BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
B. Perubahan Masyarakat Akan Hadirnya Muhammadiyah
Setiap strategi komunikasi yang dilancarkan oleh individu atau lembaga mempunyai tujuan dan target tertentu yang ingin dicapai pada khalayaknya sebagai sasaran. Dalam tujuan tersebut terdapat perubahan dalam diri khalayak sebagai efek yang telah dilakukan komunikator kepada komunikannya, yaitu:
1. Terjadinya perubahan pendapat (to change the opinion).
Setiap lembaga memengaruhi khalayaknya dalam menyampaikan pesan. Sehingga menimbulkan berbagai macam persepsi dan pandangan. PCM Somagede melakukan penekanan atas ajaran yang bersumber pada Al-Qur’an
Somagede mengaku tidak sama sekali mengikuti acara tetangga seperti selametan, tahlilan, yasinan, dan kenduri. Walaupun masyarakat mengundang khusus Bapak Prakoso untuk memimpin pembacaan yasin dan tahlil.
2. Terjadinya perubahan sikap (to change the attitude).
Sikap didefinisikan sebagai suatu kecenderungan yang diperoleh dengan cara belajar untuk merespons suatu objek. Sikap dipelajari dalam suatu konteks budaya. Bagaimanapun lingkungan akan turut membentuk sikap, kesiapan untuk merespons dan akhirnya perilaku diri sendiri.20 Dengan hadirnya Muhammadiyah sebagai objek lembaga di desa Somagede terdapat perubahan sikap pada masyarakat sebagai khalayak.
Masyarakat kini berkeyakinan bahwa hadirnya Muhammadiyah mengajarkan kepada bentuk Islam yang sesungguhnya yaitu sesuai dengan
Al-Qur’an dan As - Sunnah. Sebagian masyarakat meninggalkan tradisi kejawen karena menyadari bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.21 Sehingga masyarakat kini bersikap lebih teliti dan kritis terhadap keyakinan berdasarkan penilaian dalam dakwah yang dilakukan oleh PCM Somagede. 2. Terjadinya perubahan perilaku (to change behavior).
Perilaku dipelajari sebagai bagian dari pengalaman budaya. Budaya cenderung menentukan kriteria mana yang paling penting ketika memberikan
20
Dedy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Antarbudaya : Panduan
Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 27.
21
Wawancara Pribadi Dengan Bapak Prakoso, Ketua PCM Somagede, Banyumas, 29 April 2013.
suatu persepsi.22 Kebanyakan masyarakat Somagede itu sejatinya ingin berubah namun harus sesuai dengan ajaran yang umumnya saja diluar ketentuan PCM Somagede.23 Terdapat beberapa bentuk perubahan perilaku sebagai hadirnya Muhammadiyah di Somagede :
a. Dahulu menjelang peringatan hari 1 Suro atau malam 1 Muharram. Masyarakat memotong hewan kemudian kepala hewan tersebut dikubur. Selain itu juga, masyarakat berkurban untuk acara sedekah bumi. Sekarang dengan hadirnya Muhammadiyah telah diganti dengan kurban dalam peringatan Hari Raya Idul Adha.24
b. Perubahan sangat baik ditengah-tengah masyarakat jawa dan aneka macam budaya ialah meningkatnya jumlah pelajar di SMK Muhammadiyah yang kini mencapai 500 siswa dan menjadi bukti baik perubahan masyarakat terhadap akulturasi budaya.
c. Dalam hal berpakaian Muhammadiyah tidak mempermasalahkan yang penting menutup aurat. Adat jawa menggunakan kebaya namun tidak memakai kerudung dan yang dipakai ialah konde. Muhammadiyah menggantinya dengan mengenakan kerudung dalam pakaian kebaya.25 d. Melaksanakan Shalai Ied di lapangan desa yang dahulu hanya
dilakukan di Masjid saja.
22
Dedy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Antarbudaya : Panduan
Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 25.
23
Wawancara Pribadi Dengan Bapak Sumuyut, Bendahara PCM Somagede, Banyumas, 26 Mei 2013.
24
Wawancara Pribadi Dengan Bapak H.Suhodo, Penasehat PCM Somagede, Banyumas, 28 April 2013.
25
Wawancara Pribadi Dengan Bapak Prakoso, Ketua PCM Somagede, Banyumas, 29 April 2013.
e. Dengan hadirnya PCM Somagede telah didirikan masjid sebanyak 2 unit bangunan dan mushola 3 unit bangunan.
Berdasarkan tinjauan itu PCM Somagede menjadi suatu gerakan Keislaman yang sangat besar perananya dalam pembinaan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan
As-Sunnah. PCM Somagede berhasil menjalankan tugasnya dalam memurnikan nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakat yang dipengaruhi kebiasaan nenek moyang. Dibuktikan dengan adanya perubahan kebiasaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Hal ini sangat membantu para pelaku penyebaran Islam ketika menghadapi keadaan masyarakat desa. Maka kehadiran Muhammadiyah tepat dalam memurnikan nilai-nilai Islam di Desa Somagede.
71 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penetapan dan pelaksanaan strategi komunikasi Muhammadiyah Cabang Somagede terhadap akulturasi budaya lokal dan budaya Islam ialah :
PCM Somagede menerapkan strategi penyampaiannya berupa dakwah bil-lisan seperti menggelar pengajian rutin saja dan hanya dilakukan di masjid/mushola binaan PCM Somagede. Sebagai individu ataupun lembaga yang terlibat dalam kegiatan keagamaan, strategi penyampaian disertai dengan memberikan contoh sesuai aturan PCM Somagede seperti membiasakan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Ied di lapangan dan hingga saat ini efektif dijalankan masyarakat.
Salah satu bentuk strategi penyampaian PCM Somagede yang berhasil ialah membangun SMK Muhammadiyah dan Taman Kanak-Kanak Aisyiah di tengah-tengah masyarakat yang memadukan unsur budaya Islam dan budaya lokal. Dengan cara mengembangkan ajaran melalui bidang pendidikan seperti itulah PCM Somagede dapat mengajarkan ajarannya sesuai pedoman Al-Qur’an dan
Sunnah. Selain itu, SMK Muhammadiyah telah mengembangkan kegiatan sekolah seperti membuat batik dengan motif Islami. Itu artinya Muhammadiyah juga melakukan pendekatan atau approach dalam dakwah bil-hal dan sebagai bentuk akulturasi antara budaya Islam dan budaya lokal.
Muhammadiyah Cabang Somagede berdiri sejak 2003 dan amal usahanya dengan membangun 5 masjid/mushola binaan Muhammadiyah. Dengan begitu masyarakat Somagede mengalami perubahan akibat masuknya kebudayaan Islam. Masyarakat mulai teliti dalam mencerna setiap ajaran yang disampaikan oleh Muhammadiyah. Hasilnya masyarakat mulai meninggalkan tradisi kejawen dengan alasan tidak sesuai pada ajaran Islam yang murni. Contohnya, masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan memotong hewan pada perayaan 1 Suro dan menggantinya di Hari Raya Idul Adha.
B. Saran – Saran
Berdasarkan hasil penelitian skripsi ini, maka penulis dapat memberikan beberapa saran, yaitu :
1. Kepada pengurus Muhammadiyah Cabang Somagede secara manusiawi memiliki tingkat dan kedudukan yang sama di masyarakat. Menyampaikan materi secara tatap muka langsung agar dikenal masyarakat. Pengurus PCM Somagede harus solid dan teguh memegang ajaran yang dibawa Rasulullah yaitu Al-Qur’an dan As – Sunnah. Tidak hanya dalam materi pengajian tetapi dalam perbuatan atau dakwah bil-hal.
2. Kepada Muhammadiyah Cabang Somagede untuk menetapkan strategi penyampaian dan mengolah pesan yang akan disampaikan. Agar lebih beraneka ragam cara penyampaiannya. Yaitu dengan mengambil beberapa materi pengajian seperti ilmu fiqih dan tauhid. Dan pesan yang disampaikan harus dibarengi contoh peristiwa dalam kehidupan masyarakat. Sehingga menarik hasrat dan perhatian masyarakat untuk kembali keajaran Islam yang murni dan utuh.
3. Kepada Muhammadiyah Cabang Somagede harus melihat sisi baik buruknya sebuah kondisi sosial budaya yang ada. Jangan menganggap sesuatu itu bid’ah ataupun ijtihad. Berikan dasar-dasarnya terlebih dahulu. Kemudian berikan masukan yang benar sesuai ajaran Al-Qur’an dan
Sunnah. Gunakan pendekatan yang mudah diterima masyarakat agar penyampaian pesan berjalan efektif .
74
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian : Sebuah Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2001
Budiwanti, Erni, Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima Yogyakarta :LkiS, 2000
Dhavamony, Mariasusai, Fenomenologi Agama, Yogyakarta : Kanisius, 1995 Effendy, Onong Uchjana, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung : Citra
Aditya Bakti, 2003
Endraswara, Suwardi, Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan: Ideologi,
Epistemologi, dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2006
Franklin Books Programs, Ensiklopedi Umum, Yogyakarta : Kanisius, 1973
Hutabarat, Jemsly dan Martani Huseini, Pengantar Manajemen Strategik
Kontemporer : Strategik Di Tengah Operasional, Jakarta : Elex Media
Komputindo, 2006
Karim, Rusli, Muhammadiyah dalam Kritik dan Komentar, Jakarta: Rajawali, 1986
Liliweri, Alo, Dinamika Komunikasi, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004 ---, Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta:
LKiS, 2002
Luddin, Abu Bakar M., Dasar-Dasar Konseling : Tinjauan Teori dan Praktik, Bandung : Citapustaka Media, 2010
Moeleng, Lexy. J., Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1993
Mulkhan, Abdul Munir, Kiai Ahmad Dahlan : Jejak Pembaruan Sosial dan
Kemanusiaan, Jakarta : Kompas, 2010
Mulyana, Deddy dan Jalaludin Rakhmat, Komunikasi Antarbudaya: Panduan
Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, Bandung: Remaja
Mulyana, Dedy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008
---, Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Nasuhi ,Hamid; dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Jakarta : CeQDA (Center For Quality Development and Assurance) UIN Syarif Hidayatullah, 2007
Pasha, Musthafa Kamal dan Ahmad Adaby Darban, Muhammadiyah Sebagai
Gerakan Dakwah, Yogyakarta: LPPI, 2002
Rakhmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003
Rangkuti, Freddy, Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta : Gramedia, 2006
Rumondor, Alex H., Komunikasi Antar Budaya, Jakarta : UT , 1995 Sachari, Agus, Budaya Visual Indonesia, Jakarta: Erlangga, 2007 Sadily, Hasan, Ensiklopedi Umum, Yogyakarta : Kanisius, 1977 Salusu, J., Pengambilan Keputusan Strategik, Jakarta : Grasindo, 2004 Soeroso, Andreas, Sosiologi 1, Jakarta : Yudhistira Quadra, 2008
Solikhin, Muhammad, Ritual & Tradisi Islam Jawa, Yogyakarta : Narasi, 2010 Suparno, Paul, Teori Perkembangan Kognitif, Yogyakarta: Kanisius, 2005
Suprapto, Tommy, Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi, Yogyakarta : Media Presindo, 2009
Supriatna, Nana, Sejarah: Buku Pelajaran untuk Kelas XI SMA, Bandung : Grafindo, 2008
Sutardi, Tedi, Antropologi : Mengungkap Keragaman Budaya, Bandung:Setia Purna Inves, 2007
Sutiyo, Benturan Budaya Islam : Puritan dan Sinkretis, Jakarta : Kompas, 2010 Suwarno, Margono Poespo, Gerakan Islam Muhammadiyah, Yogyakarta :
Syukir, Asmuni. Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Usaha Nasional, 1983 Tangkilisan, Hessel Nogi S., Manajemen Publik, Jakarta : Grasindo, 2007 Umar, Husein, Strategis Management In Action, Jakarta : Gramedia, 2008 Wahyudin, Achmad. dkk. Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Grasindo, 2009
Sumber Lain
Data Proposal Muscab PCM Somagede Banyumas, 9 Juli 2006
Forum Studi Islam Fakultas Pertanian Universitas Lampung,” Marilah memahami hadits kullu bid’ah dengan ilmu balaghah dan nahwu”, Artikel diakses pada 28
Mei 2013 dari http://staff.unila.ac.id/fosifpunila/2012/12/15/marilah-memahami-hadits-kullu-bidah-dengan-ilmu-balaghah-dan-nahwu
Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah, artikel diakses pada 11 Mei 2013 dari
http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-178-det-sejarah-singkat.html
Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah : Sejarah,
Nama : H. Suhodo Anshori (Penasehat PCM Somagede) Tempat : Kediaman Beliau
Tanggal Wawancara : 28 April 2013
Waktu : Pukul 19.30-20.30 Wib
1. Apa saja kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede yang rutin dilaksanakan pada hari besar keagamaan?
Dakwah yang pertama kali adalah mendirikan ranting-ranting, sehingga terdapat 4 ranting sekecamatan. Salah satunya mengadakan tarling (taraweh keliling) ke 4 ranting yang dilakukan oleh anggota pengurus muhammadiyah. Mengadakan kegiatan keagamaan pada satu tempat dipusatkan di SMK MUHAMMADIYAH, lalu mengikuti kegiatan hari besar di tingkat daerah , di Somagede berisikan materi pengajian yang intinya mencintai Rasulullah SAW. Mengumpulkan seluruh anggota dan masyarakat seluruhnya berdasarkan ranting-ranting.
2. Bagaimana cara Muhammadiyah menjelaskan kepada masyarakat di Kecamatan Somagede yang memadukan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
Salah satu Muhammadiyah Somagede memadukan dengan budaya lokal yaitu dengan cara mendirikan sekolah SMK Muhammadiyah. Jadi kesemua ajaran Muhammadiyah melalui siswa SMK Muhammadiyah. Melalui masyarakat melalui peringatan seperti isra miraj, kegiatan seperti itu kurang mendapat
kurang diminati oleh orang-orang yang bukan Muhammadiyah walaupun mereka Islam. Sinkretisme berasal dari Hindu Budha dan Nasrani dan juga berasal dari Islam itu sendiri. Muhammadiyah memurnikan ajaran tersebut. Sekarang Aqiqah telah membudaya yang pertama kali dilaksanakan dikediaman bapak suhodo tahun 1994 dan pertama kali di Somagede. Memanggil Drs. H Sairi Dahlan untuk mengisi pengajian dalam rangka Haji dan Aqiqah. Sejak itu terus berkembang sampai sekarang dan hampir semua bayi yang lahir telah menggunakan kegiatan itu dan berhasil 100 %. Karena pada masyarakat yang tidak mampu untuk menyunati maka melaksanakan Aqiqah terlebih dahulu. Dahulu menjelang hari 1 Suro atau malam 1 Muharram memotong hewan dan kepalanya dikubur dibelakang rumah kediaman Bapak Suhodo. Dan sekarang telah diganti dengan kurban, dan berhasil, caranya ada 3 macam kurban.
1. Kurban oleh 1 orang, 1 sapi untuk 1 keluarga,
2. 1 sapi untuk 7 keluarga selama 7 tahun, caranya tahun pertama 7 orang beli sapi 1 untuk 7 keluarga, tahun kedua beli 1 sapi untuk 7 keluarga, kemudian selanjutnya hingga 7 sapi.
3. 1 sapi 21 orang selama 7 tahun.
Sebelum itu berkurban untuk acara sedekah bumi, dan sekarang lenyap karena telah diganti dengan Hari Raya Idul Adha. Tokoh yang menemukan dan merintis pertama kali cara 7 ekor sapi selama 7 tahun dalam kelompok seperti yang dijelaskan tadi adalah Muhammadiyah yang dilaksanakan di lapangan
3. Bagaimana strategi penyampaian materi keagamaan yang digunakan Muhammadiyah?
Strategi penyampaian materi keagamaan banyak dilakukan dalam Shalat Idul Adha dilapangan menjadi salah satu cara muhammadiyah mengembangkan ajaranya dan berhasil dilaksanakan hingga sekarang.
4. Bagaimana cara menggerakkan kaum muda untuk mengikuti kegiatan dilaksanakan Muhammadiyah cabang Somagede?
Dalam kaum muda Muhammadiyah terjun dalam bidang pendidikan yaitu mendirikan di SMK Muhammadiyah sejak tahun 2005. Tiap tahunya meningkat dari awalnya 3 kelas sekarang menjadi 480 siswa.
5. Seberapa efektifkah kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede pada masyarakat yang memadukan unsur jawa dan Islam?
Penyampaian melalui pengajian dengan taraweh keliling dalam bulan Ramadhan.
6. Apa saja dampak perubahan pada masyarakat yang disebabkan perpaduan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
Perubahan yang nyata dalam kehadiran Muhammadiyah telah mendirikan 5 masjid di kecamatan Somagede. Melaksanakan 2 kali pengajian rutin tiap minggu wage dan tiap tgl 12 malam. yang dilakukan keliling oleh pengurus. 7. Bagaimana cara mengubah pola perpaduan unsur jawa dan Islam yang telah
menjadi Islami dengan membuat batik ukiran kalimat Islam dalam motifnya. Perubahan sangat baik, ditengah-tengah masyarakat jawa dan aneka macam budaya peningkatan jumlah siswa di SMK Muhammadiyah mencapai 500 siswa dan menjadi bukti baik perubahan masyarakat terhadap akulturasi budaya. Muhammadiyah cabang Somagede mulai awal didirikanya tahun 1988.
Nama : Bapak Badrun
Jabatan : Ketua Pengurus Muhamadiyah Somagede Tempat Wawancara : Kediaman Rumah
Tanggal Wawancara : 20 April 2013
1. Apa saja kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede yang rutin dilaksanakan pada hari besar keagamaan?
2. Bagaimana cara Muhammadiyah menjelaskan kepada masyarakat di Kecamatan Somagede yang memadukan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
3. Bagaimana strategi penyampaian materi keagamaan yang digunakan Muhammadiyah? 4. Bagaimana cara menggerakkan kaum muda untuk mengikuti kegiatan dilaksanakan
Muhammadiyah cabang Somagede?
5. Seberapa efektifkah kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede pada masyarakat yang memadukan unsur jawa dan Islam?
6. Apa saja dampak perubahan pada masyarakat yang disebabkan perpaduan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
7. Bagaimana cara mengubah pola perpaduan unsur jawa dan Islam yang telah melekat pada masyarakat terutama dalam kegiatan keagamaan?
Interviwer Interviewee
Nama : Bapak H. Suhodo Anshori Jabatan : Penasehat PCM Somagede Tempat Wawancara : Kediaman Rumah
Tanggal Wawancara : 28 April 2013
1. Apa saja kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede yang rutin dilaksanakan pada hari besar keagamaan?
2. Bagaimana cara Muhammadiyah menjelaskan kepada masyarakat di Kecamatan Somagede yang memadukan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
3. Bagaimana strategi penyampaian materi keagamaan yang digunakan Muhammadiyah?
4. Bagaimana cara menggerakkan kaum muda untuk mengikuti kegiatan dilaksanakan Muhammadiyah cabang Somagede?
5. Seberapa efektifkah kegiatan Muhammadiyah cabang Somagede pada masyarakat yang memadukan unsur jawa dan Islam?
6. Apa saja dampak perubahan pada masyarakat yang disebabkan perpaduan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan?
7. Bagaimana cara mengubah pola perpaduan unsur jawa dan Islam yang telah melekat pada masyarakat terutama dalam kegiatan keagamaan?
Interviewer Interviewee
Nama : Bapak Timin
Jabatan : Tokoh Masyararakat Somagede Tempat Wawancara : Kediaman Rumah
Tanggal Wawancara : 21 April 2013
1. Apa saja kegiatan yang rutin dilaksanakan pada hari besar Islam, misalnya peringatan 1 Muharram, Idul Fitri, Maulid Nabi, dll ?
2. Bagaimana cara pengembangan kegiatan tersebut dalam membentuk kesadaran kepada masyarakat pentingnya pelestarian budaya?
3. Adakah pesan Keislaman yang disampaikan dalam kegiatan kebudayaan tersebut? 4. Bagaimana cara menggerakkan kaum muda agar tertarik melestarikan kebudayaan? 5. Apakah kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan dapat menarik perhatian masyarakat? 6. Apa dampak perubahan yang dirasakan masyarakat setelah menyelenggarakan kegiatan
kebudayaan di hari besar keislaman?
7. Apakah terdapat perpaduan unsur jawa/tradisi dalam hari besar Keislaman?
Interviwer Interviewee
Foto Bersama setelah wawancara dengan Bapak Prakoso (Ketua Muhammadiyah Somagede)
( Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 2005 di bawah binaan Muhammadiyah Cabang Somagede
Pagelaran Kesenian Ebeg (sebutan warga desa Somagede) atau Kuda Lumping. Dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2013 H+5 Idul Fitri 1433 H.
Makam Keramat Mbah Sukhun. Lokasi di Pemakaman Dusun Wlahar, Somagede.
Antusias warga Somagede saat menyaksikan pemain Ebeg atau Kuda Lumping yang sedang kesurupan
Pagelaran Tradisi Kiraban atau penyucian benda pusaka. Dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2013 H+1 Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H
Nama : Drs. Sumuyut (Bendahara PCM Somagede) Tempat : Kediaman Beliau
Tanggal Wawancara : 27 Mei 2013
Waktu : Pukul 19.30-20.30 Wib
1. Apakah TBC itu ?
Tahayul adalah mempercayai suatu benda yang mempunyai kekuatan. Bid’ah
adalah mengadakan yang tidak ada tuntunannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW. Seperti mendengar suara burung, 2. Apakah PCM Somagede dapat mengubah akulturasi masyarakat Somagede?
Islam yang mengandung bid’ah banyak sekali dan kebanyakan itu memang kita
tidak bisa menghentikan itu. karena sebelum islam datang sudah ada kepercayaan . dan itu sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang kita.
3. Apakah akulturasi bisa dihilangkan ?
Bisa hilang kalau yang bersangkutan itu mau belajar. tapi kebanyakan masyarakat tidak mau berpikir. Apa yang disampaikan Kiyainya diterima saja. 4. Adakah cara khusus Muhammadiyah mengembalikan kembali hal yang bid’ah?
sangat sulit. karena masyarakat somagede bukan semua anggota Muhammadiyah. yang jelas Muhammadiyah ingin mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Masyarakat Islam yang berpedoman pada
Al-Qur’an dan Hadits. Hadits-haditsnya pun yang shahih. Dan hadits yang maqbulan dan bisa menjadi hijah.
dengan ajaran yang umumnya saja diluar ketentuan PCM. Kalau yang tua-tua sudah tidak masalah. yang muda tidak jelas arahnya. tetapi yang muda-muda banyak yang tidak dekat dengan agama manapun.
6. Apakah hadirnya PCM Somagede dapat mengubah pemuda ?
Penyebab utama pemuda tidak mau berpikir karena mereka serba instan. Di sekolahan dasar yang belajar umum sungguh-sungguh hanya 25 % saja. hal tersebut Faktor orang tua dan lingkungan.
7. Apakah didirikannya SMK Muhammadiyah berpengaruh terhadap pemuda? Dengan adanya SMK masyarakat sudah memahami walaupun belum banyak anak-anak somagede yang belajar disini. Karena faktor ekonomi. orangtua masih menggunakan pola pikir lama. trus anak-anak tidak hanya sekedar belajar umum saja. dan tidak mendalami Kemuhammadiyahan.
8. Apa saja Materi pengajian dakwah PCM Somagede?
1. Beriman kepada Allah SWT sesuai tuntutan Al-Qur’an dan Al-Hadits 2. Menentukan ibadah sesuai dengan tuntunan Islam berdasarkan Al-Qur’an
dan Al-Hadits
3. Berusaha untuk pencerahan umat dengan cara mencari ilmu 4. Mengadakan gerakan dakwah Islam Amar ma’ruh Nahi Mungkar
5. Muhammadiyah mengadakan kerja sama lintas sektoral atau bekerja sama dengan siapa saja. Dalam mencari rahmatan lil alamin.
2. Idul Fitri dan Idul Adha
3. Dalam Ramadhan melakukan dakwah keberbagai masjid desa sebelah namun ada yang ditolak
4. Pengajian selapanan atau 35 hari sekali. Misalkan bulan ini pada ahad wage, maka selanjutnya diadakan ahad wage kembali.
10.Apa saja akulturasi budaya lokal dan Islam yang nampak di Somagede? Kegiatan yang mengandung unsur kebudayaan Islam dan lokal, PDM Banyumas dengan wayang. Namun sekarang jarang diangkat.
Satu suro Muharram di Somagede, yang melakukan kebanyakan orang Islam. mereka apal surat yasin,mencari tempat2 petuah nenek moyang, Sebetulnya yang namanya baca yasin boleh saja. kalau yasinan itu ada unsur di dalamnya penyuguhan makanan. yang muhammadiyah tidak setuju. jadi menurut Islam tidak dibenarkan. Dan kebanyakan mereka percaya yasin itu ampuh. padahal semua ayat di dalam al-quran itu ampuh.
Masyarakat hanya mengikuti apa yang dikatakan kiyainya. Tahlil di anjurkan oleh Islam. Baca-baca ayat-ayat Allah. Akhirnya masyarakat menyebutnya tahlilan dan lan nya itu yang tidak dibenarkan oleh Islam. Biasanya berisi puja-pujaan. jamuan-jamuan. berisi shalawat2 di luar Rasul.
11.Bagaimana cara PCM somagede menaggapi hal akulturasi tersebut? Muhammadiyah tidak alergi terhadap budaya, tergantung budaya yang seperti apa dulu. jangan budaya yang di agamakan. itu salah. Yang benar Agama di
Masjid Muhammadiyah terdapat banyak tanah wakaf tetapi belum diurus yang tersebar di berbagai wilayah somagede.
Nama : Moh. Prakoso, S.Pd.I.
( Ketua Muhammadiyah Cabang Somagede)
Tempat : Kediaman Beliau TanggalWawancara : Senin, 29 April 2013 Waktu : Pukul 17.00-18.30 Wib
1. Apa saja kegiatan Muhammadiyah Cabang Somagede yang rutin dilaksanakan pada hari besar keagamaan?
Melalui Penyembelihan hewan qurban berupa sapi maupun kambing. untuk satu desa sampai 12 ekor sapi. Mengadakan shalat taraweh atau (Tarhim) taraweh dan silaturahim ke tempat-tempat shalat taraweh di desa somagede dan masjid desa se kecamatan somagede. Materinya berisikan pengajian yang biasanya dilaksanakan sebelum teraweh.
2. Bagaimana cara Muhammadiyah menjelaskan kepada masyarakatdi Kecamatan Somagede yang memadukan unsur jawa dan Islam dalam kegiatan keagamaan? Melalui pengajian-pengajian dan kajian-kajian Islam. Salah satu unsur jawa dan Islam yang nampak dalam kegiatan keagamaan ialah silaturahim sehabis