• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

7. Pola pikir (Mindset) Guru

Pola pikir adalah cara otak dan akal menerima, memproses, menganalisis, mempersepsi dan membuat kesimpulan terhadap informasi yang masuk melalui indra (M. Yunus, 2014: 38). Pola pikir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah sistem atau cara kerja yang diatur oleh otak kemudian disimpan oleh otak dan disebarkan ke seluruh tubuh sebagai acuan dalam bertindak dan sebagai pembentukan karakter. Menurut Gunawan (2010) Pola pikir adalah kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu cara berfikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap dan masa depan seseorang, sikap mental tertentu atau watak yang menentukan respons dan pemaknaan seseorang terhadap situasi.

Sedangkan menurut Daniel Tamburian (2008) Pola Pikir adalah sikap mental mapan (fixed mental attitude) yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka. Pola pikir sebagai peta mental dipakai sebagai dasar untuk bersikap dan bertindak. Peta yang mampu menggambarkan kenyataan suatu territorial, menjadikan orang mengetahui dimana dia berada dan kemana dia akan menuju, sehingga dia mampu merencanakan bagaimana dia menuju kesana. Peta yang tidak menggambarkan territorial yang dijelajahi akan menjadikan orang tersesat dan keliru dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pola pikir adalah cara otak dan akal menerima, memproses, menganalisis, mempersepsi dan membuat kesimpulan terhadap informasi yang masuk melalui indra.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No.14 Tahun 2005). Guru merupakan salah satu pekerjaan profesional, pekerjaan professional berbeda dengan pekerja non professional karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya dengan kata lain pekerjaan yang bersifat professional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khususnya dipersiapkan untuk itu. Guru mempunyai tanggung jawab untuk commit to user

melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar sebagai suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa (Slameto, 2003: 97).

Charalambos (2008) menyatakan “The professional life of teachers has

recently become more complicated. The reform needs, accompanied by social

demands for accountability, render the work of teaching even more demanding.”

Profesi guru memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan profesi ini memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada masyarakat.

Menurut M.Yunus (2014: 40) dalam dunia Pendidikan terdapat ungkapan pola pikir sebagai berikut.

1. Hal yang utama dan pertama dalam belajar adalah belajar bagaimana cara belajar dan belajar bagaimana cara berpikir,

2. Belajar dengan ulangan yang banyak dan volume kecil, jauh lebih baik daripada ulangan sedikit dengan volume besar,

3. Pemahaman jauh lebih penting dan bermanfaat daripada hafalan,

4. Belajar sambil melakukan jauh lebih bermakna daripada hanya sekadar memahami teori.

Untuk menerapkan kurikulum 2013, guru harus mengalami perubahan pola pikir. Menurut Muhammad Nuh (Mendikbud) perubahan pola pikir tersebut dibutuhkan mengingat kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Adapun perubahan pola pikir antara lain sebagai berikut.

Tabel. 2.2 Perubahan pola pikir pada kurikulum 2013

No. Pola pikir

1. Guru dan buku teks bukan satu-satunya sumber belajar 2. Kelas bukan satu-satunya tempat belajar

3. Belajar dengan beraktivitas

4. Menggunakan pendekatan saintifik

5. Pembelajaran Pengetahuan keterampilan sikap Direct commit to user Indirect

Lanjutan Tabel. 2.2

No. Pola pikir

6. Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu

7. Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya 8. Menekankan kolaborasi-melalui pengerjaan projek

9. Pentingnya proses: procedural, pentingnya strategi: metakognitif 10. Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia

11. Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial

12. Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realitis) 13. Pentingnya data (terkait pengamatan dll)

Tabel 2.3 Perubahan pola pikir kurikulum lama dan kurikulum baru pada matematika

No. Implementasi Kurikulum lama Kurikulum 2013 1.

Langsung masuk ke materi abstrak

Mulai dari pengamatan

permasalahan konkret, kemudian ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan

2.

Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan)

Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya)

3. Permasalahan matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka

Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar, grafik, pola, dsb]

4.

Tidak membiasakan siswa untuk berfikir kritis [hanya mekanistis]

Dirancang supaya siswa harus

berfikir kritis untuk

menyelesaikan permasalahan yang diajukan

5. Metode penyelesaian masalah yang tidak terstruktur

Membiasakan siswa berfikir algoritmis

6.

Data dan statistik dikenalkan di kelas IX saja

Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan data, dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan standar internasional

7.

Matematika adalah eksak Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan

Pada kurikulum 2013, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, megumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasi dan mengkomunikasikan untuk semua mata pelajaran. Pola pikir pada pendekatan saintifik.

Tabel 2.4. pola pikir guru dalam menerapkan pendekatan saintifik

No. Kegiatan Kinerja Otak Pemikiran

1. Mengamati Menerima Membuka secara luas dan

bervariasi kepada peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan:

melihat, menyimak,

mendengar dan membaca. Memproses Mengajak siswa mengamati

objek matematika nyata atau abtrak

Menganalisis Guru harus melibatkan peserta didik secara langsung

Mempersepsi Guru memilih cara atau metode yang efektif

Menyimpulkan Mengajak siswa mengamati objek matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari

2. Menanya Menerima Pertanyaan dalam kerangka

proses pembelajaran

dimaksudkan untuk

memperoleh tanggapan verbal.

Memproses Pertanyaan harus menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam.

Menganalisis Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu

Mempersepsi Memancing siswa untuk bertanya

Menyimpulkan Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada guru atau teman commit to user

Lanjutan Tabel. 2.4

No. Kegiatan Kinerja Otak Pemikiran

3. Mengumpulkan informasi

Menerima Mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/ kejadian/ aktivitas wawancara dengan nara sumber dan sebagainya.

Memproses Memuat proses analisis, mengolah dan mengajukan dugaan

Menganalisis Meminta siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber Mempersepsi Memiilih sumber informasi yang

efektif

Menyimpulkan Membimbing siswa untuk membiasakan diri berkreasi dan berinovasi memperdalam pengetahuan dan keterampilan 4. Mengasosiasi Menerima Mengasosiasi dilakukan untuk

menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut.

Memproses Guru bersama dengan siswa, memproses informasi yang sudah dikumpulkan

Menganalisis Mencari pola dan keterkaitan informasi

Mempersepsi Menemukan pola dan keterkaitan informasi

Menyimpulkan Menarik kesimpulan dari fenomena khusus ke fenomena umum

5. Mengkomunikasi kan

Menerima Guru harus memandu siswa untuk menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis atau media lainnya.

Memproses Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbeda pendapat Menganalisis Mencari cara yang efektif supaya

siswa mampu membuat kesimpulan dan menyampaikannya

Mempersepsi Menggunakan pemaparan hasil atau presentasi

Menyimpulkan Siswa menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan

Dokumen terkait