5.2 Pola Konsumsi Pangan Asal Ternak
5.2.4 Pola Konsumsi Susu Sapi
Pola konsumsi susu sapi mahasiswa FEM dapat dilihat dari frekuensi konsumsi, pengeluaran konsumsi, dan alasan mengonsumsi susu sapi. Konsumsi susu sapi dihitung dengan satuan rupiah per kilogram (kg) yang sudah diolah menjadi minuman siap saji. Susu sapi yang dihitung ada tiga jenis yaitu susu cair, susu kental manis, dan susu bubuk. Konsumsi susu kental manis dan susu bubuk dihitung berdasarkan susu yang dibeli dalam satu kemasan saji (sachet) yang diasumsikan setara dengan susu cair ukuran 200 ml. Konsumsi susu cair dihitung berdasarkan volume sebenarnya per satu kemasan saji dalam satuan milliliter (ml) yang dikonversikan menjadi satuan kilogram. Menurut Bueche dan Hecht (2006), satu liter susu sapi = 1,032 kg.
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat lima mahasiswa yang tidak mengonsumsi susu sapi. Distribusi mahasiswa berdasarkan jenis susu yang dikonsumsi dibagi menjadi tujuh kelompok yaitu mahasiswa yang hanya mengonsumsi susu cair, mahasiswa yang hanya mengonsumsi susu kental manis, mahasiswa yang hanya mengonsumsi susu bubuk, mahasiswa yang mengonsumsi susu cair dan susu kental manis, mahasiswa yang mengonsumsi susu cair dan susuk bubuk, dan mahasiswa yang mengonsumsi susu kental manis dan susu bubuk.
Tabel 20 Distribusi mahasiswa berdasarkan jenis susu yang dikonsumsi
Jenis susu Jumlah responden (mahasiswa) Persentase (%)
Susu cair 82 70,09
Susu kental manis 11 9,40
Susu bubuk 9 7,69
Susu cair dan susu kental manis 8 6,84
Susu cair dan susu bubuk 6 5,13
Susu kental manis dan susu bubuk 1 0,85
Jumlah 117 100,00
Sumber: Data primer, diolah (2014)
Tabel 20 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa FEM hanya mengonsumsi susu cair yaitu sebanyak 82 responden (70,09%). Sebanyak sebelas responden (9,40%) hanya mengonsumsi susu kental manis. Sebanyak sembilan
47 responden (7,69%) hanya mengonsumsi susu bubuk. Sebanyak delapan responden (6,84%) mengonsumsi susu cair dan susu kental manis. Sebanyak enam responden (5,13%) mengonsumsi susu cair dan susu bubuk dan sisanya satu responden (9,40%) hanya mengonsumsi susu kental manis.
Frekuensi Konsumsi Susu Sapi
Frekuensi konsumsi susu sapi adalah tingkat keseringan mahasiswa mengonsumsi susu sapi yang dibeli oleh mahasiswa dalam satuan kilogram (kg) per bulan. Frekuensi konsumsi susu sapi dibagi menjadi tiga kategori. Kategori pertama, mahasiswa yang mengonsumsi kurang dari 2 kg per bulan. Kategori kedua, mahasiswa yang mengonsumsi 2-5 kg per bulan. Kategori ketiga, mahasiswa yang mengonsumsi lebih dari 5 kg per bulan.
Tabel 21 Distribusi jumlah responden berdasarkan frekuensi konsumsi susu sapi
Frekuensi konsumsi susu sapi (kg
/bulan) Jumlah responden (mahasiswa) Persentase (%)
≤ 2 47 38,52
2-5 41 33,61
≥ 5 34 27,87
Total 122 100,00
Sumber: Data primer, diolah (2014)
Berdasarkan hasil analisis, terdapat mahasiswa yang tidak mengonsumsi susu sapi dan frekuensi konsumsi susu sapi terbanyak yaitu 10,06 kg per bulan. Rata-rata frekuensi konsumsi susu sapi responden yaitu 3,18 kg per bulan. Tabel 21 menunjukkan bahwa sebanyak 47 responden (38,52%) mengonsumsi susu sapi kurang dari 2 kg per bulan. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa sebanyak 75 responden (61,48%) dapat mengonsumsi susu sapi lebih dari 2 kg per bulan.
Pengeluaran Konsumsi Susu Sapi
Pengeluaran konsumsi susu sapi adalah besaran yang dialokasikan mahasiswa FEM dari total pendapatannya untuk mengonsumsi susu sapi. Hasil perhitungan pengeluaran konsumsi susu sapi dapat digunakan untuk mengetahui proporsi pengeluaran susu sapi dari total pengeluaran untuk konsumsi pangan asal ternak. Konsumsi susu sapi yang dihitung dalam bentuk fisik (kg/ kapita/ bulan) dan nominal rupiah per bulan disajikan pada Tabel 22.
48
Tabel 22 Rata-rata pengeluaran konsumsi susu sapi berdasarkan kategori sosial ekonomi
Kategori sosial ekonomi Konsumsi (kg/kapita/bulan) Rata-rata pengeluaran (Rp per bulan) 1.Pendapatan a. Kelas I 2.28 40.117 b. Kelas II 3.17 51.980 c. Kelas III 4.68 92.983 2.Jenis Kelamin a. Laki-laki 3.12 48.408 b. Perempuan 3.21 60.081
3.Status tempat tinggal
a.Rumah orangtua/ wali 3.06 55.209
b. Kos/kontrak 3.22 56.580
4.Asal daerah
a. Perkotaan 3.24 57.116
b. Pedesaan 2.77 50.544
Rata-rata 3.18 56.254
Sumber: Data primer, diolah (2014)
Rata-rata konsumsi mahasiswa terhadap susu sapi berdasarkan kelas pendapatan pada Tabel 22 menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan, maka semakin tinggi pula konsumsi susu sapi. Susu sapi merupakan pangan asal ternak yang paling mencolok perbedaan tingkat konsumsinya antar kelas pendapatan. Hal ini dikarenakan susu sapi merupakan pangan asal ternak yang dianggap barang mewah. Jadi ketika terjadi peningkatan pendapatan, maka tingkat konsumsi mahasiswa FEM untuk susu sapi juga meningkat. rata-rata konsumsi susu sapi lebih tinggi pada mahasiswa perempuan. Hal ini dikarenakan mahasiswa perempuan cenderung menganggap mengonsumsi susu lebih praktis dalam hal penyajian dan mahasiwa laki-laki cenderung lebih memilih untuk konsumsi pangan asal ternak yang lebih mengenyangkan. Berdasarkan status tempat tinggal, rata-rata konsumsi susu sapi lebih tinggi pada mahasiswa yang kos. Hal ini dikarenakan mahasiswa yang kos tidak terbiasa sarapan sehingga lebih memilih untuk mengonsumsi susu sapi. Berdasarkan asal daerah, rata-rata konsumsi susu sapi lebih tinggi pada mahasiswa asal daerah perkotaan. Hal ini dikarenakan mahasiswa asal daerah perkotaan terbiasa mengonsumsi susu sapi sebagai kebutuhan sehari-harinya.
49
Alasan Mengonsumsi Susu Sapi
Motif mahasiswa FEM mengonsumsi susu sapi yang dilihat dalam penelitian ini yaitu kesehatan/nilai gizi yang terkandung dalam susu sapi, makanan kesukaan, harga murah, perubahan selera dalam waktu singkat (mood), dan aktivitas yang padat. Tabel 23 menyajikan alasan mahasiswa FEM mengonsumsi susu sapi.
Tabel 23 Alasan mahasiswa FEM IPB mengonsumsi susu sapi
Alasan mengonsumsi Frekuensi pilihan responden Persentase (%)
Kesehatan/nilai gizi 95 67,38
Harga murah 4 2,84
Aktivitas yang padat 31 21,99
Perubahan selera dalam waktu singkat 5 3,55
Makanan kesukaan 6 4,26
Total 141 100,00
Keterangan : *) Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban
Tabel 23 menunjukkan bahwa kesehatan atau nilai gizi menjadi alasan utama yang paling banyak dipilih mahasiswa FEM dalam mengonsumsi susu sapi yaitu sebanyak 95 responden (67,38%). Hal ini menunjukkan adanya kesadaran pentingnya nilai gizi yang terkandung dalam susu sapi. Alasan kedua untuk mengonsumsi susu sapi adalah karena aktivitas yang padat yaitu sebanyak 31 responden (21,99%). Aktivitas yang padat menyebabkan mahasiswa lebih memilih mengonsumsi susu sapi karena untuk mengonsumsi susu sapi seseorang tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebanyak enam responden (4,26%) beralasan mengonsumsi susu sapi dikarenakan makanan kesukaan. Sebanyak lima responden (3,55%) dan sisanya sebanyak empat responden (2,84%) beralasan mengonsumsi susu sapi dikarenakan harganya yang murah.
50