PMN kepada BUMN untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dan konektivitas antara lain ditujukan untuk pengembangan bandara, penyediaan land bank dan pembangunan rumah sederhana, mendukung pembangunan monorel dan stasiun pendukung, penyediaan
rolling stock kereta api Trans Sumatera, Jawa, dan Trans Kalimantan, serta penyelesaian jalan tol
strategis dan pembangunan jalan tol trans Sumatera. Rincian PMN untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dan konektivitas disajikan pada Graik 5.6.
2.000,0 3.600,0 1.000,0 3.500,0 1.400,0 2.000,0 18.356,6 1.500,0 5.000,0 GRAFIK 5.6
RINCIAN TAMBAHAN PMN UNTUK PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN KONEKTIFITAS
(miliar rupiah)
PT Angkasa Pura II PT Hutama Karya Perum Perumnas PT Waskita Karya Tbk PT Adhi Karya Tbk PT KAI
PT SMI PT PII PT PLN
Sumber : Kementerian Keuangan
No. I -II
-Sumber: Kementerian BUMN diolah
menyerap tenaga kerja lebih banyak serta lebih cepat
multiplier effect meningkatkan perekonomian di sekitar pabrik gula
meningkatkan pendapatan sektor pajak dari perdagangan gula maupun pajak daerah
meningkatkan jumah produksi gula nasional +/- 100.000 ton pertahun memproduksi bio ethanol sebagai sebagai andil untuk proses sumber energi terbarukan
Manfaat:
TABEL 5.15
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN
KEPADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (Persero)
Uraian Penggunaan:
melakukan pengembangan aspek on farm pada kebun tebu PTPN XII guna
mendukung suplai tebu untuk produksi pada pabrik gula tersebut.
melakukan investasi pembangunan Pabrik Gula Glenmore Banyuwangi Jawa Timur
PT Angkasa Pura II (Persero) berdiri tahun 1984, merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. PT Angkasa Pura II mengelola 13 Bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Supadio, Minangkabau, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Husein Sastranegara, Sultan Iskandar Muda, Raja Haji Fisabilillah, Sultan Thaha, Depati Amir, dan Silangit. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT Angkasa Pura II (Persero) disajikan pada Tabel 5.16.
PT Hutama Karya (Persero) merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang teknologi kontruksi yang dinasionalisasi pada tahun 1961, telah menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi berupa jalan, jembatan, gedung, bendungan, pelabuhan, dan bandar udara. PT Hutama Karya (Persero) telah menghasilkan karya konstruksi yang bernilai sejarah dan monumental antara lain: gedung DPR/MPR RI, Monumen Patung Pancoran, dan Jalan Layang Semanggi. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT Hutama Karya (Persero) disajikan pada Tabel 5.17.
No. I -II
-Sumber: Kementerian BUMN diolah
menambah kapasitas bandara optimalisasi kapasitas bandara
peningkatan safety dan security serta mengantisipasi demand (permintaan) di
masa depan
menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah di sekitar bandara dan meningkatkan konektivitas transportasi antar wilayah baik secara nasional maupun internasional
TABEL 5.16
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN KEPADA PT ANGKASA PURA II
(Persero)
Uraian Penggunaan:
pembebasan lahan tahap 1 pada tahun 2015 dalam rangka pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Manfaat No. I -II
-Sumber: Kementerian BUMN diolah
Manfaat
meningkatkan mobilitas penduduk dan berkembangnya daerah pemukiman dengan akses yang lebih baik
peningkatan mobilitas barang, pergerakan bahan baku dan produk yang lebih efisien peningkatan nilai tanah dan perkembangan aktivitas ekonomi di daerah industri, komersial dan perumahan
peningkatan potensi penerimaan perpajakan
memperkuat modal Perseroan yang juga akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas (leverage) PT Hutama Karya (Persero) untuk mendapatkan porsi pinjaman dalam melakukan pembiayaan investasi
TABEL 5.17
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN KEPADA PT HUTAMA KARYA (Persero) Uraian
Penggunaan:
percepatan Pembangunan 4 (empat) ruas jalan tol di Sumatera yaitu Medan – Binjai, Pekanbaru – Dumai, Palembang – Indralaya, dan Bakaheuni – Terbanggi Besar
Nota Keuangan dan APBNP 2015
5-18
Perum Perumnas merupakan BUMN yang bergerak di bidang properti pengembangan pemukiman dan perumahan rakyat terpercaya di Indonesia, yang salah satu tugasnya adalah ikut mendukung dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia melalui penyediaan rumah murah yang dapat terjangkau. Bidang usaha utama Perum Perumnas meliputi 7 bidang, yaitu: (1) pembangunan rumah jual non komersil (dengan fasilitas KPR bunga bersubsidi); (2) pembangunan rumah jual komersiil (dengan fasilitas KPR berbunga pasar); (3) pembangunan rumah susun sewa non komersiil (rusunawa); (4) pembangunan rumah susun sewa komersiil; (5) pembangunan rumah susun milik non komersiil; (6) pembangunan rumah susun milik komersiil (apartemen); dan (7) penjualan tanah komersiil. Penggunaan dan manfaat PMN kepada Perum Perumnas disajikan pada Tabel 5.18.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1961, dan mempunyai pengalaman yang panjang dalam mengerjakan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Sampai saat ini Perseroan telah melakukan kegiatan usahanya dalam bidang jasa konstruksi, industri, realty, dan perdagangan. Selain itu, Perseroan juga mempunyai peran strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur dengan mengembangkan lini bisnis energi dan jalan tol. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT Waskita Karya (Persero) disajikan pada Tabel 5.19.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah BUMN yang bergerak di bidang konstruksi di Indonesia. Selain bergerak di bidang konstruksi, perusahaan juga bergerak di bidang konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering, Procurement and Construction/EPC), Perdagangan umum, jasa pengadaan barang, real estate dan agro industri pabrikasi, serta jasa dalam bidang teknologi informasi. Dalam kegiatan operasionalnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk didukung oleh delapan divisi operasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri disamping anak-anak perusahaannya. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT Adhi Karya (Persero) disajikan pada Tabel 5.20. No. I -II
-Sumber: Kementerian BUMN diolah
meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan sehingga going concern perusahaan dapat terjamin, yang pada akhirnya dapat menjamin penyediaan perumahan secara kontinu setiap tahunnya
TABEL 5.18
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN KEPADA PERUM PERUMNAS
Uraian Penggunaan:
memperbaiki struktur modal perusahaan meningkatkan kapasitas usaha perusahaan
percepatan penyediaan land bank dan pembangunan rumah sederhana. Manfaat
membantu menurunkan backlog perumahan nasional melalui penyediaan perumahan rakyat terciptanya pemukiman dengan tingkat efisiensi lingkungan yang lebih baik melalui program penataan kota dan hunian yang terintegrasi
meningkatkan peran perusahaan sebagai penyedia perumahan rakyat dengan kualitas hunian yang lebih baik
No. I -II A -B
-Sumber: Kementerian BUMN diolah manfaat Bagi Perseroan
peningkatan daya saing Perseroan sebagai perusahaan konstruksi di pasar domestik dan regional berjalannya proyek-proyek yang telah direncanakan dengan tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan reputasi Perseroan
berkurangnya eksposur Perseroan terhadap hutang
penyediaan pendanaan infrastruktur, yang akan memberikan manfaat multiplier effect dan
meningkatkan daya saing Indonesia
TABEL 5.19
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN KEPADA PT WASKITA KARYA (Persero) Tbk Uraian
Penggunaan:
memperbaiki struktur permodalan Perseroan. Dengan balance sheet yang lebih kuat, diperkirakan
credit rating Perseroan akan mengalami perbaikan yang cukup signifikan dan akan berdampak
kepada penurunan biaya pendanaan perseroan
meningkatkan kapasitas usaha perseroan. Kenaikan modal memungkinkan Perseroan untuk mencari pendanaan dalam bentuk hutang (leveraging) dari pasar modal, sehingga Perseroan dapat menjalankan rencana proyek-proyek pembangunan jalan tol dan transmisi.
mendukung penyelesaian jalan tol strategis yang terbengkalai dan pembangunan jalan tol baru, serta transmisi 500 KV wilayah Sumatera
Manfaat
manfaat Bagi Pemerintah
meningkatkan potensi investasi Pemerintah
menciptakan potensi peluang baru berupa pengembangan daerah-daerah yang dilalui oleh pengembangan proyek Perseroan
No. I -II
-Sumber: Kementerian BUMN diolah
menyediakan sarana transportasi yang akan membantu mengurai kemacetan Jakarta dan sekitarnya membiayai pembangunan proyek monorel Jakarta yang Perpres penugasannya saat ini sedang dalam proses pengesahan
Manfaat
mempertahankan kepemilikan negara pada BUMN
meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak dan penerimaan dari sektor non pajak
memperbaiki struktur permodalan perusahaan untuk dapat memiliki kapasitas pendanaan yang lebih besar
meningkatkan kapasitas perusahaan dan memperkuat investasi di bidang infrastruktur dalam jangka panjang
meningkatkan investasi di bidang infrastruktur sebagai bagian dari peran aktif perusahaan pada negara TABEL 5.20
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN KEPADA PT ADHI KARYA (Persero) Tbk Uraian
Penggunaan:
memperbaiki struktur permodalan PT Adhi Karya melalui right issue ekuitas sehingga tidak melanggar batasan-batasan yang dipersyaratkan kreditur, serta dapat meningkatkan kemampuan leverage perusahaan
Nota Keuangan dan APBNP 2015
5-20
PT Kereta Api Indonesia (Persero), selanjutnya disebut PT KAI (Persero), merupakan BUMN yang kegiatan usahanya meliputi: (1) penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum meliputi kegiatan pembangunan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana; (2) penyelenggaraan sarana perkeretaapian umum meliputi kegiatan pengadaan, pengoperasian, perawatan dan pengusahaan sarana, usaha pengangkutan orang dan/atau barang dengan kereta api, usaha angkutan pra dan purna angkutan kereta api, intermoda dan bongkar muat; (3) usaha penyewaan sarana dan/atau prasarana serta fasilitas perkeretaapian; (4) jasa pengadaan barang dan jasa lainnya yang berkaitan dengan perawatan perkeretaapian; (5) usaha jasa keahlian di bidang perkeretaapian dan jasa konsultansi transportasi; (6) usaha keagenan di bidang transportasi barang dan penumpang; dan (7) usaha pendidikan dan pelatihan di bidang perkeretaapian. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT KAI (Persero) disajikan pada Tabel
5.21.
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) (Persero) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2009 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Penjaminan Infrastuktur. Modal dasar PT PII (Persero) sebesar Rp9 triliun, sedangkan modal disetor di PT PII (Persero) saat ini adalah sebesar Rp4,5 triliun. PT PII (Persero) dimiliki 100 persen oleh Pemerintah RI. PT PII (Persero) merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang mempunyai mandat utama penjaminan proyek-proyek infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Proyek-proyek infrastruktur yang dapat dijamin PT PII (Persero) adalah infrastruktur transportasi, jalan, pengairan, air minum, air limbah, telekomunikasi, ketenagalistrikan, minyak dan gas. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT PII (Persero) disajikan pada Tabel 5.22.
No.
I Penggunaan
-II
A
- menambah dan meremajakan fasilitas produksi
- mengembalikan kapasitas produksi pada kondisi semula sesuai design capacity
- peningkatan sumber daya manusia serta mengintegrasikan sistem informasi
desain, produksi, keuangan dan SDM guna mendukung produktivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan
B
- mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik
- pemerataan sistem transportasi nasional
- penyerapan Tenaga Kerja
- penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO)
- penambahan penyerapan pajak negara
- peningkatan perekonomian nasional
Sumber: Kementerian BUMN diolah
bagi Pemerintah:
TABEL 5.21
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN
KEPADA PT KERETA API INDONESIA (Persero)
Uraian
Manfaat:
bagi perusahaan:
peremajaan dan pengadaan sarana (rolling stock) untuk Trans Sumatera, Jawa, dan
PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) (Persero) adalah BUMN yang didirikan pada tahun 2009 dengan visi untuk menjadi katalis percepatan pembangunan infrastrukrur Indonesia. Sementara itu, maksud dan tujuan pendirian PT SMI (Persero) adalah untuk mendorong percepatan penyediaan pembiayaan infrastruktur nasional melalui kemitraan dengan pihak swasta dan/atau lembaga keuangan multilateral.
Tambahan PMN kepada PT SMI berasal dari pengalihan seluruh investasi yang telah dialokasikan kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), termasuk investasi yang sudah disalurkan kepada PT PLN (Persero) dan pihak lainnya. Selanjutnya, Pemerintah akan menggabungkan PT SMI dan PIP untuk menjadi sebuah lembaga pembiayaan infrastruktur yang kuat, mempunyai pengaturan khusus dan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah.
Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT SMI (Persero) disajikan pada Tabel 5.23. No.
I -II
A
- mendorong percepatan proyek-proyek infrastruktur pemerintah dengan skema KPS
- menjadi ring-fencing APBN terhadap adanya potensi klaim dari proyek KPS
B
- memperkuat kapasitas penjaminan sehingga akan memperbanyak proyek KPS yang dapat dijamin
- meningkatkan kepercayaan pasar terhadap skema penjaminan proyek KPS oleh PT PII (Persero)
C
- meningkatkan bankability proyek infrastruktur dengan skema KPS sehingga pihak swasta lebih
mudah dalam mendapatkan pendanaan
Sumber: Kementerian Keuangan
manfaat bagi pemerintah
manfaat bagi perseroan
manfaat bagi swasta
Tabel 5.22
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN
KEPADA PT PENJAMINAN INFRASTRUKTUR INDONESIA (Persero)
Uraian Penggunaan:
meningkatkan kapasitas penjaminan Perseroan terhadap proyek-proyek infrastruktur dengan skema KPS Manfaat No. I -II
- pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang strategis
- melakukan kegiatan advisory
-Sumber: Kementerian Keuangan
kegiatan penyiapan proyek, dan mendorong pengembangan skema KPS dalam pembiayaan infrastruktur
TABEL 5.23
PENGGUNAAN DAN MANFAAT PMN
KEPADA PT SARANA MULTIINFRASTRUKTUR (Persero)
Uraian Penggunaan:
memaksimalkan pengelolaan dana investasi pemerintah yang telah dikelola APBN
Manfaat:
memperkuat peran PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai anchor dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia
Nota Keuangan dan APBNP 2015
5-22
PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. Sesuai dengan Undang-undang RI no. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, rangkaian kegiatan pelayanan perusahaan PT PLN (Persero) meliputi usaha penyediaan tenaga listrik, usaha penunjang listrik, dan Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk tenaga listrik. Penggunaan dan manfaat PMN kepada PT PLN (Persero) disajikan dalam Tabel 5.24.