ESTIMATES AND ASSUMPTION Estimasidanpertimbangan terus dievaluasi
4. Pinjaman sindikasi (lanjutan) Syndicated loans (continued)
(ii) Pinjaman Sindikasi - SEI (lanjutan) (ii) Syndicated loan – SEI (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Grup telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman.
As of December 31, 2016 and 2015, the Group has complied with all financial ratios required to be maintained under the loan agreements.
Selama tahun 2016, SEI telah mencairkan fasilitas pinjaman sindikasi dengan jumlah sebesar USD200.000.000. Sampai tanggal 31 Desember 2016, SEI telah menggunakan seluruh jumlah fasilitas yang diberikan oleh perjanjian pinjaman ini sebesar USD500.000.000.
During 2016, SEI has withdrawn
syndicated loan facility amounting to USD200,000,000. As at December 31, 2016, SEI has utilized the facilities provided by this loan agreement in the amount of USD500,000,000.
5. BNI (Perjanjian No. 058/KPI/PK/2007) 5. BNI (Agreement No. 058/KPI/PK/2007) Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 17
September 2007, BNI menyetujui untuk memberikan pinjaman kepada Perusahaan dengan jumlah keseluruhan setara dengan USD150.000.000 untuk keperluan pembiayaan penyelesaian proyek Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera Selatan – Jawa Barat (“Proyek SSWJ”) dan Jaringan Pipa Distribusi Gas Jawa Barat.
Based on the loan agreement dated
September 17, 2007, BNI agreed to provide loan to the Company at an aggregate amount equivalent to USD150,000,000 to finance the South Sumatera-West Java Pipeline Gas Transmission Project (“SSWJ
Project”) and West Java Pipeline
Distribution.
Selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan telah membayar angsuran masing-masing sebesar USD18.750.000.
During the years ended December 31, 2016 and 2015, the Company has already paid installments amounting to USD18,750,000, each year.
b. Pinjaman bank jangka pendek b. Short-term bank loan 31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Pihak ketiga Third parties
PT Bank DBS Indonesia 50,000,000 - PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 50,000,000 - PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
-b. Pinjaman bank jangka pendek(lanjutan) b. Short-term bank loan(continued)
1. PT Bank DBS Indonesia (Perjanjian No. 103/PFP-DBSI/VI/1-2/2016)
1. PT Bank DBS Indonesia (Agreement No. 103/PFP-DBSI/VI/1-2/2016)
Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 14 Juni 2016, PT Bank DBS Indonesia menyetujui untuk memberikan pinjaman jangka pendek kepada SEI senilai USD50.000.000 untuk mendukung modal kerja. Jangka waktu fasilitas kredit adalah 11 bulan sejak tanggal 14 Juni 2016 sampai dengan 13 Mei 2017 dan dikenakan tingkat suku bunga LIBOR tiga bulan ditambah margin sebesar 1,6% per tahun. Pada bulan Juli 2016, SEI telah melakukan pencairan pinjaman sebesar USD50.000.000.
Based on the loan agreement dated June 14, 2016, PT Bank DBS Indonesia agreed to provide short-term loan to SEI amounting to USD50,000,000 to support working capital purposes. The term of the credit facility is valid for 11 months since June 14, 2016 until May 13, 2017 and subject to three months LIBOR interest rate plus margin of 1.6% per annum. In July 2016, SEI has withdrawn the loan amounting to USD50,000,000.
2. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (Perjanjian No. SMBCI/NS/2016)
2. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (Agreement No. SMBCI/NS/2016)
Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 27 Juli 2016, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia menyetujui untuk memberikan pinjaman jangka pendek kepada SEI senilai USD100.000.000 untuk mendukung modal kerja dan fasilitas bank garansi sebesar USD54.000.000. Jangka waktu fasilitas kredit adalah 12 bulan sejak tanggal 27 Juli 2016 sampai dengan 31 Juli 2017 dan dikenakan tingkat suku bunga LIBOR tiga bulan ditambah margin sebesar 1,65% per tahun. Pada bulan November 2016, SEI melakukan pencairan pinjaman sebesar USD50.000.000.
Based on the loan agreement dated July 27, 2016, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia agreed to provide short-term loan to SEI amounting to USD100,000,000 to support
working capital purposes and bank
guarantee facility amounting to
USD54,000,000. The term of the credit facility is valid for 12 months since July 27, 2016 until July 31, 2017 and subject to three months LIBOR interest rate plus margin of 1.65% per annum. In November 2016, SEI has withdrawn the loan amounting to USD50,000,000.
Pada bulan December 2016, SEI juga menggunakan fasilitas bank garansi sebesar USD12.000.000 sehubungan dari akuisisi SESL (lihat Catatan 4).
In November 2016, SEI has also utilised the bank guarantee facility amounting to USD12,000,000 with regards to the SESL acquisition (refer to Note 4).
c. Fasilitas yang belum digunakan c. Unused facilities
1. Bank Mandiri 1. Bank Mandiri
Pada tanggal 30 Oktober 2015, Perusahaan memperpanjang perjanjian fasilitas Non Cash Loan yang terdiri dari
Standby Letter of Credit (“SBLC”), Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen dalam Negeri (“SKBDN”) dan Letter of Credit
Impor yang diperoleh dari Bank Mandiri dengan maksimum nilai plafon sebesar USD300.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2017. Pada tanggal 31 Desember 2016, fasilitas yang belum digunakan sebesar USD173.331.941.
On October 30, 2015, the Company extended the Non Cash Loan facility agreement which consist of Standby
Letter of Credit (“SBLC”), Bank
Guarantee, Domestic Letters of Credit (“SKBDN”) and Letter of Credit Import, obtained from Bank Mandiri with a maximum limit of USD300,000,000. The facility will mature on August 26, 2017. As of December 31, 2016, the facility which
has not been used amounted to
c. Fasilitas yang belum digunakan(lanjutan) c. Unused facilities(continued)
2. BNI 2. BNI
Pada tanggal 30 Desember 2015, Perusahaan memperpanjang fasilitas Non Cash Loan yang diperoleh dari BNI yang terdiri dari SBLC, Bank Guarantee, Letter of Credit, dan SKBDN, dengan maksimum nilai plafon sebesar USD140.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 18 Desember 2017. Pada tanggal 31 Desember 2016, fasilitas yang belum digunakan sebesar USD109.758.476.
On December 30, 2015, the Company has extended the Non Cash Loan facility from BNI which consists of SBLC, Bank Guarantee, Letter of Credit, and SKBDN with a maximum limit of USD140,000,000. The facility will mature on December 18, 2017. As of December 31, 2016, the facility that has not been used amounted to USD109,758,476.
3. PT Bank ANZ Indonesia 3. PT Bank ANZ Indonesia
Pada tanggal 2 Maret 2015, Perusahaan menandatangani Corporate Facility
Agreement dengan PT Bank ANZ
Indonesia. PT Bank ANZ Indonesia akan menyediakan fasilitas korporasi dengan maksimum nilai plafon sebesar US$182.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2017. Pada tanggal 31 Desember 2016, fasilitas bank garansi yang belum digunakan sebesar US$52.357.522. Sementara itu, Perusahaan belum menggunakan fasilitas modal kerja yang diberikan oleh perjanjian ini. Sampai dengan tanggal laporan keuangan, fasilitas ini sedang dalam proses perpanjangan.
On March 2, 2015, the Company
amended Corporate Facility Agreement with PT Bank ANZ Indonesia. PT Bank ANZ Indonesia will provide Corporate Facility with a maximum limit of US$182,000,000. The facility will expire on February 28, 2017. As of December 31, 2016, a payment guarantee facility that has not been used amounted to US$52,357,522. Besides, the Company has not yet used the working capital facilities that provided by this agreement. Up to the date of the financial statements, the facility is in renewal process.
4. BRI 4. BRI
Pada tanggal 20 Mei 2015, Perusahaan dengan BRI menandatangani adendum perjanjian kredit dengan perubahan penambahan nilai plafon atas fasilitas
Standby Letter of Credit atau /Fasilitas Bank Garansi atau Penangguhan Jaminan Impor menjadi US$400.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2017. Pada tanggal 31 Desember 2016, fasilitas yang belum digunakan sebesar USD165.214.150.
On May 20, 2015, the Company and BRI signed amendment of credit agreement with changes in additional amount of maximum limit of Standby Letter of Credit or Bank Guarantee Facility or the guarantees of the suspension of import to become US$400,000,000. This facility will mature on April 5, 2017. As of December 31, 2016, the unused facility amounted to US$165,214,150.
21. UTANG OBLIGASI 21. BONDS PAYABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Senior Unsecured Fixed Rate Notes 1,350,000,000 1,350,000,000 Senior Unsecured Fixed Rate Notes
Diskonto (13,000,500) (13,000,500) Discount
Biaya penerbitan (5,647,211) (5,647,211) Issuance cost
Amortization of discount
Amortisasi diskonto dan biaya penerbitan 3,991,412 2,404,403 and issuance cost
Pada tanggal 12 Mei 2014, Perusahaan menerbitkan USD1.350.000.000 Senior Unsecured Fixed Rate Notes, yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2024, dengan harga penerbitan sebesar 99,037%. Wali amanat atas obligasi ini adalah The Bank of New York Mellon. Obligasi ini dikenakan bunga sebesar 5,125% per tahun yang terhutang setengah tahunan setiap tanggal 16 Mei dan 16 November, dimulai pada tanggal 16 November 2014. Obligasi ini dicatatkan pada Bursa Efek Singapura. Dana bersih yang diperoleh sebesar USD1.335.334.469, diterima pada tanggal 16 Mei 2014 dan dipergunakan untuk penambahan modal kerja dan keperluan umum lainnya. Berdasarkan Moody’s Investors Services, Standard & Poor (S&P) dan Fitch Rating, peringkat dari obligasi tersebut masing-masing adalah Baa3, BB+ dan BBB-.
On May 12, 2014, the Company issued
USD1,350,000,000 Senior Unsecured Fixed Rate Notes, which will be due on May 16, 2024, with issue price of 99.037%. The trustee of these bonds is The Bank of New York Mellon. These bonds bear interest rate of 5.125% per annum payable semi annualy on May 16 and November 16, starting on November 16, 2014. These bonds were listed on the Singapore Exchange Securities Trading Limited. The net proceeds, which amounted to USD1,335,334,469 were received by the Company on May 16, 2014 and were used for addtional working capital and other general corporate purposes. Based on Moody’s Investors Services, Standard & Poor (S&P) and Fitch Rating, the bonds are rated at Baa3, BB+ and BBB-, respectively.
Sehubungan dengan obligasi ini, Perusahaan dibatasi dalam melakukan konsolidasi, penggabungan usaha, mengalihkan, menyewakan, atau menjual semua atau sebagian besar asetnya.
In relation to these bonds, the Company is restricted in conducting consolidation, merger, transfer, lease or disposal of all or substantially all of it assets.
Perusahaan tidak diharuskan melakukan pembentukan dana (sinking fund) untuk pelunasan utang obligasi ini.
The Company is not required to make sinking fund payment with respect to these bonds.
Nilai wajar dari utang obligasi pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing masing adalah USD1.385.775.000.000 dan USD1.305.301.500. Nilai wajar ini dihitung menggunakan harga penawaran pada tanggal pengukuran dan merupakan level 1 pada hirarki nilai wajar.
The fair value of the bonds payable as at December 31, 2016 and 2015 amounted to USD1,385,775,000,000 and USD1,305,301,500. The fair value is calculated using bid price at measurement date and within level 1 of the fair value hierarchy.
22. PERPAJAKAN 22. TAXATION
a. Taksiran tagihan pajak a. Estimated claims for tax refund 31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Pajak Penghasilan: Income Taxes:
Pasal 29 20,084,510 16,386,065 Article 29
Pasal 25 695,482 80,047 Article 25
Pajak lainnya: Other Taxes:
Pasal 4 (2) 61,230,518 59,637,060 Article 4 (2)
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) 11,897,860 28,004,953 Value Added Taxes (“VAT”)
Pasal 22 234,979 1,938,239 Article 22
Pasal 23 122,206 458,513 Article 23
b. Utang pajak b. Tax payable 31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Pajak Penghasilan: Income Taxes:
Pasal 29 Article 29
(2016: Rp12.475.306.538; (2016: Rp12,475,306,538;
USD22.155.831 USD22,155,831;
2015: Rp9.922.954.761) 23,084,330 719,315 2015: Rp9,922,954,761)
Kurang bayar Pasal 29 Underpayment of Article 29
untuk tahun pajak 2013 5,527,440 - for fiscal year of 2013
Pasal 25 731,162 10,245,898 Article 25
Pajak lainnya: Other Taxes:
Pajak Pertambahan Nilai Value Added Taxes
(2016: Rp111.638.232.604; (2016: Rp111,638,232,604; 2015: Rp49.067.715.212) 8,308,889 3,556,920 2015: Rp49,067,715,212) Pasal 23 Article 23 (2016: Rp48.318.690.996 (2016: Rp48,318,690,996; 2015: Rp Rp55.455.475.929) 3,596,211 4,019,970 2015: Rp Rp55,455,475,929) Pasal 21 Article 21 (2016: Rp15.971.346.328; (2016: Rp15,971,346,328; 2015: Rp11.398.674.356) 1,212,270 826,291 2015: Rp11,398,674,356) Pasal 22 Article 22 (2016: Rp3.101.178.611; (2016: Rp3,101,178,611; 2015: Rp28.951.431.171) 230,811 2,098,690 2015: Rp28,951,431,171) 42,691,113 21,467,084
c. Beban pajak c. Tax expense
Beban (manfaat) pajak terdiri dari: Tax (benefit) expense are as follows: 31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Perusahaan Company
Beban pajak kini 73,998,035 113,413,077 Current tax expenses
Penyesuaian beban pajak tahun 2013 5,527,440 - Income tax expenses 2013 adjustment
Beban pajak tangguhan 3,800,408 527,991 Deferred tax expense
Entitas anak Subsidiaries
Beban pajak kini 17,757,827 11,898,241 Current tax expenses
Manfaat pajak tangguhan (24,682,480) (91,233,630) Deferred tax benefit
Konsolidasian Consolidated
Beban pajak kini 97,283,302 125,311,318 Current tax expenses
Manfaat pajak tangguhan (20,882,072) (90,705,639) Deferred tax benefit
c. Beban pajak(lanjutan) c. Tax expense(continued)
Pajak atas laba Grup sebelum pajak berbeda dari nilai teoritis yang mungkin muncul apabila menggunakan rata-rata tertimbang tarif pajak terhadap laba pada entitas konsolidasian dalam jumlah sebagai berikut:
The tax on Group’s profit before tax differs from the theoretical amount that would arise using the weighted average tax rate applicable to profits on the consolidated entities as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Laba konsolidasian
sebelum pajak penghasilan 384,985,146 437,364,583 Consolidated profit before tax Pajak dihitung dengan
tarif pajak yang berlaku 90,597,520 82,709,116 Tax calculated at applicable tax rate
Dampak pajak penghasilan pada: Income tax effect from:
- Pendapatan dividen (21,220,839) (13,365,640) Dividend income
-- Penghasilan tidak kena pajak (16,692,456) (19,965,337) Income not subject to tax -- Beban yang tidak dapat dikurangkan 12,670,789 6,386,423 Non-deductible expenses – - Aset pajak tangguhan yang tidak
diakui 11,046,216 (21,158,883) Unrecognised deferred tax
assets-Beban pajak penghasilan konsolidasian 76,401,230 34,605,679 Consolidated income tax expense
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak, seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan estimasi laba kena pajak adalah sebagai berikut:
The reconciliation between profit before tax expense, as shown in the consolidated
statements of income and other
comprehensive income and estimated taxable income is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Laba konsolidasian
sebelum pajak penghasilan 384,985,146 437,364,583 Consolidated profit before taxes
Dikurangi: Deducted by:
(Rugi)/laba sebelum (Loss)/profit before tax
pajak entitas anak (17,742,785) 172,037,464 benefit of subsidiaries
Penyesuaian konsolidasian 63,566,754 19,190,360 Consolidation adjustments
Laba sebelum beban pajak Income before tax expense
Perusahaan 430,809,115 628,592,407 of the Company
Beda temporer Temporary differences
Imbalan pascakerja dan Post-employment and
jangka panjang lainnya 7,347,377 (2,674,209) other long-term benefits
Penyisihan penurunan nilai piutang 15,489,166 (880,120) Provision for impairment of receivables
Gaji dan bonus (803,847) 562,365 Salaries and bonus
Penyisihan persediaan usang - (115,563) Provision for inventory obsolescence
Beda tetap Permanent differences
Gaji dan kesejahteraan karyawan 11,513,015 6,143,544 Salaries and other employees’ benefits
Beban yang tak dapat dikurangkan 6,156,226 6,121,791 Non-deductible expenses
Representasi dan jamuan 2,467,165 3,260,028 Representation and entertainment
Pajak dan perizinan 128,870 37,934 Taxes and licenses
Pendapatan dividen (83,604,195) (66,828,198) Dividend income
Penghasilan yang Income subject
dikenakan pajak final (19,512,718) (7,154,594) to final tax
c. Beban pajak(lanjutan) c. Tax expense(continued) 31 Desember/ 31 Desember/
December December
2016 2015
Estimasi laba kena pajak Perusahaan Estimated taxable income - the Company
(dari halaman sebelumnya) 369,990,174 567,065,385 (from previous page)
Current tax expense
-Beban pajak kini - Perusahaan 73,998,035 113,413,077 the Company
Dikurangi pembayaran pajak Less prepaid taxes
di muka - Perusahaan - Company
Pasal 23 (7,496,504) (3,303,785) Article 23
Pasal 25 (69,118,993) (125,585,848) Article 25
Lebih bayar pajak Overpayment of corporate
penghasilan badan - Perusahaan (2,617,462) (15,476,556) income tax - Company
Lebih bayar pajak Overpayment of corporate
penghasilan badan - entitas anak (2,685,974) (989,556) income tax - subsidiaries
Lebih bayar pajak penghasilan badan Overpayment of corporate income
tahun sebelumnya - konsolidasi (15,476,556) - taxes - consolidated
Lebih bayar pajak Overpayment of corporate
penghasilan badan - konsolidasian (20,779,992) (16,466,112) income tax - consolidated
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2007 (“PP 81/2007”), tanggal 28 Desember 2007, tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 238/PMK.03/2008 tanggal 30 Desember 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Pengawasan Pemberian Penurunan Tarif Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka, perseroan terbuka dalam negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-undang Pajak Penghasilan, dengan memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan, yaitu perseroan yang saham atau efek bersifat ekuitas lainnya tercatat di Bursa Efek Indonesia yang jumlah kepemilikan saham publiknya 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 pihak, masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang disetor.
Based on Government Regulation No. 81/2007 (“Gov. Reg. 81/2007”), dated December 28, 2007, on regarding Reduction of the Rate of Income Tax on Resident Corporate Taxpayers in the Form of Publicly-listed Companies which became effective on January 1, 2008 and Ministry of Finance Rule No. 238/PMK.03/2008 dated December 30, 2008 regarding the Guidelines on the Implementation and Supervision on the Tariff Reduction for Domestic Tax Payers in the Form of Publicly-listed Companies, resident publicly-listed companies in Indonesia can obtain the reduced income tax rate of 5% lower than the highest income tax rate under Article 17 paragraph 1b of the Income Tax Law, if they meet the prescribed criterias, which are companies whose shares or other equity instruments are listed in the Indonesia Stock Exchange, whose shares owned by the public is 40% or more of the total paid shares and such shares are owned by at least 300 parties, each party owning less than 5% of the total paid up shares.
Pada tanggal 5 Januari 2017 dan 5 Januari 2016, Perusahaan telah mendapatkan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek atas pemenuhan kriteria-kriteria di atas untuk tahun 2016 dan 2015.
As of January 5, 2017 and January 5, 2016, the Company has obtained the notification letter from Securities Administration Agency regarding the fulfillment of such criterias for the year 2016 and 2015.
d. Pajak tangguhan d. Deferred tax Pengaruh pajak atas beda temporer yang
signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
The tax effects of significant temporary differences between commercial and tax reporting are as follows:
Dibebankan/ Dibebankan/ (dikreditkan) (dikreditkan) pada laporan pada
laba-rugi penghasilan konsolidasian/ komprehensif
Charged/ lain/Charged/ (credited) to (credited) to
1 Januari/ consolidated other 31 Desember/ January statements of comprehensive December
2016 profit or loss income 2016
Perusahaan The Company
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 17,828,815 (2,096,288) 915,226 16,647,753 other long-term benefits
Gaji dan bonus 7,716,754 (1,704,120) - 6,012,634 Salaries and bonus
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai 4,667,999 2,164,233 - 6,832,232 impairment losses
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai persediaan 119,264 (23,853) - 95,411 inventory obsolence
Penyisihan aset pajak Allowance for deferred
tangguhan (4,787,263) (2,140,380) - (6,927,643) tax assets
Aset pajak tangguhan 25,545,569 (3,800,408) 915,226 22,660,387 Deferred tax assets
Entitas anak Subsidiaries
PGASKOM PGASKOM
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Gaji dan bonus 43,466 210,667 - 254,133 Salaries and bonus
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 62,775 481,002 (482,198) 61,579 other long-term benefits
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai persediaan 10,212 13,800 - 24,012 inventory obsolence
Aset tetap (10,205) (89,290) - (99,495) Fixed assets
Aset pajak tangguhan 106,248 616,179 (482,198) 240,229 Deferred tax assets
PGASSOL PGASSOL
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Aset tetap 174,745 (90,567) - 84,178 Fixed assets
Gaji dan bonus 673,983 565,637 - 1,239,620 Salaries and bonus
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 79,500 388,899 (386,248) 82,151 other long-term benefits
Aset pajak tangguhan 928,228 863,969 (386,248) 1,405,949 Deferred tax assets
GEI GEI
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Gaji dan bonus 166,638 (42,563) - 124,075 Salaries and bonus
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 26,212 33,634 7,829 67,675 other long-term benefits
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai persediaan 13,422 11,965 - 25,387 inventory obsolence
Aset pajak tangguhan 206,272 3,036 7,829 217,137 Deferred tax assets
PLI PLI
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Rugi fiskal 27,656,255 (2,016,643) - 25,639,612 Fiscal loss
Biaya akresi 201,466 1,256,598 - 1,458,064 Acretion cost
Aset tetap (235,490) (2,638,752) - (2,874,242) Fixed assets
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 11,408 72,023 210 83,641 other long-term benefits
Aset pajak tangguhan 27,633,639 (3,326,774) 210 24,307,075 Deferred tax assets
PGN Property dan PGN Property and
entitas anaknya its subsidiary
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Gaji dan bonus - 375,047 - 375,047 Salaries and bonus
Aset tetap - 124,772 - 124,772 Fixed assets
Aset pajak tangguhan - 499,819 - 499,819 Deferred tax assets
Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities
Implementasi akuntansi Implementation of
sewa pembiayaan (2,697,762) 2,052,528 - (645,234) finance lease accounting
Aset tetap - (64,233) - (64,233) Fixed assets
Gaji dan bonus - 163,805 - 163,805 Salaries and bonus
d. Pajak tangguhan(lanjutan) d. Deferred tax(continued) Dibebankan/ Dibebankan/
(dikreditkan) (dikreditkan) pada laporan pada
laba-rugi penghasilan konsolidasian/ komprehensif
Charged/ lain/Charged/ (credited) to (credited) to
1 Januari/ consolidated other 31 Desember/
January statements of comprehensive Akuisisi/ December 2016 profit or loss income Acquisition 2016
SEI dan entitas anaknya SEI and its subsidiary
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Liabilitas pembongkaran Asset abandonment and
aset dan restorasi area restoration obligations
dan provisi lain-lain 4,993,612 (2,515,674) - - 2,477,938 and other provisions
Unrecovered cost 71,111,264 (783,644) - - 70,327,620 Unrecovered cost
Aset tetap (54,926,474) 9,840,885 - - (45,085,589) Fixed assets
Aset pajak tangguhan 21,178,402 6,541,567 - - 27,719,969 Deferred tax assets
Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities
Post-employment and
Imbalan pascakerja other long-term
dan jangka panjang lainnya 1,837,539 (264,196) (360,423) - 1,212,920 benefits
Liabilitas pembongkaran Asset abandonment and
aset dan restorasi area restoration obligations
dan provisi lain-lain 2,041,742 3,226,555 - - 5,268,297 and other provisions
Unrecovered cost 130,576,457 31,529,640 (10,396,070) 151,710,027 Unrecovered cost
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan persediaan 456,697 (391,068) - - 65,629 inventory obsolence
Aset tetap (226,343,299) (16,013,759) - - (242,357,058) Fixed assets
Liabilitas pajak tangguhan (91,430,864) 18,087,172 (360,423) (10,396,070) (84,100,185) Deferred tax liabilities
Aset pajak tangguhan Consolidated deferred
konsolidasian 75,598,358 77,050,565 tax assets
Liabilitas pajak tangguhan Consolidated deferred
konsolidasian (94,128,626) (84,645,847) tax liabilities
Dibebankan/ Dibebankan/ (dikreditkan) (dikreditkan) pada laporan pada
laba-rugi penghasilan konsolidasian/ komprehensif
Charged/ lain/Charged/ (credited) to (credited) to
1 Januari/ consolidated other 31 Desember/ January statements of comprehensive December
2015 profit or loss income 2015
Perusahaan The Company
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 23,417,868 (668,581) (4,920,472) 17,828,815 other long-term benefits
Gaji dan bonus 7,576,164 140,590 - 7,716,754 Salaries and bonus
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai 4,888,029 (220,030) - 4,667,999 impairment losses
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai persediaan 148,154 (28,890) - 119,264 inventory obsolence
Penyisihan aset pajak Allowance for deferred
tangguhan (5,036,183) 248,920 - (4,787,263) tax assets
Aset pajak tangguhan 30,994,032 (527,991) (4,920,472) 25,545,569 Deferred tax assets
Entitas anak Subsidiaries
PGASKOM PGASKOM
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Gaji dan bonus 48,200 (4,734) - 43,466 Salaries and bonus
Imbalan pascakerja Post-employment and
dan jangka panjang lainnya 44,170 11,309 7,296 62,775 other long-term benefits
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai persedian 13,227 (3,015) - 10,212 inventory obsolence
Aset tetap (10,494) 289 - (10,205) Fixed assets
Aset pajak tangguhan 95,103 3,849 7,296 106,248 Deferred tax assets
Entitas anak Subsidiaries
PGASSOL PGASSOL
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets