• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN

5.2 Saran

BAB V

KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa kesimpulan, antara lain:

1. Penambahan bakteri indigenous pada limbah cair tenun Troso tidak memberikan banyak perubahan pada parameter suhu dan DHL. Tren pengolahan pada kedua parameter ini cenderung konstan atau bahkan kurang stabil. Parameter fisik yang direduksi adalah pH dan TDS, namun grafik penurunan pH dan TDS tidak terlalu signifikan sehingga tidak memberikan banyak perubahan. Pengukuran nilai pH cenderung menurun, hal ini dapat disebabkan karena proses yang terjadi di dalam bioreaktor sudah memasuki tahap pembentukan asam organik dengan adanya aktivitas biodegradasi yang dilakukan oleh isolat bakteri indigenous.

2. pH memiliki korelasi positif dan linier dengan nilai DHL. Sehingga semakin kecil nilai pH semakin rendah pula nilai DHL. Namun korelasi antara TDS dan nilai DHL memiliki tingkat korelasi negatif, sehingga terjadi hubungan lemah antara kedua parameter.

3. Pada penelitian ini bakteri NA T2 C2 yang berasal dari tanah yang ditanami talas (Colocasia esculenta) dan bakteri B7 A1 yang berasal dari tanah yang ditanami rumput jariji memiliki nilai korelasi (R2) yang cukup tinggi dan memiliki karakteristik parameter fisika yang lebih baik dari bakteri lainnya. Sehingga pada penambahan bakteri NA T2 C2 dan bakteri B7 A1 memiliki potensi dalam proses biodegradasi yang cukup baik dibandingkan dengan bakteri lainnya.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan, antara lain:

1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengkombinasikan bakteri

indigenous dengan penambahan tanaman agar diperoleh hasil degradasi air

limbah yang lebih baik.

2. Pada penelitian sejenis, perlu dilakukan pengukuran Total Plate Count (TPC) untuk mengetahui pertumbuhan bakteri pada air limbah.

55

DAFTAR PUSTAKA

Al-Kdasi, A., Idris, A., Saed, K. dan Guan, C.T. 2004. Treatment of Textile Wastewater by Advanced Oxidation Processes. Global Nest the Int. Page: 222- 230.

Arief, Muhammad., Sulmartiwi, Laksmi., Prayogo dan Saputri, H.M. 2015. Isolasi Bakteri Indigen Sebagai Pendegradasi Bahan Organik Pada Media Pembenihan Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp.) Sistem Resirkulasi Tertutup. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 2, No. 2, Hal 117-122.

Batubara, U.M., Susilawati, Ika Oksa., Riany, Hesti. 2015. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Indigenous Tanah di Kawasan Kampus Universitas Jambi. Universitas Tanjungpura Pontianak. Hal 243-250. Badan Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Jepara Dalam Angka 2017. BPS:

Kabupaten Jepara.

Cheremisinoff, N.P. 1996. Biotechnology for Waste and Wastewater Treatment. USA: Noyes Publications 66.

Chapman. D. 2000. Water Quality Assesment- A Guide to use of Biota, Sediments and Water in Environmental Monitoring-Second Edition. Inggris: Cambridge University Press.

Christian, H., Suwito, E., Ferdian, T.A., Setiadi, T. & Suhardi, S.H. 2007. Kemampuan Pengolahan Warna Limbah Tekstil oleh Berbagai Jenis Fungi dalam Suatu Bioreaktor. Seminar Nasional Fundamental dan Aplikasi Teknik Kimia, JurusanTeknik Kimia FTI-ITS. Surabaya.

Das, R., Ranjan N.S., Kumar P.R., dan Mitra D. 2005. Asian Journal of Water, Environment and Pollution. Page 143-146.

Darmayasa., I. B.G. 2008. Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Lipid (Lemak) Pada Beberapa Tempat Pembuangan Limbah Dan Estuari DAM Denpasar. Jurnal Bumi Lestari. Vol. 8, Hal 122-127.

Djuhariningrum T. 2005. Pusat Pengembangan Geologi Nuklir-Batan. Jakarta Doraja, P.H, Shovitri, Maya dan Kuswytasari N.D. 2012. Biodegradasi Limbah

Domestik dengan Menggunakan Inokulum Alami dari Tangki Septik. Jurnal Sains dan Seni ITS. Vol. 1, No. 1.

Ezeweali, D., Oyem, H.H. dan Oyem, I.M. 2014. Research Journal of Environmental Science 8. Page 444-450.

Febriyansari, A.N. 2008. Penerapan Model Gompertz Pada Pertumbuhan Bakteri L. acidophilus dan B. Longum di Media Adonan Es Krim (Ice Cream Mix atau ICM) Jenis Standar. Skrips. Malang: Universitas Brawijaya.

Firdus dan Muchlisin Z.A. 2010. Degradation Rate of Sludge and Water Quality of Tangki septik (Water Closed) by Using Starbio and Freshwater Catfish as Biodegradator. Jurnal Natural. Vol. 10, No. 1.

Goel, Simmi. 2010. Anaerobic Baffled Reactor For Treatment Of Textile Dye Effluent. Journal of Scientific & Industrial Research. Vol 69. Page 305-307. Handayani, N.I., Moenir, Misbachul., Setianingsih N.I dan Malik, R.A. 2016. Isolasi Bakteri Hererotrofik Anaerobik Pada Pengolahan Air Limbah Industri Tekstil. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. Vol.7, No.1, Hal 39-46

56

Hastono, S. P. 2006. Basic Data Analysis for Health Research. Universitas Indonesia (UI): Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Hayashi, M. 2003. Environmental Monitoring and Assessment. Page 119-128. Hendro G, Eko Punto. 2000. Ketika Tenun Mengubah Desa Troso. Semarang:

Bendera.

Herlambang, A. 2006. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulangannya.

Jurnal Peneliti Pusat Teknologi Lingkungan. Vol.2, No. 1, Hal 16-28.

Hidayat, M.Fikri. 2014. Penurunan Kandungan Zat Warna Pada Limbah Songket Menggunakan Membran Komposit Berbasis Kitosan-PVA Secara Ultrafiltrasi. Laporan Akhir. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya.

Ilyas, N.I., Nugraha, W.D., dan Sumiyati, Sri. 2013. Penurunan Kadar TDS Pada Limbah Tahu Dengan Teknologi Biofilm Menggunakan Media Biofilter Kerikil Hasil Letusan Gunung Merapi Dalam Bentuk Random (studi kasus: Industri Tahu Jomblang Semarang). Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 2, No. 3.

Imtiazzuddin, S. M., Mumtaz, M., and Mallick, K. A. 2012. Pollutant of Waste Water Characteristic in Textile Industries. Journal of Basic & Applied Sciences. Page 554-556.

Irwan, F dan Afdal. 2016. Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air. Jurnal Fisika Unand. Vol. 5, No. 1.

Jackie, R. 2010. Bacterial Colony Morphology. Texas: Richland College

Jenie, BSL. 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Bogor : Bogor Agricultural University

Khairunnas dan Gusman, Mulya. 2018. Analisis Pengaruh Parameter Konduktivitas, Resistivitas dan TDS Terhadap Salinitas Air Tanah Dangkal pada Kondisi Air Laut Pasang dan Air Laut Surut di Daerah Pesisir Pantai Kota Padang. Jurnal Bina Tambang. Vol.3, No.4.

Komarawidjaja, Wage. 2007. Peran Mikroba Aerob Dalam Pengolahan Limbah Cair Tekstil. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol.8, No.3, Hal 223-228.

Nia. 2010. Pengolahan Sampah dengan Membuatnya Menjadi Kompos. Solo: Kompos Media.

Nuha, Agus U., HB, F. Putut M., dan Mubarok, Ibnul. 2016. Toksisitas Letal Akut Limbah Cair Tenun Troso terhadap Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.). Tugas Akhir. Universitas Negeri Semarang.

Priadie, Bambang. 2012. Teknik Bioremediasi Sebagai Alternatif Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol. 10, Hal 38-48. Purnomo, H. 2010. Pengaruh Keasaman Buah Jeruk Terhadap Konduktivitas

Listrik. Jurnal Orbith Vol.6, No.2, Hal 276-281.

Ramadhani, Ratri Dewi. 2015. Keberadaan dan Perkembangan Tenun Troso Jepara. Jurnal Kriya. Vol. 12, No. 01, Hal 117-139.

Ruzicka, O. dan L. Safira. 2014. Aplikasi Fotokatalis TiO2 Pada Degradasi Limbah Cair Zat Warna Tekstil. Lomba Karya Ilmiah Sumber Daya Air. Rohayati, Zaina., Fajrin M.M., Rua Jumardin., Yulan dan Riyanto. 2017.

Pengolahan Limbah Industri Tekstil Berbasis Green Technology Menggunakan Metode Gabungan Elektrodegradasi dan

57

Elektrodekolorisasi dalam Satu Sel Elektrolisis. Chimica et Natura Acta Vol. 5 No. 2, Hal 95-100

Sa’adah, Nurun Nailis. 2020 . Pengolahan Limbah Cair Tenun dengan Sistem Floating Treatment Wetland Menggunakan Kombinasi Tanaman Vetiver dan Bakteri Endofit. Skripsi. Universitas Islam Indonesia.

Salle, A.J. 1961. Fundamental Principles of Bacteriotogy. Fifth edition. New York: Mc Graw hill book company, Inc.

Seabloom, R.W. 2004. University Curriculum Development for Decentralized Wastewater Management: Septic Tanks. Emeritus Professor of Civil and Environmental Engineering Dept. of Civil and Environmental Engineering. University of Washington.

Shehzadi M, Afzal M, Khan MU, Islam E, Mobin A, Anwar S and Khan QM. 2014. Enhanced Degradation of Textile Effluent in Constructed Wetland System using Typha Domingensis and Textile Effluent-Degrading Endophytic Bacteria. Water Res. Vol. 58. Page 152–159

Singh, R. P., Singh, P. K., & Singh, R. L. 2014. Bacterial Decolorization of Textile Azo Dye Acid Orange by Staphylococcus Hominis RMLRT03. Toxicology International. Vol. 21, No. 2. Page 160–166.

Sudrajat, Dadang., Mulyana, Nana dan DL, Retno Tri. 2015. Isolasi dan Aplikasi Mikroba Indigen Pendegradasi Hidrokarbon dari Tanah Tercemar Minyak Bumi. Jurnal Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.

Sugiharto. 2008. Dasar-Dasar Pengelolaan Air Limbah. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Sukias, J. P. S., J. Park, T. R. Headley, dan C. C. Tanner. 2011. Nutrient Removal from Eutrophic Waters by Floating Treatment Wetlands. Science of The Total Environment.

Sumarsono, T. 2011. Efektivitas Jenis dan Konsentrasi Nutrien dalam Bioremediasi Tanah Tercemar Minyak Mentah yang Diaugmentasi Dengan Konsorsium Bakteri. Skripsi. Departemen Biologi FSAINTEK Universitas Airlangga, Surabaya

Suprihatin, H. 2014. Kandungan Organik Limbah Cair Industri Batik Jetis Sidoarjo Dan Alternatif Pengolahannya. Tugas Akhir. Surabaya: Institut Teknologi Pembangunan.

Sutrisno, T. (2006). Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta Suyasa, W.B. 2007. Isolasi Bakteri Pendegradasi Minyak/Lemak dari

Beberapa Sedimen Perariran Tercemar dan Bak Pengolahan Limbah. Jurnal Bumi Lestari. Vol. 7, No. 2, Hal 39-42.

Taufik, Imam., Sutrisno., Yuliati, Parwatining., Supriyadi, Hambali., Subandiyah, Siti dan Muthalib, Irvan. 2005. Studi Pengaruh Suhu Air Terhadap Aktivitas Bakteri Bioremediasi (Nitrosomonas dan Nitrobacter) Pada Pemeliharaan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius Hypopthalmus). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Vol.11, No. 7, Hal 59-66

Togatorop. 2009. Korelasi Antara Biological Oxygen Demand (BOD) Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Terhadap pH, Total Suspended Solid (TSS), Alkaliniti Dan Minyak Atau Lemak. Thesis, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

58

Wasiyanto. 2004. Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Pada Industri Tenun Ikat di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Tesis. Magister Universitas Diponegoro.

Widayanti, G., Widodo, D.S., dan Haris Abdul. 2012. Elektrodekolorisasi Perairan Tercemar Limbah Cair Industri Batik dan Tekstil di Daerah Batang dan Pekalongan. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. Vol. 15, No 2, Hal 62 – 69.

59

LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Pewarnaan Gram Bakteri

No Bakteri Hasil Pewarnaan Gram Bakteri

1 NA T4 B3

2 NA T1 A1

3 NA T4 B1

4 NA T2 B2

60

No Bakteri Hasil Pewarnaan Gram Bakteri

6 NA T2 C2

Lampiran 2. Hasil pengukuran nilai suhu pada reaktor bakteri

Suhu (°C) Konsentrasi 25% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 27.00 26.20 25.80 26.10 25.90 25.90 26.10 26.80 NA T1 A1 27.00 26.30 25.90 26.10 26.00 26.10 26.30 26.70 B7 A1 27.40 25.40 26.70 26.90 26.90 26.90 27.20 26.80 NA T4 B1 27.40 25.80 26.50 27.00 26.90 26.90 27.10 26.70 NA T2 B2 27.40 25.40 26.60 26.70 26.90 26.80 27.20 26.60 NA T2 C2 27.6 27.3 26.7 26.9 27 27 27.2 26.8 Konsentrasi 50% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 27.00 26.20 25.80 26.10 25.90 25.90 26.10 26.70 NA T1 A1 27.00 26.20 25.90 26.10 26.00 26.00 26.30 26.50 B7 A1 27.40 25.30 26.60 26.80 26.90 27.00 27.20 26.80 NA T4 B1 27.40 25.80 26.50 26.80 26.90 26.80 27.00 26.70 NA T2 B2 27.40 25.50 26.50 26.70 26.90 26.80 27.10 26.60 NA T2 C2 27.5 26.3 26.6 26.8 27 27 27.2 26.8 Konsentrasi 75% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 27.00 26.20 25.80 26.00 25.90 25.90 26.10 26.60 NA T1 A1 27.00 26.20 25.90 26.00 26.00 26.00 26.20 26.50 B7 A1 27.40 25.60 26.50 26.80 26.90 27.00 27.10 26.80 NA T4 B1 27.40 25.90 26.40 26.70 26.80 26.80 27.00 26.70 NA T2 B2 27.40 25.60 26.40 26.60 26.80 26.80 27.00 26.60 NA T2 C2 27.1 26.2 26.6 26.8 26.9 27 27.1 26.8 Konsentrasi 100% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 27.00 26.10 25.80 26.00 25.90 25.90 26.10 26.50 NA T1 A1 27.00 26.20 25.90 26.00 26.00 26.00 26.20 26.50 B7 A1 27.40 25.70 26.50 26.80 26.90 27.00 27.10 26.80 NA T4 B1 27.40 25.90 26.40 26.70 26.80 26.80 27.00 26.70 NA T2 B2 27.40 25.60 26.40 26.60 26.80 26.80 27.00 26.60 NA T2 C2 28.5 26.2 26.5 26.8 26.9 27 27.1 26.8

61

Lampiran 3. Hasil pengukuran suhu pada reaktor kontrol

SUHU No Keterangan Kode 0 1 2 3 4 5 6 7 1 Kontrol Kontrol (25%) 27.33 26.67 26.67 26.90 26.43 26.80 27.03 26.67 Kontrol (50%) 27.30 26.57 26.63 26.80 26.43 26.70 26.97 26.67 Kontrol (75%) 27.17 26.40 26.33 26.67 26.53 26.43 26.67 26.53 Kontrol (100%) 27.63 26.50 26.57 26.73 26.43 26.63 26.73 26.63 Lampiran 4. Hasil pengukuran pH pada reaktor bakteri

pH Konsentrasi 25% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 9.2 10.5 10.2 10.1 9.8 9.8 9.8 9.4 NA T1 A1 9.2 9 9.1 8.8 9.1 9.1 8.9 8.6 B7 A1 9.3 9.4 9.2 9.2 9.1 9 8.9 8.8 NA T4 B1 9.3 9.5 9.3 9.2 9.1 9.1 9 8.9 NA T2 B2 9.3 9.4 9.2 9.1 9.1 9 8.9 8.8 NA T2 C2 8.9 8.8 8.4 8.6 9.7 8.1 8 7.6 Konsentrasi 50% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 9.6 9.6 9.6 9.5 9.4 9.2 9.1 8.9 NA T1 A1 9.6 9.6 9.4 9.3 9.3 9.2 9.2 8.8 B7 A1 9.7 9.6 9.5 9.5 9.4 9.4 9.4 9.3 NA T4 B1 9.7 9.7 9.6 9.6 9.4 9.5 9.5 9.4 NA T2 B2 9.7 9.7 9.5 9.5 9.4 9.4 9.5 9.4 NA T2 C2 9.7 9.6 9.4 9.4 9.2 9.2 9 8.9 Konsentrasi 75% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 10.20 10.10 10.00 9.90 9.60 9.70 9.80 9.60 NA T1 A1 10.20 10.00 10.00 9.90 9.80 9.70 9.80 9.60 B7 A1 10.1 9.9 9.9 9.8 9.8 9.8 9.8 9.7 NA T4 B1 10.1 10.1 9.9 9.9 9.8 9.8 9.9 9.8 NA T2 B2 10.1 10 9.8 9.9 9.8 9.8 9.8 9.7 NA T2 C2 9.6 9.5 9.4 9.6 9.4 9.3 9.1 9.1 Konsentrasi 100% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 10.3 10.1 10 9.9 9.7 9.8 9.8 9.6 NA T1 A1 10.3 10.1 10 9.9 9.9 9.7 9.7 9.6 B7 A1 10.1 10 9.9 9.9 9.9 9.8 9.8 9.8 NA T4 B1 10.1 10.1 10 9.9 9.8 9.8 9.9 9.9 NA T2 B2 10.1 10 9.9 9.9 9.9 9.8 9.9 9.9 NA T2 C2 10.2 10.1 9.9 9.9 9.7 9.8 9.8 9.7

62 Lampiran 5. Hasil pengukuran pH pada reaktor kontrol

pH No Keterangan Kode 0 1 2 3 4 5 6 7 1 Kontrol Kontrol (25%) 9.13 9.20 9.00 8.97 8.73 8.60 8.63 8.63 Kontrol (50%) 9.67 9.60 9.43 9.37 9.30 9.33 9.27 9.20 Kontrol (75%) 9.97 9.77 9.67 9.67 9.60 9.60 9.60 9.60 Kontrol (100%) 10.20 10.03 9.97 9.97 9.83 9.80 9.77 9.77 Lampiran 6. Hasil pengukuran TDS pada reaktor bakteri

TDS Konsentrasi 25% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 2180 2050 2040 2130 2040 2110 2070 2140 NA T1 A1 2180 2110 2160 2140 2210 2060 2060 2150 B7 A1 2220 2240 2120 2150 2050 2110 2140 2140 NA T4 B1 2220 2220 1960 2150 2160 2160 2140 2120 NA T2 B2 2220 2140 2070 2140 2150 2140 2110 2150 NA T2 C2 2120 2080 2070 2140 2130 2080 2150 2180 Konsentrasi 50% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 3310 2090 3180 3070 3240 3290 3230 3210 NA T1 A1 3310 3200 3220 3240 3210 3270 3070 3230 B7 A1 4080 3490 3710 3800 3780 3700 3780 3780 NA T4 B1 4080 3840 3750 3800 3750 3780 3770 3790 NA T2 B2 4080 3860 3730 3800 3750 3800 3760 3790 NA T2 C2 3880 3840 3640 3770 3750 3710 3690 3720 Konsentrasi 75% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 5370 5252 5230 5320 5280 5360 5280 5340 NA T1 A1 5370 5120 5190 5390 5230 5300 4950 5270 B7 A1 5580 5440 5300 6440 5380 5260 5380 5370 NA T4 B1 5580 5450 4690 5430 5360 5410 5360 5360 NA T2 B2 5580 5640 5300 5460 5360 5440 5370 5400 NA T2 C2 5780 5480 5600 5620 5470 5600 5470 5390 Konsentrasi 100% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 6150 5450 6110 6160 6220 6310 6150 6250 NA T1 A1 6150 6180 6120 6290 6140 6310 5970 6210 B7 A1 7110 6840 6690 6570 6800 6790 6800 6720 NA T4 B1 7110 6860 6700 6790 6770 6220 6780 6800 NA T2 B2 7110 6830 6620 6840 6700 6800 6800 6690 NA T2 C2 6160 6730 6670 6460 6480 6560 6630 6700

63

Lampiran 7. Hasil pengukuran nilai TDS pada reaktor kontrol

TDS No Keterangan Kode 0 1 2 3 4 5 6 7 1 Kontrol Kontrol (25%) 2173 2140 2200 2250 2197 2203 2183 2213 Kontrol (50%) 3757 3693 3710 3885 3690 3737 3660 3855 Kontrol (75%) 5577 5520 5517 5480 5610 5657 5513 5615 Kontrol (100%) 6155 6770 6693 6920 6707 6790 6777 6960 Lampiran 8. Hasil pengukuran nilai DHL pada reaktor bakteri

DHL Konsentrasi 25% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 3.23 3.04 3.23 2.9 3.22 3.16 3.05 3.1 NA T1 A1 3.23 3.2 3.34 3.19 3.22 3.26 3.22 3.34 B7 A1 3.35 3.28 3.19 3.22 3.24 3.21 3.22 3.22 NA T4 B1 3.35 3.22 3.15 3.22 3.22 3.21 3.21 3.19 NA T2 B2 3.35 3.32 3.08 3.21 3.1 3.2 3.14 3.2 NA T2 C2 3.16 3.14 3.29 3.12 3.06 3.11 3.12 3.14 Konsentrasi 50% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 4.91 4.88 4.9 4.85 4.9 4.93 4.8 4.8 NA T1 A1 4.91 4.83 4.87 4.88 4.85 4.88 4.81 4.88 B7 A1 6.1 5.8 5.63 5.73 5.67 5.41 5.68 5.73 NA T4 B1 6.1 5.59 5.62 5.71 5.66 5.64 5.69 5.7 NA T2 B2 6.1 5.75 5.57 4.85 5.68 5.64 5.69 5.71 NA T2 C2 5.78 5.61 5.65 5.64 5.58 5.54 5.59 5.61 Konsentrasi 75% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 8.03 7.96 7.93 7.94 7.94 8.08 7.81 7.98 NA T1 A1 8.03 7.81 7.92 7.26 7.81 8.05 7.91 7.88 B7 A1 8.31 8.18 8.03 8.11 8.09 8.06 8.15 7.73 NA T4 B1 8.31 8.15 7.98 8.11 8.06 8.08 8.06 8.09 NA T2 B2 8.31 8.16 7.79 8.14 8.1 7.95 8.06 8.11 NA T2 C2 8.59 8.34 8.4 8.5 8.09 8.38 8.26 7.94 Konsentrasi 100% Bakteri/Waktu (hari) 0 1 2 3 4 5 6 7 NA T4 B3 9.22 9.32 9.07 9.32 9.24 9.46 9.19 9.36 NA T1 A1 9.22 9.28 9.3 9.45 9.23 9.4 9.09 9.26 B7 A1 10.55 10.27 9.67 9.88 10.19 10.13 10.13 9.32 NA T4 B1 10.55 10.25 10.09 10.3 10.15 10.05 10.22 10.2 NA T2 B2 10.55 10.27 10.11 10.31 10.18 10.09 10.2 10.2 NA T2 C2 10.67 10.02 10.02 10.01 9.95 9.86 9.4 10

64

Lampiran 9. Hasil pengukuran nilai DHL pada reaktor kontrol

DHL No Keterangan Kode 0 1 2 3 4 5 6 7 1 Kontrol Kontrol (25%) 3.25 3.30 3.27 3.29 3.28 3.27 3.32 3.29 Kontrol (50%) 5.60 5.58 5.57 5.57 5.53 5.20 5.51 5.78 Kontrol (75%) 8.31 8.32 8.35 8.43 8.15 8.12 8.16 8.16 Kontrol (100%) 10.15 10.19 10.09 10.05 10.13 10.10 10.07 10.22 Lampiran 10. Dokumentasi Pengambilan Sampel

65 Kulturisasi Bakteri

66 RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jepara, pada tanggal 16 Februari 1999. Penulis merupakan putri kedua dari dua bersaudara, dari pasangan ayahanda Minoto dan ibunda Sri Indarwati. Pendidikan formal ditempuh di SD Negeri 02 Kedungcino Jepara (2004- 2010), SMP Negeri 4 Jepara (2010-2013), dan SMA Negeri 1 Jepara (2013-2016). Pada tahun 2016 penulis diterima di Universitas Islam Indonesia (Kota Yogyakarta) melalui jalur CBT (Computer Based Test) di Program Studi Teknik Lingkungan. Selama masa kuliah, penulis pernah menjadi anggota dari organisasi mahasiswa Zero Waste sebagai staff bidang impact. Tidak hanya itu, penulis juga pernah mengikuti beberapa kepanitiaan dan berbagai seminar selama masa kuliah. Pada bulan Juli hingga Agustus 2019, penulis melakukan Kerja Praktik di PLTU Tanjung Jati B Unit 3 dan 4 (PT. KPJB) dengan topik Analisis Pengolahan Limbah Cair Pada PLTU Tanjung Jati B Unit 3&4. Sedangkan, untuk menyelesaikan masa studi pendidikan strata 1 (S1) di Program Studi Teknik Lingkungan, penulis melakukan penelitian dengan judul “Perubahan Parameter Fisika pada Proses Biodegradasi Limbah Tenun oleh Bakteri Indigenous”.

Dokumen terkait