• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI PUTUSAN WARIS ISLAM

4. Pertimbangan Hukum

Gugatan ini berttujuan untuk mempertimbangkan eksepsi absolute Para Tergugat sebagaimana tersebut di atas;15

Dalam perkara ini, dalil eksepsi Para Tergugat adalah Pengadilan Agama Jakarta Timur tidak berwenang mengadili perkara ini, karena Tergugat I sampai Tergugat III beragama Katolik, sedangkan Pengadilan Agama hanya berwenang mengadili perkara kewarisan antara orang-orang yang beragama Islam;

Selain tersebut di atas, Para Tergugat mendalilkan bahwa terhadap gugatan Penggugat Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT tanggal 4 Agustus 2010 pada Pengadilan Agama Jakarta Timur ini sudah pernah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur yakni perkara Nomor: 373/Pdt.G/2010/PN.JT putusan mana telah mempunyai hukum tetap, sehingga perkara Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT tanggal 4 Agustus 2010 adalah Nebis in idem;

Selanjutnya Majelis Hakim mempertimbangkan dalil eksepsi absolut Para Tergugat sebagai berikut di bawah ini:

Pertama-tama, tentang pengajuan eksepsi absolut Para Tergugat, diajukan dalam tahap pemeriksaan jawab menjawab. Berdasarkan Pasal 134 HIR, eksepsi mengenai kekuasaan absolut dapat diajukan dalam setiap waktu selama proses pemeriksaan berlangsung; oleh karena eksepsi absolut Tergugat diajukan dalam tahap pemeriksaan jawab

15

menjawab, maka berdasarkan Pasal 134 HIR eksepsi absolute Para Tergugat, secara formil dapat diterima;

Selanjutnya Majelis Hakim mempertimbangkan dalil eksepsi absolut yaitu Pengadilan Agama Jakarta Timur tidak berwenang mengadili perkara ini, karena Tergugat I sampai Tergugat III beragama Katolik, sedangkan pengadilan agama hanya berwenang mengadili perkara kewarisan antara orang-orang yang beragama Islam;

Dalam UU No. 7 tahun 1989 yang telah diubah dengan UU No. 3 tahun 2006 dan UU No. 50 tahun 2009 menganut asas personalitas keislaman, sehingga segala sengketa antar orang-orang beragama Islam mengenai hal-hal yang sudah diatur dalam Pasal 49 UU No. 7 tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 50 tahun 2009 , menjadi kewenangan Pengadilan Agama;

Namun ditegaskan dalam Buku II pedoman teknis Administrasi Dan Teknis Peradilan Agama Edisi Revisi tahun 2009, azas personalitas keislaman tidak berlaku dalam perkara sengketa bidang kewarisan yang pewarisnya beragama Islam walaupun sebagian ahli warisnya non Muslim.

Sebagaimana perkara a quo adalah perkara gugatan ahli waris, sedang sengketa gugatan ahli waris adalah bagian dari bidang kewarisan, oleh karena itu meskipun dalam perkara gugatan ahli waris nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT ada sebagian ahli waris yang beragama non Muslim sebagaimana bukti T VI-1, T VI-2, T VI-3, yaitu Tergugat I, II,

dan III beragama Katolik, namun oleh karena pewarisnya, in cassu almarhummah Raden Ayu Sri Nueli Rahayu binti Agung Dumaido beragama Islam amak perkara nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT tetap menjadi kewenangan pengadilan agama, in cassu Pengadilan Agama Jakarta Timur. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka eksepsi absolut Para Tergugat sepanjang Pengadilan Agama tidak berwenang karena dalil ada ahli waris yang beragama non Muslim, harus dinyatakan ditolak. Selanjutnya sepanjang dalil Para Tergugat nebis in idem, akan Majelis pertimbangkan sebagai berikut:

Para Tergugat mendalilkan terhadap gugatan Penggugat Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT tanggal 4 Agustus 2010 pada Pengadilan Agama Jakarta Timur ini, sudah pernah ada perkara yang sama dan diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT dan perkara Nomor: 373/Pdt.G/2009/PN.JT, penetapan dan putusan mana yang telah berkekuatan hukum tetap, sehingga perkara Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT tanggal 4 Agustus 2010 adalah nebis in idem;

Untuk menguatkan dalil eksepsinya, Para Tergugat telah mengajukan bukti tertulis T VI-4, T VI-5. Bukti T VI-4 dan T VI-5 adalah salinan putusan Nomor: 373/Pdt.G/2009/PN.JT tanggal 19 Mei 2009 dan foto copy salinan Putusan Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990, yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur, telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera. Bukti tersebut dibuat dan ditandatangani oleh pejabat yang

berwenang. Oelh karena itu Majelis Hkaim menilai bukti T VI-4 dan T VI 5 sebagai bukti autentik sesuai Pasal 165 HIR sehingga mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat;16

Dengan bukti T VI-4 menerangkan adanya gugatan pembatalan ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Rahayu Binti Agung Dumadio nomor: 373/Pdt.G/2009/PN.JT tanggal 19 Mei 2009 dengan Penggugat Raden Ajeng Laksmini Rahayu Binti Setiarto sedang Para Tergugat adalah M.C. Retno Ambarwati Binti Kiswari Soeryokusumo, dkk. Gugatan mana telah ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur;

Sedangkan T VI-5 menerangkan adanya permohonan penetapan ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio yang diajukan oleh Para Pemohon (Penggugat dan Para Tergugat dalam perkara a quo) Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990, permohonan telah dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur;

Kemudian ermohonan penetapan ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990, bila dihubungkan dengan gugatan pembatalan penetapan ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio Nomor: 373/Pdt.G/2009/PN.JT tanggal 19 Mei 2009 dan perkara a quo yakni gugatan ahli waris Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT ternyata saling berkaitan;

16

Adanya keterkaitan perkara-perkara tersebut dapat Majelis terangkan pada tahun 1990 setelah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio meninggal dunia pada tangga 7 Juni 1990, anak-anak almarhumah, termasuk Penggugat, mengajukan permohonan penetapan ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990 dan permohonan tersebut telah dikabulkan;17

Setelah 19 tahun berlangsung, salah satu ahli waris yang bernama Raden Ajeng Laksmini Rahayu Binti Setiarto (Penggugat) mengajukan gugatan pembatalan penetapan ahli waris atas penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990, gugatan mana telah ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT tanggal 14 Juni 1990 dan posisi sekarang perkara tersebut masih dalam pemeriksaan banding alias belum memiliki kekuatan hukum tetap. Ketika perkara banding belum turun, Penggugat mengajukan gugatan ahli waris Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio di Pengadilan Agama Jakarta Timur dengan Nomor: 1578/Pdt.G/2010/PA.JT;

Dari uraian di atas, adanya kesamaan kualitas para pihak berperkara yakni ahli waris almarhumah Raden Ayu Sri Nueli Binti Agung Dumadio dan kesamaan substansinya yaitu masalah penetapan ahli waris; Oleh karena ada kesamaan kualitas para pihak dan kesamaan

17

substansinya, maka berdasarkan ketentuan Pasal 1917 KUH Perdata, perkara a quo harus dinyatakan nebis in idem dan karenanya gugatan ahli waris Penggugat harus dinyatakan tidak diterima (niet onvankelijk);

Oleh karenanya gugatan Penggugat dinyatakan tidak diterima, maka Penggugat sebagai pihak yang dikalahkan dan oleh karena itu berdasarkan Pasal 181 HIR biaya yang timbul dari perkara ini dibebankan kepada Penggugat;

Mengingatkan segala pasal-pasal ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Syara’ yang berkaitan

dengan perkara ini;18 5. Amar Putusan

Memperhatikan ketentuan-ketentuan hukum yang bersangkutan dengan perkara ini, maka Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur mengadili:

(1) Menyatakan tidak menerima gugatan Penggugat;

(2) Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 941.000,- (Sembilan ratus empat puluh satu ribu rupiah).19 18 Ibid., 17. 19 Ibid., 23.

B. Deskripsi Putusan No. 2/ Pdt.G/2011/PA.Kbj. 1. Duduk Perkara

Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 10 Januari 2011 mengajukan gugatan waris yang telah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Agama Kebanjahe dengan Register Nomor: 2/Pdt.G/2011/PA.Kbj yang duduk perkaranya sebagai beirkut:

Penggugat yang bernama Jayanta Ginting dan Tergugat I (Eduardi Ginting) adalah anak kandung dari Ngandi Ginting dengan isteri pertama bernama Bagenda Binti Bangun;

Tergugat II (Maisarah binti Karto Sugasi) adalah isteri Ngandi Ginting yang kedua yang dinikahi setelah Bagenda binti Bangun meninggal dunia;20 Ngadi Ginting (ayah kandung) Penggugat dan tergugat I telah meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 2010 karena sakit dan dalam keadaan beragama Islam. Sebelum Ngadi Ginting meninggal dunia, ayah kandungnya yang bernama Batang Ginting telah meninggal dunia pada tahun 1986, demikian pula dengan ibu kandungnya bernama Terpe binti Pinem yang telah meninggal dunia pada tahun 1933;21 Almarhum Ngadi Ginting telah meninggalkan ahli waris yaitu sebagai berikut:

a. Seorang isteri bernama Maisarah binti Karto Sugasi (Tergugat II) b. Dua orang anak akndung:

1) Eduardi Ginting (Tergugat I) sebagai anak laki-laki;

20

Direktori Putusan Mahkamah Agung, 2/Pdt.G/2011/PA.Kbj. 1.

21

2) Jayanta Ginting (Penggugat) sebagai anak laki-laki;22

Namun demikian, Tergugat II (isteri kedua) Ngandi Ginting, tidak mengurus dan bahkan telah pergi meninggalkan suaminya Ngandi Ginting yang juga ayah kandung Penggugat dan Tergugat I pada saat Ngandi Ginting sakit hingga meninggal; Kemudian Tergugat II sampai saat ini tidak diketahui lagi tempat tinggalnya yang jelas sehingga Tergugat II tidak dapat dihubungi meskipun telah dicari oleh keluarga;

Oleh karenanya, ketentuan hukum Islam yang berlaku di Indonesia bahwa anak yang beragama lain dari agama yang dipeluk pewaris tidak memperoleh warisan tetapi memperoleh bagian wasiat wajibah, maka Peggugat sebagai anak kandung pewaris, Nagndi Ginting, yang beragama Kristen harus ditetapkan juga sebagai penerima warisan dari orang tua Penggugat sebagai wasiat wajibah;

Almarhum Ngandi Ginting semasa hidupnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di SMP Negeri Sunggal dan pada bulan maret 1992 telah pensiun; dengan ini Penggugat mengajukan gugatan ahli waris ini adalah untuk kepentingan pengurusan hak-hak almarhum Ngandi Ginting sebagai pensiunan PNS di PT Taspen Medan;

Atas dasar uraian dan keterangan tersebut di atas, Penggugat bermohon kepada majlis hakim kiranya dapat menerima perkara ini,

22

memanggil Penggugat dan Tergugat, serta menyidangkannya dan memberi penetapan sebagai berikut:23

2. Petitum

Dari gugatan di atas penggugat memohon agar Majelis Hakim memutuskan sebagai berikut:

a. Mengabulkan gugatan Penggugat

b. Menetapkan ahli waris dari almarhum Ngandi Ginting yang telah meninggal pada 28 Agustus 2010 adalah:

1) Tergugat II (isteri)

2) Tergugat I (anak laki-laki)

c. Menetapkan Penggugat (anak laki-laki) sebagai penerima wasiat wajibah dari almarhum Ngadi Ginting;

d. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,24 dan Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.

Dan untuk menguatkan dalil gugatannya, Penggugat mengajukan bukti-bukti yakni bukti tertulis sebagai berikut:

1. FC KTP A.n Penggugat, Nomor: 1206072708700001, tanggal 15-09-2009, yang dikeluarkan oleh Camat Juhar Kab. Karo (P.1);

2. FC Akta Nikah, A.n Ngandi Ginting (alm) dengan Maisarah, Nomor: 10/AR/1992, yang dikeluarkan oleh Kepala KUA, Kec. Namo Rambe, Kab. Deli Serdang. (P.2);

23

Ibid., 3.

24

3. FC KK WANRI (pribumi), A.n Ngandi Ginting, Nomor: .., tanggal 26/06/1998, yang dikeluarkan oleh kepala Desa Batu Mamak, Kec. Juhar, Kab. Karo. (P.3);

4. FC Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tentang pension, Nomor: C-02495/KEP/13/92, tanggal 08 Mei1992, yang dikeluarkan oleh A.n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. (P.4); 5. Asli surat keterangan ahli waris, Nomor: SK/29/BM/2010, tanggal 29

Desember 2010, yang dikeluarkan oleh kepala Desa Bta Mamak, Kec. Juhar, Kab. Karo. (P.5);

6. Asli surat keterangan kematian, A.n Ngandi Ginting, Nomor: 14/28/BM/2010, yang dikeluarkan oleh kepa Desa Mamak, Kec. Juhar, Kab. Karo. (P.6);25

Dan di sertai dengan bukti saksi-saksi yang telah disumpah dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Dokumen terkait