• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

RINGKASAN

TOMMI. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologi DAS Citarum Hulu. Di bawah bimbingan SURIA DARMA TARIGAN dan ENNI DWI WAHJUNIE

Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan lahan mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan lahan mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan di suatu wilayah akan mempengaruhi karakteristik hidrologi suatu wilayah, sehingga dapat dijadikan acuan kritis tidaknya suatu wilayah secara hidrologis.

DAS Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Bagian hulu dari DAS Citarum terdiri dari 5 Sub DAS besar yaitu Sub DAS Cikapundung, Citarik, Cirasea, Cisangkuy, dan Ciwidey. Kondisi DAS Citarum pada saat ini mengalami penurunan, hal ini ditandai dengan meningkatnya bencana banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Penelitian ini mempelajari pengaruh perubahan penggunaan lahan yang terjadi di DAS Citarum Hulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan, debit, dan data penggunaan lahan masing – masing Sub DAS untuk tahun 2003 dan 2008. Penelitian dilakukan dengan mengorelasikan data curah hujan total bulanan dengan data debit harian rata – rata.

Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan penggunaan lahan di setiap sub DAS. Perubahan penggunaan lahan berpengaruh terhadap debit dan koefisien aliran permukaan. Pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit aliran sungai dan koefisien aliran permukaan terlihat pada saat curah hujan tahun 2003 hampir sama dengan tahun 2008 tetapi debitnya mengalami peningkatan pada tahun 2008.

Sub DAS Cisangkuy merupakan daerah yang kondisi hidrologisnya paling buruk diantara Sub DAS lainnya yang menjadi daerah penelitian. Hal ini terlihat dari nilai koefisien runoff yang sangat tinggi pada tahun 2008. Kondisi ini juga disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Cisangkuy yaitu penurunan luas hutan lahan kering primer, peningkatan luas pemukiman, dan sawah.

ABSTRACT

TOMMI. Effect of Land Use Change to Hydrologic Characteristic of Upstream Citarum Watershed. Under supervision of SURIA DARMA TARIGAN and ENNI DWI WAHJUNIE

Land use change in a certain area will affect hydrologic characteristic there, so that it can be used as a reference whether the area is critical. This research objective is to study the effect of land use change to hydrologic characteristic of Upstream Citarum Watershed. There are 5 sites observed in Upstream Citarum watershed: Cikapundung, Citarik, Cirasea, Cisangkuy, and Ciwidey. This research was carred out by analyzing data of rainfall, discharge, and runoff, and by observing land use map. The result of analysis was then linked and matched to the data of land use descriptively. The result of this research showed that Cisangkuy sub-watershed was the worst due to its hydrologic characteristic. It can be seen from its increase in discharge and relatively high runoff coefficient in 2008, compared to ones of 2003. This condition was caused by land use changes happened there, which were decreasing primary land dry forests area, and increasing settlement area and wet rice field.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan peningkatan populasi manusia, maka kebutuhan terhadap lahan juga mengalami peningkatan, guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia cenderung memanfaatkan lahan kearah penggunaan yang lebih tinggi daya gunanya maupun meningkatkan potensi lahannya. Usaha peningkatan daya guna tersebut menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan.

Penggunaan lahan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap karakteristk hidrologi suatu DAS. Penggunaan lahan yang tepat dapat memberikan keuntungan bagi daerah di sekitarnya tetapi penggunaan lahan yang tidak tepat dapat memberikan kerugian bagi daerah di sekitarnya.

Perubahan penggunaan lahan di suatu wilayah dapat mempengaruhi karakteristik hidrologi yang ada pada wilayah tersebut, sehingga dapat juga dijadikan acuan untuk menentukan kritis tidaknya suatu wilayah secara hidrologis. Hal ini sesuai dengan pendapat Arsyad (1989), yang menyatakan bahwa setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah dapat mempengaruhi tata air di tempat tersebut dan tempat – tempat di hilirnya.

DAS Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Secara geografis DAS Citarum terletak pada 70 19’ - 60 24’ LS dan 1060 51’36” – 1070 58’

47” BT. Luas DAS Citarum mencapai 7.391,73 km2 dengan panjangnya 269 km

(sungai utama). Sungai Citarum melalui Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang. DAS Citarum yang cukup luas ini terbagi dalam 3 daerah yaitu daerah hulu, tengah, dan hilir. Ketiga daerah tersebut dihubungkan oleh tiga waduk besar yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.

Kondisi DAS Citarum pada saat ini mengalami penurunan yang ditandai dengan meningkatnya bencana banjir dan longsor pada musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau. Keadaan tersebut dapat menimbulkan kerugian yang besar, rusaknya sarana dan prasarana, menurunnya pra kondisi pangan dan terganggunya tata kehidupan masyarakat. Bencana – bencana tersebut selain karena faktor alami seperti iklim dan curah hujan yang ekstrim dapat juga terjadi karena faktor manusia seperti penggunaan lahan.

Berdasarkan uraian di atas, maka pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap karakteristik hidrologi perlu dipelajari. Di dalam penelitian ini diambil 5 Sub DAS sebagai daerah penelitian yang meliputi : Sub DAS Cikapundung, Sub DAS Citarik, Sub DAS Cirasea, Sub DAS Cisangkuy, dan Sub DAS Ciwidey. 1.2 Tujuan

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap karakteristik hidrologi DAS Citarum Hulu.

BAB II

Dokumen terkait