Bab 4. Metodologi penelitian
4.4 Pertimbangan etik
Penelitian ini dilaksanakan setelah keluarnya keterangan kelayakan etik (ethical clearence) dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan
Universitas Sumatera Utara dan keluarnya surat izin penelitian dari RSUP. H.
Adam Malik Medan. Dalam melaksanakan penelitian, penelitian harus memegang teguh sikap ilmiah menggunakan prinsip etik penilaian keperawatan. Etika penelitian ini mencakup perilaku atau perlakuan peneliti terhadap subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi masyarakat (Notoadmodjo,2010)
Prinsip etik yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut (Aziz Alimul Hidayat,2007) ;
1. Prinsip manfaat, penelitian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat dan mempertimbangkan antara aspek resiko dengan aspek manfaat.
2. Prinsip menghormati manusia, manusia memiliki hak untuk menentukan pilihan antara mau dan tidak untuk diikut sertakan menjadi subjek penelitian.
3. Prinsip keadilan, dilakukan untuk menjunjung tinggi keadilan manusia dengan menghargai hak atau memberikan pengobatan secara adil, hak menjaga privasi manusia, dan tidak berpihak dalam perlakuan terhadap manusia.
4.5.Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Kuesioner terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berupa kuesioner yang berisi data demografi responden yang meliputi: Nama, umur, pendidikan dan pekerjaan, kemudian bagian kedua berupa kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien tentang DM tipe II.
Kuesioner pengetahuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan pasien DM tipe II. Kuesioner ini disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka dengan jumlah pertanyaan sebanyak 26 item untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien DM tipe II.
4.6. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 4.6.1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menujukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahian suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang inginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang
diteliti secara tepat, tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi (Arikunto, 2013).
Kuesioner penelitian divalidasi dengan menggunakan validitas isi (content validity index)diuji oleh dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
yaitu Asrizal, S.Kep, Ns, M.Kep, WOC (ET) N.
Menurut Polit & Beck (2012) suatu alat ukur dianggap valid jika content validity index (CVI) lebih dari 0,6. Hasil uji validitas instrumen adalah 1, maka dapat dikatakan instrumen ini sudah valid.
4.6.2. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas sebagai pemeriksaan pendahuluan sebelum melakukan penelitian, menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2012).
Uji reliabilitas dilakukan peneliti kepada 30 responden diluar dari sempel peneliti. Data tersebut diolah dengan menggunakan KR-21dengan hasil 0,83.
Menurut Polit & Beck (2012) suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai koefisiennya lebih dari 0,7. Berdasarkan hasil yang diperoleh oleh peneliti, kuesioner memiliki nilai koefisien lebih besar dari 0,7, sehingga kuesioner tersebut dikatakan reliabel.
4.7. Pengumpulan data
Prosedur pengumpulan data dilakukan setelah mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian didapatkan melalui institusi pendidikan (Fakultas Keperawatan USU), kemudian mengajukan permohonan izin pelaksanaan pada bagian penelitian RSUP H. Adam Malik Medan. Setelah mendapat izin dari kepala ruangan, peneliti akan menentukan calon responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah mendapatkan calon responden, selanjutnya peneliti menjelaskan kepada calon responden mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur pelaksanaan penelitian, lalu calon responden yang bersedia menandatangani surat persetujuan (informed consent) untuk ikut serta dalam penelitian yang akan dilaksanakan. Peneliti menjelaskan cara pengisian kuesioner demografi, kuesioner pengetahuan. Peneliti meminta responden untuk mengisi kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan. Waktu yang diperlukan 15-20 menit, bila ada pernyataan yang tidak jelas dapat langsung menjelaskan kepada responden dengan tidak bermaksud mengarahkan jawaban responden. Setelah seluruh data dari semua instrumen terkumpul, peneliti mulai mengolah/
menganalisa data.
4.8. Analisa data
Setelah semua data terkumpul, maka dilakukan analisa data dengan tehnik analisa deskriptif, pengecekan data responden yaitu memastikan bahwa semua data yang dibutuhkan telah lengkap. Selanjutnya dengan mengklasifikasikan data dengan mentabulasi data yang telah terkumpul. Untuk mengolah data terlebih dahulu setiap data diberi kode. Selanjutnya entry data dalam komputer dan
dilakukan pengolahan data dengan tehnik komputerisasi dengan menggunakan program komputerisasi.
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan mengenai karakteristik responden pengetahuan pasien diabetes mellitus tipe II di RSUP. H.
Adam Malik. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2017, dengan jumlah responden 87 orang.
5.1.1. Karakteristik Responden di RSUP. H. Adam Malik
Deskripsi karakteristik responden terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan. Data karakteristik ditampilkan hanya melihat distribusi demografi dari responden saja.
Hasil penelitian yang telah diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas umur adalah masa lansia akhir umur 56-65 tahun sebanyak 41 responden (47,1%).
Mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (63,2%). Mayoritas Pendidikan terakhir responden mayoritas tamatan SMA sebanyak 37 responden (42,5%). Dan pekerjaan responden mayoritas tidak bekerja sebanyak 36 responden (41,4%) dapat dilihat pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pasien Diabetes Melitus tipe II (n=87)
Karakteristik Frekuensi (f) Persentase (%)
Umur Ibu Rumah Tangga
PNS/Pengawai
5.1.2. Pengetahuan pasien diabetes melitus tipe II
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes di RSUP. H. Adam Malik mayoritas memiliki tingkat pengetahuan Sedang sebanyak 60 responden 69,0 %, pengetahuan baik 27 Responden 31,0% dan tidak ada berpengetahuan buruk dapat dilihat pada tabel 5.2.
Tabel 5.2. Pengetahuan pasien diabetes melitus tipe II di RSUP. H. Adam Malik (n=87)
Tingkat Pengetahuan Frekuensi (f) Persentse (%)
Pengetahuan Baik Pengetahuan Sedang
Pengetahuan Buruk
27 60
0
31,0 69,0
0
5.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari RSUP. H. Adam Malik, Mayoritas pasien diabetes melitus tipe II memiliki pengetahuan sedang sebanyak 60 orang (69,0), Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
mayoritas umur 56-65 tahun sebanyak 41 responden (47,1%), Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (63,2%), Hasil penelitian yang didapatkan Pendidikan terakhir responden mayoritas tamatan SMA sebanyak 37 responden (42,5%), dan Hasil penelitian yang didapatkan mayoritas pekerjaan responden tidak bekerja sebanyak 36 responden (41,4%).
Hasil penelitian ini sesuai dengan Gultom 2012, sering terjadi setelah usia 40 Tahun. Golberg dan coon (2006) mengatakan kenaikan kadar gula darah dipengaruhi oleh faktor usia jadi semakin tinggi meningkat usia semakin tinggi gangguan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik usia responden antara umur 30-70 tahun dan rata-rata usia responden 50 tahun, hal ini bertentangan dengan penelitian Gultom 2012, diperoleh data bahwa perempuan lebih besar prevalensi DM dibanding laki-laki menurut penelitian creatore (2010) mengatakan bahwa prevalensi DM lebih besar terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, hal ini sejalan dengan penelitian Gultom 2012, diperoleh 9 orang (9%) pendidikannya SD, 29 orang (29%) pendidikannya SMP, 43 orang (43%) pendidikannya SMA, dan 19 orang (19%) pendidikannya PT. Dari data tersebut sebagaian besar responden pendidikannya SMA. Sutanegoro dan suastika (1993) mengatakan pendidikan merupakan dasar utama untuk keberhasilan pengobatan, hal ini bertentangan dengan penelitian Gultom 2012, responden yang tidak berkerja adalah 34 orang (34%) dan 66 orang (66%) bekerja. Dari data tersebut sebagian besar responden bekerja. Earnest dan Hu (2008) bahwa setiap orang
yang memiliki jam kerja tinggi dengan jadwal yang tidak teratur menjadi faktor penting dalam meningkatkannya penyakit diabetes tipe II.
Diabetes melitus tipe II merupakan diabetes melitus yang tidak tergantung dengan insulin. Diabetes melitus ini terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan gula dalam darah. Diabets melitus tipe 2 dapat terjadi pada usia pertengahan dan kebanyakan pasien memiliki kelebihan berat badan (Smeltzer & Bare, 2001).
Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaraan, penciuman, rasa dan raba.
Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmojo, 2003).
Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal.
Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mengandung dua aspek, yaitu aspek positif dan negatif.
Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap makin positif terhadap objek tertentu (Dewi & Wawan, 2010).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes di RSUP. H. Adam Malik mayoritas memiliki pengetahuan Sedang sebanyak 60 responden 69,0 % dan pengetahuan baik 27 Responden 31,0% dan tidak ada berpengetahuan buruk.
Hal ini sesuai dengan meningkatnya pengetahuan pasien adalah salah satu tercapainya tujuan edukasi. Dengan meningkatnya kesadaran diri dari segi kesehatan, merubah gaya hidup kearah yang sehat, patuh terhadap terapi, dan hidup berkualitas. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Direktorat Pengendalian PTM RI (2009) bahwa mayoritas gaya hidup yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik adalah penyakit diabetes melitus tipe II. Pasien dikategorikan berpengatahuan sedang dikarenakan pasien memotong kuku ketika sudah terlihat panjang dan juga pasien segera mengobati luka yang timbul.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Direktorat Pengendalian PTM RI (2009) bahwa mayoritas gaya hidup yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik adalah penyebab DM tipe II.
Menurut Chiptarini Ika (2014) dari 58 responden, mayoritas pasien DM memiliki pengetahuan tentang penatalaksanaan DM baik sebanyak 25 orang (43,1%), cukup 29 orang (50,0%) dan kurang 4 orang (6,9%). Hal itu disebabkan pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan atau perilaku seseorang, sehingga semakin baik penderita mengerti tentang penyakitnya semakin mengerti bagaimana harus berperilaku dalam penanganan penyakitnya.
Pengetahuan pasien tentang DM tipe 2 dapat dilihat dari jawaban pasien pada kuesioner pengetahuan dimana diperoleh hasil mayoritas pasien memiliki
jawaban benar tentang “momotong kuku ketika tampak sudah panjang”
sebayak 87 (100%) dan segera “mengobati luka ketika terdapat luka” 87 (100%) sedangkan mayoritas pasien memiliki jawaban yang salah tentang “ketika menggunakan lotion untuk melembabkan kaki” sebanyak 0
Meningkatnya pengetahuan pasien adalah satu tercapainya tujuan edukasi.
Dengan demikian meningkat juga kesadaran diri dari segi kesehatan, merubah gaya hidup kearah yang sehat, patuh terhadap terapi, dan hidup berkualitas.
Peningkatan pengetahuan penderita diabetes melitus tentang penyakit dan pengelolaannya mempunyai tujuan penderita diabetes melitus dapat merawat sendiri sehingga mampu mempertahankan hidup dan mencegah komplikasi lebih lanjut (Mansjoer, 2001). Strine et al., (2005) ditemukan bahwa 50-80% orang dengan diabetes di seluruh dunia mempunyai pengetahuan yang rendah dan kurang dalam kaitannya dengan penyakit, komplikasi serta pengelolaan penyakit mereka.
Penenliti berasumsi pengetahuan pasien diabetes tipe 2 mempunyai pengetahuan sedang, Pengetahuan penderita tentang diabetes melitus merupakan sarana yang dapat membantu penderita menjalankan penanganan diabetes selama hidupnya sehingga semakin banyak dan semakin baik penderita mengerti tentang penyakitnya semakin mengerti bagaimana harus mengubah perilakunya dan mengapa hal itu diperlukan, data yang didapat kan dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mayoritas umur 56-65 tahun sebanyak 41 responden (47,1%) secara teori pada usia tua fungsi tubuh secara fisiologis menurun karena proses degeneratif sehinggaterjadi penurunan sekresi atau
resistensi insulin mengakibatkan kemampuan fungsi tubuh terhadap pengendalian glukosa didalam darah yang tinggi kurang optimal (Tambunan, 2011 & Waspadji, 2007), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (63,2%), Pendidikan terakhir responden mayoritas tamatan SMA sebanyak 37 responden (42,5%), dan pekerjaan responden tidak bekerja sebanyak 36 responden (41,4%). Hasil dari penelitian ini Pengetahuan penderita tentang diabetes melitus merupakan sarana yang dapat membantu penderita menjalankan penanganan diabetes selama hidupnya sehingga semakin banyak dan semakin baik penderita mengerti tentang penyakitnya semakin mengerti bagaimana harus mengubah perilakunya dan mengapa hal itu diperlukan (Waspadji, 2007 & Notoatmojo, 2007).
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada uraian bab 5 tehadap 87 responden di RSUP. H. Adam Malik dapat disimpulkan Mayoritas memiliki tingkat pengetahuan 60 responden 69,0%. Hasil penelitian yang telah diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas masa lansia akhir umur 56-65 tahun sebanyak 41 responden (47,1%). Mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (63,2%). Mayoritas Pendidikan terakhir responden mayoritas tamatan SMA sebanyak 37 responden (42,5%). Dan dengan pekerjaan responden mayoritas tidak bekerja sebanyak 36 responden (41,4%).
6.2. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan yang dibuat, maka penelitian memberikan saran-saran sebagai berikut :
6.2.1. Bagi pendidikan keperawatan
Pendidikan keperawatan mengajarkan calon perawat tentang pengetahuan pasien penyakit ulkus diabetikum.
6.2.2. Bagi Pelayanan Keperawatan
Dalam pelayanan keperawatan diharapkan memberikan penyuluhan kepada pasien diabetes tentang penyakit diabetes dan ulkus diabetikum, sehingga pasien memiliki pengetahuan tentang diabetes dan resiko ulkus diabetikum
6.2.3. Bagi penelitian Selanjutnya
Penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain mempengaruhi ulkus diabetikum dan cara pengumpulan data sebaikanya dengan cara efisien.
Agar data yang diperoleh lebih efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2013).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta.
DepkesRI (2013). Info Datin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI; diakses 17 Oktober 2015, dari http://www.depkes.go.id/download.
php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf
(2009). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depertemen Republik Indonesia.
Driver, V.R., Fabbi, M., Lavery, L. A., Gibbons, G. (2010). The costs of diabetic foot: the economic case for the limb salvage team. J Am Podiatr Med Assoc.;100(5):335-41.
Farmosa, C & Lourdes,V. (2012). Influence Of Diabetes-Related Knowledge On Foot Ulceration. Jurnal Of Diabetic Nursing. Vol 16 No 3
Fauziyah, N. F.2012. Hubungan pengetahuan pasien diabetes melitus
tipe 2 tentang risiko terjadinya ulkus diabetik dengan kejadian ulkus diabetik di rsud Dr. Moewardi. Surakarta
Gultom, Yuni Thiodora (2012). Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes
Melitus Tentang Manajemen Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta. Karya Tulis Ilmiah Strata Satu Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Depok.
Hasdianah H.R (2012), Mengenal Diabetes Mellitus Pada Orang Dewasa dan Anak-anak dengan Solusi Herbal, Penerbit : Nuha Medika
Hermin, Bahruddin, dan Suarnianti (2012). Analisis Teknik Perawatan Luka Pada Penderita Diabetes Melitus di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Karya Tulis Ilmiah strata satu Ilmu Keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar, Makassar.
International Diabetes Federation (2015). Complication of Diabetes. diakses 21 Oktober 2016, dari http://www.idf.org/complications-diabetes
.
Novitasari, R. (2015). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Dengan Kepatuhan Diit Diabetes Melitus (DM) Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Kelurahan Gayam Kecamatan Sukoharjo. Karya Tulis Ilmiah strata satu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Signs and Symptoms of Diabetes; diakses 10 November 2015, dari https://www.idf.org/signs-and-symptoms-diabetes
Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta :Rineka Cipta.
. (2012).Metode Penelitian Kesehatan, Penerbit : PT Rineka Cipta, Jakarta.
Nurhasan. (2002). Kiat Melawan Penyakit. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Riyanto B. Infeksi pada Kaki Diabetik. Dalam : Darmono, dkk, editors.
Naskah Lengkap Diabetes Mellitus Ditinjau dari Berbagai Aspek Penyakit dalam. dalam rangka Purna Tugas Prof Dr.dr.RJ Djokomoeljanto. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang, 2007. p.15-30.
Sheule, B., Wipawee, K., Jaruwan,M et al. (2010). Knowledge and Practice of Prevention of Foot Ulcer Among Patients with Diabetes Melitus. Diakses pada 28 April 2012. www.libartsconference.psu.ac.th/.../008.pdf
Smeltzer & Bare. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth (Vol. 2) edisi11. Jakarta: EGC.
Soegondo S., 2005. Prinsip Pengobatan Diabetes, Insulin, dan Obet Hipoglikemik Oral.Jakarta: Balai Penerbit FK UI, pp. 111-12.
Tandra, H.(2008). Mengetahui Tentang diabetes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Tjokroprawiro, Askandar. 2006. Hidup Sehat Dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus, dalam Putro P.J.S, & Suprihatin 2012.
Waspadji, S. (2007). Komplikasi kronik Diabetes : Mekanisme Terjadinya, Diagnosis dan Strategi pengelolaan. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat, Jakarta : Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
WHO (2010). Diabetes Mallitus; diakses 13 Oktober 2016, dari http://www.who.
int/mediacentre/factsheets/ fs138/en/
Widhiarsi, E. (2012). Hubungan Antara Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Diabetes Melitus dengan Depresi Pada Pasien Kaki Diabetik Di Unit Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi. Karya Tulis Ilmiah strata satu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Saya yang bernama Cholida Zia Meuraxa adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang “Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUP. H. Adam Malik Medan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengetahuan DM tipe II.
Untuk keperluan tersebut saya mohon kesedian Bapak/Ibu untuk menjadi menjadi responden dalam penelitian ini. Jika Bapak/Ibu bersedia silahkan menandatangani lembar persetujuan ini dengan sukarela dan saya persilahkan untuk mengisi kuesioner dengan jujur dan sesuai dengan apa yang Bapak/Ibu alami.
Partisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela sehingga bebas untuk mengundurkan diri setiap saat tanpa sanksi apapun.
Identitas pribadi Bapak/Ibu dari semua informasi yang diberikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk penelitian ini.
Terimakasih atas partisipasinya yang telah diberikan dalam penelitian ini.
Medan, 2017
Peneliti Responden
Cholida Zia Meuraxa (……….)
Instrumen Penelitian Petunjuk untuk pengisian
1. Bapak/Ibu/Saudara/I diharapkan bersedia menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberi tanda (√) pada tempat yang telah disediakan. Semua pertanyaan diisi dengan satu jawaban.
2. Semua pertanyaan harus diisi.
3. Bila ada yang kurang mengerti dapat ditanyakan pada peneliti.
A. Data demografi Nomor responden :
Umur :
1. Jenis kelamin ( ) Laki-Laki ( ) Perempuan
2. Pendidikan terakhir ( ) Tidak Sekolah ( ) SD
( ) SMP ( ) SMA
( ) Perguruan Tinggi 3. Pekerjaan
( ) Wiraswasta ( ) Buruh ( ) Petani
( ) Lainnya, sebutkan....
Instrumen Penelitian Petunjuk untuk pengisian
1. Bapak/Ibu/Saudara/I diharapkan bersedia menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberi tanda (√) pada tempat yang telah disediakan. Semua pertanyaan diisi dengan satu jawaban.
2. Semua pertanyaan harus diisi.
3. Bila ada yang kurang mengerti dapat ditanyakan pada peneliti.
A. Data demografi Nomor responden :
Umur :
1. Jenis kelamin ( ) Laki-Laki ( ) Perempuan
2. Pendidikan terakhir ( ) Tidak Sekolah ( ) SD
( ) SMP ( ) SMA
( ) Perguruan Tinggi 3. Pekerjaan
() Wiraswasta ( ) Buruh ( ) Petani
( ) Lainnya, sebutkan....
B. Kusioner pengetahuan
Beri tanda (√) pada pilihan yang anda anggap benar. (IYA), (TIDAK)
NO PERTANYAAN
YA TIDAK 1. Apakah penyakit diabetes
mellitus adalah penyakit kelebihan gula dalam darah.
68 78,2 19 21,8
2. Apakah meminum obat diabetes secara teratur sangat diharuskan untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes.
66 75,9 21 24,1
3. Apakah dengan olahraga rutin sangat bagus untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan kolestrol dalam darah.
67 77,0 20 23,0
4. Apakah kerusakan organ ginjal dan infeksi pada kaki hingga membusuk (luka tidak cepat sembuh) merupakan akibat penyakit diabetes.
57 65,5 30 34,5
5. Apakah dengan pengaturan makan (diet) sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah.
79 90,8 8 9,2
6. Apakah penyakit diabetes mellitus dapat mengakibatkan gangguan pendengaran ?
48 55,2 39 44,8
7. Apakah keluarga anda ada yang menderita diabetes ?
43 49,4 44 50,6
8. Apakah anda memiliki kebiasaan merokok ?
6 6,9 81 93,1
9. Apakah rokok dan alkohol dapat
mengakibatkan penyakit diabetes mellitus ?
9 10,3 78 89,7
10. Tidak enak makan, barat badan menurun, lemas, merupakan gejala diabetes mellitus ?
53 60,9 34 39,1
11. Apakah penyakit diabetes mellitus dapat merusak ginjal ?
32 36,8 55 63,2
12. Apakah penyakit diabetes mellitus sering menyebabkan sirkulasi darah tidak baik ?
76 87,4 11 12,6
13. Apakah anda mengkonsumsi obat secara teratur ?
79 90,8 8 9,2
14. Apakah anda makan secara teratur
83 95,4 4 4,6
15. Apakah anda selalu mengikuti anjuran dokter dalam
perencanaan diet Diabetes
69 79,3 18 20,7
16. Ulkus diabetik merupakan komplikasi dari diabetes ?
41 47,1 46 52,9
17. Apakah anda selalu
menggunakan kaos kaki yang tidak terlalu ketat didalam rumah ?
3 3,4 84 96,6
18. Apakah anda menggunakan alas 83 95,4 4 4,6
kaki yang tertutup setiap berpergian ?
19. Apakah anda mencuci kaki setiap hari menggunakan air dan sabun ?
66 75,9 21 24,1
20. Apakah anda selalu mengeringkan kaki yang basah sampai ke sela-sela jari kaki ?
31 35,6 56 64,4
21. Apakah anda segera memotong kuku anda ketika kuku sudah tampak memanjang ?
87 100 0 0
22. Apakah anda selalu menggunakan lotion untuk melembabkan kaki ?
0 0 87 100
23. Apakah anda segera mengobati apabila terdapat luka ?
87 100 0 0
24. Apakah berjalan tanpa alas kaki, termasuk dipasir dapat mengakibatkan lecet/luka dikaki yang tidak terasa sehingga menjadi luka diabetik ?
1 1,1 86 98,9
25. Apakah pasien DM tidak perlu memeriksa diri secara rutin kedokter dan memeriksa kaki setiap kontrol ?
7 8,0 80 92,0
26. Apakah ulkus diabetik merupakan luka pada kaki penderita DM yang terjadi karena aliran darah kaki tidak lancar
68 78,2 19 21,8
Hasil Uji Reliabilitas Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUP. H. Adam Malik
Master Data Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUP. H. Adam Malik Medan
21 3 1 3 4 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 13
45 2 1 3 4 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 18
69 2 1 3 4 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 14
JADWAL TENTATIF PENELITIAN
No. Uraian Kegiatan 2016 2017
Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agust
1.
Mengajukan judul penelitian dan penyusunan Bab 1
2. Menyusun Bab 2 3. Menyusun Bab 3 4. Menyusun Bab 4
5. Menyerahkan proposal penelitian 6. Sidang proposal penelitian 7. Revisi proposal penelitian 8. Uji validasi instrumen 9. Uji etik penelitian
Uji reliabilitas instrumen Analisis hasil ujian reliabilitas
Revisi instrumen berdasarkan hasil uji 10. Pengumpulan data responden
11. Analisis data
12. Penyusunan laporan 13. Sidang akhir penelitian 14. Perbaikan laporan akhir 15. Penyusunan manuskrip 16.
Penyerahan laporan dan manuskrip yang telah disetujui pembimbing
Rincian Biaya Penelitian Nama : Cholida Zia Meuraxa
NIM : 131101035
Judul : Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUP Haji Adam Malik Medan
Adapun rincian biaya penelitian ini adalah sebagai berikut:
TabelRincian biaya penelitian
1. Persiapan Proposal Penelitian
Nama Jumlah Harga Satuan Jumlah
Pencetakan referensi dari
internet 100 lbr Rp 100,00 Rp 10.000,00
Rental komputer 3 jam Rp 4.000,00 Rp 12.000,00 Fotocopi buku 3 buah Rp 30.000,00 Rp 90.000,00 Peminjaman buku 6 buah Rp 10.000,00 Rp 60.000,00 Pencetakan proposal bimbingan 100 lbr Rp 500,00 Rp 50.000,00 Pencetakan proposal 70 lbr Rp 100,00 Rp 7.000,00 Fotocopy dan jilid proposal 5 buah Rp 15.000,00 Rp 75.000,00 Pencetakan dan
jilidrevisiproposal 5 buah Rp. 20.000,00 Rp100.000,00
jilidrevisiproposal 5 buah Rp. 20.000,00 Rp100.000,00