ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian
III. Perubahan Perilaku Dalam Penggunaan Handphone Tabel 13
Distribusi frekuensi maraknya handphone dikalangan siswa
No Keterangan Frekuensi % 1 Sangat menerima 10 11,9 2 Menerima 23 27,3 3 Netral 42 50 4 Tidak menerima 9 10,7 Total 84 100 Sumber P.13/FC .13
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui sekitar 11,9% siswa menjawab sangat menerima atas maraknya penggunaan handphone dikalangan siswa.
Kemudian jawaban menerima sebanyak 27,3%, sementara yang menjawab netral ada sebanyak 50%. Dan yang menjawab tidak menerima dari responden adalah sebanyak 10,7%. Dari data yang telah ada, dapat ditarik suatu kesimplan bahwa sikap mereka terhadap maraknya penggunaan handphone dikalangan siswa adalah netral, dalam arti bagi mereka ada atau tidaknya keberadaan handphone dikalangan siswa saat ini mereka tetap menerima keberadaan tersebut.
Tabel 14
Distribusi frekuensi keberadaan handphone dan sosialisasi lingkungan
No Keterangan Frekuensi %
1 Selalu 13 15,4
2 Kadang – kadang 30 35,7
3 Tidak 14 16,6
4 Tidak sama sekali 27 32
Total 84 100
Sumber P.14/FC .14
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab selalu lupa dengan sosial lingkungan akibat penggunaan handphone adalah sebanyak 15,4%. Kemudian sebagian responden mengatakan kadang-kadang lupa akan sosial lingkungan adalah sebanyak 35,7%. Sementara yang menjawab tidak adalah 16,6% dan yang menjawab tidak sama sekali adalah sebanyak 32%. Dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata siswa menjawab kadang-kadang mereka lupa akan sosialisasi lingkungan akibat penggunaan handphone. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu asyik memainkan aplikasi yang ada pada handphone mereka, sehingga mereka terkadang tidak sadar dengan keberadaan orang lain disekitar mereka.
Tabel 15
Distribusi frekuensi wajib memiliki handphone
No Keterangan Frekuensi %
1 Sangat wajib 19 22,6
2 wajib 47 55,9
3 Tidak wajib 13 15,4
4 Sangat tidak wajib 5 5,9
Total 84 100
Sumber P.15/FC.15
Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sekitar 55,9% menjawab wajib bagi mereka untuk memilki handphone. Hal ini dikarenakan masa remaja merupakan masa yang penting untuk mengetahui berbagai macam informasi serta perlunya menggunakan handphone untuk memperluas pergaulan.
Tabel 16
Distribusi frekuensi handphone dan perubahan perilaku
No Keterangan Frekuensi %
1 Ya 19 22,6
2 Kadang-kadang 37 44
3 Tidak 14 16,6
4 Tidak sama sekali 25 29,7
Total 84 100
Sumber P.16/FC .16
Dari tabel diatas menunjukkan handphone merubah perilaku mereka menjadi kurang baik, dan yang menjawab ya sebanyak 22,6%, kemudian yang menjawab kadang-kadang merubah perilaku mereka menjadi kurang baik adalah sebesar 44%. Sementara yang menjawab tidak sekitar 16,6%, dan yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 29,7%. Dari keseluruhan hasil diatas dapat ddiambil suatu kesimpulan bahwa terkadang perilaku mereka menjadi kurang baik akibat penggunaan handphone. Hal ini disebabkan karena mereka hanya disibukkan
dengan menggunakan handphone saja. Perilaku tersebut terkadang berupa tidak nyambung, atau malas belajar, atau mudah marah karena tidak ingin diganggu.
Tabel 17
Distribusi frekuensi penyitaan handphone ketika prestasi menurun
No Keterangan Frekuensi %
1 Disita dan tidak dikembalikan 9 10,7
2 Disita sementara lalu dikembalikan 40 47,6
3 Dibiarkan saja 24 28,5
4 Tidak disita 11 13
Total 84 100
Sumber P.17/FC .17
Dari tabel diatas dapat diketahui sekitar 10,7% menjawab handphone disita dan tidak dikembalikan ketika prestasi menurun. Kemudian sekitar 47,6% menjawab disita sementara lalu dikembalikan, sementara jawaban dibiarkan saja ada sebanyak 28,5% dan yang menjawab tidak disita sebanyak 13%. Dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata mereka menjawab handphone disita sementara oleh orang tua lalu dikembalikan bila prestasi menurun. Hal ini merupakan dampak dari penggunaan handphone yang tidak melihat batas waktu,sehingga waktu mereka disibukkan dengan keberadaan handphone tersebut. Dalam hal ini orang tua perlu membaeri ketegasan seperti hukuman ringan namun berarti.
Tabel 18
Distribusi frekuensi efek positif penggunaan media sosial
No Keterangan Frekuensi %
1 Menambah banyak teman baru 17 20,2
2 Menjadi wahana diskusi sesama teman 16 19
3 Mendapatkan berbagai macam informasi yang berguna 37 44
4 Dikenal banyak orang di media sosial 14 16,6
Total 84 100
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sekitar 44% responden mendapatkan hal positif penggunaan media sosial di handphone mereka. Hal tersebut berupa responden mendapatkan berbagai macam informasi yang berguna. Kemudian sekitar 20,2% dari mereka mengatakan penggunaan media sosial menambah banyak teman baru, sementaran 19% dari mereka mengatakan penggunaan media sosial menjadi wahana diskusi sesama teman, dan sebanyak 16,6% mengatakan efek positifnya adalah dikenal banyak. Dari semua pernyataan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa semua yang berkaitan dengan hal positif mempunyai pengaruh yang baik bagi mereka.
Tabel 19
Distribusi frekuensi efek negatif penggunaan hp
No Keterangan Frekuensi %
1 Sebagian waktu terbuang hanya untuk bermain hp 30 35,7
2 Sebagian besar uang dihabiskan untuk membeli
pulsa
17 20,2
3 Menjadi cuek karena telalu asyik bermain hp 2 2,3
4 Jadi malas belajar karena lebih asyik bermain hp 34 40,4
Total 84 100
Sumber P.19/FC .19
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa akibat negatif dari penggunaan handphone yang menjawab sebagian waktu mereka terbuang hanya untuk bermain handphone adalah sebanyak 35,7%. Kemudian sebagian besar uang dihabiskan untuk membeli pulsa adalah sebanyak 20,2%. Sementara menjadi cuek karena terlalu asyik bermain handphone adalah sebanyak 2,3%. Dan menjadi malas belajar karena lebih asyik bermain handphone adalah sebanyak 40,4%. Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata mereka jadi malas belajar karena lebih asyik bermain handphone. Hal ini mereka sadari karena aplikasi yang tersedia pada handhphone terkadang membuat mereka lupa dengan tugas yang seharusnya diselesaikan sehingga kewajiban belajarpun mulai dikesampingkan oleh mereka, karena lebih asyik mengakses aplikasi yang tersedia di handphone dibandingkan belajar yang membutuhkan konsentrasi yang cukup.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian tentang penggunaan teknologi komunikasi handphone dan perubahan perilaku dikalangan siswa, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan handphone ternyata berpengaruh terhadap perubahan perilaku dilkalangan siswa SMP Swasta Namira Pasar 1 Tanjung Sari Medan. Penelitian ini mencakup bagaimana ketergantungan siswa terhadap penggunaan handphone, perubahan perilaku siswa terhadap penggunaan handphone, serta dampak positif dan negatif penggunaan handphone bagi siswa SMP Swasta Namira Medan. Dari pembahasan yang telah diuraikan dapat diketahui secara keseluruhan hasil dari penggunaan handphone terhadap perubahan perilaku siswa, dimana kehadiran handphone dikalangan siswa membuat mereka menjadi lupa akan sosialisasi lingkungan mereka, waktu yang digunakan siswa dalam mengggunakan aplikasi handphone lebih dari 5 jam/hari membuat mereka lebih cenderung bermain handphone daripada belajar. Selain itu banyak dampak buruk yang mereka rasakan akibat dari penggunaan handphone tersebut diantaranya adalah: sebagian waktu mereka terbuang sia-sia hanya untuk bermain handphone, uang jajan mereka sebagian digunakan untuk membeli pulsa, dan terkadang mereka menjadi malas belajar karena mereka lebih asyik bermain handphone. Bila sedang jenuh, handphone menjadi sasaran bagi mereka ketika berada didalam kelas meskipun saat proses belajar mengajar berlangsung. Bagi para siswa kehadiran handphone saat ini adalah sangat penting bagi mereka. Selain dua fungsi utama handphone sebagai sarana telfon dan sms, fungsi handphone bagi mereka juga sebagai sarana untuk mengakses media sosial seperti BBM,FB,Twitter. Karena alasan tersebut larangan membawa handphone ke sekolah tidak disetujui para siswa. Bagi mereka pendidikan SMP adalah waktu yang tepat bagi seseorang untuk mengunakan handphone. Dilakukannya penelitian terhadap siswa kelas IX SMP didasari dengan maraknya kenakalan remaja akibat aplikasi handphone yang belum sesuai penggunaannya bagi mereka.
5.2 Saran
Saran Responden Penelitian
Pada hakikatnya masalah handphone dikalangan responden sendiri adalah masalah sulit yang mereka hadapi, namun mau tidak mau responden tetap menerima kehadiran teknologi tersebut, walaupun adanya dampak yang kurang baik dirasakan responden akibat dari pengaruh teknologi handphone. Penggunaan handphone semestinya dapat memberikan dampak positif bagi merek terutama di usia remaja. Karena usia remaja merupakan usia yang paling rentan mengalami perubahan, baik dari lingkungan maupun akibat dari penggunaan media yang mereka miliki termasuk teknologi handphone. Alasan responden menerima kehadiran handphone adalah karena teknologi ini merupakan sarana komunikasi antar keluarga, teman serta orang lain dilingkungan sekitar yang sudah menjadi kebutuhan bagi responden. Teknologi handphone merupakan barang yang sangat penting bagi mereka terutama untuk mengetahui informasi keluarga khususnya informasi dari jarak jauh dan juga untuk mengetahui perkembangan dunia informasi saat ini. Namun begitu, responden sepakat untuk tetap menggunakan teknologi handphone sesuai fungsinnya dalam batasan yang wajar dan disertai dengan pengawasan dari orang tua.
Saran Dalam Kaitan Akademis
- Penelitian ini ditujukan Untuk mengetahui bagaimana ketergantungan siswa SMP Swasta Namira Medan Terhadap penggunaan handphone. - Untuk mengetahui perubahan perilaku dikalangan siswa SMP Swasta
Namira Medan terhadap penggunaan handphone.
- Untuk mengetahui dampak positif dan negatif penggunaan handphone bagi siswa SMP Swasta Namira Medan.
Saran Dalam Kaitan Praktis
Setelah melakukan penelitian ini muncul beberapa saran yang mungkin bisa diterapkan :
- Teknologi saat ini sungguh sangat canggih untuk itu penggunaannya harus dengan hati- hati agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan.
- Agar orang tua senantiasa mengawasi penggunaan handphone bagi anak-anak mereka, agar terhindar dari perilaku yang kurang baik.
- Sebaiknya orang tua membatasi pada saat kapan anak mereka bisa diberi teknologi hanphone, bukan dilihat dari segi nilai barang tersebut tetapi juga perlu dilihat dari dampak penggunaannya.
- Minimnya pengawasan dari orang tua pada anak mengakibatkan anak
menjadi bebas melakukan apa saja yang mereka anggap wajar, walaupun sebernarnya hal itu belum sepenuhnya bisa mereka ketahui. Terkadang prestasi mereka menurun akibat maraknya penggunaan aplikasi handphone yang tidak sesuai dengan fungsinya. Untuk itu peran orang tua sangatlah penting dalam mengawasi anak mereka.
- Manfaat yang diperoleh responden adalah mulai menyadari penggunaan teknologi komunikasi seperti handphone tidak pada tempatnya dapat menyebabkan berbagai macam perilaku negatif, untuk itu perlunya pengawasan dari orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam mengawasi perilaku anak akibat munculnya globalisasi teknologi saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Harun,Rochajat dan Elvinaro Ardianto. 2011. Komunikasi pembangunan dan perubahan sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Dengan Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
2005. Psikologi komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Santoso, Edi dan Mite Setiansah. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Effendy , Onong Uchjana. 2004. Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purba, Amir dkk.2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Medan: Pustaka Bangsa Press.
Lubis, Suwardi. 2007. Sistem komunikasi Indonesia. Medan: Bartong Jaya. Muhammad, Arni. 2007. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nuruddin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Wiryanto. 2000.Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Grasindo.
Cangara, Hafied. 2002. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
2008. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Dirkusus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Hurlock, Elizabeth B.1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.
Mufid, Muhammad. 2005. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta : Prenada Media.
Nawawi, Hadari .1993. Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
Singarimbum, Masridan Sofian Efendi.1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta : PT Pustaka LP3ES Indonesia.
Sumber Lain (Website) :
http://kumpulansejarah-di.blogspot.com (diakses tanggal 3 Februari 2011). http://ryswan-ilmualamiahdasar.blogspot.com/2011/01/keuntungan-dan-dampak-handphone-bagi.html