• Tidak ada hasil yang ditemukan

Foto 39. Jimbe perkusi (Foto: webtograf, 2019)

F. Pertimbangan Garap

Penggarapan Tari Jaran Kepang Boyolali memiliki pertimbangan-pertimbangan agar menjadi suatu bentuk karya tari yang utuh.

Pertimbangan tersebut meliputi gerak, bentuk, musik serta makna dari Tari Jaran Kepang Boyolali. Penggarapan Tari Jaran Kepang Boyolali merujuk pada gagasan atau ide dari Eko Wahyu Prihantoro melihat

fenomena-fenomena masyarakat Boyolali. Fenomena tersebut khususnya melihat pada kegiatan keseharian para petani di Kabupaten Boyolali.

Bentuk tarian ini diambil dari bentuk tari rakyat khususnya Tari Jaranan yang terdapat di Boyolali. Pertimbangan tersebut diambil agar struktur gerak pada tarian ini mudah dipelajari dan bisa digunakan untuk materi pembelajaran di sekolah-sekolah yang berada di Boyolali.

96

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas, hasil penelitian merupakan ringkasan dari penjelasan yang telah ditulisan oleh peneliti dan juga merupakan jawab dari permasalahan penelitian. Permasalahan tersebut adalah bagaimana bentuk sajian Tari Jaran Kepang Boyolali dan bagaimana garap Tari Jaran Kepang Boyolali. Tari Jaran Kepang Boyolali dibuat berdasarkan ide dari Paguyuban Ketholeng untuk mengadakan acara Boyolali Menari 1000 Penari dalam rangka HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015. Eko Wahyu Prihantoro dipercaya oleh Paguyuban Ketholeng sebagai koreografer Tari Jaran Kepang Boyolali. Fokus penelitian ini pada video tutorial Tari Jaran Kepang Boyolali yang digunakan sebagai materi sajian tari kolosa dalam rangka HUT Kabupaten Boyolali ke-168.

Tari Jaran Kepang Boyolali merupakan tari rakyat yang bisa ditarikan secara kelompok oleh penari pria dan wanita. Tarian ini disajikan pada saat acara kesenian yang di adakan di Kabupaten Boyolali.

Selain untuk mengisi acara keseian di Kabupaten Boyolali, Tari Jaran Kepang Boyolali juga menjadi salah satu materi pembalajaran seni tari di sekolah-sekolah Kabupaten Boyolali. Tari Jaran Kepang Boyolali terbagi menjadi 3 bagian sesuai dinamika geraknya. Bagian awal memiliki dinamika gerak yang dinamis dan agresif. Pada bagian tersebut menggambarkan etos kerja para petani di daerah Boyolali seperti tenaga

kuda. Bagian kedua atau bagian tengah terdapat dinamika gerak yang lembut dan dengan tempo pelan. Dalam bagian tersebut menggambarkan bahwa semangat kerja harus diimbangi dengan ketenangan fisik dan pikiran. Bagian ketiga atau bagian akhir, dinamika gerak kembali memuncak, pada bagian ini menggambarkan etos kerja para petani di daerah Boyolali harus tetap membara. Susunan Tari Jaran Kepang Boyolali disusun dengan melalui beberapa tahap. Tahap pencarian ide, eskplorasi, presentasi, dan pelatihan. Tari Jaran Kepang Boyolali merupakan salah satu tari yang memiliki karakter gagah. Karakter ini menggambarkan kegagahan dan kesederhanaan seorang petani di daerah Boyolali.

Tari Jaran Kepang Boyolali diiringi oleh musik dari Karawitan Ngripto Laras dengn iringan gendhing laras slendro yang disusun oleh Jungkung Darmoyo. Selain iringan musik sebagai pendukung sajian tari, juga terdapat kostum yang di gunakan dalam Tari Jaran Kepang Boyolali.

Kostum tari ini menggunakan rompi sikepan putih, celana panjen abang, sabuk abang, epek timang, stagen, slendang kecil abang, iket alas kobong motif jumputan rintik, kain panjang hitam. Pola lantai yang digunakan dalam tarian ini merupakan pola lantai kolosal.

Garap Tari Jaran Kepang Boyolali terdiri dari faktor pendukung dan konsep apa saja yang digunakan dalam pembentukan sajian Tari Jaran Kepang Boyolali. Garap Tari Jaran Kepang Boyolali terdapat materi garap atau ajang garap, penggarap, sarana garap, prabot atau piranti garap, penentu garap dan pertimbangan garap. Materi garap yang terdiri dari gerak tari, musik tari dan rias busana. Penggarap terdiri dari koreografer dan komposer atau penyusun musik. Sarana garap terdapat penari untuk

memvisulisasikan gerak. Prabot atau piranti garap terdiri dari faktor internal dan eksternal dalam pembuatan Tari Jaran Kepang Boyolali, penentu garap terdiri dari siapa saja yang ikut serta dalam pembentukan Tari Jaran Kepang Boyolali dan pertimbangan garap yang terdiri dari pertimbangan-pertimbangan koreografer dalam penyusunan Tari Jaran Kepang Boyolali.

B. SARAN

Setelah melakukan penelitian, peneliti lebih mengetahui mengenai Paguyuban Ketholeng yang bergerak di kesenin Kabupaten Boyolali.

Paguyuban ini telah berjalan cukup baik di bidangnya. Penulis berharap, paguyuban ini tetap satu misi untuk menjaga kesenian yang berada di Kabupaten Boyolali. Penulis juga berharap, paguyuban ini semakin banyak berkarya untuk Kabupaten Boyolali.

DAFTAR PUSTAKA

Azizl-Abdul, John Felix dan Candy Reggi Sonia, 2018. “Visual Preservation Of Jaran In Temanggung Through Essay Photography,” Vol.10 No.1 Desember (2018).

Bandem, I Made. 1996. Etnologi Tari Bali. PENERBIT KANISIUS (Anggota IKAPI).

Bangkit Rantiksa, Puji Lestari M.Hum. “Upaya Masyarakat Dalam Melestarikan Kesenian Kuda Lumping Di Dusun Tegaltemu Kelurahan Manding, Kabupaten Temanggung,” Pendidikan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial – Universitas Negeri Yogyakarta Dewi Astuti, 2016, “Tari Sabdo Palon Noyo Genggong Karya Trubus Di

Sanggar Among Roso Ngagoyoso Karanganyar”. Skripsi ISI Surakarta.

Hadi, Y Sumandiyo. 2003. Aspek-aspek dasar Koreografi Kelompok. eLKAPHI, Lembaga Kajian Pendidikan dan Humaniora Indonesia.

Hadi, Y Sumandiyo. 2007. Kajian Tari. Pustaka Book Publisher.

Haryono Sutarno. 2010. Seni Pertunjukan Opera Jawa. ISI Press Solo.

Herdiansyah Haris, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-ilmu Sosial. Salemba Humanika.

Holt Claire, 2000. Melacak Jejak Perkembangan Seni Di Indonesia, alih bahasa Soedarsono. Bandung, Art Lines: untuk MSPI (Msyarakat Seni Pertunjukan Indonesia)

Maya Puspitasari, 2009, “Pertunjukan Kesenian Kuda Kepang Eko Mudo Santosa Di Dusun Guyang Warak Desa Gemawang Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang”. Skripsi ISI Surakarta.

MD, Slamet. 2014. Garan Gerak. ISI Press Surakarta.

MD, Slamet. 2016. Melihat tari. Surakarta. Citra Sain.

Murgiyanto Sal. 1993. Ketika Cahaya Merah Memudar. Devira Ganan.

Radhia, Hanifati Alifa, 2016. “Dinamika Seni Pertunjukan Jaran Kepang Di Kota Malang,” Antropologi Fakultas Ilmu Budaya, Jurnal KAJIAN SENI Vol 02, no. 02, April (2016): 164-177.

Restuningsih Budi Astuti, 2014, “Bentuk Dan Fungsi Jaranan Pegon Di Kelurahan Blitar Kecamatan Sukoreo Kota Blitar”. Skripsi ISI Surakarta.

Sari, Mustika Mala. 2017. “Makna Komunikasi Nonverbal Seni Pertunjukan Jaran Kepang Turonggo Putro Du Bagan Batu Kabupaten Roka Hilir,” JOM FISIP Vol. 4 No. 1 - (Februari 2017).

Shinta Dewi Kumalasari, 2018, “Garap Tari Orek-Orek Karya Sri Widajati Di Kabupaten Ngawi”. Skripsi ISI Surakarta.

Siti Nurohmah, 2010, “Tinjuan Pertunjukan Jaranan Turonggo Yakso Sebagai Identitas Budaya Masyarakat Kabupaten Trenggalek”.

Skripsi ISI Surakarta.

Soedarsono. 1978. Diktat Pengantar Dan Komposisi Tari.

Soedarsono. 1997. Tari-tarian Indonesia I, ed. Arjep Djamaludin. Jakarta.

Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soedarsono. 2010. Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi. Yogyakarta.

Press Gadjah Mada University Press.

Supanggah Rahayu. 2007. Bothekan Karawitan II: garap. ISI Press Surakarta.

Susetya, Wawan. 2007. Pengendalian Hawa Nafsu Orang Jawa. Penerbit NARASI.

Tasman, A. Analisa Gerak dan Karakter. IISI Press Surakarta.

Diskografi 1. Video tutorial Tari Jaran Kepang Boyolali

2. https://www.viva.co.id/video/budaya/47109-1-000-warga-boyolali-menari-kuda-lumping-1

Narasumber

Arko Kilat Kusumaningrat, seniman. Surakarta.

Eko Wahyu Prihantoro, (50 tahun), seniman. Surakarta.

Farid Purnomo, (36 tahun), pegawai DISDIKBUD, Boyolali.

Jungkung Darmoyo, (55 tahun), seniman, Sawit, Boyolali.

Slamet MD, (55 tahun), dosen ISI Surakarta, Karanganyar Sonia Pangesti L, mahasiswa ISI Surakarta, Surakarta.

Sri Hadi, dosen ISI Surakarta, Surakarta.

Wahyu Pratiwi, mahasiwa ISI Surakarta dan penari Tari Jaran Kepang

GLOSARIUM

Beksan : Inti Tarian

Gebesan : Gerak kepala dalam tari jawa. Kepala digerakan ke kanan dan ke kiri dengan cara kepala diarahkan ke pundak secara bergantian.

Gendhing : Nama bentuk komposisi musikal dalam musik Jawa.

Jengkeng : Posisi duduk dalam menari.

Jinjit : Posisi jari-jari kaki diangkat dengan maksimal kearah atas.

Kuda-kudaan : Kuda tiruan

Maju beksan : Gerak tari (pendahuluan) yang dilakukan dari awal dan berakhir sebelum gerak tari inti atau sekaran.

Dalam tari tradisional biasanya terdiri dari gerak sembahan.

Menthang : Posisi tangan dalam tari Jawa. Posisi tangan dibuka secara maksimal kearah kanan dan kiri.

Mundur beksan : Gerak tari (penutup) yang dilakukan setelah inti tari.

Pada tari tradisional biasanya gerak sabetan, sindet, tanjak panggah, dan kembali ke posisi trapsila.

Pengrawit : Pemain musik

Resik : Bersih

Sembahan : Pola gerak kedua lengan dan tangan didorong kedepan lalu kedua telapak tangan bertemu dan ditarik di depan hidung dalam posisi duduk atau jengkeng.

Senggakan : Terikan dari para pengrawit.

Tanjak : Sikap berdiri pada tari Jwa dengan posisi tungkai kaki segaris dan lutut ditekuk.

Warga : Anggota dalam pencak silat Setia Hati Teratai Wayang wong : Cerita wayang yang diperagakan oleh orang

LAMPIRAN

Lampiran 1. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(Foto: Suryaningtias A, 2015)

Lampiran 2. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(Foto: Suryaningtias A, 2015)

Lampiran 3. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(Foto: Suryaningtias A, 2015)

Lampiran 4. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(Foto: Adittya Bagaskara, 2015)

Lampiran 5. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(foto: webtografi, 2019)

Lampiran 6. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(foto: webtografi, 2019)

Lampiran 7. Boyolali Menari 1000 Penari HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015

(foto: webtografi, 2019)

Iringan Tari Jaran Kepang pada Paguyuban Ketholeng di Kabupaten Boyolali.

Lampiran 5.

A.

Perkusi jimbe pembuka IIIjII jIIjIIjIDgD Kempul intro _6666 666G2_

Jimbe intro jIkIIjIkIIjIkIIgjIkII

_jIkIIjIkIIjIkIIjIkII jIkIIjIkIIjIkIIgjIkII_

Vocal unisono senggakan pembuka dari jimbe .... ..j.2g2

hokya Vocal 1 intro .... ...g.

_j.j 5 6 j5j 6 j.j 5 j6j 5 6 j5j ! g6 Ja-ranja-ran ja- ranja- ranja- ra-nan j.j 5 6 j5j 6 . j5j 6 j3j 6 j6j 6 g6_

Ja-ranja-ran a- ja se-pa-ranpa-ran

Vokal 2 intro .... ...g.

_. 6 . 6 . 6 . g2_

Ho ho ho ho

Vocal 3 intro .... ...g.

_! . ! . ! . ! g._

Ho ho ho ho Vocal 4 intro

.... ...g.

_. 2 1 2 1 2 1 g2_

Yo ya yo yo ya ya yo

B.

Kendhangan transisi ke sek 1 .... PIPgD

I D I D I D jIBgD I D I D I D jIBgD

I D I D I D jIBgD I D I D jIBjBLI jgBL Kempul

_6666 666G2_

Bedug dan simbal _.o.o .o.go_

C.

Kendhang sek 1

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IjgJk.I j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I

j j.IjJk.Ij.IJ jDIBj.BgD Senggak

_. 6 . 6 . 6 . g6_

Hok hok hok hok

Bonang barung

_jyejyejyejye jyejyejyegw_

Bonang penerus _6666 666g6_

kendhangan nyongklang

jIJj.IJjIJ j.IJjIJgj.I JjIJj.IJ jBDIPjgBL

Bonang barung

_jyejyejyejye jyejyejyegw_

D.

Kendhang sek 2

jIHIjIHI jIHIjIHgI jIHIjIHI jIHIjIHgI

jIHIjIHI jDIBj.BgD Senggak

_! @ ! @ ! @ ! @_

Hok oe hok oe hok oe hok oe Bonang barung

_jyejyejyejye jyejyejyegw_

Bonang penerus _6666 666g6_

E.

Kendhangan Sek 3

j.PjIVjVPI j.PjIVjVPgI j.PjIVjVPI j.PjIVjVPgjIjk.Ij./DjIk.Ij./DI jDBIPjgBL Saron

_j.32j32j.y jyyj11j23g2_

Demung

_.6j.6j.2 j22j35j35g6_

Bonang barung

_jj.6j.6j.6j.6 j.6j.6j.6gj.6_

Kempul

_6666 666G2_

Kendhangan nyongklang

jIJj.IJjIJ j.IJjIJgj.I JjIJj.IJ jIJj.IJgjIJ j.IJjIJP jDBIPjgBL

Bonang barung

_jj.6j.6j.6j.6 j.6j.6j.6gj.6_

Bonang penerus _6666 666g6_

Kempul

_6666 666G2_

F.

Kendhangan sek 4

.... .jIVVgI .jIVVI .jIVVgI .jIVVO DIBIBgD

.jIVVI .jIVVgI .jIVVO DIBIBgD

Bonang barung

_jj.6j.6j.6j.6 j.6j.6j.6gj.6_

Bonang penerus _6666 666g6_

Kempul

_6666 666G2_

G.

Kendhangan sek 5

DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bjg.B DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bjg.B DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bg.

Ij.DjBDB IIDgI Balungan

..23 535g6 !623 535g6 !623 535g6 j33j.66j33 j.2j36j53g2 Bonang barung

_jj.6j.6j.6j.6 j.6j.6j.6gj.6_

Bonang penerus _6666 666g6_

Kempul

_6666 666G2_

H.

Bonang Barung _.w.e .t.y_

GjGg^^_j^^j^^j^^j^^ j^^j^^j^^j^^_

Vocal macapat megatruh pl nem 5 6 ! ! ! ! ! ! @ # ! z6c5 Puguh aswo turanggakapalnyawiji ! z@c# # # @ z!x c@

Lan u gi manembah 6 5 5 5 6 z!c@ z6x5c3 z2c1 tanbedamanungsa yek ti 1 2 3 1 2 3 z3c2 z3c5 Murihmanggihorahar jo

I.

Kendhangan sek 6 jPLDDjKI BDjPLgD a.

IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVP/D IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVPG/D

IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVP/D .jDBj.BpI BDjPLgD

IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVP/D IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVPG/D

IjIPjBPpjIP jVPj/DPjVP/D .jDBj.BpI BDjPLgD b.

.Ij.PpI BDPB .Ij.PpI BDPGB

.Ij.PpI BDPB ..jB/LpB ..jB/LgB

.Ij.PpI BDPB .Ij.PpI BDPGB

.Ij.PpI BDPB ..jB/LpB ..jB/LgB

.Ij.PpI BDPB .Ij.PpI BDPGB

.Ij.PpI BDPB ..jB/LpB ..jB/LgB Bonang barung

_yey. yey. yey. yeyG.

yey. yey. yey. yeyg._

bonang penerus

_6.6. 6.6. 6.6 .6.6G.

6.6. 6.6. 6.6 .6.6g._

Saron

_jyyj11j22j33 j55jj66j!!j@@ j55j66j!!j66 j55j33j!!j66

j55j22j33j53 j23j53j23j55 j23j23j23j21 jy1jy1jy1gj22_

vocal 1

. . . . . 6 ! @ . . . . 5 3 ! 6 Ja - ran -e ja ran ke -pang

. . . . 5 2 3 5 . . . @ j.j @. @ @ Ja -ran ke- pang Bo - yo la-li

Vokal 2

@ @ @ @ . . . . . 6 ! @ . . . . Bo -yo - la - li ja -ran e

5 3 ! 6 . . . . 5 2 3 5 . . . .

Ja -ran ke –pang ja - ran ke -pan J.

Balungan

_.222 2132 .666 65!6 32.. 32.. !6.. !6.g._2×

Kendhangan sek 7

_.DDD DBPI .DDD DBjPLP IB.. IB.. IB.. IB.g._2×

Senggakan

_. 2 2 2 2 2 ! ^ . 2 2 2 2 2 ! ^

Ya yaya yaya hake ya yaya yaya hake 3 2 . . 3 2 . . 3 2 . . 3 2 . g._2×

Hokya hokya hokya hokya

K.

Kendhang sek 8 jDBjIHOgjBjLjk.I

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IJj.DB jDIBj.BgD

j.DBjDB. j.BDjBDgG. j.DBjDB. j.BDjBDGgj.V VjIVVI jDBjIBOjgBL

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IjJk.Ij.IJ jDIB.jgBL

Bonang barung

_yey. yey. yey. yeyg._

Bonang penerus _6666 666g6_

Kempul

_6666 666G2_

kendhangan nyongklang

j.JPjJPj.J PjJPj.JgP jJPj.JPjJP j.JPjJPjg.J PjJPj.DB jDIBj.BgD Bonang barung

_yey. yey. yey. yeyg._

Bonang penerus

.6j.6. 6j.6.g6 j.6.6j.6 .6j.6g. 6j.6.6 ...g6 Kempul

_6666 666G2_

Kendhangan sek 2

.IjIHI jIHIjIHgI jIHIjIHI jIHIjIHgI

jIHIjIkPLP jDIBjIBgD kendhangan sek 9

j.BDj.BD j.BDj.BgD j.BDj.BD j.BDj.BgD kendhangan sek 5

DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bjg.B DBjDk.B. jDBIOgjBL Kendhangan sek 2

jIHIjIHI jIHIjIHgI jIHIjIHI jIHIjIHgI

jIHIjIkPLP jDIBjIBgD

kendhangan sek 10

j.IDj.ID j.IjDIjDIgD j.IDj.ID j.IjDIjDIgD j.IDj.ID jDBjIHOgjBL

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I

j.IjJk.Ij.IJ jDIBj.BgD

kendhangan sek 11

j.IjBIjBIjBB j.IjBIjBIgB j.IjBIjBIjBB j.IjBIjBIgB j.IjBIjBIjBB j.IjBIjBIgB

j.DBjDB. j.BDjBDgG. j.DBjDB. j.BDjBDGgj.V VjIVVI jDBjIBOjgBL

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IjJk.Ij.IJ jDIB.jgBL kendhangan nyongklang

j.JPjJPj.J PjJPj.JgP jJPj.JPjJP j.JPjJPjg.J PjJPj.JP jBDjIBDgjBI kendhangan sek 12

jPDjPDjBIjPI jPDjPDjBPjGBI jPDjPDjBIjPjkIP jIJjIIjDDgjDI

jPDjPDjBIjPI jPDjPDjBPjGBI jPDjPDjBIjPjkIP jIJjIIjDDgD

jPDjPDjBIjPI jPDjPDjBPGB PIDjIP jPPjPDDgj.O Kendhangan sek 13

_jNOj.OjNOjG.O jNOj.OjNOG. jDk.BjIBjDkPLGP jDk.BjIBjDkPLGjPI

Dj.ID/jGDV jVVjVIDGj.O_3×

balungan

_j6!j.!j6!j.! j6!j.!j6!. j2kj.3j53j635 jyk.1j21j31j2! 6j.!6j./2 /j2/2j/222gj.!_

Kendhangan sek 5

DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bjg.B DBjDk.Bj.B DBjDjk.Bjg.B DBjDk.Bj.B DIPgBL

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IjJk.Ij.IJ jDBIPjgBL Kendhangan nyongklang

jJPj.JPjJP j.JPjJPjG.J PjJPj.JP jBDjIBDgjBI

j.IjJk.Ij.IjJk.I j.IjJk.Ij.IgjJk.I j.IjJk.Ij.IJ jBDjIHOjgBL Mundur beksan

I D I D I D jIBgD I D I D I D jIBgD

I D I D I D jIBgD I D I D jIBjBBIgD Balungan

_656j52 j22j35j6!g5_4×

Lampiran 6:

Dokumen terkait