• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

10. PISANGAN 11. SARUA INDAH

12. CIRENDEU 13. RENGAS Sumber: Help Desk PBB

KP PBB Pratama Serpong mempunyai fungsi dalam melaksanakan tugasnya antara lain:

a. Pendapatan objek dan subjek pajak dan penilain objek Pajak Bumi dan Bangunan.

b. Pengolahan dan penyajian data Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

c. Penetapan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

d. Penatausahaan piutang pajak, penerimaan, penagihan, serta penyelesaian, restitusi pajak bumi dan bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

e. Penyelesaian Keberatan, Pengurangan, dan Penatausahaan Banding. f. Pembetulan surat ketetapan pajak

g. Pengurangan Sanksi Pajak.

h. Pemeriksaan sederhana dan penetaapan sangsi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

i. Pelaksanaan administrasi KP PBB.

Adapun jenis pelayanan mengenai Pajak Bumi dan Bangunan di KP PBB Pratama Serpong, yaitu terlampir (Lampiran 1).

Untuk memperlancar pelayaan tersebut, maka wajib pajak harus mematuhi tata cara pengajuan permintaan pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan sebagai berikut:

a. Pelayanan PBB di ajukan tertulis oleh Wajib Pajak, kecuali hal yang sifatnya konsultasi. Dalam hal Wajib Pajak berhalangan, dapat memberikan kuasa kepada orang lain yang ditunjuk dengan surat kuasa.

b. Permintaan pelayanan harus didukung oleh dokumen yang dipersyaratkan sesuai jenis pelayanan.

c. Berkas permintaan pelayanan diserahkan langsung kepada lokrt/petugas di tempat Pelayanan Satu Tempat (PST) atau dikirim Via Kantor Pos.

B. Hasil Dan Pembahasan 1. Analisis Kualitatif

Data-data yang berhasil dikumpulkan sebagai bahan pendukung dalam analisis kualitatif dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

a. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berjumlah 50 sampel yang merupakan termasuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong.

b. Data yang terseleksi menjadi objek penelitian tersebut, diperoleh dari data yang diinput oleh salah satu pihak (bagian) Pengolahan Data dan Informasi perpajakan yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong. Data yang diperoleh dibagi dalam beberapa jenis data, yaitu: 1) Pencantuman NPWP pada saat melakukan validasi SSB (BPHTB)

yang dilakukan wajib pajak yang mewakili tiap-tiap kelurahan, yang termasuk wilayah kerja KPP Pratama Serpong. Data berdasarkan setelah penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 dan e-Registration.

2) Jumlah pembuatan kartu NPWP pada wajib pajak yang mewakili tiap-tiap kelurahan yang termasuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong. Data berdasarkan setelah penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 dan e-Registration.

3) Jumlah Wajib Pajak yang mewakili tiap-tiap kelurahan yang termasuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong yang melakukan pendaftaran secara online. Data berdasarkan setelah penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 dan e-Registration.

4) Jumlah Wajib Pajak yang terdaftar dan mewakili tiap-tiap kelurahan yang termasuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong.

Hasil dari penelitian berdasarkan analisis kualitatif berupa Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35, e-Registration terhadap kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB serta dampaknya dalam pembuatan kartu NPWP adala sebagai berikut: a. Mekanisme Pendaftaran NPWP secara online / e-Registration.

1) Wajib Pajak masuk ke aplikasi e-Registration lewat http://

www.pajak.go.id.

2) Membuat Account Wajib Pajak. 3) Login ke Aplikasi e-Registration.

4) Mengisi Formulir Permohonan Registrasi Wajib Pajak.

5) Mengirimkan Formulir Permohonan Registrasi Wajib Pajak secara elektronis.

6) Mencetak Formulir Permohonan Registrasi Wajib Pajak dan Menandatanganinya.

7) Mencetak Surat Keterangan Terdaftar (SKTS).

8) Untuk Mencetak Kartu NPWP, Wajib Pajak dapat Mengirim Formulir Permohonan Registrasi yang telah ditandatangani dan SKTS dengan melampirkan persyaratan lainnya ke KPP tempat Wajib Pajak mendaftarkan diri.

b. Keamanan dan Jaminan Terhadap Data

DJP memberikan jaminan bahwa data pendaftran yang dikirmkan melaui e-Registration tidak akan mengalami perubahan atau kerusakan selama proses pengiriman. DJP telah menyiapkan perangkat pengaman data berupa:

a. File yang terkirim tidak langsung masuk dalam database atau bank data hal diatas dapat memperkecil resiko kerusakan ynag terjadi dalam perjalanan menuju bank data yang ada yang ada di DJP. b. Sistem pengacakan data selama dalam proses pengiriman

Data angka atau huruf diubah oleh sistem menjadi sebuah kode yang acak (proses enkripsi) kemudian pada saat data tiba di komputer server kode acak tersebut kembali dirubah menjadi data angka dan huruf yang dapat dimengerti (proses deskripsi).

c. Dampak Positif dan Negatif Dampak Negatif Sistem manual:

1) Bagi Wajib Pajak

Sistem manual memiliki kebutuhan yang tinggi akan waktu, personel dan biaya, Wajib Pajak harus mengantarkan SKTS ke KPP untuk dapat kartu NPWP.

2) Bagi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) a) Menerima berkas yang begitu banyak.

b) Memasukan data ke dalam database komputer secara manual .

c) Mengirimkan ke DJP melalui internet. Dampak positif e-Registration:

1) Proses pendaftran NPWP yang cepat

2) Data Pendaftaran NPWP dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

3) Efisiensi personel dan biaya.

2. Analisis Kuantitatif

A. Deskripsi Objek Penelitian

Objek penelitian dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 dan e-Registration yang berpengaruh terhadap Kepatuah Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan Validasi SSB (BPHTB) serta

dampaknya terhadap pembuatan kartu NPWP yang ada di wilayah kerja KPP Pratama Serpong, diambil sampel sejumlah 50 kelurahan yang masuk wilayah kerja KPP Pratama Serpong.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengolahan data. Pengolahan data ini menggunakan metode pengujian sebagaimana disajikan berikut ini:

Pengujian Kepatuhan Wajib Pajak, dan Dampak Terhadap Pembuatan Kartu NPWP Menggunakan Metode Path Analysis

Kepatuhan Wajib Pajak dalam mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (BPHTB) dan dampak terhadap pambuatan kartu NPWP dibagi menjadi dua, yaitu pada saat sebelum adanya Peraturan Dirjen Pajak No.35, pendaftran NPWP secara manual (sebelum e-Registration) dan pada saat setelah adanya Peraturan Dirjen Pajak No.35, pendaftran NPWP secara elektronik (setelah e-Registration). Kepatuhan dilihat dari Jumlah Wajib Pajak yang mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (BPHTB) per-kelurahan yang terdaftar di KPP Pratama Serpong dari tahun ke tahun. Begitu pula dampak Peratuaran Dirjen Pajak No.35, e-Registration terhadap pembuatan kartu NPWP dilihat dari Jumlah NPWP per-kelurahan yang terdaftar di KPP Pratama Serpong dari tahun ke tahun. Pendaftaran NPWP secara manual yaitu Wajib Pajak, mendaftar

NPWP sesuai domisilinya langsung. Dalam pendaftran NPWP secara Manual terdapat interaksi langsung antara Wajib Pajak dengan aparat pajak (fiskus). Dalam pendaftaran NPWP harus disertai seluruh lampiran

yang mendukung dalam pengisian pendaftaran NPWP, lampiran pendukungnya berjumlah sangat banyak sehingga pendaftran NPWP ini sedikit merepotkan.

Pendaftaran NPWP secara elektronik (e-Registration) yang merupakan fasilitas dari Direktorat Jenderal Pajak yang diharapkan dapat memberikan kemudahan pada Wajib Pajak dalam pendaftaran NPWP. Berikut ini disajikan hasil olah data dan kategori kepatuhan Wajib

Pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan Validasi SSB serta dampaknya terhadap pembuatan kartu NPWP:

Tabel 4.3

Rincian Jumlah Sampel Penelitian Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong

No Nama WP/PKP Peraturan DJP No35 (X1) e-Registration (X2) Kepatuhan WP (Y1) Pembuatan kartu NPWP (Y2) 1 P.Cabe Ilir 788 792 792 800 2 B.Baru 796 802 802 700 3 P.Benda 800 806 808 650 4 Pam.Timur 806 812 814 530 5 Pam.Barat 816 818 826 528 6 B.Apus 818 824 828 535 7 P.Cabe Udik 824 826 834 545 8 Kedaung 828 838 840 550 9 Cipayung 840 850 856 555 10 P.Ranji 852 862 872 560 89

11 Sarua 860 864 882 570 12 Ciputat 862 872 892 580 13 Jombang 868 882 898 580 14 Rengas 878 890 910 590 15 Sawah Baru 896 906 920 595 16 Sawah 900 908 938 600 17 Cempaka Putih 908 920 948 595 18 Rempoa 894 904 936 610 19 Pisangan 900 908 946 615 20 Sarua Indah 908 914 954 630 21 Cirende 910 918 956 635 22 P.Aren 918 924 966 640 23 J.Mangu Timur 922 934 970 580 24 P.Btung 930 938 980 560 25 P.Kcang Timur 938 946 992 550 26 J.Mangu Barat 940 950 1000 600 27 P.Pucung 946 954 1010 660 28 P.Jaya 952 958 1016 680 29 Perigi 954 960 1020 700 30 Perigi Baru 962 964 1028 705 31 Pndk. Kacang Barat 964 966 1032 720 32 P.Karya 966 972 1036 730 90

33 Pndk.Kacang 972 974 1044 735 34 Ciater 976 978 1052 740 35 R.Buntu 978 980 1054 750 36 Cilenggang 980 986 1062 760 37 L.Gudang T 982 994 1070 780 38 Mekar Wangi 986 996 1074 785 39 Buaran 998 1008 1088 790 40 L.Gudang 1002 1008 1094 800 41 Pakulonan 1008 1010 1102 810 42 Jelupang 1012 1014 1108 815 43 L.Wetan 1016 1018 1112 820 44 R.Mekar Jaya 1018 1020 1116 835 45 L.Karya 1022 1024 1120 840 46 Serpong 1024 1026 1124 845 47 P.Jagung 1026 1028 1130 900 48 P.Jagung T 1030 1030 1136 845 49 Paku Jaya 1032 1032 1140 885 50 Pakualam 1038 1034 1148 750

Sumber : Data Sekunder yang diolah

B. Pengujian Hipotesis

Pada tabel 4.3 di atas dapat diuji dengan metode analisis jalur (path analysis), analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Imam Ghozali, 2005:160), antara lain sebagai berikut:

a. Uji Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel-variabel independen, yaitu Peraturan DJP No.35 (X1) dan e-Registration (X2) dalam menjelaskan variabel dependen, yaitu: Kepatuhan wajib pajak (Y1). Hasil uji koefisien Adjusted R Square disajikan pada tabel 4.4. 1. Sub- Struktur 1 Y =

ρ

x1y X1 +

ρ

x2y X2 +

ρ

yE1

X1

X2

Y

ρ

X1y

ɛ

1

r

12

ρ

X2Y

ρy

E Sumber: Riduwan Gambar 4.1

Hubungan Struktur X1 dan X2 terhadap y

Tabel 4.4

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summary

a Predictors: (Constant), e-Registration (x2), Penerapan Peraturan DJP (X1)

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1

,999(a) ,998 ,998 4,884

b. Dependent Variabel: Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Sumber : Data sekunder yang diolah

Pada tabel 4.4 menunjukan bahwa nilai koefesien Adjusted R Square adalah sebesar 0,998, hal ini berarti 99,8% variabel kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB dapat dijelaskan oleh peraturan DJP No.35 dan e-Registration. Sedangkan sisanya (100% - 99,8% = 0,2%) dijelaskan oleh faktor – faktor lain diluar penelitian ini, dengan adanya peraturan DJP No.35 memaksa wajib pajak untuk memiliki NPWP, sedangkan e-Registration mempermudah seseorang untuk memiliki membuat NPWP.

Seperti telah di bahas dalam bab sebelumnya variabel faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak ada 3 yaitu, aspek yuridis, aspek psikologis (kesadaran), dan aspek sosilologis, berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Marcus (STAN, 2005) kesadaran dari wajib pajak sendiri sangat berperan dalam mempengaruhi kepatuhan wajib pajak yaitu mencapai 14%, hal ini diperkuat oleh kondisi nyata di lapangan yang di hadapi penulis bahwa kesadaran dari wajib pajak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, jadi selain peraturan DJP No.35 dan e-Registration

kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB juga dipengaruhi kesadaran wajib pajak itu sendiri yang mencapai 93

0,2%. Angka koefisien korelasi (R) pada tabel 4.4 sebesar 0,999 menunjukan bahwa hubungan antara peraturan DJP No.35, e-Registration

dengan kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB adalah kuat karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,5, dan hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Marcus (STAN, 2005).

b. Pengujian secara individual sub struktur 1 (Uji t)

a. Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 berpengaruh secara signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Hipotesis statistik Ha :

ρ

x1 y > 0 H0 :

ρ

x1 y = 0

Hipotesa bentuk kalimatnya :

Ha : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Ho : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB. b. e-Registation berpengaruh secara signifikan terhadap

kepatuhan wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Hipotesis statistik Ha :

ρ

x2 y > 0 H0 :

ρ

x2 y = 0

Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : e-Registration berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Ho : e-Registration tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Mencantumakan NPWP dalam Validasi SSB.

Tabel 4.5

Coefficients(a)

Hasil Uji Parameter Individual (Uji Statistik t)

Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -342.893 10.216 -33.565 .000 Peraturan 1.827 .189 1.266 9.670 .000 eregistration -.394 .193 -.267 -2.042 .047

a Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Sumber : Data sekunder yang diolah

Tabel koefesien merupakan hasil pengujian antara variabel dependen kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP pada saat melakukan validasi SSB dengan variabel independen secara individu parsial yang dilakukan uji t, hasil pengujian tersebut adalah:

1) Hasil pengujian variabel Peraturan DJP No.35 mempunyai nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000,

maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi Peraturan DJP No.35 berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (BPHTB).

2) Hasil pengujian e-Registration mempunyai nilai signifikan 0,047 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,047, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi

e-Registration berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (BPHTB).

c. Pengujian secara simultan sub struktur 1

a. Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 dan e-Registration berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB. Hipotesa secara statistik :

Ha :

ρ

x1y =

ρ

x2y ≠ 0 Ho :

ρ

x1y =

ρ

x2y = 0 Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 dan e-Registration berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Ho : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 dan e-Registration tidak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB.

Tabel 4.6

ANOVA(b)

Model Sum of Squares Df

Mean Square F Sig. 1 Regression 560043.266 2 280021.633 11738.18 6 .000(a) Residual 1121.214 47 23.856 Total 561164.480 49

a Predictors: (Constant), e-Registration (X2), Penerapan Peraturan DJP (X1) b Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

Sumber : Data sekunder yang diolah

Pada tabel Anova diperoleh nilai F sebesar 11738,186 dengan nilai probabilitas (sig) = 0,000, karena nilai sig < 0,05, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh sebab itu , pengujian secara individual dapat dilakukan.

Kerangka hubungan kausal empiris antara X1 dan X2 terhadap Y dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut.

Struktur: Y =

ρ

x1y X1 +

ρ

x2y X2 +

ρ

yE1

= 1,266 X1 + (-0,267) X2 + 0,044 E1

R Square = 0,998

ρ

yE = 1−0,998 = 0,002 =0,044

Sumber: Data Sekunder yang diolah

X

1

X

2

Y

ρ

X1y = 1,266

ɛ

1= 0,044 r12

ρ

X2Y = -0,267 ρyE1 Gambar 4.2

Diagram Jalur Hubungan Kausal Empiris X1 dan X2 terhadap Y

Memaknai Hasil Analilis Jalur

Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur struktur tersebut, maka memberikan informasi secara objektif sebagai berikut:

1. Besarnya pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1) yang secara langsung mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB (Y) adalah 1,2662 = 1,602756, dengan nilai probabilitas Sig lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00 maka pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 terhadap Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB adalah signifikan.

2. Besarnya pengaruh e-Registration (X2) yang secara langsung mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB (Y) adalah 0,267 2 = 0,071289, dengan nilai probabilitas Sig lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,047 maka pengaruh

e-−

Registration terhadap Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB adalah signifikan.

3. Besarnya pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1) dan

e-Registration (X2) berpengaruh secara simultan yang langsung mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB (Y) adalah 0,998 = 99,8%, sedangkan sisanya sebesar 0,2% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Angka koefisien korelasi (R) pada tabel 4.4 sebesar 0,999.

Tabel 4.7

Koefisien Jalur , Pengaruh Langsung, Pengaruh Total dan Pengaruh bersama Penerpan Peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1) dan e-Registration (X2)

Mempengaruhi secara Signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB (Y).

Variabel Koefisien

Jalur Langsung Total

Pengaruh Bersama (Ryxk2 ) X1 1,266 1,266 1,266 - X2 -0,267 -0,267 -0.267 - €1 0,044 1-0,998 = 0,002 - - X1dan X2 - - - 0,998

Sumber : Data Sekunder yang diolah

a. Uji Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel-variabel independen, yaitu Peraturan DJP No.35 (X1) dan e-Registration (X2) dalam menjelaskan variabel dependen, yaitu: Kepatuhan wajib pajak (Y1). Hasil uji koefisien Adjusted R Square disajikan pada tabel 4.4.

2. Sub-Struktur 2

Z =

ρ

x1z X1 +

ρ

x2z X2 +

ρ

yz Y +

ρ

zE2

Sumber: Riduwan Gambar 4.3

X1

Z

Y

ρ

X1Z ɛ 2

ρ

zE 2

ρ

yZ

ρ

X2Z

r

12

X2

Hubungan struktur Tabel 4.8

Hasil Uji Koefisen Determinasi

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .894(a) .800 .787 50.893

a Predictors: (Constant), Kepatuhan Wajib Pajak (Y), e-Ragistration (x2), Penerapan Peraturan DJP (x1)

b. Dependent Variabel: Pembuatan kartu NPWP (Z)

Sumber: Data sekunder yang diolah

Pada tabel 4.8 menunjukan bahwa nilai koefesien Adjusted R Square adalah sebesar 0,800, hal ini berarti 80% variabel pembuatan

kartu NPWP dapat dijelaskan oleh variabel peraturan DJP No.35, e-Registration dan kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB. Sedangkan sisanya (100% - 80% = 20%). dijelaskan oleh faktor – faktor lain diluar penelitian ini, seperti yang kita ketahui kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP secara tidak langsung membuat jumlah pembuatan NPWP meningkat seperti telah di bahas dalam bab sebelumnya variabel/faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak ada 3 yaitu, aspek yuridis (prosedur), aspek psikologis (kesadaran), dan aspek sosilologis (kebijakan fiskal, ekstensfikasi), berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Marcus (STAN, 2005) ekstensifikasi sangat berperan dalam mempengaruhi jumlah pembuatan kartu NPWP yaitu mencapai 34%, hal ini diperkuat oleh kondisi nyata di lapangan yang di hadapi penulis bahwa usaha yang dilakukan DJP melakukan ekstensifikasi telah banyak menjaring wajib pajak baru, jadi selain peraturan DJP No.35, e-Registration dan kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB jumlah pembuatan kartu NPWP juga dipengaruhi aspek sosilologis (kebijakan fiskal, ekstensfikasi ) yang mencapai 20%. Angka koefisien korelasi (R) pada tabel 4.8 sebesar 0,894 menunjukan bahwa hubungan antara peraturan DJP No.35, e-Registration dan kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB dengan jumlah pembuatan kartu NPWP adalah kuat karena memiliki nilai koefisien

korelasi diatas 0,5, dan hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Marcus (STAN, 2005).

b. Pengujian secara individual sub struktur 2 (Uji t)

a. Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

Hipotesis statistik Ha :

ρ

x1 z > 0 H0 :

ρ

x1 z = 0

Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

Ho : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP. b. e-Registation berpengaruh secara signifikan terhadap

pembuatan kartu NPWP. Hipotesis statistik

Ha :

ρ

x2 z > 0 H0 :

ρ

x2 z = 0

Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : e-Registration berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

Ho : e-Registration tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

c. Kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

Hipotesis statistik Ha :

ρ

yz > 0 H0 :

ρ

yz = 0

Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP. Ho : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35 tidak berpengaruh

secara signifikan terhadap pembuatan kartu NPWP.

Tabel 4.9

Coefficients(a)

Hasil Uji Parameter Individual (Uji Statistik t) model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2765.90 3 531.926 5.200 .000 peraturan -7.083 3.404 -4.762 -2.081 .043 Eregistratio n -4.243 2.100 -2.791 -2.021 .049 kepatuhan 8.588 1.520 8.333 5.650 .000

a Dependent Variable: Pembuatan kartu NPWP (Z) Sumber: Data sekunder yang diolah

Tabel koefesien merupakan hasil pengujian antara variabel dependen pembuatan kartu NPWP dengan variabel independen secara individu/parsial yang dilakukan uji t, hasil pengujian tersebut.

1) Hasil pengujian variabel Peraturan DJP No.35 mempunyai nilai signifikan 0,043 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,043, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi Peraturan DJP No.35 berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembuatan kartu NPWP.

2) Hasil pengujian variabel e-Registration mempunyai nilai signifikan 0,049 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,049, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi e-Registration berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembuatan kartu NPWP.

3) Hasil pengujian variabel kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB mempunyai nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi Kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam melakukan validasi SSB berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembuatan kartu NPWP.

c. Pengujian secara simultan sub struktur 2

a. Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35, e-Registration dan Kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB berpengaruh secara simultan dan signfikan terhadap Pembuatan Kartu NPWP.

Hipotesa secara statistik : Ha :

ρ

x1z =

ρ

x2z =

ρ

yz ≠ 0

Ho:

ρ

x1y =

ρ

x2y =

ρ

yz = 0 Hipotesa bentuk kalimatnya:

Ha : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35, e-Registration dan Kepatuhan Wajib Pajak Mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Pembuatan Kartu NPWP.

Ho : Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No 35, e-Registration dan Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB tidak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Pembuatan Kartu NPWP.

Tabel 4.10 ANOVA(b)

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regressi

on 476901.217 3 158967.072 61.374 .000(a)

Residual

119146.403 46 2590.139

Total 596047.620 49

a Predictors: (Constant), Kepatuhan Wajib Pajak (Y), e-Rgistration (X2), Penerapan Peraturan DJP(X1)

b Dependent Variable: Pembuatan kartu NPWP (Z) Sumber: Data sekunder yang diolah

Tabel Anova diperoleh nilai F sebesar 61.374 dengan nilai probabilitas (sig) = 0.000, karena nilai sig < 0,05, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh sebab itu , pengujian secara individual dapat dilakukan.

Kerangka hubungan kausal empiris antara X1, X2 dan Y terhadap Z dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut.

Struktur: Z =

ρ

x1z X1 +

ρ

x2z X2 +

ρ

yz Y +

ρ

zE2

= -4,762X1 + -2.791X2 +8,333Y+0E2

R Square = 0,800

ρ

yE = 1−0,800= 0,200 = 0.4472

Sumber: Data Sekunder yang diolah

X1

X2

Z

Y

ρ

X1Z = -4,762

ɛ

2 = 0,4472

ρ

zE2

ρ

yZ = 8,333

ρ

X2Z = -2, 791

r

12 Gambar 4.4

Diagram Jalur Hubungan Kausal Empiris X1,X2 dan Y terhadap Z

Memaknai hasil analisis jalur

Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur struktur tersebut, maka memberikan informasi secara objektif sebagai berikut:

1. Besarnya pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1) yang secara langsung mempengaruhi Pembuatan kartu NPWP (Z) adalah

762 ,

4 2

= 22,676644, dengan nilai probabilitas Sig lebih kecil dari

0,05 yaitu 0,043 maka pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 terhadap Jumlah pembuatan kartu NPWP adalah signifikan.

2. Besarnya pengaruh e-Registration (X2) yang secara langsung mempengaruhi Pembuatan kartu NPWP (Z) adalah -2,791 2 = 7,789681, dengan nilai probabilitas Sig lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,049 maka pengaruh e-Registration terhadap jumlah pembuatan kartu NPWP adalah signifikan.

3. Besarnya pengaruh kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB (Y) yang secara langsung mempengaruhi Pembuatan kartu NPWP (Z) adalah adalah 8,3332= 69,438889, dengan nilai probabilitas Sig lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 maka pengaruh kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam validasi SSB terhadap jumlah pembuatan kartu NPWP adalh signifikan.

4. Besarnya pengaruh penerapan peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1), e-Registration (X2) dan Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (Y) berpengaruh secara simultan yang langsung mempengaruhi Pembuatan kartu NPWP (Z) adalah 0,800 = 80 % hanya sebagian kecil yang dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Angka koefisien korelasi (R) pada tabel 4.8 sebesar 0.894 menunjukan bahwa hubungan antara penerapan peraturan Dirjen Pajak, e-Registration dan kepatuhan wajib pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB dengan pembuatan kartu NPWP adalah kuat karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,5.

Tabel 4.11

Koefisien Jalur , Pengaruh Langsung, Pengaruh Total dan Pengaruh bersama Penerapan Peraturan Dirjen Pajak No.35 (X1), e-Registration (X2) dan Kepatuhan Wajib Pajak mencantumkan NPWP dalam Validasi SSB (Y)

Mempengaruhi secara Signifikan terhadap Pembuatan kartu NPWP (Z). Variabel Koefisien

jalur

Langsung Total Pengaruh Bersama

Dokumen terkait