• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUNJUKAN TESLA

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 44-49)

Menarik untuk dicatat bahwa “penemuan” Thomson ini, walaupun didapat menyusul spekulasi awalnya yang didasarkan pada teori Maxwell, juga muncul setelah kuliah Tesla di hadapan American Institute of Electrical Engineers di Columbia College, New York, pada 20 Mei 1891, di mana Tesla menjelaskan eksperimen (yang dijalankan dengan memperoleh terlebih dahulu penelitian Thomson) dengan verifikasi, bersama dengan demonstrasi teknik dan mesin buatannya yang mendapat frekuensi dan voltase yang menurut W. Thomson

(Lord Kelvin) (Inggris) terdahulu “mustahil dicapai”. Dalam hal tersebut, semestinya “para pria tua baik” di Inggris mengakui bahwa karya Tesla muncul lebih dahulu, setelah mengakui tanpa sangkalan bahwa “mereka” tidak mampu menciptakan peralatan untuk menghasilkan frekuensi yang dibutuhkan untuk menyelidiki dan memverifikasi fenomena ini melalui eksperimen.

Teori J.J. Thomson, yang menghubungkan gaya eletromagnet dengan momentum dengan cara matematis dan menyatu, di atas teori, agak mengulang kuliah Tesla terdahulu di tahun 1891, terbukti melalui eksperimen awalnya, tapi teori Tesla berbeda dari teori Thomson, yang teorinya tidak tepat. Momentum elektromagnetik Thomson dapat diciptakan secara seketika hanya dengan alat Tesla, yang eksis sebelum “penemuan” Thomson, hanya di laboratorium Tesla, jadi tak mungkin Thomson dapat mereduksi teori-”nya” untuk mempraktekkan dan memverifikasinya melalui eksperimen.

Meski fakta menunjukkan bahwa Thomson lebih dulu dari Tesla dalam

upaya mempublikasikan teori yang sah, Tesla tak bisa mempublikasikan

teorinya sebelum penyempurnaan temuannya, sedangkan yang bukan merupakan faktor bagi Thomson. Tesla adalah orang pertama yang membuktikan teorinya dengan hasil eksperimen. Tesla tetap lebih dari seorang pria terhormat dalam hal ini, sering tunduk kepada Thomson, meski Thomson kemudian berusaha secara tak jujur mengklaim penemuan arus bolak-balik dan high-frequency Tesla. Penelitian awal Thomson (Phil. Mag. xi [1881], p. 229), menyangkut konduktor bundar bermuatan dan bergerak dalam garis lurus telah membangkitkan rasa hormat Tesla dan mungkin mempengaruhi penelitiannya, tapi penemuan Tesla tahun 1884 (penemuan medan magnet berotasi) telah mendahului itu semua, dan dokumentasi menunjukkan bahwa Tesla berargumen dengan “profesornya yang terpelajar” di Graz, yang menyebut Tesla “gila” sejak hari-hari kuliahnya di tahun 1870-an, untuk membuktikannya.

Pasti sangat sulit bagi Tesla untuk tetap bisu mengenai teorinya yang rampung, yang tidak bisa dia publikasikan tanpa menyerahkan teknologinya, sebelum dia dapat menyempurnakan contoh mesin untuk memperoleh perlindungan paten. Layaknya menara Wardenclyffe, berbalik dalam angin ketidaklengkapan akibat kekurangan uang, disebabkan oleh bujukan palsu untuk membangun sistem mahal yang akan menghabiskan energi dan sumber finansialnya hingga menuju kebangkrutan.

Berkenaan dengan momentum, saya menganalogikannya sebagai berikut: saat sebuah benda dipegang oleh lengan yang berputar atau membusur, itu mengandung pipa gaya yang berubah yang dihasilkan oleh momentum sudut. Ketika dilepaskan, itu bergerak dalam vektor garis lurus, sesuai dengan kondisi/status pipa gaya pada waktu pelepasan. Sementara dipegang oleh lengan, gaya sentrifugal dihasilkan oleh kecenderungan pipa untuk bergerak dalam garis lurus, atau setidaknya untuk meneruskan pola melintang atau kompleks pergerakan pipa yang terdapat kemudian, yang menciptakan penolakan terhadap perubahan oleh pipa di waktu tertentu. Sekali dilepaskan, “sesuatu” (pipa gaya mikrohelikal, saat terdapat kemudian) menentukan arah pergerakan dan kecepatannya, yang di kevakuman akan menjadi force-free (tak memerlukan dorongan). Fakta-fakta ini konsisten dengan “pipa gaya” Tesla (Thomson, Faraday, Maxwell), yang nanti akan saya jelaskan secara detail.

Sebagian besar penelitian Thomson tahun 1881 berhubungan dengan Maxwell, dan sebelum dia, Faraday, yang pada tahun 1831 telah menyatakan bahwa pergerakan benda bermuatan elektrostatis adalah ekuivalen dengan arus, yang digambarkan sebagai pipa gaya yang dihasilkan oleh pergerakan dan momentum (Faraday, Experimental Res. Sec. 1644; Maxwell, Treatise, Secs. 768-70).

Dalam perhatiannya terhadap sifat “materi berat”, Faraday menyatakan bahwa atom mungkin tak lebih dari sekadar sebuah medan gaya—listrik, magnet, dan gravitasi—yang mengeliling titik pusat, yang sepenuhnya dapat dipenetrasi (Bence Jones, Life of Faraday, ii, p. 178). Fresnel kemudian menyatakan, “Dengan mempertimbangkan penyimpangan bintang-bintang, saya cenderung meyakini bahwa eter berkilauan merembes zat semua benda materil dengan sedikit atau tanpa penolakan, mungkin sebebas angin yang menerobos pohon belukar.” Konsep Fresnel menduga bahwa eter sekeliling bumi tak terpengaruh oleh gerakan bumi, dan secara umum selaras dengan apa yang betul-betul teramati, kecuali untuk kegagalannya mempertimbangkan bagaimana medan listrik dinamis bumi mempengaruhi eter.

Bersama dengan teori eter elektris padat (elastis)-nya di sekitar tahun 1831, dan teori garis gaya magnet, Faraday menganggap bahwa semua ruang telah “terisi”.

Wm. Thomson (A.K.A. Lord Kelvin) (1824-1907), pada usia 17 tahun, didasarkan pada pengumuman awal Faraday, memperkenalkan ke dalam ilmu matematika sebuah ide tenaga listrik jarak jauh dengan memakai eter secara terus-menerus. Pada 1846, dia menganalogikan fenomena listrik dengan elastisitas mekanis. Konsep awalnya adalah bahwa atom materi bergerak menerobos eter ‘tanpa memindahkan atau memampatkannya’ (surat,

FitzGerald kepada Heaviside, 4 Feb. 1889), konsep yang kemudian diadopsi

oleh Tesla ketika mengatakan bahwa eter ‘berperilaku seperti cairan terhadap benda padat, dan seperti benda padat terhadap cahaya dan panas’.

Sekitar tahun 1853, Bernhard Riemann (1826-1866) mengkonsepkan eter yang menolak pemampatan dan perubahan orientasi (Ann. D. Phvs. Cxii [1867], p. 237; Riemann’s Werke, 2e Aufl., p. 288; Phil. Ma2. xxxiv [1867], p. 368).

Riemann pikir penolakan terhadap pemampatan menimbulkan efek elektrostatis dan gravitasi, sementara penolakan terhadap perubahan orientasi menimbulkan fenomena magnet dan optis, tapi dia gagal mengembangkan konsep ini lebih jauh. Bagaimanapun pandangan awal Riemann ini sangat mempengaruhi para pemikir berikutnya. Dia mengkonsepkan stationary ether (eter stasioner/tak bergerak) berdasarkan asumsi yang diterima umum bahwa saat bumi bergerak menerobos ruang angkasa, kemampuan seseorang untuk melihat bintang dengan citra tetap telah menyangkal keberadaan eter dinamis. Mengenai perambatan tenaga listrik menerobos ruang angkasa, Riemann mengajukan persamaan baru di mana voltase berubah keluar dari muatan berkecepatan C, tapi dia juga gagal menindaklanjuti pertimbangan yang benar atas sifat eter, karena dia meninggal terlalu muda. Pandangan Riemann terverifikasi hampir 50 tahun kemudian, 10 tahun lebih panjang dibanding usia hidupnya.

Bertahun-tahun kemudian, setelah membaca Experimental Researches in Electricity (3 Volume) tahun 1831 milik Faraday, Maxwell menyusun konsepsi mekanis medan elektromagnetik, menghubungkan ide garis gaya magnet dan listrik Faraday dengan analogi matematis Wm. Thomson, membawa konsep Faraday selangkah lebih jauh (saya selalu senang mengatakan bahwa Maxwell “menanamkan matematika pada Faraday”, karena Faraday tak mampu mengerjakan banyak persoalan matematika, meski dia diakui sebagai “filsuf eksperimen” terbesar dalam sejarah. Faraday adalah seorang pemandu untuk mantan penjilid buku asal Irlandia. Dia memperoleh pendidikan dasarnya dari

buku-buku yang dia jilid, dan pada usia 21 tahun menulis surat kepada profesor kimia Sir Humphrey Davy di tahun 1812 dan membuatnya begitu terkesan sehingga di musim semi berikutnya dia ditunjuk sebagai kepala Royal Institution, sisanya adalah sejarah). Semacam Mozart-nya ilmu kelistrikan, Faraday tidak seperti yang lain, dia hampir selalu benar sejak permulaan, di pertengahan, dan jauh setelah kematiannya, dengan begitu banyak observasi dan pandangan luar biasa yang dihasilkan tanpa mempelajari halaman-halaman matematika yang menjemukan, dan Maxwell beruntung telah memberi kontribusi dalam proses ini.

Faraday menyatakan bahwa gaya magnet yang terinduksi pada besi hanya eksis pada besi, bernilai nol pada eter bebas eksternal, dan merupakan basis untuk induksi listrik. “Pemindahan listrik pada zat dielektris” Maxwell analogis dengan induksi B magnet, yang dia katakan mungkin memiliki harga berbeda dari nol sekalipun pada eter bebas. Menurut Maxwell, terdapat pemindahan (yakni pergerakan listrik dari posisi setimbang) di mana pun terdapat tenaga listrik, baik ada ataupun tidak ada “benda materil” (dengan demikian mengangkut pemindahan listriknya ke dalam eter (Maxwell, Scientific Papers i, p. 451; p. 526).

Terpikir oleh saya bahwa karena bumi dan benda “diam” di atasnya berada dalam gerakan seragam (atau gerakan yang berubah secara seragam) berkenaan dengan eter stasioner, bahwa terdapat perbedaan pemindahan listrik eter di ruang dalam benda padat dan ruang dalam eter bebas, disebabkan adanya polarisasi eter oleh medan listrik bumi, dan perbedaan konstanta dielektris antara kedua ruang tersebut. Saya menyimpulkan dari ini bahwa pergerakan konstan benda menerobos ruang penuh eter stasioner, mengangkut muatannya, menciptakan arus pemindahan.

Maxwell menggambarkan garis gaya magnet Faraday (vektor induksi magnet) sebagai kecepatan cairan tak termampatkan (incompressible fluid), berdasarkan gagasan Faraday bertahun-tahun sebelumnya bahwa mungkin terdapat “kondisi dinamis” yang serupa dengan arus listrik, dan bahwa ‘garis fisik gaya magnet merupakan arus’ “cairan” ini. Ini selaras dengan “kondisi dinamis” medan listrik Faraday ’yang diangkut’ oleh bumi, ekuivalen dengan arus, menghasilkan gravitasi dan medan magnet bumi, akibat efek terhadap eter stasioner di medan listrik dinamis bumi. Ini juga mengimplikasikan bahwa garis gaya magnet adalah reaksi “setara dan berlawanan” terhadap arus listrik sebagaimana dinyatakan Faraday, dan sebaliknya, meskipun medan magnet

lebih merupakan efek sekunder arus listrik. Bagaimanapun, medan magnet sama pentingnya, dalam menghasilkan gerakan berotasi yang diberikan kepada listrik, yang bertanggung jawab atas “pipa gaya” mikrohelikal yang menghasilkan momentum yang mempertahankan gerakan perpetual benda angkasa di alam semesta, dan selamanya memandu arus listrik menerobos eter. Dan ini juga terdengar sangat mirip teori Tesla.

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 44-49)