Raw materials
Barang jadi Finished goods
Jumlah Total
7.
143.770.415.808
Inventories for raw materials and finished goods are pledged as collateral for credit facility from PT Bank Central Asia Tbk (Note 13).
As of September 30, 2021, the Company has insured their inventory against fire and other risks with total coverage of Rp 38,000,000,000 to PT Asuransi Central Asia in accordance with Policy No.
241010421080000035 dated August 16, 2021.
18.213.782.163
September 30, 2021
September 30, 2021
September 30, 2021
7. UANG MUKA ADVANCES
Persediaan bahan baku berupa bahan-bahan yang digunakan untuk
produksi dan barang jadi berupa furniture. Inventories of raw materials in the form materials for production and finished goods in the form furniture.
Berdasarkan hasil pengkajian ulang keadaan fisik persediaan pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan dapat terpulihkan seluruhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan untuk penurunan nilai persediaan.
Based on a review of the status of physical inventories as of September 30, 2021 and December 31, 2020, the Company's management believe that carrying value of inventories can be recovered entirely so it is not necessary to make allowance for absolescent inventories.
31 Desember 2020/
December 31, 2020 Persediaan berupa bahan baku dan barang jadi telah dijadikan jaminan
atas fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (Catatan 13).
6. PERSEDIAAN INVENTORIES
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha adalah
sebagai berikut: The movement in allowance for impairment losses of trade
receivables are as follows:
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai pada tanggal per 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.
8.357.788.928
125.556.633.645
December 31, 202031 Desember 2020/
636.554.010
636.554.010
31 Desember 2020/
December 31, 2020 100.499.176.928
Piutang usaha tidak dijadikan jaminan atas pinjaman dari pihak ketiga.
Untuk transaksi piutang usaha dalam mata uang Rupiah.
Berdasarkan penelaahan atas status dari piutang usaha, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa piutang usaha pada tanggal 30 September 2021 dapat tertagih seluruhnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk piutang usaha.
Based on review of the status of trade receivables, the Company's management believes that this trade receivables as of September 30, 2021 will be fully collected, and therefore no allowance for impairment losses of trade receivables was not considered necessary.
The Company's management is of the opinion that allowance for impairment losses provided as of September 30, 2021 and December 31, 2020 are adequate to cover possible losses on uncollected receivables.
636.554.010
30 September 2021/
636.554.010
30 September 2021/
Pada tanggal 30 September 2021, Perusahaan telah mengasuransikan persediaan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38.000.000.000 kepada PT Asuransi Central Asia sesuai dengan Polis No.
241010421080000035 tanggal 16 Agustus 2021.
Trade receivables are not pledged as collateral for loan from third parties. For trade receivables transactions in Rupiah currency.
108.856.965.856
30 September 2021/
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan telah mengasuransikan persediaan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38.000.000.000 kepada PT Asuransi Central Asia sesuai dengan Polis No. 241010420080000023 tanggal 12 Agustus 2020.
As of Desember 31, 2020, the Company has insured their inventory against fire and other risks with total coverage of Rp 38,000,000,000 to PT Asuransi Central Asia in accordance with Policy No.
241010420080000023 dated August 12, 2020.
7.
Jangka waktu asuransi dan sewa masing-masing selama 1 tahun. Insurance and lease term for 1 year, respectively.
ASET TETAP 9. FIXED ASSETS
Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut: The details and movements of fixed assets are as follows:
Biaya perolehan Acquisition Cost
Nilai Buku Bersih Net Book Value
BIAYA DIBAYAR DIMUKA PREPAID EXPENSES
This agreement has been amended by agreement No. P-038/CLS/IV/2021 dated April 1, 2021 with a term of 2 years.
Buildings Perjanjian ini telah di adendum dengan perjanjian No. P-038/CLS/IV/2021 tanggal 1 April 2021 dengan jangka waktu 2 tahun.
Machineries
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Akhir/
Beginning balance Additions Deductions Ending balance
12.680.806.738
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang Kontrak Jual Beli Mesin Industri Furniture No. P-022/CLS/IV/2020 tanggal 1 April 2020, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan CV Citra Lintas Sejati (Pihak ketiga). Atas perjanjian tersebut telah disepakati nilai transaksi sebesar Rp 28.600.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun.
Based on the Cooperation Agreement on the Furniture Industry Machinery Sales and Purchase Contract No. P-022/CLS/IV/2020 dated April 1, 2020, the Company has signed an agreement with CV Citra Lintas Sejati (Third party). Based on the agreement, it was agreed that the transaction value amounted to Rp 28,600,000,000 with a period of 1 year.
31 Desember 2020/
7. UANG MUKA (lanjutan) ADVANCES (continued)
Perjanjian ini telah di adendum dengan perjanjian No. 027/S/IV/2021 tanggal 1 April 2021 dengan jangka waktu 2 tahun.
This agreement has been amended by agreement No. 027/S/IV/2021 dated April 1, 2021 with a term of 2 years.
Factory equipments 30 September 2021/September 30, 2021
3.038.148.590 610.613.203
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tentang Kontrak Jual Beli Bahan Baku Industri Furniture No. 012/S/IV/2020 tanggal 1 April 2020, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan Pihak Ketiga, CV Agung Global Wahana. Atas perjanjian tersebut telah disepakati nilai transaksi sebesar Rp 26.400.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun.
Based on the Letter of Cooperation Agreement regarding the Contract No. 012/S/IV/2020 dated April 1, 2020, the Company has signed an agreement with a third party, CV Agung Global Wahana.
Based on the agreement, it was agreed that the transaction value amounted to Rp 26,400,000,000 with a period of 1 year.
Biaya perolehan Acquisition Cost
Nilai Buku Bersih Net Book Value
Beban pokok penjualan (Catatan 19) Cost of sales (Note 19)
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) General and administrative expenses (Note 20)
Jumlah Total
610.613.203
692.703.512
September 30, 2021 September 30, 2020
Machineries 31 Desember 2020/December 31, 2020
Saldo awal/
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expenses was allocated as follows:
30 September 2021/ 30 September 2020/
4.616.656.840 Tanah dan bangunan pabrik terletak di Jl. Pertahanan No. 111,
Patumbak Kampung, Patumbak, Deli Serdang, Sumatera Utara, sesuai dengan SHGB No. 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 18, 19, 110, 111, 112 dan 113. Berdasarkan AJB tanggal 27 September 2019, tanah dan bangunan pabrik telah dibalik nama dari atas nama Eddy Sulaiman ke atas nama PT Cahaya Bintang Medan Tbk.
Factory land and building is located at Jl. Pertahanan No. 111, Patumbak Kampung, Patumbak, Deli Serdang, Sumatera Utara, based on SHGB No. 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 18, 19, 110, 111, 112 and 113. Based on AJB dated September 27, 2019, factory land and building has been reversed from the name of Eddy Sulaiaman to the name of PT Cahaya Bintang Medan Tbk.
Berdasarkan pertimbangan manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020.
Based on the management’s review, there are no events or changes in circumstances indicating any impairment of the carrying amount of fixed assets as of September 30, 2021 and December 31, 2020.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan telah dijadikan jaminan atas
fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (Catatan 13). Fixed assets in the form land and buildings are pledged as collateral for credit facility from PT Bank Central Asia Tbk (Note 13).
Pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, Perusahaan telah mengasuransikan aset tetap terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 57.905.000.000 untuk bangunan, Rp 21.500.000.000 untuk mesin dan Rp 500.000.000 untuk inventaris kantor kepada PT Asuransi Central Asia sesuai dengan Polis No.
241010421080000035 tanggal 16 Agustus 2021, serta sebagian kendaraan.
As of September 30, 2021 and December 31, 2020, the Company has insured their fixed assets for against fire and other risks with total coverage of Rp 57.905.000.000 for buildings, Rp 21.500.000.000 for machineries and Rp 500.000.000 for office equipments to PT Asuransi Central Asia in accordance with Policy No.
241010421080000035 dated August 16, 2021, and some vehicles.
241.418.332
UTANG USAHA 10. TRADE PAYABLES
Pihak ketiga Third parties
PT Pura Dekorindo PT Pura Dekorindo
PT Anugerah Mitra Andala PT Anugerah Mitra Andala
Kitting 246 Kitting 246
PT Esa Sentosa / Toko Kaca Ellite PT Esa Sentosa / Toko Kaca Ellite
PT Kemas Anugerah Swastika PT Kemas Anugerah Swastika
CV Sinar Intan Perkasa CV Sinar Intan Perkasa
PT Polychemie Asia Pacific PT Polychemie Asia Pacific
Toko Kaca Mulia Agung Toko Kaca Mulia Agung
PT Ocean Centra PT Ocean Centra
Lain-lain (saldo dibawah Rp 50 juta) Others (balances under Rp 50 million)
Jumlah Total
PERPAJAKAN 11. TAXATIONS
a. Prepaid Tax a. Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Pasal 25 Income Tax Article 25
Total
b. Utang Pajak b. Taxes Payable
Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax
Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Income Tax Article 4 (2)
Pajak Penghasilan Pasal 21 Income Tax Article 21
Pajak Penghasilan Pasal 23 Income Tax Article 23
Pajak Penghasilan Pasal 25 Income Tax Article 25
Pajak Penghasilan Pasal 29 Income Tax Article 29
Total
c. Pajak Penghasilan Badan c.
951.406.330
Tidak ada jaminan atas utang usaha kepada pihak ketiga. Untuk
transaksi utang usaha dalam mata uang Rupiah. There is no collateral for trade payables to third parties. For trade payables transactions in Rupiah.
Utang usaha pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, umumnya jatuh tempo 30 - 90 hari.
Reconciliation between income before income tax, as shown in the statements of profit or loss and other comprehensive income and estimated taxable income for the years ended September 30, 2021 and 2020 are as follows:
25.068.833
Trade payables as of September 30, 2021 and December 31, 2020 generally due 30 - 90 days.
434.981.903 Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sebagaimana
yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
December 31, 202031 Desember 2020/
48.009.360
c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan) c.
Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan permanen:
Depreciation
Representasi Entertainment
Sumbangan Donation
Tax and penalties Finance income
Beban pajak penghasilan Income tax expenses
Dikurangi: Less:
Pajak Penghasilan Pasal 22 Income Tax Article 22
Pajak Penghasilan Pasal 25 Income Tax Article 25
Utang pajak penghasilan badan Corporate income tax payable
Penghasilan kena pajak menjadi dasar penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan untuk seluruh periode pelaporan yang dilaporkan kepada otoritas perpajakan.
30 September 2021/
Income before income tax Permanent differences:
Income fiscal current year 466.577.540
(466.577.540)
9.624.750.770
2.117.445.169
(1.625.014.353)
492.430.816
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.
Koreksi terhadap kewajiban pajak Perusahaan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan Perusahaan tersebut telah ditetapkan.
2.031.335.541
Pendapatan keuangan (53.962) Laba (rugi) fiskal tahun berjalan 2.120.806.691
Pajak dan denda 15.601.325
30 September 2020/
September 30, 2020 7.831.127.756
46.875.000
119.885.519
148.283.000
1.478.579.495
The taxable income become the basis for the preparation of the Annual Income Tax Return for all reporting period that reported to the taxation authority.
Based on the Taxation Laws in Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of selfassessment. The Directorate General of Taxes (DGT) may assess or amend taxes within 5 (five) years of the time the tax becomes due. Amendments to tax obligations of the Company are recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined.
Penyusutan 31.347.000 14.305.787
28.271.000 September 30, 2021
Corporate Income Taxes (continued)
PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATIONS (continued)
d. d.
(Dibebankan) dikreditkan pada laporan penghasilan
komprehensif lain/
(Charged) credited (Charged) credited to statement of
Saldo Akhir/
income
Employee benefits
Penyisihan kerugian Allowance of
penurunan nilai impairment losses
piutang usaha on trade receivables
Total
(Dibebankan) dikreditkan pada laporan penghasilan
komprehensif lain/
(Charged) credited (Charged) credited to statement of
Saldo Akhir/
income
Employee benefits
Penyisihan kerugian Allowance of
penurunan nilai impairment losses
piutang usaha on trade receivables
Total
e. e.
f. Tarif Pajak f. Tax Rates
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Penyakit Coronavirus 2019 (“COVID-19”) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan, yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (“DPR”) pada tanggal 16 Mei 2020 menjadi Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 (“UU No.
On 31 March 2020, the Government issued Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 2020, on State Finances and the Stability of Financial System Policies for the Mitigation of Coronavirus Disease 2019 (“COVID-19”) Pandemic and/or to Deal with Threats that are Potentially Harmful to the National Economy and/or the Stability of the Financial System, which has been approved by the House of Representatives (“DPR”) on 16 May 2020 as Law No. 2 of 2020 Jumlah 353.799.154 - - 353.799.154
Sesuai penjelasan PSAK 70 par 12, “Entitas mengakui selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diklasifikasikan pada Ekuitas dalam pos Tambahan Modal Disetor. Jumlah tersebut
Sesuai penjelasan PSAK 70 par 12, “Entitas mengakui selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diklasifikasikan pada Ekuitas dalam pos Tambahan Modal Disetor. Jumlah tersebut