• Tidak ada hasil yang ditemukan

8 FAKTOR-FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPAS

9 POLA KOMUNIKASI KELOMPOK DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

sedangkan komponen yang lain “feminin”. Oleh karena itu, seorang pemimpin

perempuan atau laki-laki yang dapat menampilkan kedua karakteristik ini akan cenderung tranformasional. Komponen maskulin dalam transformasional dimiliki oleh ketua RT laki-laki sehingga hal ini dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan ketua RT laki-laki kurang transformasional.

Kepemimpinan transformasional ketua RT perempuan secara keseluruhan berhubungan lebih kuat dibandingkan ketua RT laki-laki. Ketua RT perempuan memiliki komponen-komponen feminin dan maskulin dalam kepemimpinan transformasional. Hal ini yang membuat ketua RT perempuan lebih menerapkan kepemimpinan transformasional dibandingkan ketua RT laki-laki. Kark et al. (2012) mengatakan jika pemimpin perempuan tidak dapat menyatukan antara sisi laki-laki dan sisi feminin, ini akan merugikan mereka. Kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi dan bekerja dengan baik dalam organisasi masyarakat, menumbuhkan rasa kepemilikan, serta ketertarikan terhadap lingkungan.

9 POLA KOMUNIKASI KELOMPOK DAN KEPEMIMPINAN

TRANSFORMASIONAL

Pertemuan RT merupakan salah satu bentuk musyawarah masyarakat desa dalam menyelesaikan masalah, konflik, atau kegiatan serta program di RT setempat. Pertemuan RT juga merupakan bagian dari silahturahmi antar warga dusun setempat dengan warga dan ketua RT.Pertemuan RT terjadi pada empatdesa selama kurun waktu dua bulan yaitu Desa Babakan, Desa Neglasari, Desa Iwul dan Desa Ciomas. Pertemuan RT dapat menggambarkan bagaimana pola komunikasi yang terjadi antara ketua RT dan warganya dalam merencanakan kegiatan RT, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan RT.

Pola komunikasi yang terjadi juga berhubungan dengan gaya kepemimpinan transformasional ketua RT dalam menentukan lokasi, partisipan yang hadir, bentuk dialog yang terjadi antara ketua RT dan warga serta pesan-pesan yang akan dikomunikasikan kepada warga. Warga juga berpartisipasi dengan memberikan saran, ide, dan informasi kepada ketua RT mengenai kegiatan RT yang akan dan telah dilaksanakan. Aspirasi dari warga mengeluarkan saran, ide, dan informasi menjadi indikator bahwa warga berpartisipasi dalam pembangunan desa. Partisipasi dalam menerima hasil pembangunan dan menilai hasil partisipasi masyarakat menurut Isbandi (2007) adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,

pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan ketertiban masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi.

Pola komunikasi yang tercipta antara warga dan ketua RT berbeda di setiap desa karena gaya kepemimpinan yang dominan transformasional dan kurang dominan transformasional. Faktor-faktor lain juga tercipta yakni bagaimana lokasi dan partisipa juga dapat menjadi faktor dalam menentukan partisipasi warga. Pertemuan RT tersebut terdiri dari lokasi, partisipan, tujuan, ujaran, pesan, Bahasa, norma, dan bentuk penyampaian. Peristiwa komunikasi dalam budaya merupakan unit dasar dari tujuan deskriptif. Suatu peristiwa tertentu diartikan sebagai seluruh unit komponen yang utuh,dimulai dari tujuan komunikasi, topik umum yang sama, serta partisipan yang sama. Komponen analisis peristiwa komunikasi yakni,setting, participants, ends, actsequence, key, instrumentalis, norm dan

genre

Ketua RT Perempuan Transformasional

Analisis komponen-komponen yang telah dijelaskan diatas diharapkan dapat mendeskripsikan pertemuan RT sebagai peristiwa komunikasi dengan kepemimpinan transformasional yang dominan.

Lokasi (Setting)

Setting meliputi waktu, lokasi, dan ruangan atau aspek fisik dari ruangan tersebut. Letak sebuah peristiwa komunikasi berlangsung disebut lokasi. Waktu sangat menentukan terjadinya peristiwa. Ruangan merupakan acuan dimana sebuah peristiwa komunikasi terjadi yang dilakukan oleh pelaku budaya.

Ketua RT Perempuankampung Babakan Doneng Desa Babakan Kecamatan Dramaga melaksanakan pertemuan RT terlebih dahulu menentukan warga yang akan diundang untuk ikut serta dalam pertemuan RT tersebut. Warga yang diundang oleh Ketua RT Perempuan hanya beberapa orang saja yang dapat mewakili RT. Unsur pemaksaan untuk hadir tidak terdapatdalam pertemuan tersebut.

Gambar 3 Setting tempat duduk pertemuan RT transformasional (Pr) Pertemuan dilaksanakan oleh Ketua RT, Ibu Nenih RT 03 RW 06, pada pukul 10.00-12.00 WIBdi rumah Ketua RT Perempuan mengingat warga yang hadir tidak terlalu banyak. Penataan tempat pertemuan RT sederhana dan nyaman karena berada di rumah Ketua RT Perempuan yang cukup untuk berkumpulnya

warga. Karpet yang digunakan untuk alas duduk warga perempuan dan disediakan makanan ringan serta minuman untuk warga perempuan yang hadir.

Partisipan (Participants)

Partisipan yang terlibat dalam pertemuan RT adalah warga perempuan warga RT yang dapat mewakili warga yang tidak dapat hadir dan mewakili suara warga yang lainnya. Sebanyak 120 KK dari warga RT yang saling mengenal satu sama lain sehingga dipercaya untuk mewakili warga yang lain. Ketua RT menyebarkan informasi ke rumah-rumah warga dengan mengunjungi rumah warga. Warga yang bersedia ikut pertemuan menjadi wakil dari warga yang tidak bisa hadir. Ketua RT memilih warga warga perempuan karena aktif mengikuti Poswindu, beberapa informasi ketahanan keluarga dan anggota legislatif perempuan, serta pemilihan waktu yang dapat diikuti oleh warga perempuan.

Tujuan (Ends)

Pertemuan RT ini berlangsung dikarenakan Ketua RT Perempuan mendapatkan informasi mengenai program Poswindu dari desa yang mengharapkan perwakilan warga lansia untuk melakukan cek kesehatan dan senam. Hal ini merupakan bagian dari membangun desa untuk kesehatan seluruh warganya. Ketua RT juga menjelaskan mengenai ketahanan keluarga menuju keluarga yang mandiri, serta membahas mengenai pemilihanwakil perempuan dalam kursi legislatif agar dapat memberdayakan perempuan di masa depan. Informasi yang didapat ketua RT merupakan informasi dari pemerintah yang ingin mendapatkan aspirasi dari bawah untuk membangun desa.

Informasi diatas merupakan bagian dari peran RT sebagai penggerak gotong royong dan partisipasi warga dalam segala aspek sehingga dapat menjadi desa membangun sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007. RT merupakan bagian kecil dari desa yang diharapkan mampu berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan untuk membangun desa mandiri.

Ujaran (Act Sequence)

Act sequence, mengacu pada bentuk ujaran dan isi ujaran. Bentuk ujaran ini berkenaan dengan kata-kata yang digunakan, bagaimana penggunaannya, dan hubungan antara apa yang dikatakan dengan apa yang menjadi topik. Kata-kata yang digunakan oleh Ketua RT Perempuanbersifat instruksi dan harapan. Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam pertemuan ini dominan kepemimpinan transformasional seperti mendengarkan saran, memberikan informasi, arahan dan instruksi, serta harapan kepada warga perempuan. Ketua RT Perempuan juga memberikan kader kesempatan untuk memberikan penjelasan kepada warganya untuk pembangunan bidang kesehatan, keluarga dan politik. Adapun pelaksanaan pertemuan ini berupa sambutan ketua RT, penjelasan agenda, penjelasan topik, temu wicara antar warga, menarik kesimpulan dan penutup.

(1) Sambutan Ketua RT Ibu Nenih terdapat pada kutipan pengamatan pertemuan.

Assallamualaikum wr wb ibu-ibu pertama saya ucapkan terimakasih atas kehadirannya kepada ibu diana selaku kader Posyandu kenanga dan saya

sangat senang dengan kehadiran ibu-ibu hari ini, oh iya kita kedatangan mahasiswi IPB. Jadi, Apa kabar bu, apa kabar suami bu? Sehat? hehehe Ya alhamdulillah semua baik dan sehat ya.

(2) Penjelasan agenda atau topik pada pertemuan mengenai pemilihan warga, ketahanan keluarga, dan pemilihan anggota legislatif.

Pertemuan ini akan membahas mengenai Poswindu yang akan dijelaskan oleh ibu Diana selaku ketua Kader terus dilanjut dengan musyawarah ya ibu-ibu, ada juga mengenai ketahanan keluarga terus pemilihan anggota dewan perempuan dari saya terus penutup.

(3) Penjelasan topik pertemuan dijelaskan oleh kader dan Ketua RT. Ketua RT Perempuan memberikan beberapa pembahasan mengenai Poswindu pada sesi pertama kemudian dilanjutkan dengan Ibu Diana selaku kader Posyandu. Jadi pertemuan hari ini ingin membahas mengenai acara Poswindu untuk

tanggal 27 Mei ya yang jatuh hari Jumat. Nah jadi acara Poswindu yang diadakan di kecamatan dramaga meminta sebenarnya dari kecamatan 10 desa, Cuma dari pihak Puskesmas satu desa aja mewakili jadi terpilih desa babakan dan kita per kampung harus ngasih wakil 1 orang untuk ke kecamatan ya bu. Saya kumpulin disini untuk minta pendapat ibu-ibu siapa dari warga kita yang bisa mewakili. Nah untuk kriteria dan acara apa saja yang ada di kecamatan nanti saya serahin ke bu diana selaku kader Posyandu. Mangga bu.

Berikut sambutan dari ketua Kader:

Terimakasih bu neni, terimakasih ibu-ibu yang hadir hari ini. Singkat kata aja ya ibu-ibu, karena nanti siang saya mau ke Puskesmas lagi ketemu ibu bidan. Jadi gini bu, Puskesmas dan kecamatan mengadakan acara untuk lansia melalui Poswindu, jadi tiap kecamatan diwakili desa mengambil wakilnya. Berhubung desa babakan ini kan ada 11 Posyandu, jadi ya udah ambil dari desa babakan aja masing-masing kampong ngirim 1 warga lansianya gitu. Kriterianya sehat jasmani rohani, terus umurnya 60 tahun keatas tapi masih bisa jalan ya ibu-ibu, atuhlah susah nanti kalau di papah gitu ya hehehe karena di kecamatan acaranya tuh ada senam lansia, pemeriksaan kesehatan terus ada doorprize gitu. Paling itu aja sih, kalau ada tambahan bu neni? Dari saya cukup segitu.

(4) Salah satu petikan dari hasil pengamatan Ketua RT Perempuan memberikan kesempatan kepada warga untuk memberikan masukan sehingga terjadi temu wicara antara ketua RT, kader, dan warga. Beberapa warga kemudian memberikan nama dari warga yang akan menjadi wakil. Kemudian diputuskan satu nama untuk mewakili warga lansia kampung Babakan Doneng.

Berarti bu haji ninih ya, tanggal 27 ya lina hari Jumat jangan lupa bilang ke ibu ya. Nanti saya ingetin lagi ke ibu atau ke lina sebelum hari H nya ya. Berarti udah dapet wakilnya.

(5) Pertemuan ini juga ditutup oleh Ketua RT Perempuan Nenih dengan mengucapkan salam dan harapan kepada warga.

Ketua RT: Bener yah udah jelas, hehehe. Kalau gitu mungkin itu saja ya ibu-ibu sebelumnya juga saya mau mengucapkan mohon maaf apabila ada salah karena ini mau bulan puasa, jadi maaf ya ibu-ibu apabila saya dan keluarga ada salah kata atau tindakan. Semoga kita bertemu di bulan Ramadhan dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamiin

Ketua RT: iya, kalau gitu saya tutup ya. Wassalamualaikum wr wb. (salam-

salaman)

(6) Hasil dari keputusan diterima oleh semua yang terlibat dalam pertemuan dan dapat mewakili warga keseluruhan dari Babakan Doneng. Setiap warga berhak memberikan pendapatnya dalam pengambilan keputusan saat pertemuan berlangsung.

Pesan (Keys)

Pesan mengacu pada nada, cara, dan semangat suatu pesan disampaikan pada pertemuan RT. Pesan yang disampaikan dengan cara santai tetapi berurutan sesuai dengan isu atau tema pokok pertemuan RT. Tidak terdapat pemaksaan dalam instruksi dan pemberian informasi yang disampaikan. Pesan juga disampaikan dengan dua arah secara dialog sehingga komunikasi yang terjalin sangat hidup antara ketua RT, kader dan warga. Ketua RT memberikan kesempatan kepada warga dan kader untuk memberi informasi, memberi pendapat dan memberi saran.

Bahasa (Instrumentalities)

Mengacu pada jalur bahasa yang digunakan, baik lisan maupun tertulis dalam pertemuan RT. Jalur yang dipakai dalam pertemuan ini adalah adanya komunikasi secara dialog dengan ketua RT, kader dan warga pada saat pertemuan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari bahasa Indonesia dicampur sedikit bahasa Sunda. Bahasa ini digunakan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh komunikan dalam hal ini warga perempuan.

Norma (Norm)

Norma mengacu pada norma atau kesantunan dalam pertemuan RT, pelaksanaan pertemuan RT tidak memiliki aturan tertentu yang harus dipatuhi. Hanya ketua RT sebagai penanggungjawab dalam pertemuan ini sehingga pertemuan berlangsung dengan urutan dan terkendali serta dapat memutuskan alternatif-alternatif yang akan dilaksanakan. Interaksi warga dalam memberikan keputusan juga berlangsung dengan baik, tidak semua warga berbicara ketika ada warga yang memberikan pendapatnya. Dialog dua arah terjadi dengan baik pada pertemuan ini. Keputusan yang dihasilkan bersifat konsensus sehingga warga puas dengan keputusan yang dibuat bersama.

Bentuk Penyampaian (Genre)

Jenis penyampaian seperti sambutan, penjelasan dan temu wicara yang berlangsung pada pertemuan bersifat lisan terkadang adanya isyarat dan ungkapan non-verbal yang terjadi didalamnya. Diskusi yang terjadi juga diselingi beberapa canda tawa dan penegasan untuk perhatian kepada ketua RT dalam menyampaikan informasi walaupun tetap diselingi candaan dengan tetap pada

tujuan diskusi tersebut. Hal ini membuat pertemuan RT kondusif untuk memberikan informasi, ide, saran, dan pedapat dari warga dan ketua RT.

Ketua RT: aduh jangan bu Maryam mah bahenol pisan, susah nanti

gerak hehehe yang sedang tapi bisa kira-kira ikut senam gitu.

Warga: hahahaha si ibu mah bisa wae.

Ketua RT: Didengerin gak nih bu? Penting loh informasinya sebentar

lagi aja ya. Mau kemana sih? Gelisah banget hehehe

Ketua RT Perempuan Kurang Transformasional

Analisis komponen-komponen tersebut diharapkan dapat mendeskripsikan pertemuan RT sebagai peristiwa komunikasi dengan kepemimpinan transformasional. Ketua RT perempuan yang kurang dominan dalam gaya kepemimpinan transformasionalnya dapat dilihat dalam pola komunikasi kepemimpinan sebagai berikut.

Lokasi (Setting)

Ketua RT Perempuan kampung Cibereum Desa Neglasari Kecamatan Dramaga melaksanakan pertemuan RT terlebih dahulu menentukan warga yang akan diundang untuk ikut serta dalam pertemuan RT tersebut. Warga yang diundang oleh Ketua RT Perempuan hanya beberapa orang saja yang dapat mewakili RT. Tidak terdapat unsur pemaksaan untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan dilaksanakan oleh ketua RT Ibu Rukoyah RT 02/03pada Hari Sabtu jam 10.00-11.00 WIBdi rumah Ketua RT Perempuan mengingat warga yang hadir tidak terlalu banyak.

Gambar 4 Setting tempat duduk pertemuan RT kurang transformasional (Pr) Penataan tempat Pertemuan RT sederhana dan nyaman karena berada di rumah Ketua RT Perempuan yang cukup untuk berkumpulnya warga. Karpet yang digunakan untuk alas duduk bapak dan ibu warga RT setempat. Pemilihan waktu disesuaikan dengan keperluan warga khususnya bapak-bapak karena beberapa bapak-bapak jika siang hari dan weekday tidak bisa maka dipilih Hari Minggu jam 10.00-11.00 WIB karena hari libur dan sudah menuju siang hari pada hari puasa yang tidak terlalu pagi. Hal ini didasari agar semua warga dapat ikut berpartisipasi dalam perencanaan untuk kegiatan RT atau program Desa.

Partisipan (Participants)

Partisipan yang terlibat dalam pertemuan RT adalah Bapak-bapak dan ibu- ibu warga RT yang dapat mewakili warga yang tidak dapat hadir dan mewakili suara warga yang lainnya. Ketua RT memilih bapak-bapak dan ibu-ibu karena menyangkut masalah kebersihan lingkungan yang menjadi milik semua warga dan dapat menjadi salah satu cara mencapai pembangunan desa. Tidak terdapat unsur pemaksaan dalam pertemuan ini sehingga jika warga tidak dapat hadir, masih bisa di wakilkan warga yang lainnya.

Tujuan (Ends)

Pertemuan RT ini berlangsung dikarenakan Ketua RT Perempuan memiliki inisiatif untuk kegiatan pengelolaan sampah dan keamanan di lingkungan RT 02 RW 03 Desa Neglasari. Inisiatif kegiatan tersebut dicetuskan oleh ketua RT agar RT tersebut bersih dan aman sehingga nyaman untuk ditinggali. Kegiatan ini berbeda dengan Kampung Babakan Doneng yang berasal dari pemerintah desa sedangkan kegiatan ini murni dari ketua RT. Hal ini bagian dari membangun desa untuk kebersihan dan keamanan sehingga dapat membangun desa mandiri yang berasal dari aspirasi warga.

Informasi diatas merupakan bagian dari peran RT sebagai penggerak gotong royong dan partisipasi warga dalam segala aspek sehingga dapat menjadi desa membangun sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007. RT merupakan bagian kecil dari desa yang diharapkan warganya akan mampu berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan untuk membangun desa mandiri. Pertemuan RT ini juga merupakan wadah untuk diskusi yang kemudian memutuskan dan merencanakan bagaimana keamanan dan lingkungan RT terjaga.

Ujaran (Act Sequence)

Act sequence, mengacu pada bentuk ujaran dan isi ujaran. Bentuk ujaran ini berkenaan dengan kata-kata yang digunakan, bagaimana penggunaannya, dan hubungan antara apa yang dikatakan dengan apa yang menjadi topik. Kata-kata yang digunakan oleh Ketua RT Perempuan bersifat instruksi dan harapan. Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam pertemuan ini kurang dominan kepemimpinan transformasional seperti mendengarkan saran, memberikan informasi, arahan dan instruksi serta harapan kepada warga. Ketua RT Perempuan memberikan kesempatan tetapi tidak penuh diserahkan kepada warga. Adapun pelaksanaan pertemuan ini berupa sambutan ketua RT, penjelasan agenda, penjelasan topik, temu wicara antar warga, menarik kesimpulan dan penutup. (1) Sambutan Ketua RT Ibu Rukoyah terdapat pada kutipan pengamatan

pertemuan.

Assalamualaikum wr wb. Bapak ibu terimakasih sudah hadir disini.

(2) Penjelasan agenda atau topik pada pertemuan mengenai kebersihan lingkungan di RT 02 RW 03.

Saya kumpulin disini karena saya sudah koordinasi sama pak RW dan kepala desa tentang pengelolaan sampah di daerah kita ini.

(3) Penjelasan topik pertemuan dijelaskan oleh Ketua RT. Ketua RT Perempuan memberikan beberapa pembahasan mengenai kebersihan lingkungan RT. Selama puasa kan banyak acara buka bersama terus di rumah juga lebih banyak masaknya ya jadi sampah lebih banyak di bulan Ramadhan, nah sebelum warga kita mudik. Gimana kalau kita kelola sampah, saya sediakan beberapa karung untuk warga buang ke tempat sampah umum nanti saya dan pak RW kordinir truk sampah untuk ngambil sampahnya jadi dua hari sekali supaya ga numpuk di daerah kita.

(4) Salah satu petikan dari hasil pengamatan Ketua RT Perempuan memberikan kesempatan kepada warga untuk memberikan masukan sehingga terjadi temu wicara antara ketua RT dan warga. Beberapa warga kemudian memberikan masukan kepada ketua RT dan akhirnya diputuskan dalam pengelolan sampah di lingkungan RT.

Ketua RT Perempuan : Emmm berarti kita iuran untuk truk sampahnya

dan buat tempat sampah besar deket gang? Pada setuju ga kalau uang iurannya ditambahin nih? Hehe

Warga : ya gak apa-apa bu cuma jangan banyak-banyak

hehe

Ketua RT Perempuan : kalau banyak gak banyak tergantung yang ikut,

sekarang yang rutin ikut baru 50 KK, itu gak pake iuran RT karena saya cuma ngasih karung dan mereka sendiri yang buang. Nah kalau banyak yang mau trus pake truk sampah dan tempat sampah yang lebih besar boleh aja ditambah iurannya jadi masuk ke iuran RT. Nanti saya coba tanya pak madri berapaan ya kalau buat kayak gitu.

Warga : iya kalau banyak yang ikut urunan, jadi lebih

ringan. Palingan 200 rebu bu.

Ketua RT Perempuan : ah iya masa sih? iya gimana jadi mau pada

urunan ga? Tapi kayaknya kalau deket gang masuk tempat sampahnya kurang rapi ya, di deket tanah lapang aja tapi yang mudah akses truk gimana?

Warga : ya Ketua RT boleh deh gitu aja. Gimana warga

yang lainnya juga harus ditanyain kalau soal iuran RT bu. 200 rebu beneran? Kayaknya lebih.

Ketua RT Perempuan : yaudah urusan uangnya nanti saya tanya dulu

pak madri.

Warga : ya bu iya.

Ketua RT Perempuan : jadi. iya nanti saya umumin di majelis sama

melalui selebaran aja ya. Nanti disebarin sebelum lebaran keputusannya jadi nanti kalau memang mau yang lainnya, abis lebaran langsung kita bikin tempat sampahnya.

Warga : ya bu boleh gitu aja. Nunggu abis lebaran

sekarang yang mau, taro dulu langsung ke pembuangan ya bu.

(5) Pertemuan ini juga ditutup oleh Ketua RT Perempuan Rukoyah dengan mengucapkan salam dan penegasan mengenai keputusan.

ya udah, makasi ya bapak ibu atas kedatangannya dan masukannya. Semoga kita sama-sama enak ya biar lingkungan terjaga say amah bukan buat saya juga kan. Semoga puasanya lancar ya bapak ibu.

kalau gitu saya tutup ya musyawarah kita, Alhamdulillah. Wassalamualaikum Wr Wb.

Pesan (Keys)

Mengacu pada nada, cara, dan semangat suatu pesan disampaikan pada pertemuan RT. Pesan yang disampaikan dengan cara santai tetapi berurutan sesuai dengan isu atau tema pokok pertemuan RT. Terdapat kewajiban dalam pelaksanaan pengelolaan sampah tetapi menunggu hasil dari keputusan seluruh warga. Pesan juga disampaikan dengan dua arah secara dialog sehingga komunikasi yang terjalin sangat hidup antara ketua RT dan warga, walaupun ketua RT lebih banyak mendominasi dan memutuskan beberapa hal sendiri.

Bahasa (Instrumentalities)

Bahasa mengacu pada jalur bahasa yang digunakan, baik lisan maupun tertulis dalam pertemuan RT. Jalur yang dipakai dalam pertemuan ini adalah adanya komunikasi secara dialog dengan ketua RT dan warga pada saat pertemuan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari bahasa Indonesia dicampur sedikit bahasa Sunda.

Norma (Norm)

Pelaksanaan pertemuan RT tidak memiliki aturan tertentu yang harus dipatuhi. Hanya ketua RT sebagai penanggungjawab dalam pertemuan ini sehingga pertemuan berlangsung dengan runut dan terkendali serta dapat

Dokumen terkait