• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEST Analysis China

Dalam dokumen Bisnis Internasional Sidomuncul (Halaman 58-63)

RRC adalah negara terbesar se-Asia Timur, dan terluas ketiga di dunia setelah Rusia dan Kanada.Luas wilayahnya ialah 9.600.000 kilometer kuadrat.Dalam per-kilometer persegi.Letak astronomis Cina berada pada 18 hingga 54 derajat Lintang Utara dan 73 hingga 135 derajat Bujur Timur. Hal ini membuat Cina memiliki dua iklim yang berbeda, yakni iklim sedang atau tepid di bagian Utara dan subtropis di bagian Selatan.

Jumlah penduduk China sangat besar. Terhitung pada November 2015, China menyumbang 18,9% penduduk dunia yakni 1.373.440.000 penduduk dengan tingkat pertumbuhan per tahun sebesar 0,494%. Saat ini, ada 400 juta warga China yang berada di usia60 tahun. Dengan banyaknya generasi tua, peneliti menyebutkan, negara dengan perekonomian terbesar kedua ini akan dibebani dengan ongkos kesehatan dan jaminan sosial yang tinggi.

China, salah satu negara paling diperhitungkan di dunia kini tengah dalam masa yang sulit.Dalam 35 tahun terakhir, China terus tumbuh 10 persen per tahun.Sebuah negara menurutnya, sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar itu.Tapi China bisa.Pertumbuhan yang naik 10 persen menjadikan penduduk di Cina mengalami perubahan standar hidup yang sangat cepat, setidaknya dalam 7 tahun sekali.Tak heran, suasana, kondisi perkotaan, kehidupan di China bisa sangat cepat berubah ke arah yang lebih maju dalam kurun waktu tertentu.

Itu semua karena pemerintah China yang terus mendorong pelaku usahanya untuk terus berinvestasi khususnya di bidang infrastruktur.China, setiap tahunnya, menggelontorkan separuh dari GDP negara tersebut untuk investasi, yang sangat sulit bagi sebuah negara untuk mengalokasikan sebanyak itu.

Karena dalam masa-masa awal pertumbuhan, China membutuhkan banyak sekali proyek infrastruktur seperti transportasi, jalan, perumahan, gedung, dan lainnya.Saking cepatnya, China sudah memiliki semua hal itu. Sedangkan dana menunggu untuk terus diinvestasikan. Tyler Cowen, ekonom dan penulis Modern Principles Microeconomics mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan lebih banyak layanan kesehatan, layanan ritel hingga stratuos yang baru. Pada intinya, China butuh investasi yang lebih kompleks.

China dinilai terlalu cepat melakukan pembangunan, sehingga ada kecenderungan pasar jenuh. Dunia usaha di sana terlalu percaya diri berlebihan karena sudah terbiasa dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Ada beberapa persoalan penting yang kini dihadapi China, yang mebuat negara ini mengalami perlambatan ekonomi.Pertama adalah properti bubble.Seperti yang disebutkan sebelumnya, China terlalu cepat melakukan pembangunan, termasuk properti.Pasokan hunian di China terus ditambah tanpa melihat adanya permintaan. Tak heran, banyak proyek-proyek properti di China yang dibangun namun tak dihuni dan berujung seperti kota hantu.

Kedua adalah bubble pasar saham. Seperti namanya, bubble, yang berarti gelembung yang sewaktu-waktu bisa meledak. Masalah lainnya adalah kelebihan utang, kelebihan kapasitas bisnis, dan yang terakhir adalah potensi dana yang keluar dari China, atau yang disebut juga capital flight. Investor, baik dalam atau luar negeri khawatir dengan kondisi perekonomian China, hingga mereka sewaktu-waktu memutuskan untuk menarik dana dan mengeluarkannya dari China.

3.8.1 Politic Analysis

Negara berideologi politik komunis ini secara berani melakukan reformasi di bidang ekonomi dengan mengadopsi sistem ekonomi liberal. Suatu hal yang tabu bagi negara-negara

penganut faham komunis. China menciptakan masyarakat sosial dan ekonomi yang benar-benar baru dengan ‘budaya perusahaan’ yang melayani kebutuhan perusahaan serta orang-orangnya dalam alurnya sendiri menuju modernitas dan kesejahteraan.Tetapi, China juga menganut paham merkantilisme dimana China ingin melindungi bisnis dalam negerinya agar perputaran uang tetap terjadi dominan di dalam negeri.selain itu China juga cenderung menahan arus impornya dan menggencarkan ekspor.

Untuk kebijakan investasi asing, China banyak menyedot investasi asing sehingga Negara ASEAN lain “tidak kebagian”.investor asing di China mendapat beberapa kemudahan yang secara khusus diberikan di wilayah-wilayah yang disebut zona ekonomi khusus yakni Shenzhen, Zhuhai, Shantau dan Xiamen. Selain itu ada juga kebijakan tax deduction maupun tax exemPT.ion sehingga para investor asing berbondong-bondong ke China. Di daerah tersebut sudah ada lebih dari 3000 investor asing. Hal ini membuktikan bahwa China memudahkan investor asing berekspansi disana.

China melaksanakan politik terbuka terhadap dunia luar secara menyeluruh, bersedia di atas dasar prinsip persamaan derajat dan saling menguntungkan mengembangkan hubungan perdagangan , kerjasama ekonomi dan teknik serta pertukaran ilmu dan budaya secara luas dengan berbagai negara dan daeah di dunia, untuk mendorong kemakmuran bersama.

3.8.2 Economic Analysis

Cinadengan sejarah dan perangkat histori lainnya telah dikenal sebagai Negara komunis.Ekonomi Cina juga diterapkan dengan prinsip komunis namun perekonomian di Negara tesebut saat ini telah menjadi swasta dan diibaratkan sebagai perusahaan swasta semenjak 30 tahunan yang lalu. Pemerintahan Negara masih memantau ekonomi Cina secara politik terutama jika bekerja sama dengan perusahaan lain yang dimiliki oleh pemerintah ataupun dari bisnis perbankan. Jika dilihat dari sisi politik ekonomi Cina masih tetap dikuasai oleh pemerintahan dari satu partai tertentu.Cina dengan segala kelebihannya terrutama dalam sisi SDMmembuat Negara ini bisa menjadi Negara yang terdepan dalam setiap situasi terutama dalam perekonomian Negara tersebut.

Ekonomi China kini melambat.Dari tingkat hampir 10 persen dalam tiga dekade sejak masa reformasi yang dimulai pada 1979, kini ekonomi China melambat sekitar tujuh persen atau lebih. Ekonomi global pun akan tertekan akibat permintaan melambat tak hanya komoditas, tetapi juga barang konsumsi termasuk barang mewah.

Saat ini China sedang menyeimbangkan ekonominya dengan menggenjot ekonomi domestik dari investasi. Jasa akan menjadi pendorong lebih penting dari pertumbuhan manufaktur. Akibatnya, perlambatan ekonomi China tidak hanya mempengaruhi komoditas dan barang modal tetapi juga permintaan konsumen global dan keuntungan perusahaan multinasional AS dan Eropa.

Ekonomi China tumbuh lebih cepat pada kuartal III 2015 dari perkiraan ekonom.Sektor jasa telah menopang ekonomi terbesar kedua di dunia. Hal ini menunjukkan kalau stimulus moneter dan fiskal telah mendorong target ekspansi Perdana Menteri China Li Keqiang sesuai target.China mendapat PDB sebesar 10360.10 USD Billion di tahun 2014.

Adapun laju pertumbuhan di sektor jasa menjadi 8,4 persen pada kuartal III 2015. Sektor ini menjadi salah satu penopang ekonomi selain sektor manufaktur.Sektor manufaktur tumbuh menjadi 6 persen. Sebelumnya, kondisi ekonomi China telah mempengaruhi langkah Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga. Kekhawatiran bank sentral AS terhadap ekonomi China menjadi alasan untuk menaikkan suku bunga.

Pada beberapa tahun terakhir China telah menegaskan lebih lanjut target dan tugas penyempurnaan sistem ekonomi pasar sosialis yaitu suatu pasar ekonomi dimana kepemilikan publik merupakan arus utama, sebagai bukti bahwa antara tahun 1989 sampai 2001, jumlah perusahaan negara anjlok dari 102.300 buah menjadi 46.800. Sedangkan jumlah perusahaan swasta meledak dari 90.000 buah menjadi lebih dari 2 juta buah. Hal ini sesuai dengan tuntutan mempertimbangkan secara menyeluruh perkembangan kota dan desa, perkembangan regional, perkembangan sosial dan ekonomi, perkembangan harmonis antara manusia dan alam, serta perkembangan di dalam negari dan keterbukaan terhadap dunia luar, mengembangkan peranan

dasar pasar dalam alokasi sumber daya, meningkatkan vitalitas dan daya saing perusahaan, menyempurnakan pengontrolan makro negara, menyempurnakan fungsi pemerintah di bidang pengelolaan sosial dan layanan umum, dan memberikan jaminan sistem yang kuat kepada pembangunan masyarakat cukup sejahtera secara menyeluruh.

3.8.3 Social Analysis

Saat ini, ada 400 juta warga China yang berada di usia 60 tahun dari keseluruhan penduduk China sebesar 1.373.440.000. Dengan banyaknya generasi tua, peneliti menyebutkan, negara dengan perekonomian terbesar kedua ini akan dibebani dengan ongkos kesehatan dan jaminan sosial yang tinggi. Hal ini menunujukkan bahwa jumlah penduduk yang besar menghasilkan angka tenaga kerja yang besar pula. China beberapa tahun terakhir kerap mengirimkan tenaga kerja buruh atau usia tenaga kerja yang tidak berprofesi di China ke Negara-negara lain termasuk Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa China membutuhkan lowongan pekerjaan yang banyak agar tidak ada idle pada tenaga kerjanya yang membludak.

Dari segi generasi tua juga, China membutuhkan jaminan kesehatan.Perilaku penduduk China cenderung mengonsumsi obat-obatan dan ramuan herbal yang alami dibanding yang terbuat.

3.8.4 Technology Analysis

China merupakan salah satu Negara dengan perkembangan teknologi yang pesat.Teknologi yang dikembangkan pun dilakukan di berbagai bidang. Misalnya, dalam rangka mengembangkan infrastruktur dan transportasi, pada tahun 2014 China berhasil mengembangkan teknologi pengereman kereta api dengan kecepatan 500 km/jam. Selain itu, China juga mengembangkan teknologi informasinya.Selama beberapa dekade, telah terjadi perubahan yang fenomenal untuk memodernisasikan republik rakyat china (RRC).Hal ini ditunjukkan oleh komitmen penguasa RRC untuk membawa china ke dalam ekonomi pasar.Internet sendiri di china sudah dikenal sudah sejak lama. Saat ini internet merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat kota. Jumlah pengguna internet di china juga meningkat dua kali setiap tahun selama lima tahun belakangan. Industri informasi (termasuk perangkat keras, perangkat lunak dan content) telah

menjadi pilar utama sektor komersial china.Perusahaan teknologi informasi china seperti legend dan founder terbukti mampu bersaing dengan perusahaan asing dalam hal merebut pasar domestik. Adapun blueprint teknologi informasi di China, pemerintah china menetapkan sepuluh five‐year plan (2001‐2005) penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu meningkatkan industrialisi di china sebagai “national economic strategic adjusment and restructuring”. Pada tahun 2000, pemerintah memperkenalkan sebuah aturan yang disebut dengan “national informatization quotient” atau niq yang digunakan sebagai panduan evaluasi tingkatan informasi pada berbagai daerah di China.Juli 2002, China mengeluarkan blueprint informasi yang disebut dengan “layout of national economy and society informatization”. Dalam cetakbiru tersebut termasuk empat program yang harus dijalankan, yakni:

1. pembangunan sumberdaya informasi.

2. pembangunan infrastruktur informasi

3. aplikasi informasi

4. produk informasi

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kondisi China dalam analisis PEST (politic, economic, social and technology) menunujukan adanya peluang dan juga ancaman dalam waktu bersamaan. Dan dapat disimpulkan analisis PEST di Negara China adalah sebagai berikut:

Dalam dokumen Bisnis Internasional Sidomuncul (Halaman 58-63)

Dokumen terkait