• Tidak ada hasil yang ditemukan

Phylum Arthropoda

Dalam dokumen Katalog Dalam Terbitan (KDT) (Halaman 160-164)

Biologi Nikolaas Tinbergen

11. Phylum Arthropoda

Arthropoda merupakan hewan yang memiliki ciri kakinya beruas (arthra artinya ruas atau buku dan podos yang berarti kaki). Arthropoda memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda, dari yang berukuran kecil hingga berukuran besar. Selain pada kaki, tubuh Arthropoda juga bersegmen. Jumlah segmen pada setiap spesies berbeda.

Arthropoda memiliki tubuh yang ditutupi oleh kerangka luar (eksoskeleton) yang keras karena mengandung zat kitin. Bagian tubuh Arthropoda terbagi atas kepala, dada (toraks), dan perut (abdomen). Perhatikan (Gambar 7.20).

Kata Kunci

Eksoskeleton Paropodia Septa Zat kitin

Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 136 Anus Tali saraf Intestin Lubang genital Jantung Testis Perut Otak Mata Antena panjang Antena antenulae Kelenjar hijau Mulut Kaki Kaki Kaki Uropoda

Sumber: Biology: The Unity and

Diversity of Life,1995

Sumber: Biological Sciene,1986

Mata majemuk Antana

Rangka luar yang keras pada Arthropoda ini tidak membesar mengikuti pertumbuhan tubuhnya. Oleh karenanya, selama pertumbuhan Arthropoda mengalami pengelupasan eksoskeleton. Setelah pengelupasan eksoskeleton lama, eksoskeleton baru akan terbentuk kembali seiring pertumbuhan Arthropoda tersebut. Pengelupasan ini disebut juga ekdisis. Anggota Arthropoda memiliki habitat yang berbeda-beda sehingga alat pernapasannya pun bermacam-macam. Untuk Arthropoda yang hidup di darat, alat pernapasannya berupa paru-paru buku atau trakea, sedangkan yang hidup di laut alat pernapasannya berupa insang. Untuk sistem reproduksinya Arthropoda merupakan hewan yang menghasilkan gamet jantan dan betina pada individu yang berbeda.

Phylum Arthropoda dibagi menjadi empat classis, yaitu Crustacea (udang-udangan), Arachnida (laba-laba), Myriapoda (hewan berkaki banyak), dan Insecta (serangga). Pada anggota classis Insecta, ada yang menarik, yaitu pada masa hidupnya mengalami perubahan bentuk dari larva hingga dewasa. Perubahan bentuk dalam pertumbuhan insecta ini dinamakan metamorfosis.

a. Classis Crustacea

Anggota Crustacea yang paling dikenal adalah udang. Kelompok hewan ini mempunyai dua pasang antena pada bagian kepala, yaitu sepasang antena panjang dan sepasang antena pendek yang disebut

antenulae. Pada tiap ruas tubuhnya terdapat sepasang kaki. Kelompok

hewan ini hidup di air tawar dan air laut, meskipun ada juga yang teradaptasi dengan kehidupan darat. Bagian kepala dan dada bersatu sehingga disebut cephalotoraks. Perhatikan gambar berikut.

Kata Kunci

Ekdisis Hemimetabola Holometabola Insang Larva Metamorfosis Nimfa Pupa Telur Gambar 7.21 Struktur tubuh udang jantan

Dada Kepala

Gambar 7.20 Bagian tubuh Arthropoda

Kingdom Animalia 137

pengko (Squilla), udang air tawar, udang karang (Panulirus), udang galah (Macrobrachium), kepiting (Portunus), yuyu (Paratelphusa maculata), dan ketam.

b. Classis Arachnida

Laba-laba merupakan salah satu anggota classis Arachnida yang dikenal. Kata Arachnida berasal dari bahasa Yunani, yaitu arachne yang berarti laba-laba. Tubuh laba-laba terbagi atas cephalotoraks dan perut (abdomen). Tubuhnya dilengkapi dengan empat pasang kaki, namun tidak memiliki antena. Di bagian kepala, terdapat dua pasang mulut, yaitu kelisera yang berbentuk seperti catut dan pedipalpus yang berbentuk seperti gunting. Pedipalpus ini berfungsi untuk memegang. Umumnya, laba-laba hidup di tanah dan alat pernapasannya berupa paru-paru buku. Contoh Arachnida adalah laba-laba kalajengking (Thelphonus coudotus), ketunggeng (Butus afer), kalajengking biru (Heterometrus cyapeus), dan caplak kudis (Sarcoptes scabei).

Gambar 7.22

Laba-laba merupakan contoh spesies dari classis Arachnida.

Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life,1995

c. Classis Myriapoda

Contoh spesies yang paling dikenal dari classis ini adalah keluwing (Gambar 7.23). Anda akan melihat kakinya sangat banyak, bahkan untuk keluwing dapat mencapai 3.000 kaki. Tidak heran jika hewan tersebut dinamakan kaki seribu.

Keluwing memiliki tubuh yang beruas-ruas. Pada setiap ruas terdapat kaki. Tubuhnya hanya terdiri atas kepala dan perut. Di kepalanya terdapat sepasang antena dan mulut. Myriapoda dikelompokkan menjadi ordo Diplopoda dengan contoh kaki seribu atau keluwing, serta ordo Chilopoda dengan contoh kelabang dan lipan. Keduanya hidup di darat dan bernapas dengan trakea.

d. Classis Insecta

Insecta adalah classis dengan jumlah anggota yang sangat banyak. Jumlah spesies Insecta dapat mencapai 675.000 spesies. Insecta dapat hidup hampir di seluruh habitat, kecuali di laut. Insecta dipelajari secara mendalam oleh bidang biologi, yaitu entomologi.

Tubuh Insecta terdiri atas ruas kepala (cephal), dada (toraks), dan perut (abdomen). Insecta memiliki tiga pasang kaki dan umumnya bersayap. Insecta memiliki satu pasang mata majemuk dan mata tunggal. Mata majemuk tersusun atas satuan-satuan yang disebut omatidium atau faset. Mata majemuk disebut juga mata faset.

Gambar 7.23

Keluwing adalah anggota

Myriapoda dengan jumlah kaki yang banyak.

Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 138

tubuh tengah dan segmen tubuh belakang. Insecta memiliki sistem saraf berupa tangga tali. Sistem peredaran darahnya terbuka, sudah memiliki jantung dan pembuluh punggung.

Pada umumnya, Insecta mengalami metamorfosis selama pertum-buhannya menjadi dewasa. Metamorfosis pada Insecta terbagi menjadi tiga, yaitu ametamorfosis, metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola) dan metamorfosis sempurna (holometabola). Ametamorfosis atau tidak mengalami metamorfosis, biasa disebut ametabola. Bentuk tubuh serangga ini tetap sejak menetas hingga dewasa. Contoh spesies yang termasuk ametamorfosis adalah kutu buku (Lepisma saccharina). Pada metamorfosis tidak sempurna, bentuk tubuh kelompok serangga ini mengalami sedikit perubahan (Gambar 7.24a), yaitu pada saat tumbuhnya sayap. Insecta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah kecoa, belalang, capung, dan walang sangit.

(a) (b) Telur Dewasa Nimfa Telur Dewasa Larva Pupa Sumber: www.pestworldforkids.org Gambar 7.24 Pertumbuhan pada Insecta terdiri atas (a) metamorfosis tidak sempurna dan

(b) metamorfosis sempurna. Pada metamorfosis sempurna (Gambar 7.24b), Insecta mengalami beberapa fase, yaitu fase telur, larva, pupa, dan Insecta dewasa. Pada fase larva, Insecta akan makan terus-menerus untuk mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya untuk menghadapi fase pupa (kepompong). Pada fase pupa, Insecta tidak melakukan aktivitas apapun. Setelah fase pupa, Insecta akan menjadi Insecta muda yang akan berkembang menjadi Insecta dewasa. Contoh spesies yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu, lalat, dan kumbang.

Bentuk mulut Insecta beraneka ragam sesuai dengan fungsinya. Insecta memiliki beberapa tipe mulut sesuai dengan fungsinya, seperti mulut untuk menggigit, mulut untuk mengisap, dan kombinasi. Insecta dengan bentuk mulut menggigit, terdapat pada belalang, jangkrik, dan kecoa. Bentuk mulut mengisap terdapat pada kupu-kupu. Selain itu, ada Insecta dengan bentuk mulut kombinasi antara menusuk dan mengisap, misalnya nyamuk, serta bentuk mulut kombinasi antara menusuk dan menjilat, misalnya lalat.

Kingdom Animalia 139

Dalam dokumen Katalog Dalam Terbitan (KDT) (Halaman 160-164)