• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan wanita hamil

Dalam dokumen Catatan Kuliah Obstetri (Halaman 45-53)

ila sudah terjadi kehamilan pada seorang wanita, maka terdapatlah perubahan-perubahan pada tubuhnya selama kehamilan berlangsung. Perubahan-perubahana tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

VAGINA DAN VULVA

Akibat dari hormon estrogen terjadilah perubahan-perubahan pada vagina dan vulva. Oleh karenanya hipervaskularisasi (banyak mengandung darah), maka tampaklah berwarna ungu (livide), dan gejala ini disebut tanda CHADWICK. Transudat dari vagina bertambah dan sekresi dari serviks meningkat sehingga tidak jarang wanita hamil mengeluh adanya keluar cairan putih dari kemaluannya. Cairan dari vagina ini bereaksi asam (ph = 3,5 - 6,0), karena banyaknya glikogen dari epitel vagina yang terlepas, yang dirubah menjadi asam susu oleh laktobasillus asidofillus. Lingkungan asam ini berkhasiat bakterisid. Papil - papil mukosa mengalami hipertrofi dan pada permukaan menjadi menonjol hingga pada perabaan menjadi lebih kasar.

SERVIKS UTERI

Serviks mengalami hipertrofi dan hiperplasia pada kelenjer - kelenjernya, di samping bertambahnya vaskula di samping bertambahnya vaskulambek dan berwarna ungu. Serviks terutama terdiri dari jaringan ikat dan sedikit mengandung otot polos. Kanalis sevisis tertutup oleh sumbatan lendir yang sangat kental.

UTERUS

Uterus wanita yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada kehamilan uterus membesar dan tumbuh secara teratur. Pada kehamilan 8 minggu besar uterus kira-kira sebesar telur bebek, dan pada kehamilan 12 minggu sebesar telor angsa. Pada bulan-bulan pertama membesarnya dinding rahim ini pada dasarnya adalah disebabkan oleh hipertrofi, hiperplasia otot - otot rahim di samping adanya succulensi - imbibisi.

Dengan hipertrofi otot dapat 5 - 10 kali lebih panjang dan 3 - 5 kali lebih tebal. Tonus otot rahim juga berkurang, disebabkan kerja progesteron dan banyaknya uterus mengandung darah.

Pada trimester pertama uterus sering berkontraksi yang tidak teratur dan tidak dirasakan sakit oleh si ibu, kontraksi ini juga dapat memberikan petunjuk bahwa kehamilan berada di dalam uterus. Pada akhir bulan ke - 3 seluruh

rongga rahim telah terisi oleh buah kehamilan dan tebal dinding uterus kira - kira 21/2 cm. Uterus tidak hamil beratnya kira - kira 30 gram, tapi pada kehamilan aterm dapat mencapai 1000 gram, dengan panjang uterus 20 cm. Sampai dengan kehamilan 3 bulan uterus tumbuh (hipertrofi) karena pengaruh estrogen atau mungkin juga oleh pengaruh progesteron (?), terjadi penambahan jaringan elastik dan penumpukan jaringan firosa pada lapisan otot sebelah luar. Setelah bulan ke - 3 uterus tumbuh secara pasif, sebab janin perkembangannya jauh lebih cepat, karenanya uterus teregang oleh isinya. Pada minggu - minggu pertama kehamilan, isthmus menjadi panjang dan lunak selama trimester pertama. Pada pemaksaan bimanual seakan terpisah antara korpus uteri yang membesar dan lunak dengan serviks uteri, keadaan ini yang disebut tanda dari HEGAR. Pada kehamilan 16 minggu selain seluruh rongga rahim sudah terisi seluruhnya, isthmus uteri sekarang sudah menjadi korpus uteri. Pada kehamilan 16 minggu ini besarnya rahim kira - kira sebesar tinju orang dewasa. Pada bulan -bulan pertama bentuk rahim kembali lagi lonjong seperti telor. Pertumbuhan uterus pada permlaan tidak rata, terlihat pertumbuhan lebih cepat di daerah fundus uteri atau di daerah tempat implantasi atau di tempat kemungkinan terdapatnya plasenta. Di temukan permukaan yang tidak rata dan ada yang menonjol, lunak pada pemeriksaan bimanual merupakan tanda kehamilan dari PICKACEK.

Pada permulaan uterus terdapat di dalam rongga panggul kecil, dan setelah kehamilan 3 bulan uterus mengisi rongga perut. Pada umumnya uterus yang hamil di dalam rongga perut. Pada umumnya uterus yang hamil di dalam rongga perut agak terputar ke kanan (dekstropositio). Keadaan ini dapat disebabkan oleh sigmoid mendorong bagian kiri ke depan dan mesenterium berjalan dari kiri atas ke kanan bawah sehingga usus terdapat di bagian kiri bawah, lagi pula saluran Muller kiri berpangkal lebih ke depan dari pada saluran Muller kanan.

Kalau pada bulan-bulan pertama isthmus uteri lebih panjang dan lunak, maka pada trimester terakhir isthmus uteri lebih nyata menjadi bagian dari kurpus uteri. Kalau mula-mula korpus menjadi tebal disebabkan oleh pertumbuhan yang aktif, maka sekarang ia menjadi tipis oleh karena teregang oleh isinya yang tumbuh lebih cepat, dan hal ini menjadi segmen bawah rahim. Pada hamil tua karena adanya kontraksi-kontraksi rahim bagian atas, segmen bawah rahim menjadi lebar dan tipis. Akan tampak batas yang nyata antara bagian korpus yang tebal dan bagian segmen bawah

rahim yang tipis. Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik.

Pada waktu persalinan segemen bawah rahim ini tidak ikut berkontraksi, akan tetapi akan lebih melebar lagi sehingga lingkaran retraksi fisiologik dapat menjadi lebih tinggi. Pada waktu persalinan berlangsung lingkaran retraksi ini dapat naik sampai setengah pusat simfisis.

OVARIUM

Sampai kehamilan 16 minggu masih didapatkan korpus luteum graviditatis. Korpus luteum ini kira-kira sebesar kelereng (3 cm) dan mengecil setelah plasenta terbentuk. Follikel-fillikel ada yang tumbuh pada waktu hamil tapi tidak ada yang sampai masak, jadi selama kehamilan tidak terjadi ovulasi.

MAMMAE

Buah dada membesar pada kehamilan disebabkan adanya penimbunan lemak dan bertumbuh jaringan kelenjer. Estrogen menimbulkan hipertrofi saluran kelenjer, sedangkan progesteron menambah sel-sel acinus pada mammae. Setelah kehamilan 2 bulan mammae membesar dan dapat berbenjol-benjol kecil, terlihat warna vena di bawah kulit. Pada wanita yang mammae sangat besar akan tampak adanya bercak-bercak striae.

Somato-mammotropin dikatakan mempengaruhi pertumbuhan sel-sel acinus dan terjadi pembuatan kasein, laktalbumin dan laktoglobulin, yang merupakan persiaapan untuk laktasi.

Papilla mammae lebih tegak, membesar, lebih hitam seperti halnya areola mammae karena hiperpigementasi. Areola memae melebar dan terdapat tonjolan-tonjolan kecil yang disebut kelenjer Montgomery. Air susu jolong (kolostrum) yang berasal dari sekresi kelenjer acinus sudah terbentuk, namun air susu ibu belum berjalan sampai anak lahir. Hal ini disebabkan oleh adanya hormon PIH (prolactine inhibitng hormone) yang menekan pengeluaran prolaktin. Setelah anak dan plasenta lahir maka prolaktin dapat dikeluarkan sehingga dapat terjadi laksatasi.

PERUBAHAN PADA KULIT

Pada kulit terdapat hiperpigmentasi.Tampak pada pipi sekitar mata dan hidung berwarna hitam. Gambaran muka tampak seperti topeng sehingga disebut topeng kehamilan atau khloasma gravidarum. Sering pula terlihat pada leher, diareola mammae, di linea alba (disebut linea grisea). Kulit perut terlihat seperti garis-garis yang disebut striae gravidarum; pada primigravida warnanya kebiru-biruan disebut striae lividea juga striae albikans yang berwarna putih. Striae lividae juga striae albikans yang berwarna putih. Striae lividea juga striae albikans yang berwana putih. Striaw albikans ini merupakan bekas striaw livide yang terjadi pada kehamilan yang lalu yang warnanya saja sekarang berubah menjadi putih mengkilat. Sebab

terjadinya hiperpigmentasi ini belum mulai akhir kehamilan bulan kedua sampai kehamilan cukup bulan. Pada umumnya topeng kehamilan berkurang sesudah anak lahir.

TRAKTUS RESPIRATORIUS.

Kehamilan tidak mengganggu fungsi, paru walaupun pada kehamilan tua sering ibu mengeluh rasa sesak dan nafas pendek. Pada kehamilan 32 mengeluh ke atas oleh karena uterus sudah membesar maka usus tertekan ke atas ke arah diafragma hingga keleluasan gerakan diafragma jadi berkurang. Untuk kebutuhan oksigen bagi ibu dan janin, kegiatan paru-paru beratmbah, dan orang hamil akan selalu bernafas lebih dalam. Sungguhpun diafragma terdesak ke atas, tetapi thoraks melebar ke sisi, dan lingkaran thoraks pun bertambah, maka kapasitas pernafasan maksumum tidak mengalami begitu banyak perubahan. Dapat dikatakan selama kehamilan otot-otot perut kurang aktif membantu dalam pernafasan.

TRAKTUS DIGESTIVUS.

Sebagai akibat dari hormon kehamilan terdapat rasa mual (nausea) pada bulan-bulan pertama kehamilan. Tonus otot pada saluran pencernaan pada umumnya berkurang, sehingga motilitas juga berkurang, maka dapat terjadi obstipasi. Sering pula timbul pada bulan-bulan pertama kehamilan muntah-muntah (emesis). Sering pula terjadi muntah di pagi hari (mornig sickness). Dikatakan sekresi asam HCL tidak menurun pada kehamilan. Mungkin sekali karena adanya refluks getah asam ke dalam esofagus bagian bawah sering kali timbul rasa panas pada hulu hati pada waktu kehamilan. Pengeluaran air ludah (salivasi) dapat berlebihan dari pada biasa.

TRAKTUS URINARIUS.

Pada permulaan kehamilan akibat uterus yang membesar, kandung kencing tertekan dan kapasitas kandung kencing berkurang, sehingga wanita hamil menderita sering kencing (pollakisuria). Setelah uterus hamil keluar dari rongga panggul, gejala sering kencing menjadi berkurang dan akhirnya hilang. Akan tetapi pada akhir kehamilan terutama pada primigravida di mana bagian terendah dari kepala janin telah turun ke dalam rongga panggul, maka mulai kembali timbul gejala sering kencing, hal ini disebabkan mulainya tertekan kembali kandung seni.

Di samping sering kencing juga terjadi banyak kencing (poliuria). Hal ini disebabkan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan meningkat, sehingga filtrasi diglomerulus meningkat sampai 60%. Kandung kencing biasanya dalam keadaan hiperemia sehingga pula terjadi infeksi pada kandung seni. Akibat hormon progesteron yang dapat mengurangi peristaltik ureter. Adanya bendungan inipun mempermudah untuk terjadinya peradangan pada pyelum ginjal pada orang hamil (pyelitis gravidarum.

Plasento-laktogen kemungkinan seklai beperan pula dalam peningkatan filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal,

akan tetapi bila reabsobsi terganggu maka akan didaparkan glukosuria. Adanya glukosuria harus diingat kemungkinan adanya diabetes mellitus. Dalam keadaan normal tidak ada proteinuria pada wanita hamil. Mulai bulan ke IV pada kehamilan ureter dan pyelum melebar, mungkin pengaruh progesteron dan tekanan uterus yang membesar. Tetapi ureter kanan lebih besar dari ureter kiri sebab tekanan uterus yang membesar lebih banyak pada ureter kanan sehubungan dengan uterus lebih sering miring ke kanan. Hal ini menyebabkan sering ditemui adanya hidroureter dan hidronefrosis.

SIRKULASI DARAH

Sirkulasi darah ibu sangat dipengaruhi oleh adanya sirkulasi keplasentanya, ke uterus yang membesar dengan sistem vaskuler yang hipertrofi, ke alat-alat badan lain serta mammae dalam kehamilan. Sejak kehamilan trimester I, volume darah ibu bertambah dan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, sedang pada minggu-minggu terakhir kehamilan tidak bertambah lagi. Karena bertambahnya volume tidak selaras dengan penambahan eritrosit, maka kadar Hb dan hematokrit relatif menurun. Secara keseluruhan memang ada peningkatan volume eritrosit, karena bertambahnya eritropoietin yang merangsang eritropoiesis (meningkat kira-kira 33 %). Oleh karena plasma dan eritrosit bertambah selama kehamilan maka diperkirakan pada akhir kehamilan volume darah bertambah 45%. Kadar 2,3 difosfogliserat di dalam eritrosit orang hamil bertambah dan ini menyebabkan affinitas dan rendahnya pCO2 darah maka transport oksigen dan CO2 di plasenta akan menjadi mudah. Pada kehamilan normal terdapat hiperplasia eritroid dan sedikit bertambah jumlah retikulosit. Pada kehamilan normal kebutuhan zat besi yang dipakai oleh janin dan plasenta kira-kira 300 mg, sedangkan untuk pembentukan Hb ibu kira-kira 500 mg, maka perlu penambahan zat besi pada makanan ibu hamil. Dapat dikatakan bahwa kadar Hb kurang dari 11 % pada akhir kehamilan merupakan keadaan ibu yang mengalami kekurangan zat besi.

Pada kehamilan normal jumlah leukosit berkisar antara 8.000-10.000/mm2. Selama kehamilan didapatkan noetrofililia dalam bentuk-bentuk yang matang. Pada waktu persalinan dan nifas leukosit dapat mencapai 15.000, yang dapat dianggap masih dalam batas fisiologis.

Kadar fibrinogen plasma bertambah selama kehamilan, kira-kira 50%. Hal ini terlihat dari kadar 200-400 mg% pada waktu tidak hamil menjadi 300-600 mg% pada akhir kehamilan. Pada wanita yang tidak hamil kadar rata-rata 300 mg%, sedang pada wanita yang hamil rata-rata 450 mg% pada akhir kehamilan.

SISTEM KARDIOVASKULER

Bertambahnya beban jantung pada kehamilan adalah disebabkan oleh bertambahnya volume darah, bertambahnya sirkulasi dengan plasenta dan janin.

Setidak-tidaknya volume jantung bertambah 10% pada akhir kehamilan.

Selama kehamilan normal tekanan darah arterial dan tahanan vaskuler berkurang, namun dengan adanya peningkatan volume darah, berat badan ibu dan basal metabolisme yang masing-masingnya akan mempengaruhi curah jantung. Volume darah yang meningkat dikatakan mencapai puncaknya pada kehamilan 32 minggu karenanya pada ibu yang menderita vitium cordis hati-hati akan timbul payah jantung, sebab peningkatan volume akan diikuti dengan meningkatnya cardiac output (30%). Sekarang ianggap bila kehamilan dapat menyesuaikan diri sampai kehamilan 34 minggu maka keadaannya menjadi baik sebab kerja jantung secara bersamaan telah mulai menurun pada waktu atau sebelum kehamilan mencapai 34 minggu. Tekanan darah arterial sangat dipengaruhi oleh posisi ibu. Terlihat bahwa tekanan darah tertinggi pada waktu duduk dan terendah waktu tidur miring, sedang pada waktu tidur terlentang tekanan darah berada di antaranya. Terdapat sedikit penurunan tekanan baik sistolik maupun diastolik pada permulaan kehamilan dan pada pertengahan kehamilan, tapi kemudian kembali pada tekanan seperti sebelum hamil pada akhir kehamilan. Adanya uterus yang membesar dapat menimbulkan tekanan pada vena kava inferior, apalagi bila tidur terlentang, menyebabkan stagnasi darah pada tungkai sehingga dapat terjadi udema, variases pada kaki dan vulva atau disertai hemorrhoid.

PERUBAHAN METABOLISME

Umumnya berat badan wanit hamil bertambah disebabkan oleh: Janin yang cukup bulan kira-kira 3400 gram; plasenta kira-kira 650 gram; air ketuban kira-kira 800 gram; penambahan berat disebabkan besarnya uterus kira-kira 1135 gram; penambahan berat mammae yang membesar dan penambahan volume darah kira-kira 1350 gram. Barnangkali sebanyak 1450 pertambahan berat badan disebabkan oleh cairan yang tertimbun ekstraselluler, dan sebanyak 3345 gram mungkin akibat penimbunan lemak yang pada umumnya terjadi pada pertengahan pertama kehamilan. Secara ringkas dapat dikatakan tambahan berat pada trimester I rata-rata 1 kg, sedangkan pada kehamilan trimester kedua dan ketiga masing-masingnya rata-rata 5 kg.

Retensi air pada kehamilan bertambah dan masih dapat dianggap normal bila tidak menimbulkan udema. Bila retensi air berkelebihan itu menimbulkan udema harus dicurigai kemungkinan suatu gejala dari komplikasi kehamilan (reeklampsia). Adanya penurunan berat badan pada kehamilan bulan terakhir merupakan tanda yang baik. Metabolisme protein pada kehamilan diperkirakan 1 gram protein untuk setiap 1 kilogram berat badan cukup untuk kebutuhan sehari. Janin, plasenta, uterus dan darah ibu relatif banyak mengandung protein dibanding lemak atau

karbohidrat. Albumin berkurang, fibrinogen meningkat meningakt. Perubahan-perubahan dalam plasma protein ini baru kembali seperti sediakala seminggu setelah persalinan.

Penimbunan lemak dikenal merupakan fenomen pada kehamilan. Lemak terhimpun dalam badan, paha dan lengan. Kadar kholesterol dapat sampai 35 mg atau lebih per 100 ml.

Kehamilan menunjukkan potensi iabetogen, terlihat kencing dan kadang-kadang terdapat glukosuria. Adanya glukosuria pada kehamilan disebabkan oleh filtrasi glomerulus yang bertambah, sedang reabsorsi tubulus kontortus berkurang dibandingkan dengan waktu sebelum hamil.

Selain dipengaruhi oleh hormon somatomammatropin juga adanya peningkatan plasma insulin. Oestrogen, progesteron dan kortisol mungkin menimbulkan predisposisi diabetogen. Plasenta menunjukkan aktifitas insulinase.

BMR (basal metabolic rate) pada kehamilan meninggi. Dapat meningkat sampai 25% selama kehamilan normal. Terdapat hiperplasia dan bertambahnya vaskularisasi jaringan thiroid.

Meningkatnya sirkulasi estrogen mungkin merupakan sebab meningkatnya sirkulasi hormon. Mulai bulan kedua titer hormon thiroid bertambah. Sungguhpun hormon thiroksin kadarnya meningkat dan kadar hormon triyodotironin juga meningkat namun jumlah yang efektif tidak bertambah, karenanya tidak dapat diambil sebagai petunjuk adanya hiperthiroidisme.

Sekresi aldosteron pada kehamilan meningkat. Peningkatan ini agaknya berguna untuk melindungi efek pengeluaran natrium oleh progesteron, melalui sistem ranin - angiotensin. Kortisol juga bertambah pada waktu hamil, tetapi sebagian besar bersenyawa dengan trankortin.

DIAGNOSIS KEHAMILAN

Diagnosis kehamilan biasanya dapat diduga dari keluhan ibu itu sendiri. Dugaan kehamilan menjadijelas bila menemukan tanda - tanda kehamilan pada pemeriksaan. Adanya tanda - tanda pasti kehamilan maka diagnosa dapat ditemukan maka diagnosa hanyalah kemungkinan hamil. Dalam beberapa keadaan tertentu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu mempertegas diagnosa.

TANDA - TANDA DUGAAN HAMIL

Tanda - tanda dugaan kehamilan ini dapat berupa keluhan yang disampaikan oleh si ibu maupun yang dapat diketahui pada pemeriksaan, antara lain sebagai berikut :

1.

Amenorrhea (tidak dapat haid).

Pada wanita yang selama ini haidnya teratur, kemudian tidak dapat haid lagi atau berhenti haidnya sudah 10 hari lebih, maka ada dugaan bahwa wanita itu hamil.

Harus diingat bahwa ada juga wanita yang tidak datang haid lagi tapi tidak hamil, atau mengalami perdarahan - perdarahan seperti haid tapi ia hamil.

2.

Mual dan Muntah.

Rasa mual (nausea) umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, kadang-kadang dapat disertai muntah (emesis). Keadaan ini lazimnya terjadi pada pagi hari sejak minggu ke-6 haid berhenti, yang disebut “morning sickness”. Umunya membaik sendiri dalam 6 - 12 minggu kemudian. Bila keadaan mual muntah ini terlalu hebat dapat mengganggu kesehatan maka disebut hiperemesis gravidarum.

3.

Sering kencing.

Keadaan ini terjadi pada kehamilan bulan-bulan pertama disebabkan oleh uterus yang embesar menekan pada kandung kencing. Pada akhir kehamilan keadaan ini muncul lagi disebabkan kepala janin sudah mulai masuk ke dalam panggul dan menekan kembali kandung kencing.

4.

Merasa gerakan anak.

Biasanya pada kehamilan 18- 20 minggu ibu merasakan gerakan anak, tapi sebagian sudah dapat merasakan lebih cepat.

5.

Mamma membesar dan tegang.

Keadaan ini disebabkan oleh adanya pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan pertumbuhan duktuli dan alveoli pada mammae. Dapat pula terjadi keluarnya kolostrum pada primigravida.

6.

Stria dan hiperpigmentasi kulit.

Pada pipi, hidung dan dahi tampak deposit pigmen yang berlebihan yang dikenal sebagai. Kloasma gravidarum. Areola mammae menjadi hitam. Pada linea alba tampak menjadi lebih hitam.

7.

Selaput lendir vagina.

Berwarna ungu atau biru tua, yang dikenal dengan tanda CHADWICK. Warna merah ungu ini dapat juga terlihat pada keadaan di mana terdapat bendungan alat - alat di dalam panggul.

TANDA - TANDA KEMUNGKINAN HAMIL.

Perubahan - perubahan pada uterus, serviks dan vagina yang terdapat pada kehamilan muda dapat dianggap merupakan tanda, mungkin sebab semua itu belumlah merupakan kepastian, seperti keadaan yang berikut :

1.

Tanda HEGAR.

Dengan meletakkan 2 jari pada pemeriksaan dalam diforniks posterior dan tangan lain pada dinding perut diatas imfisis pubis, maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dari serviks (isthmus uteri sangat lembek pada kehamilan). Pada kehamilan 6 - 8 minggu dengan

pemeriksaan bimanual sudah dapat diketahui tanda HEGAR ini.

2.

Tanda PISKACEK.

Tanda Piskacek adalah suatu pembesaran uterus yang tidak rata hingga menonjol jelas ke jurusan uterus yang membesar (uterus hamil tumbuh cepat pada tempat implantasi). Tanda ini seringkali sukar dibedakan dengan kehamilan pada pars interstisialis tubae yang utuh.

3.

Tanda BRAXTON HICKS.

Uterus yang hamil bila dirangsang mudah berkontraksi. Kontraksi yang tidak teratur tanpa nyeri disebut kontraksi Braxton Hicks. Adanya kontraksi Braxton Hicks ini menunjukkan bahwa kehamilan bukan kehamilan ektopik.

4.

BALLATEMENT

Pada kehamilan muda (kira - kira 20 minggu) air ketuban jauh lebih banyak sehingga dengan menggoyangkan uterus atau sekonyong - konyong uterus ditekan janin akan melenting di dalam uterus, keadaan inilah yang disebut Ballotemen.

Oleh karena adanya benda yang melenting dalam ruangan yang mengandung air disebut ballotemen in toto. Lain halnya ballotemen pada kehamilan cukup tua di mana ballotemen ditimbulkan oleh kepada janin saja. Adanya ballotemen dari janin adalah bukti yang jelas adanya kehamilan.

TANDA - TANDA PASTI KEHAMILAN.

Diagnosa pasti dari kehamilan dapat dibuat bila :

1.

Melihat dan meraba gerakan janin.

Pada kehamilan 20 minggu sudah dapat dilihat dan diraba gerakan janin serta dapat dikenal bagian - bagian janin, atau adanya ballotemen dalam uterus.

2.

Mendengar denyut jantung janin.

Dengan stetoskop LAENNEC bunyi jantung janin sudah dapat didengarkan pada kehamilan 18 - 20 minggu. Dapat pula didengarkan bunyi bising dari uterus yang singkron dengan nadi ibu disebabkan pembuluh - pembuluh darah uterus yang membesar. Denyut jantung janin yang didengarkan dengan fetostetoskop ada kehamilan 17 - 19 minggu atau dengan alat Doppler pada kehamilan 10-12 minggu. Dengan pemeriksaan eletrokardografi pada janin yang hidup dapat terlihat elektrokardiogram janin.

3.

Melihat adanya kerangka janin pada pemeriksaan dengan sinar Rontgen.

Pada kehamilan 14 minggu sudah dapat dilihat adanya fokki ossifikasi janin. Sekarang dilakukan pemeriksaan rontgenografi pada janin yang sudah meninggal.

4.

Dengan pemeriksaan ultrasonografi, kantong janin sudah dapat dideteksi pada kehamilan 51/2 - 6 minggu, sedang kutub janin mulai diidentifikasi pada kehamilan 61/2 - 7 minggu, gerakan jantung janin pada minggu ke-7 sudah tampak dan gerakan anggota badan serta gerakan dada pada minggu ke-9 sudah dapat dilihat.

TEST KEHAMILAN.

Untuk membantu membuat diagnosa kehamilan sedini-dininya dapat dilakukan beberapa pemeriksaan berdasarkan adanya khoriogonadotropin (human chorionic gonadotropin = HCG) yang dihasilkan oleh plasenta. Terdapat beberapa test kehamilan antara lain sebagai berikut :

1.

Reaksi biologik dengan mempergunakan binatang untuk test, seperti pemeriksaan Ascheim Zondek (dengan tikus), Freadman (dengan kelinci), Galli Mainini (Frog test), dan lain - lain.

2.

Reaksi immunologik. Sekarang sudah banyak dipakai eperti: pregnostik, gravindeks dan lain-lain. Reaksi imnologik ini dapat terjadi dengan HCG yang dibentuk trofoblast dan oleh LH yang dihasilkan hipofise.

Dalam dokumen Catatan Kuliah Obstetri (Halaman 45-53)