• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA KERJA SATU PERIODE Pendahuluan

BAB XVI HAL KEUANGAN

POLA KERJA SATU PERIODE Pendahuluan

Suatu organisasi dapat eksis dan berkembang jika memenuhi persyaratan yaitu mampu mengakomodasi dinamika kepentingan anggotanya, mengembangkan potensi anggotanya, mengidentifikasi serta menyelesaikan permasalahan atau tantangan tersebut dengan kerja keras dan prestasi.

Bertolok pada pemikiran diatas maka disusunlah Rencana Kerja Satu Periode

untuk memberikan gambaran program yang lebih operasional dan Pola Umum Haluan Kerja ORMAWA Unesa.

Tujuan

Pertama : Meletakkan landasan yang kuat bagi pertumbuhan ORMAWA Unesa menjadi organisasi yang mandiri, demokrasi, dan berwawasan kerakyatan dan berpegang teguh kepada keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa

Kedua : Menciptakan tradisi kepekaan badan kelengkapan ORMAWA Unesa terhadap permasalahan yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat

Ketiga : Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang akan memberikan kesadaran utuh kepada mahasiswa Unesa sebagai intelektual masa depan bahwa bangsa dan negara ini dihadapkan kepada agenda besar untuk bisa menjamin survivalitas dan stabilitas, sehingga diharapkan mahasiswa menjadi terpadu untuk mengembangkan profesionalitas, daya saing, kemandirian, dan semangat kebangsaan.

C . Arah dan Kebijaksanaan Program Satu Periode C1. Keorganisasian

Untuk menciptakan Organisasi Kemahasiswaan yang independen, demokratis, serta memiliki daya tanggap terhadap kepentingan dan kebutuhan mahasiswa, maka Pemilu raya merupakan sasaran ideal yang hendak dituju. Dimana ORMAWA Unesa diharapkan mampu menjadi sebuah perwujudan “Student Government”. Untuk menuju sasaran tersebut maka perlu di laksanakan bertahap kondisi dan pendewasaan sikap dan

kultur politik mahasiswa karena itu dalam satu periode mendatang harus tercapai kondisi-kondisi sebagai berikut: Pembagian peran secara tegas dan konsisten atas peran eksekutif, yudikatif, legislatif, kemudian melaksanakan program kerja selama satu periode dengan bertanggung jawab.

C2. Jaringan Komunikasi Dan Transfer Komunikasi

Peradaban modern yang cenderung membuat mahasiswa menjadi pragmatis dan hedonis, menuntut ORMAWA Unesa untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi secara intensif sebagai bentuk penyadaran dan pendidikan politik mahasiswa. Di samping itu juga perlu diupayakan penciptaan jaringan informasi dengan lembaga-lembaga eksternal, baik dengan sesama Organisasi Kemahasiswaan lain maupun lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Dalam kondisi ini, maka kontak primer tidaklah menjadi tuntutan utama untuk penciptaan komunikasi dan sosialisasi informasi. Akan tetapi yang lebih vital adalah bagaimana kita dapat melakukan transfer informasi antar lembaga-lembaga yang ada. Karena dalam periode mendatang upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan transfer informasi antar lembaga adalah: Menggali alternatif terbaik dari model jaringan komunikasi antar Badan Kelengkapan ORMAWA Unesa maupun dengan mahasiswa Unesa sebagai basis massanya.

1. Mengidentifikasi lembaga-lembaga eksternal sebagai sumber informasi.

2. Diharapkan pada akhir periode ini, mampu mengembangkan jaringan komunikasi.

C3. Kegiatan

Prestasi ORMAWA Unesa secara praktis dapat dinilai dari kuantitas dan kualitas kegiatannya, dalam bidang keagamaan, intelektualitas, bakat dan minat, kaderisasi serta kepedulian sosial.

A. Bidang keagamaan

Penyelenggaraan kajian-kajian agama disetiap prodi, jurusan dan fakultas serta universitas menurut agama dan kepercayaannya masing-masing

B. Bidang Intelektualitas

1. Pengembangan workshop-workshop kreatifitas di tingkat jurusan dan fakultas serta kelompok-kelompok kajian interdisipliner. Dalam hal ini badan kelengkapan yang terkait harus membantu realisasinya secara intensif.

2. Menciptakan situasi yang kondusif untuk budaya penelitian dan mengerti penulisan ilmiah di kalangan mahasiswa.

3. Mengoptimalkan proses pendidikan dan pengajaran di Unesa serta optimalisasi penggunaan fasilitas yang diperuntukkan bagi mahsiswa dengan meminimalisir bentuk-bentuk penyalahgunaannya.

4. Meningkatkan partisipasi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi mahasiswa ilmiah di tingkat regional maupun nasional.

5. Jika upaya dialogis dan kompromis untuk mengoptimalkan proses pendidikan dan pengajaran di Unesa beserta fasilitas-fasilitas yang menjadi hak mahasiswa

ternyata masih ada yang menemui jalan buntu, ORMAWA Unesa harus menempuh cara-cara yang tegas.

6. Penciptaan dan pengokohan intelektualitas dan prestasi ilmiah mahasiswa Unesa.

C. Bidang Bakat dan Minat

Bertujuan untuk menumbuh kembangkan kemampuan, prestasi, dan aspirasi seni dan olah raga serta kesehatan jasamani dan rohani guna memantapkan kepribadiannya.

D. Bidang Kaderisasi

1. Mengoptimalkan pengkaderan berjenjang, dimana tingkat-tingkat pengkaderan tersebut harus dilewati secara konsisten.

2. Mengupayakan pengkaderan/latihan kepemimpinan di semua Organisasi Kemahasiswaan Unesa.

3. Optimalisasi pengkaderan, Badan Kelengkapan ORMAWA Unesa, dengan membuat sinergi terhadap kegiatan sejenis yang diadakan oleh organisasi ekstra.

E. Bidang Kesejahteraaan

1. Dapat teridentifikasinya permasalahan-permasalahan aktual mahasiswa. 2. Dapat terpenuhinya sarana dan prasarana penunjang bagi lembaga

kemahasiswaan ORMAWA Unesa, seperti: a. Pelayanan umum.

b. Permasalahan pembelaan mahasiswa.

3. Mendukung kelancaran pembangunan tempat peribadatan.

4. Dapat terpenuhinya kebutuhan mahasiswa yang selama ini menjadi kendala dilingkungan kampus.

5. Kemudahan-kemudahan dalam menerima beasiswa, keringanan SPP bagi mahasiswa kurang mampu maupun penggiat organisasi.

6. Optimalisasi fasilitas akademik dan sarana penunjang bagi mahasiswa. 7. Terciptanya kondisi kesejahteraan yang optimal, baik dari segi pelayanan

pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan advokasi mahasiswa.

8. Adanya pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat serta berkesinambungan.

9. Terciptanya semangat wirausaha, kemudian ada pengembangan secara social ekonomi.

F. Bidang Pengabdian Masyarakat.

1. Peningkatan kegiatan mahasiswa yang langsung menyentuh dan membina masyarakat, berupa pembinaan maupun berbagai bentuk bakti sosial.

2. Adanya berbagai bentuk respon sosial sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan masyarakat.

G. Bidang Advokasi dan HAM

1. Pelatihan pelatih advokasi dan HAM.

2. Terbentuknya posko perjuangan mahasiswa dan masyarakat.

3. Melakukan pembelaan/ advokasi terhadap pelanggar HAM dengan membentuk tim pencari fakta.

4. Peningkatan kegiatan advokasi mahasiswa kepada masyarakat.

H. Bidang Administrasi

1. Adanya sistem administrasi yang jelas dan jaringan komunikasi antar pengurus Badan Kelengkapan ORMAWA Unesa.

2. Adanya pengarsipan dokumen-dokumen kegiatan, sehingga menjadi referensi generasi penerus.

3. Adanya penataan secara jelas dan tegas sistem manajemen dan jalur-jalur organisasi dalam ORMAWA Unesa.

4. Terpenuhinya kesekretariatan secara layak di setiap badan kelengkapan ORMAWA Unesa.

5. Terciptanya satu administrasi dan manajemen secara mantap, sehingga memudahkan setiap mahasiswa untuk mengakses informasi.

D. Prioritas

1. Pengembangan kegiatan mahasiswa yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Peningkatan aktifitas yang menyangkut kesejahteraan dan kepntingan mahasiswa. 3. Pengembangan kegiatan mahasiswa yang menciptakan kreatifitas, kewirausahaan

dan intelektualitas.

4. Pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang mencerminkan kepekaan terhadap permasalahan kemasyarakatan.

BAB V

MEKANISME STRUKTUR REPUBLIK MAHASISWA

Dokumen terkait